Perjodohan

Tok tok tok

Pangeran Chen mengetuk pintu ruang kerja ibunya. Dia mendapat pesan dari pelayan agar menemui ibunya di ruang kerja.

"Masuk!" titah permaisuri dari dalam ruangan.

Ceklek!

Pangeran Chen pun masuk kedalam ruang kerja Permaisuri. Begitu melihat ada sosok lain di sana, rahang pangeran Chen mengeras. Namun dia masih berusaha untuk bersikap sopan.

"Apa ibu ratu memanggil hamba?" tanya pangeran Chen dengan sopan.

"Duduk lah pangeran," ucap permaisuri dengan lembut.

Mau tidak mau pangeran Chen mendudukkan tubuhnya di kursi yang kosong. Bersisian dengan tamu sang Permaisuri. Tamu itu tidak melepas pandangannya dari Pangeran Chen.

"Ehm, perkenalkan...ini nona Bao Yu. Kamu

pasti sudah kenal kan," tanya Permaisuri sambil memandang Pangeran Chen dan Bao Yu secara bergantian.

Tidak ada respon dari Pangeran Chen. Dia paling tidak suka di jodoh-jodohkan. Sedangkan Bao Yu sudah tidak sabar untuk berkenalan dengan Pangeran Chen.

"Salam pangeran, " sapa Bao Yu dengan lembut.

"Hmm..."

Permaisuri tersenyum kecut melihat sikap datar sang putra. Entah kapan dia akan membuka hatinya untuk Wanita. Setelah kekasih masa kecilnya menikah, pangeran Chen tidak pernah lagi dekat dengan seorang wanita.

"Nona Bao ini putri Bangsawan Yu . Dia merupakan wanita pertama yang lulus dalam ujian sastra tahun ini. Tidak hanya cantik tetapi juga pintar," puji permaisuri. Dia akan berusaha sekuat tenaga agar keduanya dekat.

Wajah Bao Yu memerah karena di puji oleh permaisuri. Sayangnya saat melihat kearah pangeran Chen dia harus merasa kecewa.

Pangeran Chen tidak menyahut. Lagian di kekaisaran ini bukan hanya Bao Yu seorang wanita cantik yang memiliki kepintaran.

"Yang mulia ratu terlalu memuji. Hamba hanya wanita biasa yang masih banyak kekurangannya," ucap Bao Yu berusaha merendah agar mendapat simpati dari keduanya.

"Nona Bao memang pantas dipuji. Betul tidak pangeran?"

"Maaf ibu ratu...hamba ada urusan yang sangat penting. Untuk itu perkenankan hamba untuk undur diri dulu," ucap pangeran Chen dengan lembut.

Permaisuri merasa bahwa pangeran Chen tidak nyaman dengan pertemuan ini. Inginnya ia menolak permintaan sang putra. Namun sepertinya dia harus lebih sabar lagi.

"Pergilah! "

"Terimakasih ibu ratu. Hamba pergi dulu."

Pangeran Chen keluar dari ruangan itu tanpa menoleh atau berpamitan pada Ching.

Pangeran Chen sadar jika sikapnya bisa dianggap kurang sopan. Namun dia tidak bisa berpura-pura. Hatinya seolah mati untuk menerima wanita lain dalam hidupnya.

Bukan berarti selamanya dia tidak akan menikah. Dia akan menikah dengan wanita yang telah ia rusak masa depannya.

Hanya saja sampai saat ini, ia belum menemukan wanita itu.Mau bagaimana lagi, wajannya saja tidak terlalu jelas. Belum lagi identitas yang tidak ia ketahui.

Saat itu ada seseorang yang berusaha menjebaknya menggunakan ramuan bunga. Dia berhasil selamat dari jebakan orang itu. Untuk ramuan yang sudah ia minum tidak terlalu bereaksi ia merendam tubuhnya di dalam sungai.

Sayangnya ada seorang wanita yang datang kesana. Wanita itu sepertinya juga mendapatkan ramuan yang sama seperti halnya dirinya.

Awalnya ia biasa saja. Namun wanita itu tiba-tiba saja melepas semua pakainya. Gairah dalam dirinya bergejolak. Dia tidak bisa lagi menahan nafsunya. Dia bergerak bagai serigala yang kelaparan.

Hanya saja pangeran Chen tidak bisa menemukan wanita yang sudah ia rusak. Sejak saat itu ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari wanita tersebut. Meski berakhir sia-sia.

"Maaf atas ketidak sopanan pangeran Chen,"ucap permaisuri tidak enak hati.

"Kenapa permaisuri harus minta maaf. Pasti pangeran saat ini sedang sibuk. Hamba tidak masalah. Pangeran berkenan menemui hamba saja itu sudah merupakan keberuntungan."

"Nona Bao memang bijak. Tidak sabar rasanya melihat nona Bao menikah dengan pangeran chen."

"Hamba berterima kasih karena permaisuri mendukung hamba untuk dekat dengan pangeran Chen."

"Tidak perlu berterima kasih. Aku sangat senang jika pangeran Chen menikah deng nona Bao. Pasti anak kalian akan sangat cantik dan tampan,

"Itu terlalu jauh ibu ratu. "

Keduanya terus mengobrol hingga lama. Pangeran chen sebenarnya tidak memiliki urusan apapun. Saat ini Ia lebih memilih kembali ke rumahnya.

Pangeran Chen menghabiskan waktunya dengan bermain pedang. Dia meminta satu persatu anak buahnya untuk melawannya.

Pangeran Chen dapat dengan mudah melawan mereka. Kemudian dia memutuskan untuk berburu.

Hatinya merasa tidak tenang sejak pertemuannya dengan Bao Su. Jadi cara yang bagus untuk membuat hatinya tenang adalah dengan berburu. Berburu merupakan hobinya di kala senggang.

Kini pangeran Chen sudah berada di dalam hutan. Dia memacu kudanya cukup kencang. Usahanya tidak sia sia. Moodnya kembali lagi.

Terpopuler

Comments

cowettttttt

cowettttttt

kapan mereka ketemu nya lama bener

2025-02-01

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒏𝒈𝒆𝒓𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑳𝒊𝒏 𝑯𝒖𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒆𝒎𝒖 🤔🤔

2024-10-09

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Semoga saja pangeran Chen dan Liu Hua dan anaknya cepat di pertemukan

2024-10-01

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!