"Nyonya , ada yang ingin bertemu dengan Anda," kata salah satu pelayan pada Li Qin.
"Siapa?" tanya Li Qin tanpa menghentikan pekerjaannya. Dia sedang sibuk mengurus laporan keuangan yang masuk.
"Beliau tidak menyebutkan namanya, Nyonya ."
Li Qin menghentikan pekerjaannya dan menatap pelayan restoran dengan serius. Pelayan itu langsung menundukkan kepalanya.
"Seharusnya kamu tanya dulu siapa namanya, " tegur Kita Qin padanya.
"Maafkan saya Nyonya," ucap pelayan itu dengan rasa bersalah.
"Sudahlah, suruh orang itu masuk kesini."
"Baik Nyonya."
Pelayan itu dengan sopan keluar dari ruangan Li Qin. Tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa orang yang sangat Li Qin kenal. Li Qin menatap orang itu dengan benci .
"Ada angin apa ini sampai-sampai tuan menteri terhormat datang ke tempat kotor seperti ini," sindir Li Qin tajam.
Pelayan tadi langsung melotot mendengar ucapan Li Qin . Perlahan ia memundurkan tubuhnya ke belakang.
Menteri Li bisa merasakan kebencian sang istri padanya . Hubungan keduanya memang masih suami istri . Baik menteri Li maupun Li Qin belum ada yang mengajukan surat perceraian.
Menteri berjalan mendekat . Sedangkan Li Qin yang tadinya sedang duduk langsung berdiri . Berjaga-jaga seandainya ada sesuatu yang tidak di inginkan.
"Bagaimana kabarmu ?" tanya Menteri Li sendu .
Sebenarnya sudah lama menteri Li ingin bertemu dengan Li Qin dan juga Lin Hua. Namun ia tidak memiliki cukup keberanian.
Sudah lama ia hidup dalam kesendirian. Setelah kepergian Li Qin dan Lin Hua disusul dengan pernikahan Ling-Ling. Ling-Ling tinggal di rumah sang suami .
Sedangkan Jae Won yang tak lain adik Lin Hua masih melakukan pendidikannya di akademi militer .
Jae Won masih belum mengetahui kondisi di rumah . Selama dalam proses pendidikan dia tidak diperbolehkan pulang sama sekali . Tinggal enam bulan lagi dia pulang .
"Baik, sangat baik!" jawab Li Qin dengan tegas .
Menteri Li nampak kurusan . penampilannya juga tidak sebaik saat Li Qin masih bersamanya .
"....."
"Kita sudah tidak ada urusan lagi. Lebih baik Anda pergi dari sini sekarang juga!" usir Li Qin yang tidak ingin satu ruangan dengan Menteri Li. Melihat wajah sang suami, Li Qin mengingat saat ia dan Lin Hua diusir dari rumah.
"Apa tidak ada maaf untukku?"
"Maaf????siapa yang sudah minta maaf?"
Menteri Li serasa tertampar oleh ucapan Li Qin. Dia memang belum meminta maaf, bagaimana Li Qin mau memaafkan.
"Maaf , " ucap Menteri Li dengan menunduk.
"Maaf untuk apa?"
"Maaf atas semua perlakuan dan sikapku selama ini . Maaf juga atas ucapan burukku."
Li Qin terkekeh mendengar kata maaf yang terlontar dari mulut sang suami . Tanpa ia sadari air matanya menetes.
"Hiks....hiks .... Apa maaf itu bisa mengobati rasa sakit di hatiku?" ujar Lin Hua dengan tangisan yang menyayat hati.
Deg!
Rasanya sakit melihat orang yang kita cintai menangis. Begitupun dengan Menteri Li . Tanpa ia sadari cintanya untuk Li Qin sangat besar. lebih besar dari cintanya untuk Feng Yin. Namun ia terlambat menyadarinya.
"Pergilah!" usir Li Qin dengan tegas.
"Maaf _"
"Apa anda tidak dengar ? pergi dari tempat ini sekarang juga !"
"Tolong , beri_"
Tok tok tok
Menteri Li tidak melanjutkan ucapannya. Li Qin menghapus air mata yang mengalir di pipinya .
"Masuk!' ucap Li Qin agak serak .
Ceklek!
"Maaf Nyonya, ada pelanggan yang ingin bertemu langsung dengan Anda ," ucap pelayan dengan gugup.
"Baik ."
"Tapi Sa_"
"Maaf, urusan kita sudah selesai. Saat ini saya ingin bertemu dengan pelanggan. Tolong pengertiannya."
Menteri Li menurut . Dia tidak ingin terlalu memaksa dan menekan Li Qin . Takutnya Li Qin benar-benar meminta pisah dengannya.
"Baiklah, nanti aku akan kemari lagi."
Li Qin memilih tidak menghiraukannya. Dia keluar di ikuti sang pelayan . Menteri Li hanya bisa mengelus dadanya .
"Semoga masih ada kesempatan untukku," gumamnya sambil keluar dari ruang kerja Li Qin.
Menteri Li dapat melihat Li Qin sedang berbicara berdua dengan seorang pria . Rasanya sakit sekali melihat interaksi keduanya . Apalagi saat Li Qin memberikan senyuman pada orang itu .
"Brengsek!!!"
Menteri Li berusaha untuk menekan emosinya. Dia tidak ingin karena emosi malah membuat Li Qin semakin membencinya.
Namun ia tidak bisa membiarkan orang itu semakin dekat dengan Li Qin . Untuk itu ia menghampiri dua orang yang sedang berdiskusi itu .
