Hallo semuanya....
Happy Reading....
Big love buat kalian semua 💜💜
Jangan lupa kasih bintang 🌟 ya.....
Terima kasih.
💜💜💜💜💜💜💜💜
"Kau nggak tahu? serius? astaga Yovandra kau ini pura-pura atau apa sih." desis Ridho.
Yovandra masih terdiam dengan sedikit senyuman di bibirnya.
"Ah, memangnya kau pikir kenapa STM/SMK teknik di sebut sebagai tempat para berandalan, itu karena ada anak-anak geng eksekutif yang terkenal dengan kekejaman-nya, mereka sejak kecil tumbuh besar di goa para preman." jelas Ridho pada Yovandra.
"Tunggu-tunggu! terserah lah tetek bengek begitu, intinya kan mereka orang-orang yang jauh dari dunia belajar, dari pada itu kau bagaimana, gak papa." Jawab Yovandra seperti tak peduli dengan para geng eksekutif, malah mengkhawatirkan keadaan Ridho.
"Apa?!"
Ridho tersentak kaget tak percaya dengan ucapan Yovandra yang tidak peduli dengan apa yang sudah ia ceritakan tentang para preman di sekolah Homin dan komplotannya.
Saat Ridho sedang melamun dengan kesal, Yovandra malah sibuk mengajaknya mengobrol gak jelas. "Apa kau sakit hati sampai mau pindah ke sekolah lain... tidak seperti itu kan?" celetuk Yovandra dengan wajah polosnya dan juga masih melanjutkan ajakan-nya untuk belajar.
"Kalau gitu apa Kau mau belajar bareng dengan ku?" tanya Yovandra dengan penuh semangat.
"Ini bukan masalah tentang jauh atau tidak jauh dari dunia belajar, ini adalah informasi dasar yang harus kau ketahui untuk bertahan di STM/SMK teknik ini." jelas Ridho sekali lagi.
"Ukh.. jangan bercanda!" jawab Ridho berteriak kesal melihat Yovandra yang begitu tenang dan santai.
"Apa kau tidak pernah berfikir bahwa tingkah ikut campur mu yang tidak tahu apa-apa itu bisa menyeretku ke neraka lebih dalam!" protes Ridho geram dengan Yovandra.
"Mmh... apa?" jawab Yovandra kaget dan terjatuh di lantai dengan satu kaki sampai naik ke atas.
"Masalahmu mungkin selesai dengan merasa puas menolong ku satu kali."
"Apa maksudmu..."
"Anak tadi, Homin itu, dia mengeluarkan orang yang di pikir sudah berhasil di tahklukan dari targetnya, kalau sudah kena... yang bisa di lakukan orang-orang lemah seperti kita ini untuk bertahan hidup hanyalah membuat dia menyelesaikannya dalam satu kali."
Yovandra terdiam melongo mendengar ungkapan dari Ridho.
"Tapi malah jadi begini sebelum dia puas, kalau begini aku akan kena lagi..." lirih Ridho sambil berbalik berjalan berniat meninggalkan Yovandra.
Syut....
"Tunggu!" teriak Yovandra yang melihat Ridho mulai berjalan pergi.
"Kau mungkin memang tidak ingin tahu tentang anak-anak berandalan itu tapi untukku, yang lebih penting dari pada belajar adalah, masalah keselamatan." ucap Ridho yang takut dan kesal.
"Lalu untuk apa kau pura-pura tidak tahu!" protesnya lagi kepada Yovandra sambil menoleh menatap Yovandra
"Karena itu kau juga menutupi wajahmu dengan masker, kan karena tidak mau berurusan."
Blaaarr....
Nancep ke dada Yovandra deh. ucapan Ridho ngena banget dah.
Bruukh! aah...
Yovandra membeku mendengar ucapan Ridho mengkritiknya secara langsung sampai terjatuh dan berlutut di lantai.
"Kau bersembunyi di sini rupanya?"
terdengar suara Homin dari luar.
Yovandra pun kaget reflek memakai maskernya lagi "siapa?"
Mendengar suara Homin dari luar Ridho terperanjat kaget, saat menoleh Homin sudah berada di depannya, dan Ridho pun melangkah mundur.
"Bang*at!" gertak Homin dengan tatapan membunuh melihat Ridho yang hendak kabur.
"A... ah ...!" teriak Ridho.
"Kalau Kau kabur sambil berceceran cairan hidran seperti itu, jadi susah sekali di temukan loh ya, kan? dasar, namanya juga sekolah orang-orang to*ol! yah pokoknya siapa anak tadi? anak yang pakai masker tadi dia pasti temanmu, kan?" celoteh Homin dengan tatapan penuh amarah.
Ridho malah terdiam melongo lalu...
"Di-dia bukan teman ku, aku tidak tahu siapa dia..."jawab Ridho bohong.
