Bab 8 - Mulutmu Harimaumu

Akhirnya Nanda memutuskan untuk datang ke Malang, tepatnya pergi ke kediaman Langit dan orang tuanya. Ia memikirkan kalimat dari Charlie.

"Jabang bayi yang ada dalam kandunganmu saat ini masih suci dan dia tidak meminta untuk kalian hadirkan. Dia tak bersalah sama sekali. Tetapi kamu harus pikirkan dan pertimbangkan masa depannya juga karena hidupnya masih panjang. Perbuatan orang tuanya lah yang bersalah sehingga jabang bayi itu tercipta. Bayimu juga punya hak yang sama seperti anak-anak lainnya. Punya ayah dan ibu secara utuh. Minimal nantinya dia bisa hidup dengan orang tua kandungnya. Jangan sampai kamu dengan sengaja menutupi hal ini dari laki-laki itu yang nantinya membuat dirinya bisa murka dan melakukan banyak cara untuk merebut anakmu secara paksa. Lebih baik kalian selesaikan baik-baik dan cari solusi bersama. Namun jika memang laki-laki itu tetap bersikukuh tak mau bertanggung jawab dan menolak kehadiran bayi kalian, aku siap yang menggantikannya. Aku akan menikahimu," tutur Charlie penuh keyakinan di ujung kalimatnya.

Deg...

Seketika Nanda menggelengkan kepalanya. Bukannya ia tak mau menemui Langit. Tetapi ujung kalimat Charlie yang menjadi tameng pengganti Langit sebagai suami sekaligus ayah calon jabang bayinya yang ia tidak setuju. Ia tak mau membebani pria baik hati ini terlalu banyak.

Akhirnya keduanya sepakat pergi ke Malang dengan mobil yang Charlie sewa plus sopirnya dari Bali.

☘️☘️

Setibanya di sana, Nanda tidak bertemu dengan Langit. Sebab Langit tengah pergi check up ke Singapura ditemani oleh Brigjen Pol. Bayu Laksono, ayah kandung Langit yang sudah berstatus purna bhakti dari kepolisian kala itu.

Nanda dan Charlie bertemu Ayu dan Alea yang kala itu masih ada di rumah. Ayu dan Alea tentu mengenal Nanda sebagai sahabat dekat Langit selain Binar. Dan mereka berdua juga tahu latar belakang keluarga Nanda seperti apa.

Ayu memang tidak ikut mengantar Langit check up ke Singapura. Sebab ada undangan dengan ibu-ibu anggota Kemala Bhayangkari di Malang sekaligus urusan Alea. Alhasil ia bagi tugas dengan suaminya. Lagi pula ia tak paham seluk beluk rumah sakit luar negeri.

"APA !!" pekik Ayu terkejut kala mendengar penuturan Nanda barusan padanya. Bahwa wanita muda yang duduk di hadapannya sekarang tengah mengandung benih dari Langit, putra kesayangannya.

"Kamu yakin ini benih putraku, Langit?" cecar Ayu dengan nada menyudutkan Nanda seraya menggenggam hasil foto USG dan surat dari klinik yang menyatakan bahwa Nanda tengah mengandung lima minggu.

"Iya, Tante. Bayi yang aku kandung adalah benih dari Langit. Kejadian itu terjadi saat di Cardiff," jawab Nanda.

Ya, Nanda hanya tahu sebatas itu saja. Ia tak tahu jika setelah merudapaksa dirinya, Langit mengalami kecelakaan. (Ada di chapter 84 : Sebatas Istri Bayangan).

Yang berujung dari kecelakaan tersebut menyebabkan Langit amnesia. Ayu Windarsih selaku ibu kandung Langit segera memanfaatkan waktu semaksimal mungkin saat itu. Ia takut Langit berubah pikiran ketika sadar dari amnesianya. Ayu masih berpikir bahwa Langit akan merebut Binar dari Dion.

Padahal faktanya, ada nama Nanda Maheswari yang telah menggeser nama Binar Mentari Mahendra. Dan nama Nanda perlahan tapi pasti mulai merasuki jiwa sang putra setelah malam naas yang terjadi di Cardiff, Wales.

