Bab 6 - Penyesalan

Sepasang suami istri dalam kondisi polos tanpa sehelai benang pun yang berada di atas ranjang tengah berkecamuk rasa dengan pikiran masing-masing yang berbeda. Tampak si istri tengah memunggungi sang suami dengan bersungut-sungut. Sedangkan si suami tengah rebah menatap langit-langit kamarnya.

Penat di kepalanya kembali menyergap hingga membuatnya pusing dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Ia tengah memijit pelipisnya. Sembari meratapi akan sesuatu yang sesak di dadanya.

Sedangkan si istri yang tengah memunggungi suaminya tersebut memasang wajah kecut dan berubah sikap hingga seratus delapan puluh derajat berbeda dengan saat awal ia tengah menggoda suaminya tadi untuk melakukan penyatuan cinta di atas ranjang mereka.

Ranjang yang sudah sangat dingin. Entah dimulai sejak kapan. Pernikahan berdasarkan perjodohan kedua orang tua dan kepentingan atas sesuatu yang mendasari terjadinya pernikahan antara mereka berdua.

Ya, itu lah gambaran sekilas rumah tangga antara Langit Gemintang Laksono dan Kayla Andini Sastro. Pernikahan yang hampir tujuh tahun antara mereka berdua, terasa sangat hambar. Bagai sayur tanpa garam. Karena memang tak ada cinta antara keduanya. Dua orang yang saling menyembunyikan rahasia masing-masing dan masih terkunci rapat dari bibir mereka.

"Maafin aku, Kay." Langit mengucapkan maaf pada istrinya tanpa menatap Kayla. Hatinya penuh kegamangan atas pelik yang terjadi dalam hidupnya semenjak ia melakukan sebuah kesalahan fatal pada seorang gadis tak berdosa di masa lalunya. Sahabatnya yakni Nanda Maheswari.

Nama yang dulu tak pernah dianggapnya sebagai apa-apa. Hanya sebatas sahabat. Namun sejak malam itu, nama Nanda Maheswari selalu bergema di hatinya dan memenuhi pikirannya. Malam naas di Cardif, Wales, beberapa tahun silam saat ia merenggut kesucian gadis tak berdosa tersebut akibat cintanya pada Binar tak terbalas. Alhasil emosi sesaat dan salah paham merecoki dirinya kala itu. Tragedi yang terjadi sebelum dirinya menikah dengan Kayla.

Namun dari tragedi tersebut ia merasakan getar-getar baru yang mendadak muncul di hatinya. Ia pria pertama yang meneguk sari manis madu milik Nanda. Bahkan meneguknya hingga habis tak bersisa. Membuat sang empunya tubuh pingsan tak berdaya. Tanpa Langit tahu bahwa akibat kejadian tersebut membuahkan benih yang kini telah bertumbuh yakni keturunannya.

Sebuah helaan napas berat keluar dari bibir Kayla.

"Bukan kah beberapa hari lalu Mas sudah berobat lagi ke Singapura. Kenapa masih belum bisa juga sih!" ketus Kayla tak terima milik sang suami masih tak mampu bangkit seperti layaknya pria normal pada umumnya jika mendapatkan sentuhan dan hasrat.

Terlebih malam ini dirinya begitu ingin sekali dipuaskan. Dirinya menikah dengan Langit bukan hanya sekedar fisik yang tampan, materi dan lain sebagainya yang disandang suaminya. Namun kebutuhan biologis dalam sebuah pernikahan tentu lah penting.

Untuk apa menikahi laki-laki yang tampan, kaya, namun im*poten.

"Aku juga enggak tahu Kay. Kamu kan tahu sendiri gimana perjuanganku berobat selama ini ke sana kemari,"

"Aku bantu pakai cara lain ya buat nyenengin kamu malam ini," ucap Langit berusaha menebus rasa bersalahnya pada sang istri.

"Gak perlu !!"

"Sudah basi. Huft !!" sewot Kayla yang langsung bangun dan memungut linge*rienya yang teronggok di lantai. Setelah itu dengan cepat ia berdiri lantas memakainya dan menyambar jubah gaun dinas malamnya yang ada di atas sofa kamarnya. Kayla gegas berjalan menuju ke arah pintu kamarnya.

BRAKK !!

