Brooks Family

Suara musik berdentum keras diiringi suara yel-yel dari anggota tim Broflakes beserta beberapa orang yang mendukung tim Broflakes, termasuk Ana, Alyssa, Chloe dan Beatrix. Mereka semua berlonjak girang seraya menggoyangkan sebuah bendera berwarna hijau dan emas dengan simbol replika beruang. Di bawah simbol tersebut terdapat tulisan baskerville bertuliskan Broflakes.

Di atas beberapa meja bulat terhidang banyak makanan serta berbagai macam kue dan gelas-gelas minuman dengan cairan yang beraneka macam warna. Nyanyian kemenangan berdengung mengalahkan suara musik yang berdentum. Sang kapten dari tim Broflakes naik ke atas panggung diikuti oleh beberapa pemain baseball lainnya seraya menggenggam botol wine berukuran cukup besar.

"Are you ready to party?" seru sang kapten sambil mengacungkan botol wine ke atas meninju udara yang dibalas sorakan riuh dari para pengunjung di pesta kemenangan tersebut.

Alex dan beberapa pemain di belakangnya mengguncangkan botol wine tersebut secara cepat, membuka tutup botolnya dan mengarahkan pada semua orang di bawah panggung. Seketika wine tersebut meluncur membasahi para tamu yang mendatangi pesta tersebut, seraya disambut dengan seruan girang dan antusias para tamu. Tawa kembali meledak dan musik bertempo cepat kembali mengisi acara penyambutan kemenangan mereka.

Di ujung belakang kafe dekat kaca, terlihat seorang lelaki yang sedang tenggelam dalam lamunan sambil sesekali menyesap jus stroberi di genggamannya. Lelaki itu adalah Dawson. Suara musik yang berdentum keras serta riuh para tamu di pesta ini bahkan tak mampu membuat lelaki itu sadar dari pikirannya yang membuatnya merasa aneh sekaligus bingung.

Dawson sedang memikirkan Ana. Lebih tepatnya saat mereka terlibat kontak mata di stadium tadi pagi, saat Ana tanpa sadar tersenyum padanya, dan saat dirinya tanpa sadar ingin terus berada di dekat gadis itu. Seperti ada kepingan lain yang hilang dari hidupnya dan kembali ditemukannya.

Dawson seketika merasa pusing, kepalanya entah kenapa berdenyut sakit karena memikirkan Ana dan berusaha untuk mengingat siapakah Ana dalam hidupnya. Lalu memori-memori yang seperti untaian film kusut pun hadir dalam kepala lelaki itu.

Dawson melihat Ana yang berlari padanya sambil memasang senyum lebar. Gadis itu memberikannya sekotak jus stroberi kesukaannya. "Tadi aku lihat ada yang menjual ini jadi kubelikan untukmu. Kau sangat suka stroberi, 'kan?"

Dawson melihat dirinya yang lain tersenyum sambil menerima kotak jus tersebut. "Terima kasih, Sayang." Ana tersenyum lalu mengangguk.

Kemudian memori lain muncul bak pasir yang telah habis dan jam pasir kembali dibalikkan.

Seorang lelaki muda menepuk bahu Dawson dengan cukup keras hingga membuatnya tersentak. "Apa-apaan kau ini, Soni?!"

Lelaki itu hanya terkekeh geli saat dimarahi. "Kenapa kau tak ingin membantuku dan selalu bersikap dingin padaku? Apa kau cemburu karena aku adalah sahabat Ana dan aku juga menyukai sahabatku itu?"

Dawson menatap lelaki itu dengan sinis lalu berucap, "kamu sudah pintar, 'kan? Kenapa masih meminta bantuan?"

Sedangkan lelaki itu hanya terkekeh geli melihat tingkah Dawson yang menurutnya sangat berlebihan.

Dawson meringis kesakitan sambil memejamkan matanya. Ini benar-benar membuatnya bingung. Sebenarnya Ana itu siapa? Lalu apa maksud dari kalimat yang dirinya lontarkan pada gadis itu. "Sayang?" Dawson menatap dirinya sendiri dengan tatapan aneh. Sejak kapan Ana jadi kesayangannya?

