Bab 16. Berlatih dengan boneka perang bagian 6.
DUAR ! DUAR !
Ledakan keras kembali menggema, menimbulkan debu debu berterbangan ke segala arah. Bentrokan dua elemen yang berbeda antara api dan es menimbulkan fluktuasi energi yang terlihat sangat ganas.
Di satu sisi energi badai es menerjang ke depan membentuk seluet naga es di sisi lain Revan juga tidak tinggal diam, dia mengerahkan seluruh energi mana yang ada dalam tubuhnya dan memanipulasi elemen api membentuk naga api biru yang tidak kalah kuatnya.
DUAR ! DUAR !
Dua ekor naga raksasa dengan elemen yang berbeda itu terus menerus bertabrakan saling serang dan saling menyemburkan elemen masing masing, bola api biru yang sangat panas dan juga bola es yang dinhin berbenturan di udara, menimbulkan suara "BOM" yang sangat dahsyat.
Hingga menggetarkan area sekitar, dua naga itu terbang membumbung ke langit saling serang dan saling bertubrukan satu sama lain, mencoba untuk menunjukkan pada dunia ini bahwa diri merekalah yang terkuat.
Setelah beberapa saat akhirnya kedua naga itu hancur berkeping keping karena kekuatan yang seimbang.
Di sisi lain Revan dan boneka perang terus saling adu serangan. Revan menggunakan pedang kayu, sementara Boneka itu menggunakan gada yang sangat besar dan tampak begitu kuat, keduanya juga beradu tendangan kaki sehingga menimbulkan bunyi keras yang terdengar sangat nyaring.
Sejauh ini Revan masih bertahan, akan tetapi 20 menit kemudian dia merasa kualahan dan tak berdaya,manakala boneka itu menggunakan tehnik uniknya yaitu langkah kabut ilusi.
Boneka itu memanipulasi energi mana yang ada di sekitar untuk menciptakan kabut asap, seketika dalam hitungan detik boneka itu menghilang dan melebur bersama asap putih. Dan itu terlihat jelas di mata Revan.
Belum lagi fikiran Revan mulai terkena ilusi, dalam ilusi itu dia melihat boneka muncul tidak jauh di depannya, kemudian menghilang, setelah itu muncul lagi di sampingnya lalu menghilang lagi.
Lalu bukan hanya satu sosok yang muncul melainkan banyak sosok akan tetapi mereka hanya berkedip dari satu tempat ke tempat lainnya. Melihat hal itu Revan sangat marah, dengan mengepalkan tangannya dia berteriak
"Sialan, lagi lagi keterampilan yang merepotkan, dasar boneka brengsek." Umpatnya dengan kesal.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya dia mencoba untuk menenangkan diri. Dengan penuh konsentrasi akhirnya Revan menajamkan penglihatannya.
Beberapa hari yang lalu sebelum pertarungan di mulai, berkat kerja kerasnya yang berlatih tanpa kenal lelah, kemampuan matanya berevolusi sekali lagi dan juga mendapat kemampuan baru, yaitu mampu menghentikan waktu selama 3 detik.
Mulanya itu adalah kemampuan untuk memperlambat waktu, tapi Revan terus menerus mendorong batasnya sampai akhir. Dia menggunakan kekuatan matanya dan terus berlatih seperti orang gila, akhirnya dia mendapatkan kemampuan untuk menghentikan waktu.
"Hahaha, kerja keras memang tidak akan pernah mengkhianati hasil." Ucapnya puas.
Kembali ke pertarungan.
Dengan kemampuan matanya yang baru dan juga langkah teleportasi jarak pendek yang sudah dia kuasai dengan sempurna, dia yakin bahwa dia mampu bertarung dan mengalahkan boneka perang di depannya itu.
Persepsi jiwanya di perluas hingga batasnya, tidak sampai di situ Revan juga membuka domain miliknya untuk memperkuat pertahanan.
Berbeda dengan sebelumnya, kini domain itu justru di arahkan ke seluruh tubuhnya hingga membentuk baju energi tipis transparan, membungkus tubuhnya yang sudah memakai zirah energi dengan sisik naga berwarna emas.
4 hari berlalu begitu saja, Revan meskipun mempunyai kemampuan mata yang dapat menghentikan waktu, tap dia belum terbiasa dengan kemampuannya ini. Alhasil meskipun itu tehnik yang luar biasa dia masih di pojokkan oleh boneka perang.
Untungnya domain miliknya bisa meminimalisir kerusakan yang terjadi, tapi perasaan tidak bisa menang dan hanya bisa bertahan membuatnya sedikit frustasi.
WUSH ! WUSH ! WUSH !
TRING ! TRING ! SRAING !
BUGH ! BUGH ! DUAG ! BUGH ! BUGH !
BRAK !".
Benturan dua kekuatan hebat masih terus berlangsung, menimbulkan getaran getaran yang tak ada habisnya. Sabetan pedang dan pukulan gada beradu berkali kali, berkedip kedip dari satu tempat ke tempat lainnya.
Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah diantara keduanya. Meskipun kabut ilusi mampu membingungkan Revan, tapi dengan persepsi jiwanya yang kuat, itu mampu memblokir serangan lawan dengan sigap dan cepat. Pertahanan benteng baja bukanlah sesuatu yang bisa di remehkan dengan mudah.
