Bab 11. Memulai berlatih dengan boneka perang.
220 tahun kini telah berlalu di dalam dunia cincin, begitu banyak hal yang terjadi. Tepatnya 220 tahun kurang 12 bulan. Revan sudah lama membual semua jalur energi yang ada di dalam tubuhnya.
Saat ini Revan telah berada hutan kematian yang ada di dalam dunia cincin. Tadinya Revan tidak mengerti apapun tentang hutan ini, tapi Silvia lagi lagi menjelaskan kepada tuannya itu dengan sabar.
"Tuan, tempat anda berlatih selama ini adalah bagian paling luar hutan ini, lebih tepatnya area yang belum memasuki kawasan hutan tuan, bahkan anda belum menginjakkan kaki di area luar." Ucap Silvia yang membuat Revan terkejut.
Yah, Revan benar terkejut sampai dia sempat linglung sejenak dalam hati dia membatin.
" Hah, jadi begitu, sebenarnya seberapa luas sih dunia ini ?masa bodohlah yang penting dengan peningkatan kekuatanku yang sekarang aku bisa memasuki area luar hutan ini."
*2 BULAN SEBELUMNYA.*
Seorang pemuda tampan baru saja menggenggam dan menghancurkan inti energi dari Boneka perang yang berada di level 8. Inti energi itu langsung berubah menjadi partikel partikel cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya.
Tapi, inti energi itu sama sekali tidak memberikan efek apapun. Saat ini penampilannya tidak seperti manusia normal, tetapi terlihat seperti manusia setengah naga.
Dua tanduk berwarna hitam sepanjang 10 cm, terlihat di dahinya, telinga runcing seperti milik para Elf juga menambahkan kesan tampan di wajahnya yang terlihat acuh tak acuh. Lengannya saat ini terlihat seperti lengan naga dengan sisik biru dan cakar yang agak panjang.
Pemuda itu tidak lain adalah Revan.
Kembali ke masa di mana Revan pertama kali melawan boneka perang.
Setelah Silvia berkat bahwa dia bisa mulai berlatih dengan boneka perang dia terkejut dan merasa ragu ragu.
Tapi ucapan Silvia berikutnya melenyapkan semua keraguan itu. Dia berkata
"Tuan, setiap anda mengalahkan boneka perang maka ketrampilan boneka itu secara otomatis akan menjadi milik anda tuan, sebagai hadiah karena berhasil menyelesaikan tantangan, tuan jangan khawatir pertarungan ini hanya memakai pedang kayu saja.
Menghadapi serangan boneka perang pertama Revan hanya di kalahkan dalam sekejap, serangan itu secepat kilat mengenai lehernya, bahkan sangatlah cepat.
1 detik, itu adalah tebasan kilat secepat 1 detik dan Revan langsung pingsan saat itu juga.
2 jam kemudian Revan tersadar dari pingsannya. Setelah kesadarannya pulih sepenuhnya rasa sakit yang sangat tajam di lehernya membuatnya meringis.
Akhirnya dia ingat semua yang terjadi, dia di kalahkan tanpa tau bagaimana dia kalah. Dia kalah tanpa sempat melakukan apapun. Dia kalah bahkan sebelum dia mengedipkan matanya. Rasa sakit itu sangat tajam padahal itu hanyalah pedang kayu.
Eh tunggu..pedang kayu...ya..itu benar benar pedang kayu, jika itu pedang sungguhan bukankah kepalanya akan terpotong dengan rapi dan bersih. Membayangkan hal ini itu membuat Revan bergidik ngeri.
"Oh, tuan anda sudah bangun, apakah anda sudah menyadari betapa lemahnya anda sekarang, apakah anda menyadari apa penyebab anda kalah tuan, anda terlalu percaya diri, anda terlalu sombong pada kekuatan anda sendiri, anda terlalu memandang remeh lawan anda karena dia hanyalah sebuah boneka".Ucap Silvia dingin.
Mendengar itu Revan hanya diam terpaku, dia belum pernah mendengar ekspresi dingin Silvia sebelumnya. Tapi di banding itu semua. Yang di katakan Silvia benar.
Dia masih terlalu lemah, dia bahkan sudah merasa sangat kuat seolah-olah dia tak terkalahkan, hingga akhirnya kenyataanlah yang menampar wajahnya dengan keras. Kenyataan yang menyadarkan betapa cerobohnya dirinya. Jangankan melindungi orang lain, melindungi diri sendiri saja dia tidak akan bisa.
Sejenak Revan memejamkan matanya menarik nafas dalam dalam kemudian dia duduk bersila, tiba tiba aura berwarna emas keluar tubuhnya, dia mendapatkan pencerahan. Ya, Revan mendapatkan pencerahan setelah memahami dan menerima dengan lapang dada setiap kesalahan yang dia perbuat.
Seketika itu juga aura emas yang sangat kuat dari tekatnya menjadi semakin jelas dan murni, itu membentuk sebuah zirah berlapis emas yang membungkus tubuhnya. Zirah itu dilapisi sisik naga yang indah dan juga agung.
