Bab 6. Pertandingan penentuan peringkat kelas.
25 hari telah berlalu sejak upacara kedewasaan berlangsung. Kini semuanya sudah nampak mulai normal di setiap Divisi masing masing ataupun setiap kelas banyak wajah wajah baru bermunculan dan itu tidak lain adalah wajah dari para murid murid yang sebelumnya lolos ujian masuk akademi.
Semua siswa kini berkumpul di lapangan serbaguna, lapangan ini jugalah yang tempat di adakannya upacara kedewasaan sebulan yang lalu.
Tidak terkecuali Revan yang saat ini berada di ruang Divisi Kesatria pedang. Satu minggu yang lalu dia berada di Divisi para penyihir untuk melatih sihir sihir elemennya. Hasilnya sungguh membuat semua orang tercengang dan terkagum kagum padanya.
Bagaimana tidak, saat dia menggunakan sihir fire ball kekuatan ledakan sihir itu seberat 500 kg dan jangkauannya seluas 50 meter. Itu adalah kekuatan sihir yang cukup mengerikan. Setara dengan penyihir bintang 1 level 5.
Yang tidak di ketahui semua orang adalah Revan sedang menahan diri. Jika dia mengekspos seluruh kekuatannya itu akan menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu dan itu juga adalah hal yang sangat merepotkan. Dia tidak suka di ganggu, dia menyukai suasana sepi hening tanpa gangguan.
Begitu juga dengan tiga sihir lainnya, kekuatan ledakannya memiliki berat dan jangkauan luas yang sama, yaitu seberat 500 kg dan luasnya 50 meter3.
Kembali ke masa saat ini.
Saat ini Revan sedang berhadap hadapan dengan seorang pria paruh baya yang bertanggung jawab melatih keterampilan ilmu pedang. Namanya Dalton. Para murid memanggilnya Sir.Dalton.
Pertandingan dengan Sir.Dalton kali ini untuk menentukan peringkat kelas. Dari peringkat 1-1000.
Penentuan peringkat ini di bagi menjadi 10 kelompok masing masing 100 orang. Jadi bukan hanya Sir. Dalton saja yang menjadi pengujinya, tapi ada sepuluh penguji, dan kebetulan Sir. Dalton lah yang saat ini menguji kelompok dimana Revan berada.
Nantinya juara satu dari setiap kelompok akan pilih dan masing masing dari yang terpilih akan bertanding lagi sampai muncul juara 1,2, dan 3. Bagi para juara nantinya akan mendapatkan poin. Dari poin inilah mereka bisa menukar dengan berbagai macam barang.
Seperti elixir, armor, pedang, panah, tombak dan sebagainya. Mereka juga bisa mendapatkan buku tehnik bertarung maupun sebuah mantra sihir.
Itu semua sudah di sediakan di akademi Kerajaan Varmillion, lebih tepat di sebuah gedung yang di beri mana "Varmillion Shop."
Kembali ke cerita, sebagai seorang yang berasal dari dunia lain Revan adalah seseorang yg sangat cerdas, melalui ingatan pemilik tubuh lama, dia bisa bergerak dan melakukan gerakan gerakan pedang dengan baik.
Seperti gerakan vertikal, horisontal lalu serangan menusuk ke depan, juga ada serangan ber putar dan juga serangan yang di maksudkan untuk menangkis serangan lawan.
"Pangeran, sekarang anda bisa memulai lebih dulu, silahkan serang saya." Ucap Sir. Dalton tegas yang di balas anggukan singkat dari Revan.
Melalui ingatan dari pemilik tubuh sebelumnya dan juga kerja keras yang dia latih di dunia cincin, kini gerakannya semakin lancar dan juga luwes. Dia jarang sekali merasa lelah saat mengayunkan pedangnya.
Yang ada justru perasaan bersemangat karena setiap inci di tubuhnya seperti benar benar terteriak kegirangan.
Sejenak Revan memejamkan matanya,mencoba berkonsentrasi dan membuang semua fikiran yang mengganggu, sedetik kemudian matanya yang tajam menatap Sir Dalton seolah olah dia adalah mangsanya, tanpa dia sadari mata Revan yang tadinya normal kini berubah warna kuning emas dengan sedikit warna merah mengitari pupilnya yang hitam khas mata para Naga, sedetik kemudian mata itu berubah normal kembali.
Di sisi lain Sir.Dalton yang di tatap seperti itu sempat tertegun, apalagi saat dia menatap mata itu, tidak tau kenapa tubuhnya sedikit bergetar seolah olah dirinya sedang berdiri di hadapan hewan buas yang hanya ada dalam legenda kuno yaitu Monster Naga, tapi karena mata Revan kembali normal akhirnya dia kembali bisa menguasai dirinya.