Alhasil Ayu mempercepat perjodohan Langit dengan Kayla Andini Sastro yang sudah lama ia gadang-gadang. Putri tunggal dari keluarga Sastro yang juga hidup di lingkup kepolisian dan memiliki beberapa usaha di kota Bandung. Cantik dan lulusan dari luar negeri. Tentu saja sosok Kayla dengan sederet simbol-simbol elegan dari keluarga Sastro yang disandang oleh gadis itu, menjadi idaman bagi Ayu Windarsih untuk menjadikan Kayla sebagai menantunya.

"Haha..." tawa Ayu secara tiba-tiba. Sangat kentara tawa yang menghina Nanda yang ada di hadapannya. Alea pun ikut tertawa bersama sang ibu.

"Ambil semua ini kembali dan pergi dari hidup putraku !!" teriak Ayu seraya melempar secara kasar surat kehamilan dari klinik dan foto USG milik Nanda ke wajah perempuan tak berdosa yang tengah mengandung calon cucu kandungnya sendiri.

"Kamu pikir aku bodoh, hah !!"

"Langit putraku tidak mungkin berbuat hina seperti itu. Pasti kamu yang naik ke atas ranjangnya untuk dihangatkan. Kalau mau buka kaki, lihat dulu keluargamu dengan keluarga laki-laki itu. Sederajat apa tidak. Jangan jadi Cinderella yang mimpi di siang bolong. Bangun dari mimpimu segera. Jangan sampai saat kamu tersadar dan terbangun dari mimpi indahmu, lantas kamu justru menangis darah bukannya tersenyum bahagia," sarkas Ayu.

"Ngaca dong, Nan!" hardik Alea Widya Laksono, saudara kembar Langit.

"Kamu itu siapa, terus Bang Langit itu keluarganya siapa. Hello..."

"Ogah banget deh iparan sama, Lu!"

"Bang Langit sudah dijodohkan dengan wanita yang sederajat dengan kami dan mereka akan segera menikah. Jadi jangan coba-coba rusak pernikahan Bang Langit dengan calon istrinya,"

"Lagi pula kok aku sangsi ya Ma, kalau itu anaknya bang Langit. Kan secara aku sama Bang Langit terlahir kembar. Pastinya anak Bang Langit kemungkinan besar juga kembar kan. Lah ini di USG cuma satu gambarnya. Dasar pembohong!!"

"Jangan-jangan itu bayi dari si bule yang ada di sebelahmu ini. Cuma ngaku-ngaku anaknya Bang Langit saja. Dasar enggak punya malu !"

"Eh, bener juga kata kamu Alea."

"Pasti ini cuma akal-akalan kamu kan supaya Langit menikah denganmu. Benar kan?"

Nanda langsung berdiri dari duduknya. Lantas ia memberi kode pada Charlie untuk bersiap pergi dari rumah Langit. Nanda berusaha menahan kecamuk rasa di hatinya sejak tadi. Dirinya terus dihina dan disudutkan oleh Ayu dan Alea.

Charlie tidak bisa banyak bicara sebab memang hal ini bukan ranahnya. Ia hanya menemani Nanda. Terlebih keluarga Langit yakni dari kepolisian. Sedangkan ia adalah wisatawan asing yang bertandang di Indonesia untuk sekedar liburan. Ia tak mau membuat masalah semakin runyam terlebih di negara orang.

"Maaf, jika kedatangan saya menggangu di sini. Saya permisi dulu," ucap Nanda yang ingin mengakhiri ini semua. Hatinya sudah memutuskan untuk merawat anaknya sendiri kelak di masa depan.

Seketika Alea menarik paksa tangan Nanda yang akan pergi begitu saja. Tiba-tiba Alea mendadak mendorong bagian perut Nanda hingga wanita hamil ini yang tidak siap langsung terjatuh. Charlie terlambat menahan tubuh Nanda yang terjatuh ke lantai.

BUGH !!

"Dasar miskin eh belagu !!"