"Ehm!!! "
Baik Li Qin maupun pelanggan menoleh ke arahnya. Ingin rasanya Li Qin berteriak di hadapan sang suami. Berbanding terbalik dengan pelanggan di depannya. Dia merasa antusias akan kehadiran Menteri Li.
"Loh, bukannya anda Menteri Li?"
"Benar."
"Senang bertemu dengan Anda di sini. Silahkan duduk ,"ucap orang itu antusias.
"Maaf Nyonya Li , beliau _"
"Dia istriku, "sahut Menteri Li memotong ucapan sang pelanggan. Lin Hua ingin sekali menyumpal mulut Menteri Li yang menurutnya ikut campur dengan urusannya.
"Ha?" Pelanggan itu merasa terkejut dengan pernyataan Menteri Li.
"Tidak perlu terkejut begitu . Kalau boleh tahu ada urusan apa dengan istriku?"
"Ehm..."
Orang itu bingung mau berkata apa . Dia shock mengetahui pemilik restoran langganannya merupakan istri seorang Menteri.
"Apa anda benar-benar istri _"
Li Qin menganggukkan kepalanya . Bagaimanapun hubungan mereka memang masih suami istri . Menteri Li tersenyum dalam hati .
"Oh.... Maaf . Aku baru tahu ."
"Tidak masalah . Sekarang boleh anda cerita tentang tujuan anda mencari istriku?"
"Sebenarnya, seminggu lagi putriku menginjak usia ke tujuh belas tahun . Saya berencana untuk mengadakan pesta perayaan kedewasaannya. Untuk itu saya memesan makanan kesini. Masakan disini enak-enak."
"Oh...."
Menteri tidak ingin ikut campur. Terserah apa yang akan dilakukan oleh Li Qin. Kalau dia boleh egois, ingin sekali menteri Li mengajak Li Qin kembali ke rumah mereka. Namun ia sadar itu tidak mudah.
"Bagaimana Nyonya?"
"Seperti yang sudah anda bicarakan tadi."
"Bagaimana dengan kuenya?"
"Untuk itu akan saya bicarakan dulu dengan putriku . Anda tidak usah khawatir."
"Terimakasih Nyonya ."
"Sama-sama."
"Kalau begitu saya permisi dulu. Masih urusan lain yang harus saya lakukan. Mari tuan Menteri."
"Silahkan...."
Orang itu pun meninggalkan restoran. Li Qin kembali ke ruangannya tanpa mengucap satu kata pun pada Menteri Li. Menteri Li menatap kepergiannya dengan sendu.
Tak lama kemudian Menteri Li merasa lapar , jadi memesan makanan untuk ia santap . Saat tengah menikmati makanannya, tiba-tiba pandangan Menteri Li terpaku pada seseorang yang baru masuk kedalam restoran.
Orang itu tak lain Lin Hua yang datang sambil membawa Jin Hai dalam gendongannya. Dibelakang Li Hua ada Nian mengikuti sambil menggendong Jia Yi.
Deg... Deg.... Deg....
Menteri Li menatap Lin Hua dengan mata berkaca-kaca. Saat Lin Hua sudah dekat dengannya, Menteri Li berdiri. Namun dia harus merasakan kekecewaan saat Lin Hua melewatinya begitu saja.
Jangankan untuk menyapanya, melirik saja tidak. Jika itu masih Lin Hua yang dulu, maka hal seperti ini tidak akan terjadi.
"Lin'er..." panggil Menteri Li dengan lirih.
Lin Hua refleks menoleh. Dahinya mengernyit begitu melihat wajah sendu Menteri Li.
"Ada apa ya?"
"..."
Menteri Li bingung melihat sikap Lin Hua yang terkesan tidak mengenalinya.
"Apa kamu masih marah denganku?"
"Ha?....memangnya Anda kenal dengan saya?"
Deg!!!!
"Apa segitu bencinya kamu dengan ayah?"
"..... Ayah?"
"A_"
"Maaf Nona, Anda diminta Nyonya untuk ke ruangan kerjanya."
"Maaf, saya tinggal dulu," ucap Lin Hua tanpa menunggu tanggapan dari menteri Li.
"Apa memang kesalahanku terlalu fatal. Sampai putriku sendiri memilih tidak mau mengakui ku sebagai ayahnya," gumam Menteri Li lirih. Padahal ia tidak mengetahui kenyataan yang sesungguhnya.
Tok tok tok
"Masuk."
Lin Hua merasa ada yang aneh. Apalagi setelah melihat ibunya yang nampak kacau.
"Ibu kenapa?"
"Hiks...hiks...."
Li Qin tidak bisa menghentikan tangisnya. Lin Hua pun menghampiri Li Qin untuk memberikan ketenangan.
"Ibu kenapa? Cerita saja sama Lin'er, Siapa tahu bisa mengurangi beban ibu."
Li Qin mencoba untuk menghentikan tangisnya. Dia harus menceritakan semuanya pada Lin Hua.
"Ibu akan menceritakan tentang ayahmu."
"Jangan bilang kalau lelaki tadi itu ayahku?"
"Apa yang kamu katakan memang benar."
"Oh....."
"Oh?"
"Terus harus bilang wow gitu. Pasti kesalahan ayah sangat fatal sampai membuat kalian berpisah."
"...?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
aphrodite
kalo Li Qin pinter..milih pisah..biarkan dia hidup dalam penyesalan..itu setimpal dg perlakuannya
2025-01-13
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒏𝒈𝒂𝒂𝒊𝒏 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒕𝒆𝒓𝒊 𝑳𝒊 😤😤
2024-10-09
0
Oi Min
oh........ mantan suami tercinta terbrengsek to ternyata yg datang
2024-05-02
1