"Sungguh perasaan yang aneh." Batin Sir.Dalton dalam hati.
Revan memegang pedangnya dengan erat, mengatur kuda kudanya sekokoh mungkin lalu melesat dengan kecepatan normal karena tidak ingin menarik perhatian. Tapi di mata Sir.Dalton kecepatan yang Revan gunakan itu sangatlah cepat hampir mengimbangi kecepatannya sendiri.
Dia sangat heran dengan kecepatan pangeran ke sembilan. Kecepatannya seolah menunjukkan bahwa keadaan tubuhnya baik baik saja, tapa cidera berat sedikit pun.
"WUSH, SRAING !"
"DENTANG !"
Revan melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya dengan tebasan horizontal yang berhasil di blokir oleh Sir Dalton dengan sedikit kejutan di matanya.
"Berat, kuat dan juga sangat cepat. Batinnya, setelah merasakan kekuatan dari pedang Revan yang berbenturan dengan pedangnya. Padahal Sir.Dalton sendiri adalah Kesatria pedang bintang 2 level 4, tapi dia masih terkejut dengan kekuatan yang di tunjukkan oleh Revan.
Sebelumnya dia hanya berniat sedikit bermain main dan agak menganggap remeh lawannya, bagaimana pun juga rumor pangeran ke sembilan yang baru saja sembuh telah menyebar kemana mana, jadi dia mengira jika pengeran ke sembilan tidak akan terlalu kuat.
Hingga fakta di depannya menamparnya dengan keras. Senyum samar pun terukir di bibirnya.
"Menarik." Ucapnya yang kini mulai melatih pangeran ke sembilan dengan serius dan profesional.
Melihat perubahan ekspresi dari Sir Dalton, Revan mengangguk puas. Dia mundur dua langkah ke belakang, lalu kembali melesat dengan sedikit meningkatkan kecepatannya, bagaimanapun juga lawannya adalah seorang Kesatria pedang bintang 2 jadi dia akan serius.
Tubuhnya benar benar ringan sekarang, latihan di bawah tekanan gravitasi di dunia cincin memang sangat berguna. Jika Revan mau dia bisa melesat bagaikan cahaya saat ini. Tapi pertandingan ini bukanlah sesuatu yang membuatnya harus mengungkapkan seluruh rahasianya. Jika tidak orang pasti akan curiga.
Setelah mengambil dua langkah ke belakang Revan kembali melesat dengan cepat dan dia mengayun pedangnya dengan gerakan menyamping dan menebas dari atas ke bawah dengan cepat.
Saat Sir.Dalton ini menangkis serangan itu, dengan gerakan yang sangat cepat dia menarik pedangnya sepersekian detik lalu berputar sambil sedikit membungkuk badannya, bersamaan dengan itu dia dengan cepat melakukan tebasan horizontal ke arah pinggang Sir.Dalton.
Menyadari bahwa dia tertipu Sir.Dalton tercengang sesaat dan buru buru menangkis serangan yang mengarah ke pinggangnya dengan agak panik. Akibat dirinya yang kurang siap, tubuhnya sempat terhuyung beberapa langkah ke samping.
"Gila, apa apaan kecepatan itu." Batinnya dalam hati.
Semua orang yang menonton sontak tercengang dan suasana mendadak menjadi heboh. Mereka tidak menyangka bahwa pangeran ke sembilan memiliki gerakan yang cepat dan juga kuat.
"Kau lihat, pangeran ke sembilan melakukan serangan yang sangat cepat dan kuat, seperti serangan meteor". Ucap salah satu penonton.
"Ya, kau benar, itu seperti serangan pedang meteor saja, kecepatannya sangat mengerikan, bahkan Sir. Dalton sempat terhuyung tadi. Ucap salah satu penonton yang lain.
Yang lainnya hanya mengangguk, meskipun mereka tidak mengatakan apa apa, tapi dalam hati mereka setuju.
"Pangeran ke sembilan cukup." Anda lulus, itu tadi serangan yang hebat." Ucap Sir.Dalton sambil tersenyum.
Revan hanya mengangguk dan membalas senyum dari pelatihnya itu.
Perbincangan para penonton tadi tentu saja dapat di dengar dengan baik oleh Revan. Pendengarannya sangat tajam sekarang.
Mendengar nama pedang meteor yang di sebutkan oleh para peserta yang menonton barusan, dia terkekeh dan bergumam
"Serangan pedang meteor kah, menarik. Nama yang tidak buruk."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
Ikram Dicky
lNjutt
2024-12-31
0
syirubin nadzri
sama apa masa ya thor/CoolGuy//CoolGuy/
2024-06-26
1
4wied
mau jadi siswa aja begitu rumit
2024-06-10
0