Sebenarnya Lin Hua sedikit banyak sudah mengetahui cerita si pemilik tubuh. Bukan dari ingatan pemilik tubuh, melainkan dari cerita Qiang.
Sekarang Lin Hua kembali mendengar ceritanya dari Li Qin. Li Qin bercerita dengan ekspresi terluka membuat Lin Hua iba.
"Apa ibu ingin aku membuat ayah hancur?" tanya Lin Hua dengan serius.
Li Qin terkejut mendengar penuturan Lin Hua Awalnya dia memang ingin membalas semua perlakuan Menteri Li.
Sayangnya setelah hidup terpisah, dia kembali mendapatkan kebahagian. Jadi perlahan ia melupakan rencana balas dendamnya.
Li Qin merasa jika menteri Li saat itu tidak mengusirnya, mungkin Lin Hua masih hidup dalam keterpurukan. Apalagi sampai saat ini belum ia ketahui siapa ayah dari si kembar.
"Tanpa kita membalas pun, ayahmu telah mendapatkan hukuman. Kamu lihatkan penampilan ayahmu sekarang?"
"Memang ada bedanya dengan penampilannya yang dulu?"
"Tentu saja. Ayahmu itu pria yang gagah. Meski usianya tidak muda lagi, namun wibawanya tidak berkurang. Selain itu ayahmu juga tampan." Li Qin secara tidak sengaja memuji Menteri Li. Wajahnya nampak berbinar saat menceritakan lelaki yang menjadi suaminya itu. Padahal tadi masih nangis histeris saat berjumpa dengan Menteri Li.
"Tahu deh...yang bucin," sindir Lin Hua saat melihat wajah Li Qin memerah. Padahal tadi masih terlihat sedih. Cinta dan benci memang punya perbedaan yang tipis.
Li Qin merasa malu mendengar sindiran Lin Hua. Namun mau bagaimana lagi memang itulah kenyataannya.
"Apa ibu berniat kembali dengan ayah?" tanya Lin Hua heran.
"Siapa bilang! " sentak Li Qin dengan suara yang agak tinggi.
"Tidak ada. Kan aku cuma tanya. "
"Ma ma mau ma," protes Jin Hai yang sedari tadi tidak di perhatikan.
"Eh.... Ada cucu nenek. Yuk gendong nenek," ajak Li Qin dengan berbinar.
Jin Hai menggeleng. Dia masih ingin digendong ibunya. Tentu saja hal itu membuat Li Qin cemberut.
"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan ibu."
"Bukankah dari tadi kita memang sudah bicara?"
"Ini mah beda. Tadi kita ngomongin ayah . Yang mau aku bicarakan ini tentang minyak."
"Ada apa?"
"Ibu pasti tahu jika pelanggan restoran kita saat ini meningkat."
"Tentu saja. Ini semua berkat mu."
"Ibu pasti tahu jika ada semua ada timbal baliknya."
"Maksudnya?" Li Qin masih bingung dengan apa yang diutarakan oleh Lin Hua. Keningnya nampak mengkerut.
"Semakin bertambahnya pelanggan di restoran kita ada restoran lain yang merasakan dampaknya. Pelanggan mereka jadi berkurang dan pindah ke restoran kita, " jelas Lin Hua.
"Terus?"
"Tidak mungkin kan jika mereka akan diam saja?"
Deg!!!
Akhirnya Li Qin faham. Kini wanita parubaya itu merasa panik.
"Kamu benar. Kenapa ibu tidak berfikir sampai ke situ. Terus bagaimana ini?" tanya Li Qin panik.
"Semoga aja mereka tidak melakukan hal buruk, " ucap Lin Hua penuh harap.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Li Qin meminta saran pada sang putri.
"Kita harus lebih berhati-hati. Selain itu aku juga ingin menjual minyak Pada masyarakat umum."
"Kenapa begitu?"
"Agar masyarakat bisa mengenal minyak. Sekaligus memberi peluang bagi restoran lain."
"Apa kamu butuh tambahan pekerja ? "
" Tidak. Untuk sementara mereka masih cukup. Lain kali kalau memang kurang
bisa cari lagi. "
Banyak yang dibicarakan oleh Li Qin dan juga Lin Hua . Sesekali mereka bermain dengan si kembar.
Apa yang ditakutkan Lin Hua akhirnya terwujud. Anak buah wang Lee mulai bertindak. Dia berhasil dekat dengan pegawai Li Qin.
"katakan apa resep ayam melihat krispi padaku?" bujuk anak buah Lee pada sang kekasih barunya.
Dia berhasil membuat salah satu pegawai di restoran Li Qin menjadi kekasihnya. Beruntungnya lagi gadis itu bertugas di bagian dapur.
"Ayam dilumuri bahan tertentu kemudian di goreng,"jawab sang gadis dengan singkat. Tentu saja anak buah Wang Lee bingung . Dia kan butuh penjelasan,bukan jawaban yang singkat.
"Bisa di jelaskan dengan lebih baik?" pintanya.
"Apa kamu mau membuatnya?" tanya sang kekasih heran. Kenapa juga harus repot-repot buat kalau dia beli di toko sang majikan. Harganya juga masih terjangkau.
"Tentu saja ."
"Kamu bisa masak?"
"Jangan pernah meremehkan kemampuan memasak ku. Meski aku seorang pria tapi kalau urusan masak. aku"
"Iya deh. Tapi kamu membutuhkan minyak goreng."
"Dimana membelinya? "
"Masih belum dijual bebas sih. Putri dari majikan ku yang membuatnya. Namun tak lama lagi juga dijual ke masyarat. Tunggu saja sampai Nona Lin'er menjualnya. "
Wanita itu menjawab semua yang dipertanyakan oleh sang kekasih dengan jujur. Tidak curiga sama sekali jika dirinya telah dimanfaatkan olehnya. Cinta kadang memang membuat orang buta 🤭🤭🤭.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
cowettttttt
ini ga ada cerita bls dendam gt?? trs itu si pangeran chen gaa da niatan cari cewek yg d perkosa nya??
2025-02-01
0
Khoerun Nisa
klu pemilik tubuh GK ngasih ingatan asli gmn klu mnghdapi musuh yg menyakitinya aneh2 aja kmu tor emng beda sih dr novel yg lainnya tp GK gtu juga kali hilang sudah respeknya bls dendam PD musuh tubuhnya
2024-10-15
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒓𝒆𝒔𝒆𝒑𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒅𝒌 𝒅𝒊 𝒄𝒖𝒓𝒊 𝒚𝒂
2024-10-09
0