Bab 14. Berlatih dengan boneka perang bagian 4.
Kuat, itulah yang saat ini di rasakan oleh Revan saat bertarung dengan boneka perang level 4 yang saat ini dia hadapi. Bahkan kekuatannya juga di tekan hingga setara dengan Kesatria pedang bintang 4 level 10. Setelah mereka bertukar pukulan akhirnya keduanya kembali mengambil jarak.
Revan benar benar bingung, kenapa hal ini bisa terjadi.lalu dia mendengar transmisi suara dari Silvia.
"Tuan mengenai kekuatan anda di tekan, itu semua adalah bagian dari latihan. Jika pertarungan sebelumnya tidak boleh menggunakan sihir, maka sekarang anda juga bisa menggunakan sihir".
"Hah !
Mata Revan pun terbelalak sempurna, dia kira tidak menggunakan sihir bukanlah aturan, dan memang seperti itu adanya sejak awal. Lagi pula lawannya adalah para boneka perang dan bukan manusia seperti dirinya.
"Dan sebagai ganti dari kekuatan anda yang di tekan anda bisa menggunakan akar sihir elemen,itupun hanya sebatas akar sihir elemen yang sama dengan lawan anda."
Kembali, Silvia memberikan tranmisi suara ke dalam fikiran Revan.
"Oh, jadi begitu, semuanya di rancang untuk menjadi bagian dari pelatihan yang aku jalani, baiklah tidak masalah."
Akhirnya Revan kembali bersemangat, aura kesatria pedang bintang 4 level 10 pun segera meletus dan membeludak memenuhi area sekitar. Revan mengaktifkan kemampuan matanya dan juga domainnya sekaligus.
Selain itu dia juga mulai menggunakan sihir kayu miliknya, pedang pendek yang dulu pernah di gunakan saat melawan boneka perang sebelumnya pun di ambilnya.
Dia bisa memanipulasi pedang pendek itu menjadi lebih besar dan merubahnya menjadi senjata yang lainnya dengan di aliri mana.
Sejenak dia memejamkan matanya, berkonsentrasi dan mengaktifkan keunikan "Tubuh Dewa Penguasa". Segera, setelah itu energi mana yang dari segala arah pun segera terserap ke dalam tubuhnya.
Berkonsentrasi, dia juga mengaktifkan zirah naga. Setelah itu akhirnya keduanya pun melesat kedepan satu sama lain, dan bentrokan dahsyat pun kembali di mulai. Boneka perang itu mengayun rantainya dengan bentuk mata pisau tajam yang dia arahkan tepat di kepala Revan.
Dengan sigap Revan menghindar, lalu dengan langkah cahaya dia memaksimalkan kecepatan kakinya untuk memperpendek jarak dan mulai melancarkan serangan. Dia memanipulasi pedang kayunya menjadi pedang panjang dan memadatkannya dengan maksimal hingga mencapai batas dari kemampuannya.
TRANG !.
Bunyi suara pedang Revan berbenturan dengan rantai yang ujungnya sudah berubah bentuk menjadi perisai.
"Apa ? Di tangkis secepat ini !" Seru Revan terkejut. Di tidak menyangka jika langkah cahaya yang di milikinya dapat di imbangi dengan mudah. Bahkan di saat yang sama memanipulasi rantai itu menjadi bentuk perisai dengan kecepatan yang mencengangkan.
"Sial, ini tidak akan mudah." Umpatnya. Dengan cepat Revan mundur dan mengambil jarak. Lalu dia mulai memutar otaknya agar bisa mengalahkan boneka perang yang ada di depannya.
Saat dia sedang berfikir keras tiba tiba dia sebuah mendapatkan ide.
"Oh, yah cara itu mungkin bisa menjadi solusi untuk saat ini." Ujarnya. Lalu segera dia mengangkat tangannya ke depan dan sihir elemen kayu berbentuk akar pun mulai muncul dari dalam tanah.
"Hancurkan !" Teriak Revan dengan lantang. Sontak saja ada ratusan sulur sulur dari kayu itu melesat dengan cepat ke depan. Sulur sulur itu saling menyatu kemudia saling membelit satu sama lain dengan ujungnya di buat yg tajam, hingga tersisa sepuluh sulur dari ratusan sulur kayu yang ada.
Kemudian sepuluh sulur itu mulai berputar kencang seperti bor yang siap melesat, menggempur dan mencabik cabik lawannya. dengan cepat Revan bergegas ke depan untuk memulai bentrokannya untuk yang kesekian kalinya
"TRING! TRING ! SRAING ! BUGH !BUGH !
DUAG ! BUGH ! BUGH ! BRAK !"
Benturan keras dari pedang kayu yang saling beradu dan menghantam titik titik vital dari lawan masing masing. Berbagai macam jenis pukulan dan tendangan di lakukan dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hingga hanya terlihat dua bayangan emas dan satu lagi bayangan coklat saling berbenturan di berbagai arah.