"Pergi kamu dari rumah kami. Jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah ini. Apalagi menemui Bang Langit meminta tanggung jawab. Camkan itu !!" hardik Alea.

"Enyah segera kamu dari sini !!" maki Ayu kembali pada Nanda yang tengah dibantu berdiri oleh Charlie.

Habis sudah kesabaran wanita hamil yang penuh kelembutan ini.

Semut jika diinjak pun tidak akan diam saja. Begitu lah kata pepatah.

Tatapan Nanda berubah tajam pada sosok ibu dan saudari kembar Langit yang tengah berdiri berkacak pinggang di depannya.

"Tenang saja. Saya tidak akan pernah mengemis pada putra Anda hanya untuk sebatas rasa tanggung jawab apalagi sepeser uang pun tidak akan sudi saya terima. Saya masih sanggup membesarkan anak ini. Saya memang miskin tapi bukan berarti akhlak saya rendahan. Anda cukup menjaga putra kesayangan Anda itu dengan baik. Jangan sampai dia atau kalian yang mengemis di kaki saya nantinya. Hanya untuk memiliki cucu kandung yang kehadirannya kalian dustakan saat ini. Saya permisi dan terima kasih telah meyambut kedatangan saya dengan sangat baik," ucap Nanda penuh penekanan di setiap kalimat yang barusan ia ucapkan pada Ayu dan Alea.

Ia pun bergegas pergi dari kediaman orang tua Langit bersama Charlie.

Hatinya sakit. Sungguh sakit melebihi saat ia dirudapaksa oleng Langit Gemintang Laksono. Ia tak menyangka akan mendapat respon dari keluarga Langit seperti ini. Padahal menurutnya, dahulu keluarga Langit orangnya cukup baik saat ia masih kuliah.

Sejak kejadian tersebut di Malang, Nanda memutuskan untuk menghindari Langit dan keluarganya.

Beruntung kandungannya tak ada pendarahan yang berarti saat didorong oleh Alea. Hanya sedikit nyeri yang ia rasakan.

Ingat lah pepatah, mulutmu harimaumu. Keluarga Langit yang telah berucap terlebih dahulu pada Nanda. Maka jangan salahkan Tuhan dan takdir jika doa orang terzolimi atau teraniaya langsung dijabah oleh Sang Pencipta. Karena Tuhan tak pernah tidur.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

S yaquila

S yaquila

pdhl ayu mantan manusia Sakit JIWA kok jadi gini ya.. gak ekspekt bakal kek gitu ayu.. udh di tolong BAYU pdhl prmpuan bekas kedudukan /jabatan juga krna si Bayu doank..

2025-03-12

0

Alif

Alif

si ayu g inget prnah miskin jg tinggal ama neneknya di rumah reot, prnah kerja di warung makan ternyata kena sindrom kere munggah bale jd lupa daratan