Pintu kamarnya dibuka lantas ditutup secara kasar oleh Kayla. Langit hanya bisa meraup wajahnya secara kasar dengan kedua telapak tangannya. Sebuah helaan napas berat menyergapnya. Entah mengapa melihat Kayla marah seperti ini, ia tak merasakan sesak di dadanya.

Namun justru wajah Nanda yang menangis pilu saat ia rudapaksa secara brutal dan meminta dirinya berhenti kala itu namun tak digubris olehnya terus menghantuinya. Bahkan ia begitu merutuki dirinya saat itu yang melontarkan kalimat hinaan pada Nanda yang seharusnya tidak ia ucapkan.

Kini puzzle-puzzle kenangan menyakitkan itu seolah mengolok-olok dirinya dan menyudutkannya bahwa dia adalah seorang laki-laki yang kejam dan tidak manusiawi. Melampiaskan sebuah takdir cinta yang tidak tergapai pada orang yang tak bersalah. Dan pada akhirnya menghancurkan hidup dan masa depan gadis yang tak berdosa tersebut. Luluh lantak.

Inginnya ia bertanggung jawab pada gadis itu namun semua sudah terlambat. Kecelakaan yang menimpanya usai merudapaksa Nanda saat di Cardiff, membuat dirinya mengalami amnesia.

Dan ia baru mendapatkan ingatannya kembali setelah ia terpleset di tangga rumah sakit kala bertugas di Batam. Kepalanya membentur lantai rumah sakit usai tubuhnya berguling-guling dari tangga yang berujung tak sadarkan diri.

Dan setelah sadar, ia mampu mengingat kembali kejadian yang sempat hilang dari memorinya sebelum kecelakaan yang menimpanya di Cardiff. Terutama kejadian saat ia menyeetubuhi Nanda secara paksa.

"Maafin aku, Nan. Maaf...maaf...maaf..." gumam Langit lirih seraya meneteskan air matanya yang tak dapat ia bendung lagi.

Punggungnya bergetar menandakan sang empunya tengah menangis hebat.

Penyesalan. Yang kini bercokol di hatinya.

Ya, ia menyesal kenapa saat tersadar dari kecelakaan mobil yang dialaminya di Cardiff, justru dirinya harus kehilangan memori penting itu. Ia menyesal karena terlambat sadar bahwa selama ini bukan hanya Binar yang selalu setia di sampingnya. Namun ada gadis yang selalu membantunya dengan tulus dalam segala hal di hidupnya tapi luput dari pandangan mata batinnya.

Ia menyesal saat itu menerima perjodohan dengan Kayla yang disodorkan secara paksa oleh orang tuanya terutama dari sang ibu, Ayu Windarsih. Jika dirinya mau bersabar kala itu, pasti saat ini dirinya menikah dengan Nanda bukan dengan Kayla.

Mencoba mencintai Kayla namun tak mampu ia lakukan. Entah mengapa ia merasa pernikahannya dengan Kayla hanya sebatas rasa tanggung jawab atas kehadiran Ara di tengah mereka berdua.

"Andai waktu itu aku bersabar beberapa bulan setelah malam itu, pastinya yang tidur di sisiku saat ini adalah kamu Nan." Langit bergumam lirih menatap ke sisi sebelahnya yang hanya ada bantal dan guling.

Memilukan bagi seorang Langit Gemintang Laksono kala enam bulan pernikahannya dengan Kayla, dirinya sembuh dari amnesianya dan mengingat jelas perihal Nanda dan kejadian yang menimpa di Cardiff. Namun terlambat untuk membenahi semuanya yang telah kacau akibat ulahnya sendiri.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

apa ara bukan ank nya langit y kalo langit disfungsi ereksi sama kayla

2025-01-19

2

Marsia Sahara

Marsia Sahara

seperti nya langit tdak impoten klau sdah bersama nanda.

