Bab 20. Berhasil membuat elixir.
Sudah 7 hari lamanya Revan berusaha untuk membuat elixir. Tapi berkali kali juga dia gagal, sehingga dia menjadi frustasi.
"Sialan, kenapa sangat susah sekali, banyak sekali bahan bahan obat yang hangat terbakar. Kalau begini jangankan elexir bintang 9. Elixir bintang 1 saja entah aku bisa membuatnya atau tidak aku tidak tahu.
Melihat tuannya yang frustasi Silvia hanya tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya. Ini baru 7 hari dan tuannya itu sudah menggerutu tentang kegagalannya. Sungguh tuan yang tidak sabaran. Batinnya dalam hati.
Dia menghampiri Revan dan berkata
"Membuat ramuan elixir itu membutuhkan kesabaran tuan, ini baru 7 hari tidak apa apa jika anda gagal yang paling penting untuk di perhatikan adalah tingkatan panas api anda terlalu besar."
"Anda harus mengontrolnya dengan suhu yang lebih rendah, lalu setiap bahan herbal memiliki tingkatan suhu panas yang berbeda untuk memurnikannya. Anda harus menaikkan dan menurunkan suhu api pada waktu tertentu setelah semua bahan herbal itu mencair."
"Selama ini anda menyama ratakan semua bahan dan membakarnya dengan suhu api yang sama, itu tidak akan berhasil tuan."
"Oh, jadi begitu." Jawab Revan sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya dari awal Silvia, aku jadi membuang buang waktuku". Ucap Revan dengan nada sinis.
"Seharusnya anda lah yang harus memikirkan caranya dan mengevaluasi mengapa anda mengalami kegagalan selama 7 hari ini tuan.Saya merasa gemas sendiri dengan anda yang sama sekali tidak memahami mengapa anda gagal".
"Alih alih mengevaluasi diri, anda justru menggerutu dengan tidak jelas, anda harus lebih teliti dalam mempelajari sesuatu tuan". Ucapnya nada ketus. Seolah dia sedang di marahi oleh seorang saudara perempuan.
Mendengar semua ucapan Silvia membuatnya tercengang dan tidak bisa berkata kata, dalam hati Revan membatin
"Kenapa Silvia yang marah dan kesal padaku? bukankah ini terbalik !". Dan apa apaan dengan diriku ini, aku justru merasa senang seolah mendapatkan perhatian dari seorang adik perempuan yang imut".
"Sial, pikiranku benar benar kacau". Umpatnya.
"Baiklah baiklah, terima kasih banyak sudah memberi tahuku". Ucap Ravan pada akhirnya.
"Sama sama tuan, sudah tugas saya menjadikan anda manusia yang lebih berguna".Kata Silvia santai.
Entah kenapa kata kata Silvia kali benar benar membuat Revan sangat kesal, dengan senyum jahil dia menangkap Silvia kemudian menggelitik tubuhnya tanpa henti.
"Hahahaha,ampun ! ampun !Tolong berhenti tuan, ampun !Hahaha." Ujar Silvia sambil tertawa menahan geli.
*****
Di hari berikutnya Revan menuruti kata kata Silvia, beberapa kali dia gagal dan berakhir menghanguskan bahan herbal, lalu di hari berikutnya dia mencobanya lagi.
Dari tangannya keluar sebuah api biru yang menyala nyala, kali ini dia mengontrol apinya pada suhu yang tidak terlalu tinggi, setelah di rasa panasnya cukup dia memasukkan satu persatu bahan herbal yang ada
Ada enam tanaman herbal yang Reval siapkan Seperti Bacopa, Blue lotus, Ginseng, Basil,Rosemary dan Aloe. Setiap bahan di lebur dengan suhu panas yang berbeda beda.
Saat satu bahan telah selesai di murnikan dan sudah berubah ke dalam bentuk cairan, maka Revan akan membungkus cairan itu dengan mana, lalu mengikatnya dengan kekuatan jiwanya.
Setelah selesai melakukannya setiap satu bahan yang ada akan di lebur dengan cara yang sama dengan kontrol api yang berbeda pula, dari sini Revan bisa membedakan bahwa setiap bahan memiliki ketahanan tersendiri terhadap suhu api ada yang bisa meleleh dengan cepat ada bahan yang sedikit lebih sulit di lelehkan.
Saran dari Silvia ternyata benar benar membantunya dalam meramu elixir kali ini. Setelah semua bahan sudah berubah dalam bentuk cairan, tahan berikutnya adalah pencampuran cairan. Proses ini bisa di katakan lumayan rumit.
Karena setiap cairan memiliki efek yang berbeda beda jadi sang peramu harus berhati hati dalam mencampurnya, panas api juga sangat penting, sedikit saja panasnya terlalu tinggi maka efeknya akan menguap, dan jika suhu apinya terlalu rendah maka efek ramuan tidak akan maksimal.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Revan menghela nafas lega. Ramuannya kali ini telah sukses, menurut penilaiannya setidaknya itu berada di bintang 6. Yang artinya ramuan elixir ini bisa di katakan ramuan tingkat menengah dengan efektivitas 100%.
"Hahaha, akhirnya aku berhasil, ini adalah ramuan elixir bintang 6 pertama yang aku buat dengan tanganku sendiri ! hahaha." Ucapnya tertawa terbahak bahak.
