Kondisi Menteri Li

"Nona Lin'er!" pekik penjaga gerbang kaget.

Sudah lama penjaga gerbang tidak bertemu dengan Lin Hua. Bertambah kaget saat Lin Hua datang bersama dua anak kecil bersamanya.

"Boleh buka gerbangnya Paman ?" pinta Lin Hua dengan sopan.

"Ini beneran Non Lin'er, kan?"

"Menurut Paman?" godanya.

"Maaf Nona...sudah lama Paman tidak bertemu dengan Nona, jadi agak kaget," jawaban penjaga gerbang itu sambil tersenyum canggung.

"Sama-sama Paman. Apakah saat ini ayah ada di rumah?"

"Ada Nona. Tapi..."

Penjaga gerbang itu tidak melanjutkan ucapannya. Tatapanya berubah menjadi sendu.

Di kediaman ini ada yang menyukai Lin Hua, namun ada juga yang membencinya. Penjaga gerbang termasuk orang yang menyukainya. .

Lin Hua selalu bersikap baik pada para pelayan. Tidak jarang ia memberi makanan pada mereka.

"Tapi apa Paman?" Lin Hua penasaran dengan kelanjutan ucapannya.

"Tuan besar sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja Nona," jawabnya jujur.

Deg!

Lin Hua menoleh kearah Jia Yi. Sekarang ia mengerti alasan sang putri ngotot kesini. Sepertinya sang putri mempunyai ikatan yang kuat dengan kakeknya.

"Boleh kami masuk, Paman?"

"Silahkan Nona."

Penjaga gerbang membukakan pintu gerbangnya. Setelah itu Lin Hua jalan-jalan masuk sambil menuntun si kembar di tangan kanan dan kirinya.

"Tunggu Nona!" teriak Paman Hao yang berlari ke arahnya sambil membawa bungkusan ditangannya.

"Ada apa Paman?"

"Jangan lupa bingkisan nya Nona."

"Oh iya, hampir saja lupa," ucap Lin Hua sambil mengetuk keningnya.

"Terimakasih Paman."

"Sama-sama Nona."

Paman Hao tidak ikut masuk kedalam rumah. Ia meminta izin pada Lin Hua untuk mengunjungi keluarganya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari kediaman menteri Li. Jika ditempuh dengan berjalan kaki juga tidak lebih dari sepuluh menit.

Setelah itu Lin Hua kembali melangkahkan kakinya ke rumah. Mereka di sambut oleh kepala pelayan.

"Selamat datang Nona. Senang bisa bertemu dengan Nona kembali," ucap kepala pelayan tulus.

"Bagaimana kabar paman?"

"Baik Nona. Syukurlah Nona datang. Kondisi tuan semakin memburuk.

"Bisa bawa kami menemuinya?"

"Tentu saja Nona."

Kepala pelayan membawa Lin Hua dan si kembar ke kamar Menteri Li. Sepanjang jalan dia melirik kearah si kembar.

Ada juga beberapa pelayan yang bergosip membicarakan kedatangannya. Meski banyak pelayan yang menyukainya, namun tidak sedikit yang membencinya.

"Aku kira dia tidak akan kembali lagi kesini. Tebal juga mukanya."

"Seperti yang yang dikatakan tuan waktu itu kan. Jalang mana punya malu."

"Tutup mulut kalian. Bagaimanapun di masih putri dari tuan besar!"

"Cih, Putri terbuang maksudmu, " cibir pelayan itu tanpa rasa takut.

"Meskipun hanya putri terbuang, tapi dia masih putri menteri Li. Kamu hanya seorang budak tapi mulutmu melebihi nyonya besar. Ingat posisimu!"

"Sudah...jangan bertengkar. Lebih baik lakukan tugas kalian dengan baik."

Untungnya Lin Hua tidak mendengar ucapan mereka. Entah apa yang akan Lin Hua lakukan jika mendengarnya. Bisa jadi mulut mereka dirobek.

"Silahkan Nona."

Kepala pelayan membuka pintu kamar Menteri Li . Pandangan Lin Hua langsung tertuju pada pada tubuh ringkih Menteri Li yang terbaring di atas ranjang.

"Kakek!" panggil Jia Yi sambil berlari ke arah ranjang. Sepertinya gadis kecil itu sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan menteri Li.

"Jangan keras-keras sayang," ucap Lin Hua

Tapi terlambat, Jia Yi sudah sampai ranjang. Dia menatap menteri Li yang masih terpejam. Padahal suara Jia Yi tadi cukup keras.

Lin Hua merasa ada yang tidak beres. Ia bergegas menghampirinya.

"Kok kakek ndak bangun?" tanya Jia Yi sambil menatap Lin Hua dengan sendu.

"Sebentar ya Sayang, kakek masih tidur, " hibur Lin Hua dengan lembut.

"Ini kan sudah siang. Kok masih tidul aja?"

"Kakek sakit, tolong Jia sama Jin Hai diam sebentar ya," ucap Lin dengan lembut.

Lin Hua meletakkan oleh-olehnya keatas meja. Kemudian mengambil lengan Menteri Li untuk diperiksa.