2025-01-08

1

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

trs ara anknya siapa kl langit sakir

2024-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perundungan
2 Bab 2 - Bunda Jangan Nangis
3 Bab 3 - Daftar Sekolah
4 Bab 4 - Hinaan
5 Bab 5 - Membacakan Dongeng
6 Bab 6 - Penyesalan
7 Bab 7 - Bertemu Pria Baik Hati
8 Bab 8 - Mulutmu Harimaumu
9 Bab 9 - Hari Pertama Sekolah
10 Bab 10 - Ara vs Elang
11 Bab 11 - Kemiripan
12 Bab 12 - Kawan Lama
13 Bab 13 - Tokcer Banget Euyy
14 Bab 14 - Ara Si Anak Spesial Yang Malang
15 Bab 15 - Emosi
16 Bab 16 - Ara Sakit
17 Bab 17 - Saling Berpelukan
18 Bab 18 - Mantan Kekasih
19 Bab 19 - Sakit Dan Rindu
20 Bab 20 - Tetangga Julid
21 Bab 21 - Tamparan
22 Bab 22 - Benih Cinta Kita
23 Bab 23 - Berbagi Bekal
24 Bab 24 - Siapa Nama Papamu ?
25 Bab 25 - Bermain Bersama
26 Bab 26 - Cinta Terlarang
27 Bab 27 - Who Is She?
28 Bab 28 - Kehilangan Jejak
29 Bab 29 - Rencana Kayla
30 Bab 30 - Bertemu Bu Merry
31 Bab 31 - Musibah Membawa Berkah
32 Bab 32 - Pertemuan Perdana Edo dan Ara
33 Bab 33 - Syok
34 Bab 34 - Pertengkaran
35 Bab 35 - Keluarga Sastro
36 Bab 36 - Menghabisi Atau Dihabisi ?
37 Bab 37 - Elang Rindu Ara
38 Bab 38 - Jogjakarta
39 Bab 39 - Sahabat Rasa Saudara
40 Bab 40 - Kampus Penuh Kenangan
41 Bab 41 - Pertemuan Perdana Setelah Sekian Lama
42 Bab 42 - Cemburu Tak Kasat Mata
43 Bab 43 - Alden Oh, Alden
44 Bab 44 - Porak Poranda
45 Bab 45 - Hampir Tenggelam
46 Bab 46 - Hamil Lagi ?
47 Bab 47 - Sidang Ala Binar
48 Bab 48 - File
49 Bab 49 - Nasehat Binar
50 Bab 50 - Jejak Digital
51 Bab 51 - Drama Megalodon
52 Bab 52 - Map Usang
53 Bab 53 - Kenyataan Pahit
54 Bab 54 - Mertua vs Menantu Kesayangan
55 Bab 55 - Egois
56 Bab 56 - Ara Menghilang
57 Bab 57 - Mencari Ara
58 Bab 58 - Pertemuan Tak Terduga
59 Bab 59 - Momen Terakhir Bersama Charlie
60 Bab 60 - Wasiat
61 Bab 61 - Masih Sebatas Dugaan
62 Bab 62 - Skakmatt !!
63 Bab 63 - Perubahan Elang
64 Bab 64 - Semakin Kacau
65 Bab 65 - Masuk IGD
66 Bab 66 - Janda Tajir
67 Bab 67 - Langit vs Alea
68 Bab 68 - Rekaman CCTV
69 Bab 69 - Maafkan Papa
70 Iklan Sejenak
71 Bab 70 - Tamu di Rumah Komandan
72 Bab 71 - Kondisi Ara
73 Bab 72 - Kecurigaan ?
74 Bab 73 - Golongan Darah
75 Bab 74 - Perselingkuhan
76 Bab 75 - Bersiap Pergi
77 Bab 76 - Menjenguk Ara
78 Bab 77 - Siapa Namanya ?
79 Bab 78 - Permintaan Maaf Elang
80 Bab 79 - Saksi Bisu Malam Itu
81 Bab 80 - Sudah Pindah
82 Bab 81 - Sepucuk Surat
83 Bab 82 - Saran Komandan
84 Bab 83 - Hasil Tes DNA
85 Bab 84 - Mendesak Kayla Berbicara
86 Bab 85 - Talak
87 Bab 86 - Syok
88 Bab 87 - Tahi Lalat
89 Bab 88 - Edo dan Kayla (1)
90 Bab 89 - Edo dan Kayla (2)
91 Bab 90 - Darah
92 Bab 91 - Bed Rest
93 Bab 92 - Menemui Binar