Hingga suatu ketika Akhirnya Revan mampu menguasai dengan baik keterampilan mata barunya.
Beberapa hari kemudian dia sudah mulai terbiasa menggunakan kemampuan matanya.
Pertarungan sengit masih terus berlangsung, serangan serangan mematikan membuat area itu bergetar hebat seolah ada gempa bumi yang melanda. Mata Revan juga masih di aktifkan hingga batas maksimalnya seperti di pertarungan sebelum sebelumnya.
Apalagi kini kemampuan itu sudah meningkat dengan kemampuan lain yaitu menghentikan waktu selama 3 detik. Itu cukup untuk melihat banyak hal. Dan merubah hasil akhir dari pertarungan.
Merasa serangannya tidak terlalu efektif, dengan insting bertarungnya, akhirnya boneka perang menggunakan langkah banyangan ilusi sekali lagi.
Bagus, inilah kesempatan yang aku tunggu, aku ingin melihat bagaimana caranya boneka itu menggunakan kemampuan langkah bayangan ilusi, jika aku bisa mengetahuinya, maka mengalahkannya bukanlah sebuah angan angan.
Saat boneka itu menggunakan kemampuan ilusinya, kemampuan mata Revan juga aktif seketika. Waktu pun berhenti selama 3 detik. Dalam waktu yang singkat itu Revan bisa melihat jika boneka perang itu menggunakan energi mana di sekitarnya, kemudian menyebarkan energi itu kedalam tubuhnya.
Energi mana yang luar biasa besar memenuhi seluruh bagian tubuhnya, bahkan melapisi bagian seluruh bagian luarnya. Setelah itu hal mengejutkan terjadi, boneka itu memanipulasi tubuhnya sendiri yang telah di balut dengan mana dan berubah menjadi partikel partikel kecil yang lenyap bersama kabut tipis.
"Hah ! Apakah ini nyata !". Boneka itu benar benar bisa melakukan hal seperti itu !". Ucapnya dengan nada terkejut. Matanya membulat sempurna bahkan dia sangat tercengang di buatnya.
Setelah menenangkan diri sejenak senyum lebar terbentuk di wajah tampannya. Dengan cepat dia segera mempelajari dan menirukan tehnik yang di lakukan oleh boneka itu.
Tidak butuh waktu lama baginya di untuk menguasai tehnik itu dengan lancar. Tubuhnya benar benar lenyap di udara tipis,.rasa percaya diri akhirnya muncul dalam diri Revan. Dia yakin kali ini bisa mengalahkan boneka itu.
Dua jam kemudian akhirnya Revan berhasil melumpuhkankannya dengan perjuangan yang besar, setelah bisa menguasai keterampilan bayangan ilusi, matanya juga mampu melihat di mana posisi lawan berada meskipun itu hanyalah partikel partikel mana yang tersebar di udaranya.
Tetap saja sosok boneka bisa di temukan dengan mudah, karena pada dasarnya meskipun boneka itu lenyap menjadi partikel kecil, tetap saja partikel itu bukanlah energi murni dari alam. Dengan elemen api biru yang sangat besar dia membakar udara di sekitar sehingga wujud boneka perang itu kembali terlihat.
Pertarungan sengit kembali terjadi, pukulan demi pukulan yang mengandung elemen es dan api pun terjadi. Menghanguskan dan membekukan area sekitar. Hingga saat mata Revan menghentikan waktu selama 3 detik dia melihat celah.
Revan tanpa ragu memanipulasi elemen kayu menjadi bentuk rantai pendek sepanjang satu meter dengan ujung runcing seperti mata tombak dan menusuk tepat di dada boneka perang itu.
Akhirnya energi kehidupan pun hancur. Menjadi partikel cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya. Setelah mengalahkannya Revan pun memiliki akar elemen sihir tambahan yaitu akar elemen sihir es. Keterampilan langkah kabut ilusi.
3 hari kemudian Revan melawan boneka level 6, boneka yang ternyata memiliki kemampuan racun, tapi itu saja. Berkat Tubuh Dewa Penguasa yang kebal terhadap racun akhirnya Revan bisa mengalahkan boneka itu dengan mudah.
Setelah boneka itu kalah Revan mendapatkan senjata luar biasa, yaitu racun korosif yang bisa membunuh, melelehkan dan menghancurkan dalam waktu 5 detik. Revan mengetahui hal itu dengan mencobanya pada sebuah batu seukuran telapak tangan. Batu itu benar benar meleleh dan lenyap tak tersisa.
Revan bergidik ngeri melihatnya, untung saja dia memiliki "Tubuh Dewa Penguasa" yang kebal terhadap racun. Kalau tidak mungkin saja tubuhnya akan lenyap tak bersisa sama seperti nasib batu itu.
"Selanjutnya boneka perang level 7." Gumamnya pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
InmeriAll
Revalina Sanders
2024-07-07
0
Ana Dasuki
good
2024-05-03
0
Shahrul Yoe
ak terpaksa skip sampai tamat latihan
2024-03-27
1