Medan tempur sudah tak berbentuk lagi..bayang kawah yang timbul dari ledakan serangan pedang atau pun bunyi hantaman kepalan tangan dan tendangan yang lakukan dengan kuat cepat dan keras.
Sulur sulur dari kayu yang di buat oleh Revan juga tidak berdiam diri, sebagain menusuk dada sebagaian mengincar kepala sebagai menjerat kaki agar tidak mampu bergerak, semuanya Revan lakukan untuk menghalangi pergerakan boneka perang itu.
Untung saja "Tubuh Dewa Penguasa" terus menyerap mana yang ada di sekitar, sehingga terus menerus menyuplai kebutuhan energi yang menjadi kekuatan Revan untuk terus bertarung.
Kekuatan matanya yang dia maksimalkan terus menerus hingga mencapai batasnya kini mulai berevolusi yang tadinya hanya mampu melihat 1 detik ke masa depan kini menjadi 2 detik.
Revan juga menyadari itu, dan tanpa fikir panjang dia segera menggunakan kekuatan matanya. Dan benar saja kemampuannya kali ini cukup efektif untuk menggempur lawan yang ada di depannya.
Sayang kecepatan dan kekuatan boneka perang level 4 itu bukan main, bahkan langkah cahaya tidak bisa mengimbanginya. Setiap sulur sulur itu hendak menyerang bagian vital tubuhnya, tiba tiba sosoknya menghilang 1 meter ke samping kanan atau kiri untuk menghindari serangan. Dan itu terus berulang ulang hingga membuat Revan sangat geram di buatnya.
Bahkan saat Revan beberapa kali memiliki kesempatan untuk menusuk dadanya, seketika itu juga lawannya menjauh 1 meter dari jarak yang bisa di jangkauannya.
Setelah bertarung cukup lama, akhirnya Revan menyadari, gerakan menghindar dari lawannya bukanlah keterampilan langkah kaki tapi sesuatu yang lebih cepat dari itu.
"Apa ! Sialan ! Gerakan menghindar itu bukanlah langkah cepat, itu adalah teleportasi jarak pendek, brengsek, bagaiman dia bisa memiliki kemampuan teleportasi." Umpatnya dalam hati.
Berusaha menahan kekesalannya, Revan mencoba menenangkan diri, jika dia terbawa emosi maka dia tanpa sadar akan membuka celahnya sendiri dan berakhir dengan kekalahan.
"Tidak ada cara lain, aku harus memaksakan diri untuk memaksimalkan langkah cahaya agar bisa mengimbangi teleportasi jarak pendek yang boneka itu lakukan.Huh mari kita lihat kecepatan siapa yang lebih unggul." Ujarnya dalam hati.
Akhirnya, energi mana yang dalam tubuhnya, sebagian besar di alirkan ke kedua kakinya, dia merasakan kakinya sangat ringan seperti kapas sekarang. Dengan langkah cahaya yang di maksimalkan. Dia segera berlari seperti badai menerjang ke arah boneka perang yang ada di depannya.
Semua kemampuan pertahanan terbaik, kecepatan langkah terbaik dan penglihatan terbaik yang bisa lakukan, dia kerahkan semuanya pada pertarungan ini.
Revan berniat habis habisan kali ini.
Entah kenapa harga dirinya sebagai manusia setengah naga merasa di rendahkan dengan pertarungan yang berlarut larut ini.
"TRING! TRING ! SRAING ! BUGH !BUGH !
DUAG ! BUGH ! BUGH ! BRAK !"
Benturan pedang, pukulan tangan maupun tendangan yang begitu brutal terdengar memekakkan telinga. Jika ada yang melihatnya pasti mereka akan bergidik ketakutan.
Karena saat keduanya berbenturan, pasti akan fluktuasi energi yang menghancurkan daerah sekitar hingga radius 500 meter. Revan bergerak dengan sangat cepat tanpa peduli bahwa langkah cahayanya masih belum bisa mengimbangi teleportasi jarak pendek dari boneka perang itu.
2 jam berlalu begitu saja, tanpa ada yang kalah ataupun menang. Revan sama sekali tidak kelelahan karena energi mana yang ada terus menerus menyuplai energi ke dalam tubuhnya. Hingga tanpa Revan sadari langkah cahaya miliknya secara perlahan mulai bisa mengimbangi teleportasi jarak pendek milik lawannya.
Semakin lama jarak itu semakin pendek, dan memendek..hingga dalam suatu kondisi tiba tiba dia merasakan hal yang aneh pada tehnik langkah kakinya.
Dia bisa melesat dengan sangat cepat saat pedang kayu lawannya hendak mengenai dirinya. Bahkan tubuhnya juga berkelebat dan berpindah dengan cepat sejauh 1 meter terus menerus tanpa berhenti.
I ini ! Teleportasi ! Apakah aku tanpa sadar membuat langkaha cahaya berovolusi menjadi langkah teleportasi, hahahaha, keren !ini benar benar keren ! Ucapnya sambil tertawa terbahak bahak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
💪💪💪💪💪💪👍
2024-03-01
1
absolut
semangat
2024-01-31
0