94 Bab 93 - Senyumlah Syukuri Hidupmu
95 Bab 94 - Dilarikan ke Rumah Sakit
96 Bab 95 - Minta Sun
97 Bab 96 - Menceritakan Semuanya
98 Bab 97 - Butuh Kesabaran
99 Bab 98 - Maafkan Bunda, Sayang.
100 Bab 99 - Masih Dalam Kebekuan
101 Bab 100 - Adik Kandung Abang (Saudara Kembar)
102 Bab 101 - Butuh Waktu
103 Bab 102 - Ayah
104 Bab 103 - Berita Viral
105 Bab 104 - Tak Ingin Hancur Sendirian
106 Bab 105 - Resmi Bercerai
107 Bab 106 - Di Ujung Tanduk (Pernikahan Edo dan Silvia)
108 Bab 107 - Bersimbah Darah
109 Bab 108 - Semakin Frustasi (Edo)
110 Bab 109 - Mendadak Drop
111 Bab 110 - Janji Suci Pernikahan
112 Bab 111 - Mega Skandal (Aib Masa Lalu)
113 Bab 112 - Klarifikasi
114 Bab 113 - Operasi
115 Bab 114 - Setelah Operasi
116 Bab 115 - Maaf dan Air Mata Penyesalan
117 Bab 116 - Acara Syukuran
118 Bab 117 - Kebebasan Rahmat
119 Bab 118 - Bias Ara di Masa Lalu
120 Bab 119 - Tabur Tuai
121 Bab 120 - Kebahagiaan Sejati (LADA with ERA)
122 INFO & GA
123 Extra Chapter 1 - Persiapan ke Bali
124 Extra Chapter 2 - The Island of Paradise
125 Extra Chapter 3 - Buah Dari Kesabaran
126 Extra Chapter 4 - Paris Van Java
127 Extra Chapter 5 - Acara Lamaran Yumna dan Alden
128 Extra Chapter 6 - Hamil
129 Last Bonus Chapter - Permata Hatiku
130 Spoiler Next Novel Othor Tidak Solehot
131 Launching Novel Baru
132 Promo Novel Baru
133 PROMO KARYA BARU
134 PROMO KARYA BARU
135 PROMO KARYA BARU
136 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1 - Perundungan
2
Bab 2 - Bunda Jangan Nangis
3
Bab 3 - Daftar Sekolah
4
Bab 4 - Hinaan
5
Bab 5 - Membacakan Dongeng
6
Bab 6 - Penyesalan
7
Bab 7 - Bertemu Pria Baik Hati
8
Bab 8 - Mulutmu Harimaumu
9
Bab 9 - Hari Pertama Sekolah
10
Bab 10 - Ara vs Elang
11
Bab 11 - Kemiripan
12
Bab 12 - Kawan Lama
13
Bab 13 - Tokcer Banget Euyy
14
Bab 14 - Ara Si Anak Spesial Yang Malang
15
Bab 15 - Emosi
16
Bab 16 - Ara Sakit
17
Bab 17 - Saling Berpelukan
18
Bab 18 - Mantan Kekasih
19
Bab 19 - Sakit Dan Rindu
20
Bab 20 - Tetangga Julid
21
Bab 21 - Tamparan
22
Bab 22 - Benih Cinta Kita
23
Bab 23 - Berbagi Bekal
24
Bab 24 - Siapa Nama Papamu ?
25
Bab 25 - Bermain Bersama
26
Bab 26 - Cinta Terlarang
27
Bab 27 - Who Is She?
28
Bab 28 - Kehilangan Jejak
29
Bab 29 - Rencana Kayla
30
Bab 30 - Bertemu Bu Merry
31
Bab 31 - Musibah Membawa Berkah
32
Bab 32 - Pertemuan Perdana Edo dan Ara
33
Bab 33 - Syok
34
Bab 34 - Pertengkaran
35
Bab 35 - Keluarga Sastro
36
Bab 36 - Menghabisi Atau Dihabisi ?
37
Bab 37 - Elang Rindu Ara
38
Bab 38 - Jogjakarta
39
Bab 39 - Sahabat Rasa Saudara
40
Bab 40 - Kampus Penuh Kenangan
41
Bab 41 - Pertemuan Perdana Setelah Sekian Lama
42
Bab 42 - Cemburu Tak Kasat Mata
43
Bab 43 - Alden Oh, Alden
44
Bab 44 - Porak Poranda
45
Bab 45 - Hampir Tenggelam
46