"Sepertinya ada yang tidak beres dengan diriku. Aku harus berbicara pada Ana," rintih lelaki itu. Rasa pusing masih belum hilang dari kepalanya.

"Hey, Rick!" panggil Dawson saat melihat salah satu anggota tim baseball berjalan melewatinya.

Orang yang dipanggil menoleh lalu menghampiri Dawson. "Ada apa, bro?"

"Apa kau punya kertas dan pulpen? Aku membutuhkannya," jawab Dawson yang dijawab anggukan oleh lelaki yang bernama Rick.

...----------------...

Ana tertawa kecil saat melihat Chloe dengan centilnya merayu Alex di atas panggung dan tidak digubris oleh lelaki itu. Ana menggelengkan kepalanya, dia berpikir apa urat malu Chloe sudah putus sehingga gadis itu selalu tampak percaya diri di hadapan Alex.

"Kau tak usah heran, sikap keluarga Howard sudah turun temurun seperti itu," kata Alyssa, seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ana.

Beatrix yang mendengar hal itu merasa tak terima. Tentu saja karena Chloe adalah kembarannya. "Seandainya kau bukan sahabatku dan adik dari Alex, Aly, mungkin aku sudah meninju paras imutmu itu."

Mereka bertiga seketika tertawa akan sesuatu yang tidak lucu.

Saat mereka sedang asik tertawa, Dawson datang dengan wajah kusutnya pada Ana dan memberikan gadis itu secarik kertas yang terlipat.

"Ada apa denganmu, Dawson? Apa kau baik-baik saja?" tanya Alyssa saat melihat wajah lelaki itu yang pucat. Ana juga mempertanyakan keadaan Dawson dalam hatinya. Gadis itu merasa khawatir, entah kenapa.

Dawson menggeleng lalu segera pergi dari pesta tersebut menuju Earle hall—gedung asramanya. Tubuh dan pikirannya saat ini butuh istirahat, kepalanya juga masih berdenyut sakit setelah semua memori itu muncul.

Saat punggung Dawson sudah menghilang dari balik pintu, Ana lalu membuka lipatan kertas tersebut kemudian membacanya.

Temui aku jam 5 sore di danau depan McLane stadium!!

Ana mengembuskan napasnya. 'Hal penting apa yang ingin dia bicarakan?'

...----------------...

Pintu kafe terbuka. Memperlihatkan pasangan suami istri, satu pria dewasa, dan satu wanita lanjut usia memasuki sebuah pesta kemenangan dari tim baseball Broflakes. Jika dilihat dari pakaian yang dikenakan, mereka bukan keluarga sembarangan dan merupakan keluarga dari kalangan atas. Aura mereka begitu kuat saat berjalan melewati orang-orang yang sedang menikmati pesta menuju tempat Alyssa berada.

"Ayah, Ibu, Paman Wilson, Nenek! Kalian ternyata datang?!" pekik Alyssa kegirangan yang membuat Ana serta Beatrix berbalik karena terkejut sekaligus penasaran.

"Tentu saja kami datang. Ini adalah hari besar bagi kakakmu," ujar ayah Alyssa, yaitu William brook. Lelaki paruh baya itu kemudian merentangkan kedua tangannya yang disambut pelukan hangat dari Alyssa.

"Maafkan kami, Sweetheart. Kami tak sempat menonton pertandingan kakakmu, kami ada sedikit kendala," terang ibu Alyssa, yaitu Revelyn Carmella brook.

Alyssa melepas pelukannya dari William kemudian berucap, "tidak masalah bagiku. Tapi, seharusnya kalian meminta maaf pada Kak Alex karena ini adalah pertandingannya."

Paman Wilson maju dan mengacak rambut Alyssa dengan gemas. "Ya ampun ... tidak bisa kupercaya kau tumbuh sebesar ini," selanya yang dibalas gelak tawa dari mereka semua termasuk Alyssa.

Nenek Alyssa, yaitu Grecya brook, beralih menatap Beatrix dan Ana bergantian yang sejak tadi hanya diam melihat interaksi pertemuan keluarga mereka. "Aly ... apa kau tidak ingin mengenalkan kami pada teman-temanmu?" sahut Grecya.