Yovandra mengintip Ridho dan Homin seperti sedang adu mulut, dengan tatapan penuh tanya.
"Anak itu... mencoba melindungiku." suara hati Yovandra.
"Beraninya bohong! kau sudah gila ya!" teriak Homin lagi.
"Be-benar kok..." jawab Ridho ngeles.
"Haha... ah mulai ya para cupu ini, kalau begitu biar Kau gantikan bagian pukulan dia, aku katakan lebih dulu, ini tidak akan selesai hanya dengan setengah mati."
Ridho pun melongo ketakutan dan hampir meneteskan air mata.
Yovan mengingat ucapan Ridho pas bagian terakhir dan berinisiatif membantunya.
"Ku pukul Kau sampai kencing, ku rekam dan ku sebarkan video itu ke semua-nya! termasuk kelas STM/SMK bagian bawah."
Greep...
satu tangan Homin sudah mencengkeram dada Ridho bersiap memukul.
"Kau sudah harus siap mati kalau Kau melawan ku!"
Tiba-tiba....
Buagh...!!!
satu tendangan kaki Yovandra ke pipi Homin.
Bruukk...
Homin pun jatuh terpental ke lantai.
"Ah, bre*sek siapa?!" teriaknya marah dengan tubuh yang bergetar disebabkan tendangan Yovandra.
Getar... Getar....
"Siapa?! tidak mungkin Yovandra..." pikir Ridho.
Saat Ridho berbalik menoleh ternyata benar, "Yovandra!"
Masih dengan posisinya yang menendang, satu kaki berdiri lurus dan satu lagi kakinya menendang lurus ke depan, dengan kedua tangan mengepal Yovandra menoleh ke arah Ridho.
"Dia, bisa berkelahi...? padahal aku sudah susah-susah pura-pura tidak kenal, kenapa?" suara hati Ridho yang kaget dan panik juga penuh tanya.
"Ridho, keselamatan atau apa pun itu, Aku akan membuat agar aku bisa fokus hanya pada belajar... kau mau belajar dengan ku?" celeteh Yovandra dengan santainya.
Itu lah awal mula Yovandra berteman akrab dengan Ridho, dan juga awal mula Ridho mulai suka berolah raga dan belajar bela diri.
"Be-belajar.." cetus Ridho.
"Dia bicara apa dalam situasi seperti ini, dari pada itu, wajahmu kelihatan loh." suara hati Ridho dengan heran.
"Kau mau lulus kan? yang kau butuhkan... bukanlah taktik untuk bertahan di sekolah ini, tapi...'' belum selesai Yovandra bicara Homin sudah kepalang marah dan berteriak
"Beraninya kepa*at ini!"
Srat...
Homin langsung melayang kan tinjunya kepada yovandra, namun bisa di hindari dengan mudah oleh Yovandra.
Syut...
"Tak tik untuk lulus sekolah...." masih melanjutkan celotehnya yang terpotong oleh tinju Homin sambil menghindarinya.
Homin pun terkejut penuh tanya???
"???di hindari" suara hati Ridho yang melihat Yovandra menghindar dengan sempurna.
"Heh,..." Homin tersenyum mengejek.
"Jadi sambil belajar bagaimana kalau kita...." belum selesai Yovandra bicara Ridho menyela lebih dulu.
"Di sampingmu!" teriak ridho pelan.
Syut...
Homin sudah melayangkan tinjunya kepada Yovandra.
Set....
Yovandra pun langsung sigap menghindar dan menerus kan celotehnya lagi yang terpotong oleh Homin.
"Memikirkan tak tiknya bersama."
"Menghindar, Hah!" desis Homin.
"'Cecunguk ini...! bukan kebetulan menghindar toh? sambil bicara nggak jelas tentang belajar dan taktik lulus sekolah pun... Dia memperhatikan gerakanku." suara hati Homin
"Anak ini me menarik juga." Homin menyeringai sinis.
"Persetan dengan keselamatan kau mau membuatnya bisa konsentrasi belajar!" teriak Homin.
Yovandra hanya diam penuh tanya???
"Kau bicara begitu, tahu maksudnya apa, kan?"
Set...
Homin benar-benar marah dan bersiap menyerang lagi.
"Sekolah dimana kau bisa konsentrasi belajar katanya? sekolah ini... benar kata dia, sekolah ini tidak bisa di ubah, yang namanya suasana sekolah... "
*****
Jangan lupa tinggalkan like, kritik dan komentar kalian ya kasih bintang 🌟 juga ya.
Terima kasih....
Big love💜💜💜💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Rey
preman juga punya Goa ternyata 😁
2024-03-20
1
marrydiana
mampir thor, mampir juga yuk di karya aku😄
2024-03-02
1
Erlangga😈👻
kalo sudah punya anak berubah Thor....
2024-03-01
0