Ternyata menteri Li mengalami gejala komplikasi. Ada juga yang berniat meracuninya.

Namun yang meracuni menteri Li sangat hebat. Orang itu tidak memberikan racun dengan terang-terangan.

Namun dia menggunakan dua tanaman obat, yang apabila keduanya dicampur akan menjadi racun. Apalagi ginjal menteri Li sedang tidak berfungsi.

Bukan hanya ginjalnya saja yang bermasalah, namun lambung dan jantungnya juga dalam kondisi yang buruk.

"Sejak kapan ayah sakit seperti ini ?" tanya Lin Hua dengan serius.

Lin Hua menatap kepala pelayan dengan tajam. Kepala pelayan sampai merinding melihat tatapan Lin yang menurutnya sangat menakutkan.

"Sudah dua minggu ini nona," jawab kepala pelayan dengan jujur. Namun tidak di pungkiri jika dia merasa takut.

"Apa dari kemarin kondisi ayah seperti ini?"

"Kemarin tuan besar masih bisa membuka matanya. Namun hari ini beliau belum bangun sama sekali."

"Apa tidak ada tabib yang mengobatinya?"

"Ada Nona. Sekarang pun tabib itu sedang meramu obat di belakang."

Tak lama kemudian orang yang mereka bicarakan muncul. Ditangannya ada secangkir obat yang baru saja ia rebus.

Bau obat itu sangat menyengat. Jangankan untuk meminumnya, menghirup aromanya saja sudah bikin muntah.

"Obat apa yang kau berikan pada ayahku?" tanya Lin Hua dengan tegas.

"Siapa kamu?" tanya sang tabib sinis.

"Aku putrinya."

"Wow...jadi kamu putri yang terbuang itu? Ish...ish...ish...tidak aku sangka kamu masing punya keberanian datang kesini,"sindir sang tabib dengan sinis.

"Tidak perlu bicara omong kosong. Lebih baik kamu jawab saja ucapanku, obat apa saja yang sudah kamu berikan pada ayahku?"

"Memangnya apa yang kamu tahu tentang obat-obatan. Kamu hanya seorang jalang yang lahir dari jalang. Kamu_"

Plak!

Plak!

Plak!

"Dasar tabib tidak berguna. Bukan hanya kemampuanmu saja yang tidak berguna. Ternyata mulutmu juga sama kotornya!"

Bukan hanya tabib itu saja yang terkejut dengan tindakannya. Namun kepala pelayan pun turut terkejut. Tidak dengan si kembar yang memang sudah hafal dengan sikap Lin Hua.

"Kamu berani menamparku!" bentak tabib Dao tak terima.

"Kenapa harus tidak berani? Bahkan membunuhmu pun aku berani!" ucap Lin Hua dengan tegas.

"Kamu _"

"Jangan kira aku tidak bisa membunuhmu. Bahkan kaisar sekalipun tidak akan bisa memaafkan mu!"

Deg!

"A... Apa maksudmu?"

"Jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan pada ayahku. Bagaimana mungkin seorang tabib merawat pasiennya, tapi bukan kesembuhan yang ia dapatkan, kondisinya pun makin parah."

"Itu karena sakit ayahmu memang parah!"

"Apa menurutmu aku bodoh???? obat yang kamu rebus tadi bukan untuk menyelamatkan ayahku, tapi membunuhnya!"

"Jangan fitnah!"

"Kepala pelayan!"

"Siap Nona! "

"Panggil petugas keamanan kemari!" titah Lin Hua dengan tegas.

"Tapi Nona_"

"Lakukan apa yang sudah aku perintahkan!"

"Dasar wanita sialan. Mari kita lihat, siapa yang akhirnya akan mati di sini!"

Sebenarnya Lin Hua sudah tidak sabar untuk mengobati menteri Li. Hanya saja jika Lin Hua bertindak sekarang, maka tabib itu akan dilepaskan. Dia harus memberi pembalasan yang kejam pada orang yang sudah membuat keluarganya menderita.

Kepala pelayan telah kembali ke dalam kamar. Dia diminta oleh Lin Hua untuk berjaga di tengah pintu kamar. Agar sang tabib tidak bisa keluar dari kamar itu.

Sambil menunggu kedatangan pihak keamanan datang, Lin Hua berbincang dengan kepala pelayan. Sesekali menimpali si kembar yang duduk di pangkuan Lin Hua.

Kepala pelayan memberi cemilan pada Jia Yi dan jin Hai . Dia sudah berkanalan dengan keduanya. Kepala pelayan sangat suka dengan perilaku Jia Yi dan Jin Hai yang terkesan sopan pada orang tua.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒕𝒂𝒃𝒊𝒃 𝒌𝒐𝒌 𝒋𝒂𝒉𝒂𝒕 𝒚𝒂 😤😤😤

2024-10-09

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Dasar tabib tidak tau diri 😡😡😡
tunggu saja apa yg Lin hua akan lakukan

2024-10-01

0

Hoediyanto Rasyid

Hoediyanto Rasyid

o

2024-04-11

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!