2025-03-15

0

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

aq sdh baca kisah langit, binar sama Nanda. sedih juga

2025-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perundungan
2 Bab 2 - Bunda Jangan Nangis
3 Bab 3 - Daftar Sekolah
4 Bab 4 - Hinaan
5 Bab 5 - Membacakan Dongeng
6 Bab 6 - Penyesalan
7 Bab 7 - Bertemu Pria Baik Hati
8 Bab 8 - Mulutmu Harimaumu
9 Bab 9 - Hari Pertama Sekolah
10 Bab 10 - Ara vs Elang
11 Bab 11 - Kemiripan
12 Bab 12 - Kawan Lama
13 Bab 13 - Tokcer Banget Euyy
14 Bab 14 - Ara Si Anak Spesial Yang Malang
15 Bab 15 - Emosi
16 Bab 16 - Ara Sakit
17 Bab 17 - Saling Berpelukan
18 Bab 18 - Mantan Kekasih
19 Bab 19 - Sakit Dan Rindu
20 Bab 20 - Tetangga Julid
21 Bab 21 - Tamparan
22 Bab 22 - Benih Cinta Kita
23 Bab 23 - Berbagi Bekal
24 Bab 24 - Siapa Nama Papamu ?
25 Bab 25 - Bermain Bersama
26 Bab 26 - Cinta Terlarang
27 Bab 27 - Who Is She?
28 Bab 28 - Kehilangan Jejak
29 Bab 29 - Rencana Kayla
30 Bab 30 - Bertemu Bu Merry
31 Bab 31 - Musibah Membawa Berkah
32 Bab 32 - Pertemuan Perdana Edo dan Ara
33 Bab 33 - Syok
34 Bab 34 - Pertengkaran
35 Bab 35 - Keluarga Sastro
36 Bab 36 - Menghabisi Atau Dihabisi ?
37 Bab 37 - Elang Rindu Ara
38 Bab 38 - Jogjakarta
39 Bab 39 - Sahabat Rasa Saudara
40 Bab 40 - Kampus Penuh Kenangan
41 Bab 41 - Pertemuan Perdana Setelah Sekian Lama
42 Bab 42 - Cemburu Tak Kasat Mata
43 Bab 43 - Alden Oh, Alden
44 Bab 44 - Porak Poranda
45 Bab 45 - Hampir Tenggelam
46 Bab 46 - Hamil Lagi ?
47 Bab 47 - Sidang Ala Binar
48 Bab 48 - File
49 Bab 49 - Nasehat Binar
50 Bab 50 - Jejak Digital
51 Bab 51 - Drama Megalodon
52 Bab 52 - Map Usang
53 Bab 53 - Kenyataan Pahit
54 Bab 54 - Mertua vs Menantu Kesayangan
55 Bab 55 - Egois
56 Bab 56 - Ara Menghilang
57 Bab 57 - Mencari Ara
58 Bab 58 - Pertemuan Tak Terduga
59 Bab 59 - Momen Terakhir Bersama Charlie
60 Bab 60 - Wasiat
61 Bab 61 - Masih Sebatas Dugaan
62 Bab 62 - Skakmatt !!
63 Bab 63 - Perubahan Elang
64 Bab 64 - Semakin Kacau
65 Bab 65 - Masuk IGD
66 Bab 66 - Janda Tajir
67 Bab 67 - Langit vs Alea
68 Bab 68 - Rekaman CCTV
69 Bab 69 - Maafkan Papa
70 Iklan Sejenak
71 Bab 70 - Tamu di Rumah Komandan
72 Bab 71 - Kondisi Ara
73 Bab 72 - Kecurigaan ?
74 Bab 73 - Golongan Darah
75 Bab 74 - Perselingkuhan
76 Bab 75 - Bersiap Pergi
77 Bab 76 - Menjenguk Ara
78 Bab 77 - Siapa Namanya ?
79 Bab 78 - Permintaan Maaf Elang
80 Bab 79 - Saksi Bisu Malam Itu
81 Bab 80 - Sudah Pindah
82 Bab 81 - Sepucuk Surat
83 Bab 82 - Saran Komandan
84 Bab 83 - Hasil Tes DNA
85 Bab 84 - Mendesak Kayla Berbicara
86 Bab 85 - Talak
87 Bab 86 - Syok
88 Bab 87 - Tahi Lalat
89 Bab 88 - Edo dan Kayla (1)
90 Bab 89 - Edo dan Kayla (2)
91 Bab 90 - Darah
92 Bab 91 - Bed Rest
93 Bab 92 - Menemui Binar