Tubuhnya memancarkan sebuah aura, matanya sangat tajam dengan warna emas dan semburat warna merah di sekitar pupilnya yang hitam, itu adalah mata ras Naga.
Tatapan mata seekor binatang legenda yang membuat semua orang merasa gemetar saat menatapnya. Revan terus memejamkan mata dengan aura manusia setengah naga yang menguar dari dalam tubuhnya.
Sifat angkuh dari ras naga yang tak terkalahkan, sifat percaya diri yang penuh akan kebanggaan dan Kehormatan, sifat pantang menyerah yang penuh dengan kekeras kepalaan yang tak tertandingi.
Dalam proses meditasi itu Revan benar benar tidak sadar dengan apa yang terjadi, tubuhnya benar benar melebur menjadi satu dalam ketengan fikiran. Kekuatan. Ya, hanya itu yang Revan fikirkan, Dia ingin kekuatan.Kekuatan yang sangat besar, kekuatan yang membuatnya tak akan pernah lagi merasakan kekalahan.
Melihat perubahan pada diri tuannya, Silvia tersenyum tipis sambil berkata
" Sudah waktunya kembali berlatih Tuan." Ucapnya lembut.
Revan hanya mengangguk pelan, kini dia menyadari kenapa Silvia bersikap dingin dan berkata kasar seperti sebelumnya. Terkadang sifat dingin dan kasar itu bisa menjadi lebih efektif dan sangat ampuh untuk menyadarkan seseorang.
Dengan menenangkan fikirannya sekali lagi,Revan kembali memejamkan matanya, saat dia membukanya, sinar emas muncul di sana dan mata khas para naga pun langsung terlihat begitu jelas.
Auranya berubah. Entah kenapa dia merasa tubuhnya sangat ringan, persepsi dan kekuatan jiwanya juga langsung aktif begitu saja seolah olah itu sebuah benteng yang siap menjaganya dari serangan lawan.
Bahkan saat ini sebuah zirah dengan lapisan sisik naga yang sangat indah juga terlihat melekat di tubuhnya dengan pas.
"Mulai !" Teriak Silvia yang menjadi wasit bagi Revan dan boneka perang untuk bertarung.
WUSH ! TRANG !
Serangan yang begitu cepat dan tajam langsung menerjang ke arahnya, kali ini tidak seperti sebelumnya ,Revan dapat melihat dan menangkis serangan itu dengan pedang kayunya. Adrenalin Revan seakan tersulut saat ini, kobaran api semangat, dan naluri bertarung dari seekor naga pun menyeruak dari dalam tubuhnya.
"Hahaha,ini baru menyenangkan, ayo majulah serang aku lagi ! Ucapnya dengan tawa seperti orang gila.
WUSH! WUSH !TRANG ! TRANG
TRANG !.
Tebasan demi tebasan pun di lakukan, keduanya berlari kesana kemari sambil menebas dan menangkis serangan pedang, gerakannya sangat cepat dan gesit, dapat di lihat jika keduanya terlihat seimbang.
Tapi jika di lihat baik baik sebenarnya Revan berusaha sangat keras untuk mengimbangi langkah kaki dari boneka perang itu.
Bukannya merasa kesal dia justru sangat senang, sudah sekian lama dia tidak bertarung habis habisan seperti ini.
KLANG ! KLANG ! KLANG !
Revan kini mulai membalas dengan serangan serangan pedang dasar yang selama ini dia latih, mulai dari tebasan horisonta, hingga tebasan vertikal, lalu dia juga menggunakan serangan bulan sabit yangyelah dia latih ribuan kali hingga mencapai titik kesempurnaan dalam hal kecepatan, kekuatan dan ketajaman.
Akan tetapi boneka perang itu juga tidak lemah, dia bisa menghindari semua serangan itu dengan tepat. Bahkan kecepatan dan ketajaman pedangnya meningkat sekarang.
"Tuan, anda harus berhati-hati karena boneka perang memasuki mode kedua yaitu mode berserk kecepatannya akan menjadi 0,5 detik, dan kekuatannya akan meningkat 2x lipat. Itu setara dengan 400 juta kg Tuan."
Sebelumnya kekuatan boneka itu hanyalah 100 juta kg, tapi karena kelebihannya ada pada kecepatan dan kekuatan. Itu menjadi cerita yang berbeda walaupun serangannya hanya 100 juta, tapi itu di dukung dengan kecepatan 1 detik saat boneka itu melesat sehingga kekuatan ledakannya menjadi 2x lipat yaitu 200 juta lg.
Sekarang setelah masuk mode berserk kecepatannya meningkat dua kali lipat lagi.
"Apaa ? 400 juta kg ? Bukankah itu gila." Ucap Revan serius.
"Ah, lupakan yang perlu aku lakukan hanyalah bertarung habis habisan, lagi pula kekuatan seranganku yang sekarang juga sudah mencapai 400 juta kg, ayo majulah boneka perang sialan !" Ucap Revan sambil berlari dan mengayunkan pedang kayunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
4wied
kenapa gak bilang aja 219
2024-06-10
2
Jimmy Avolution
lanjut
2024-05-21
0
Azhar 878
latihan ratusan tahun...hem
2024-03-16
1