Bab 46 - Hamil Lagi ?
47
Bab 47 - Sidang Ala Binar
48
Bab 48 - File
49
Bab 49 - Nasehat Binar
50
Bab 50 - Jejak Digital
51
Bab 51 - Drama Megalodon
52
Bab 52 - Map Usang
53
Bab 53 - Kenyataan Pahit
54
Bab 54 - Mertua vs Menantu Kesayangan
55
Bab 55 - Egois
56
Bab 56 - Ara Menghilang
57
Bab 57 - Mencari Ara
58
Bab 58 - Pertemuan Tak Terduga
59
Bab 59 - Momen Terakhir Bersama Charlie
60
Bab 60 - Wasiat
61
Bab 61 - Masih Sebatas Dugaan
62
Bab 62 - Skakmatt !!
63
Bab 63 - Perubahan Elang
64
Bab 64 - Semakin Kacau
65
Bab 65 - Masuk IGD
66
Bab 66 - Janda Tajir
67
Bab 67 - Langit vs Alea
68
Bab 68 - Rekaman CCTV
69
Bab 69 - Maafkan Papa
70
Iklan Sejenak
71
Bab 70 - Tamu di Rumah Komandan
72
Bab 71 - Kondisi Ara
73
Bab 72 - Kecurigaan ?
74
Bab 73 - Golongan Darah
75
Bab 74 - Perselingkuhan
76
Bab 75 - Bersiap Pergi
77
Bab 76 - Menjenguk Ara
78
Bab 77 - Siapa Namanya ?
79
Bab 78 - Permintaan Maaf Elang
80
Bab 79 - Saksi Bisu Malam Itu
81
Bab 80 - Sudah Pindah
82
Bab 81 - Sepucuk Surat
83
Bab 82 - Saran Komandan
84
Bab 83 - Hasil Tes DNA
85
Bab 84 - Mendesak Kayla Berbicara
86
Bab 85 - Talak
87
Bab 86 - Syok
88
Bab 87 - Tahi Lalat
89
Bab 88 - Edo dan Kayla (1)
90
Bab 89 - Edo dan Kayla (2)
91
Bab 90 - Darah
92
Bab 91 - Bed Rest
93
Bab 92 - Menemui Binar
94
Bab 93 - Senyumlah Syukuri Hidupmu
95
Bab 94 - Dilarikan ke Rumah Sakit
96
Bab 95 - Minta Sun
97
Bab 96 - Menceritakan Semuanya
98
Bab 97 - Butuh Kesabaran
99
Bab 98 - Maafkan Bunda, Sayang.
100
Bab 99 - Masih Dalam Kebekuan
101
Bab 100 - Adik Kandung Abang (Saudara Kembar)
102
Bab 101 - Butuh Waktu
103
Bab 102 - Ayah
104
Bab 103 - Berita Viral
105
Bab 104 - Tak Ingin Hancur Sendirian
106
Bab 105 - Resmi Bercerai
107
Bab 106 - Di Ujung Tanduk (Pernikahan Edo dan Silvia)
108
Bab 107 - Bersimbah Darah
109
Bab 108 - Semakin Frustasi (Edo)
110
Bab 109 - Mendadak Drop
111
Bab 110 - Janji Suci Pernikahan
112
Bab 111 - Mega Skandal (Aib Masa Lalu)
113
Bab 112 - Klarifikasi
114
Bab 113 - Operasi
115
Bab 114 - Setelah Operasi
116
Bab 115 - Maaf dan Air Mata Penyesalan
117
Bab 116 - Acara Syukuran
118
Bab 117 - Kebebasan Rahmat
119
Bab 118 - Bias Ara di Masa Lalu
120
Bab 119 - Tabur Tuai
121
Bab 120 - Kebahagiaan Sejati (LADA with ERA)
122
INFO & GA
123
Extra Chapter 1 - Persiapan ke Bali
124
Extra Chapter 2 - The Island of Paradise
125
Extra Chapter 3 - Buah Dari Kesabaran
126
Extra Chapter 4 - Paris Van Java
127
Extra Chapter 5 - Acara Lamaran Yumna dan Alden
128
Extra Chapter 6 - Hamil
129
Last Bonus Chapter - Permata Hatiku
130
Spoiler Next Novel Othor Tidak Solehot
131
Launching Novel Baru
132
Promo Novel Baru
133
PROMO KARYA BARU
134
PROMO KARYA BARU
135
PROMO KARYA BARU
136
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!