94 Bab 93 - Senyumlah Syukuri Hidupmu
95 Bab 94 - Dilarikan ke Rumah Sakit
96 Bab 95 - Minta Sun
97 Bab 96 - Menceritakan Semuanya
98 Bab 97 - Butuh Kesabaran
99 Bab 98 - Maafkan Bunda, Sayang.
100 Bab 99 - Masih Dalam Kebekuan
101 Bab 100 - Adik Kandung Abang (Saudara Kembar)
102 Bab 101 - Butuh Waktu
103 Bab 102 - Ayah
104 Bab 103 - Berita Viral
105 Bab 104 - Tak Ingin Hancur Sendirian
106 Bab 105 - Resmi Bercerai
107 Bab 106 - Di Ujung Tanduk (Pernikahan Edo dan Silvia)
108 Bab 107 - Bersimbah Darah
109 Bab 108 - Semakin Frustasi (Edo)
110 Bab 109 - Mendadak Drop
111 Bab 110 - Janji Suci Pernikahan
112 Bab 111 - Mega Skandal (Aib Masa Lalu)
113 Bab 112 - Klarifikasi
114 Bab 113 - Operasi
115 Bab 114 - Setelah Operasi
116 Bab 115 - Maaf dan Air Mata Penyesalan
117 Bab 116 - Acara Syukuran
118 Bab 117 - Kebebasan Rahmat
119 Bab 118 - Bias Ara di Masa Lalu
120 Bab 119 - Tabur Tuai
121 Bab 120 - Kebahagiaan Sejati (LADA with ERA)
122 INFO & GA
123 Extra Chapter 1 - Persiapan ke Bali
124 Extra Chapter 2 - The Island of Paradise
125 Extra Chapter 3 - Buah Dari Kesabaran
126 Extra Chapter 4 - Paris Van Java
127 Extra Chapter 5 - Acara Lamaran Yumna dan Alden
128 Extra Chapter 6 - Hamil
129 Last Bonus Chapter - Permata Hatiku
130 Spoiler Next Novel Othor Tidak Solehot
131 Launching Novel Baru
132 Promo Novel Baru
133 PROMO KARYA BARU
134 PROMO KARYA BARU
135 PROMO KARYA BARU
136 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1 - Perundungan
2
Bab 2 - Bunda Jangan Nangis
3
Bab 3 - Daftar Sekolah
4
Bab 4 - Hinaan
5
Bab 5 - Membacakan Dongeng
6
Bab 6 - Penyesalan
7
Bab 7 - Bertemu Pria Baik Hati
8
Bab 8 - Mulutmu Harimaumu
9
Bab 9 - Hari Pertama Sekolah
10
Bab 10 - Ara vs Elang
11
Bab 11 - Kemiripan
12
Bab 12 - Kawan Lama
13
Bab 13 - Tokcer Banget Euyy
14
Bab 14 - Ara Si Anak Spesial Yang Malang
15
Bab 15 - Emosi
16
Bab 16 - Ara Sakit
17
Bab 17 - Saling Berpelukan
18
Bab 18 - Mantan Kekasih
19
Bab 19 - Sakit Dan Rindu
20
Bab 20 - Tetangga Julid
21
Bab 21 - Tamparan
22
Bab 22 - Benih Cinta Kita
23
Bab 23 - Berbagi Bekal
24
Bab 24 - Siapa Nama Papamu ?
25
Bab 25 - Bermain Bersama
26
Bab 26 - Cinta Terlarang
27
Bab 27 - Who Is She?
28
Bab 28 - Kehilangan Jejak
29
Bab 29 - Rencana Kayla
30
Bab 30 - Bertemu Bu Merry
31
Bab 31 - Musibah Membawa Berkah
32
Bab 32 - Pertemuan Perdana Edo dan Ara
33
Bab 33 - Syok
34
Bab 34 - Pertengkaran
35
Bab 35 - Keluarga Sastro
36
Bab 36 - Menghabisi Atau Dihabisi ?
37
Bab 37 - Elang Rindu Ara
38
Bab 38 - Jogjakarta
39
Bab 39 - Sahabat Rasa Saudara
40
Bab 40 - Kampus Penuh Kenangan
41
Bab 41 - Pertemuan Perdana Setelah Sekian Lama
42
Bab 42 - Cemburu Tak Kasat Mata
43
Bab 43 - Alden Oh, Alden
44
Bab 44 - Porak Poranda
45
Bab 45 - Hampir Tenggelam