"Oh ya, ini Beatrix howard. Dia memiliki kembaran yang ada di atas panggung ... sedang merayu Kak Alex," ucap Alyssa memperkenalkan Beatrix.

Beatrix tersenyum ramah pada keluarga Brooks kemudian memberikan tatapan tajamnya pada Alyssa yang sedang menahan tawanya.

"Lalu ini Analeigh faine atau panggil saja Ana," ucap Alyssa lagi.

Seketika Ana merasakan atmosfer di sekitarnya berubah drastis. Mungkin hanya dia saat ini yang merasakan tatapan aneh keluarga Brooks tertuju padanya.

"Ternyata ini cucu Antonius," bisik Paman Wilson yang langsung diberi kode untuk diam dari Grecya.

"Terima kasih karena sudah mau berteman dengan anak kami. Kalau begitu kami pergi dulu menemui Alex ... ayo Alyssa," pungkas Revelyn kemudian pergi ke atas panggung diikuti oleh keluarga Brooks yang lain. Kini tersisa Beatrix dan Ana berdua.

Ana menghela napasnya. "Apa menurutmu mereka tak suka padaku?" tanya Ana pada Beatrix.

"Ayolah, Ana ... jangan berpikiran buruk dulu. Kita ini beruntung tahu bisa kenal dan dekat dengan keluarga Brooks," jawab Beatrix.

"Maksudmu?"

"Apa kau tidak tahu kalau keluarga Alyssa itu penyumbang dana tim olahraga terbesar di kampus ini? Dan juga keluarga mereka mempunyai perusahaan sains terbesar di Amerika. Rumornya, perusahaan mereka berhasil membuat kloning manusia," jelas Beatrix.

Mulut Ana terbuka dan tampak kekaguman di wajahnya saat mendengar penjelasan Beatrix. 'Keluarga Alyssa benar-benar menyeramkan sekaligus luar biasa keren. Aku tidak menyangka bisa berteman baik dengan salah satu anaknya.'

"Mungkin kau benar. Keluarga Brooks luar biasa sekali," ujar Ana.

Beatrix mengangguk setuju. "Ya begitulah, keluarga besar seperti mereka juga pastinya memiliki masalah pribadi dengan keluarga besar lainnya." Beatrix melanjutkan, "keluarga Brooks juga rumornya terlibat masalah dengan keluarga Bill's. Tapi, ada juga yang bilang jika mereka sudah berdamai karena keadaan."

Kali ini bukan kekaguman yang terlukis di wajah Ana. Namun, ketakutan lah yang gadis itu rasakan saat ini. Entah kenapa Ana merasa keluarga Brooks sama mengerikannya dengan keluarga Bill's yang ingin menghancurkan hidupnya—khususnya Frederico bill dan keponakannya Martin.

Ana jadi larut dalam asumsi-asumsi dan teori-teorinya saat ini, menghiraukan Beatrix yang sejak tadi masih terus berbicara. 'Apa keluarga Brooks berdamai dengan keluarga Bill's karena insiden dua puluh delapan tahun silam yang diceritakan ayah? Apa sebenarnya keluarga Brooks ingin berdamai karena tujuannya mungkin saja sudah berhasil? Apa keluarga Brooks ada kaitannya dengan kakekku? Bahkan ayahku? Apa semua hal buruk yang menimpaku juga berhubungan dengan keluarga Brooks? Tidak mungkin, 'kan Alyssa dan Alex yang sebaik itu memiliki keluarga yang kejam?'

"Argghhh! Ini benar-benar rumit!" raung Ana tanpa sadar.

"Hei, Ana. Apa kau baik-baik saja? Ada apa denganmu?" tanya Beatrix dengan khawatir.

Ana hanya membalas dengan tawa canggungnya. "Aku ... tidak apa-apa, sungguh. Aku hanya memikirkan tugas kuliahku, maaf karena mengacuhkanmu tadi."

"Syukurlah. Kupikir kau kerasukan hantu kampus," canda Beatrix. Ana hanya tertawa saja mendengar itu.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!