Ternyata membuat sesuatu dengan usaha sendiri itu sangat menyenangkan jika sudah berhasil. Seperti yang Revan rasakan saat ini dia sangat puas dengan kerja kerasnya yang membuahkan hasil.
Ramuan elixir yang dia buat kali ini adalah ramuan pengumpul energi. Dengan ramuan ini penyerapan energi mana akan meningkat setidaknya 1x lebih cepat dari biasanya.
Dari kejauhan Silvia yang melihat keberhasilan tuannya sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika bakat tuannya dalam bidang apoteker sangatlah tinggi. Membuat ramuan elixir bintang 6 bukanlah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi tuannya berhasil membuatnya. Hal itu membuat Silvia juga sangat bahagia.
Setelah berhasil membuat elixir bintang 6 pertama kalinya, akhirnya Revan selalu merasa kurang dan kurang. Sehingga itu menjadi sebuah rasa candu.
Yah, dia sekarang kecanduan untuk membuat ramuan elixir.
Setiap hari dia terus menerus mendorong dirinya sendiri untuk membuat ramuan yang lebih baik, lebih tinggi tingkatannya dan lebih kuat keefektifitasannya.
Akhirnya setelah 2 bulan penuh dia berkutat dengan ramuannya dia berhasil membuat ramuan elixir bintang 8 yang bisa mengembalikan energi mana pada batas kesatria pedang bintang 5 ke bawah dengan keefektifitasan 100 %.
"Hahaha, Silvia lihat ! lihat !"
"Aku berhasil membuat ramuan elixir pengembalian energi bintang 8 hahaha." Ucapnya pada Silvia.
Tentu saja Silvia selalu ada di samping tuannya saat dia berkutat dengan berbagai macam bahan herbal saat membuat ramuan.
"Selamat tuan, anda telah berhasil membuat ramuan elixir bintang 8 bisa di katakan itu adalah ramuan tingkat tinggi, anda sungguh luar biasa."Katanya tersenyum tulus.
"Ya, terimakasih adikku ". Ucap Revan sambil mencubit pipi Silvia dengan gemas.
Mendengar kata adik dari Tuannya, tubuhnya seketika membeku dan tidak bisa berkata kata. Sebelum Silvia bisa mengatakan apapun, tiba tiba Revan berkata
"Mulai sekarang, jangan panggil aku tuan lagi, panggil aku kakak karena mulai sekarang dan seterusnya kamu akan menjadi adikku." Uapnya dengan tersenyum lembut.
Setelah mengatakan itu Revan berbalik pergi meninggalkan Silvia dan kembali untuk mencoba meramu elixir lainnya. Dia benar benar menyukai pekerjaan sebagai tukang meramu elixir.
Di sisi lain, mata Silvia terbelalak tak percaya mendengar kata kata tuannya.
"A adik, tuan memanggilku adik, dan sekarang aku juga harus memanggilnya kakak bukan ? Apakah ini nyata ?" Gumamnya dengan mata berkaca kaca.
Tak terasa buliran air mata bening terjatuh dari matanya, itu terus mengalir hingga membasahi paras wajahnya yang cantik.
"Terima kasih kak !" Nafasnya sedikit tercekat saat mengucapkannya, setelah menarik nafas dalam dalam dia mengucapkan kata itu sekali lagi sambil tersenyum cerah.
" Terima kasih Kakak."
*****
Sekilas info.
Ramuan elixir di bagi menjadi 3.
1.Tingkat rendah. (Bintang 1-4).
Keefektifan hanya pada penyihir /kesatria pedang bintang 1-4.
2.Tingkat menengah. (Bintang 5-7).
Keefektifan hanya pada penyihir /kesatria pedang bintang 5-7.
Tingkat tinggi. (Bintang 8-9).
Keefektifan hanya pada penyihir /kesatria pedang bintang 8-9.
(* Untuk manusia biasa yang tidak memiliki "Mana core" hanya bisa meminum ramuan elixir berdasarkan resep dari sang apoteker, karena jika manusia biasa yang mengkonsumsinya di khawatirkan akan ada efek yang tidak terduga, sebagai contoh tubuh akan meledak karena tidak mampu menahan energi mana.)
Untuk mengetahui perbedaannya dengan cara mencium aroma ramuan. Maka keefektifannya akan langsung terasa pada tubuh.
Setiap elixir juga di simpan di wadah kaca bening khusus dari Balai Perkumpulan Apoteker. Di singkat BPA.
Kaca ini memiliki efek magis yang dapat menjaga khasiat elixir tetap utuh.
Warna ramuan elixir yang umum di dunia ini adalah..
Putih:Ramuan pembersih organ.
Hijau: Ramuan penyembuh.
Biru:Ramuan pengumpul energi.
Ungu: Ramuan pengisi energi.
Merah: Ramuan penerobos tingkatan kekuatan.
Hitam: Ramuan peningkatan kekuatan(efek sementara).
*Mohon maaf jika banyak kekurangan, karena ini novel pertamaku, komentar yang membangun sangat di sambut baik untuk kemajuan novel ini kedepannya,terima kasih banyak atas dukungannya*.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
Kemas Yustiar
latihannya kepanjangan tor, ini memsankan, diselingi bersosialisasi atau bertempur baru latihan lagi jadi dinamikanya enak diikuti
2024-10-09
0
Nicko Psh
manntappp thor semangat dengan karya nya 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2024-02-15
0