46
Bab 46 - Hamil Lagi ?
47
Bab 47 - Sidang Ala Binar
48
Bab 48 - File
49
Bab 49 - Nasehat Binar
50
Bab 50 - Jejak Digital
51
Bab 51 - Drama Megalodon
52
Bab 52 - Map Usang
53
Bab 53 - Kenyataan Pahit
54
Bab 54 - Mertua vs Menantu Kesayangan
55
Bab 55 - Egois
56
Bab 56 - Ara Menghilang
57
Bab 57 - Mencari Ara
58
Bab 58 - Pertemuan Tak Terduga
59
Bab 59 - Momen Terakhir Bersama Charlie
60
Bab 60 - Wasiat
61
Bab 61 - Masih Sebatas Dugaan
62
Bab 62 - Skakmatt !!
63
Bab 63 - Perubahan Elang
64
Bab 64 - Semakin Kacau
65
Bab 65 - Masuk IGD
66
Bab 66 - Janda Tajir
67
Bab 67 - Langit vs Alea
68
Bab 68 - Rekaman CCTV
69
Bab 69 - Maafkan Papa
70
Iklan Sejenak
71
Bab 70 - Tamu di Rumah Komandan
72
Bab 71 - Kondisi Ara
73
Bab 72 - Kecurigaan ?
74
Bab 73 - Golongan Darah
75
Bab 74 - Perselingkuhan
76
Bab 75 - Bersiap Pergi
77
Bab 76 - Menjenguk Ara
78
Bab 77 - Siapa Namanya ?
79
Bab 78 - Permintaan Maaf Elang
80
Bab 79 - Saksi Bisu Malam Itu
81
Bab 80 - Sudah Pindah
82
Bab 81 - Sepucuk Surat
83
Bab 82 - Saran Komandan
84
Bab 83 - Hasil Tes DNA
85
Bab 84 - Mendesak Kayla Berbicara
86
Bab 85 - Talak
87
Bab 86 - Syok
88
Bab 87 - Tahi Lalat
89
Bab 88 - Edo dan Kayla (1)
90
Bab 89 - Edo dan Kayla (2)
91
Bab 90 - Darah
92
Bab 91 - Bed Rest
93
Bab 92 - Menemui Binar
94
Bab 93 - Senyumlah Syukuri Hidupmu
95
Bab 94 - Dilarikan ke Rumah Sakit
96
Bab 95 - Minta Sun
97
Bab 96 - Menceritakan Semuanya
98
Bab 97 - Butuh Kesabaran
99
Bab 98 - Maafkan Bunda, Sayang.
100
Bab 99 - Masih Dalam Kebekuan
101
Bab 100 - Adik Kandung Abang (Saudara Kembar)
102
Bab 101 - Butuh Waktu
103
Bab 102 - Ayah
104
Bab 103 - Berita Viral
105
Bab 104 - Tak Ingin Hancur Sendirian
106
Bab 105 - Resmi Bercerai
107
Bab 106 - Di Ujung Tanduk (Pernikahan Edo dan Silvia)
108
Bab 107 - Bersimbah Darah
109
Bab 108 - Semakin Frustasi (Edo)
110
Bab 109 - Mendadak Drop
111
Bab 110 - Janji Suci Pernikahan
112
Bab 111 - Mega Skandal (Aib Masa Lalu)
113
Bab 112 - Klarifikasi
114
Bab 113 - Operasi
115
Bab 114 - Setelah Operasi
116
Bab 115 - Maaf dan Air Mata Penyesalan
117
Bab 116 - Acara Syukuran
118
Bab 117 - Kebebasan Rahmat
119
Bab 118 - Bias Ara di Masa Lalu
120
Bab 119 - Tabur Tuai
121
Bab 120 - Kebahagiaan Sejati (LADA with ERA)
122
INFO & GA
123
Extra Chapter 1 - Persiapan ke Bali
124
Extra Chapter 2 - The Island of Paradise
125
Extra Chapter 3 - Buah Dari Kesabaran
126
Extra Chapter 4 - Paris Van Java
127
Extra Chapter 5 - Acara Lamaran Yumna dan Alden
128
Extra Chapter 6 - Hamil
129
Last Bonus Chapter - Permata Hatiku
130
Spoiler Next Novel Othor Tidak Solehot
131
Launching Novel Baru
132
Promo Novel Baru
133
PROMO KARYA BARU
134
PROMO KARYA BARU
135
PROMO KARYA BARU
136
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!