Bab 15. Berlatih dengan boneka perang bagian 5.
Setelah terbiasa dengan gerakan barunya, yaitu langkah teleportasi. Akhirnya semangat Revan semakin menyala nyala. Dia yakin kali ini bisa mengalahkan boneka perang sialan yang sangat merepotkan itu.
Energi mananya dia kerahkan Sekali lagi, saat itu juga sulur sulur tajam bermunculan dari dalam tanah, saling membelit dengan ujungnya yang sangat runcing.
Sulur sulur kembali berputar seperti bor namun kali ini Revan bermaksud menggabungkan semua sulur itu
menjadi dua sulur besar yang kuat dan tajam.
Dia merasa serangannya akan jauh lebih efektif dari pada sulur sulur kecil yang lebih banyak. Dengan rasa percaya diri Revan kembali menerjang ke depan dengan seluruh kekuatan yang sengalir di setiap inci bagian tubuhnya. Berbeda dengan penggunaan senjata sebelumnya dalam bentuk pedang saja, kini dia memanipulasi elemen sihir kayu untuk membentuk sebuah sarung tangan yang sangat kuat dan keras.
Sarung tangan itu membungkus kedua lengannya lalu dari kedua tangannya muncul sebuah pedang pang yang terbuat dari kayu akibat manipulasi elemen kayu.
WUSH ! WUSH ! SRAING ! TRANG !
TRANG !
BUGH ! BUGH ! DUAK ! DUAK !
Benturan keras terus menerus berbunyi menandakan betapa dahsyatnya pertarungan antara keduanya. Dua seluet cahaya berkedip kedip dari tempat ke tempat lainnya, setiap mereka berpindah akan terjadi sebuah ledakan energi yang menghancurkan area sekitar.
Dua sulur besar yang ada di sekitar Revan juga bergerak dengan liar mencari celah untuk menusuk dan membelit boneka perang itu. Tidak seperti sebelumnya yang mampu menghindar dengan baik. Boneka perang itu perlahan lahan mulai terpojok.
Setiap kali dia menghindari serangan Revan yang kecepatannya sudah mengimbangi dirinya. Maka saat itu pulalah sulur yang membentuk mata bor itu langsung mencari celah untuk menembus pertahanan lain yang terbuka.
Meskipun reaksinya menghindarnya sangatlah cepat tapi pada akhirnya tidak dapat menutupi adanya kerusakan fatal di beberapa bagian boneka perang itu. Terutama di bagian lengan dan punggungnya.
Berkat perlindungan domain milik Revan serangan boneka kayu itu benar benar dapat di minimalisir. Dan lagi tubuhnya tidak pernah merasa lelah sedikitpun.
Dia seperti mesin pembunuh dengan energi tanpa batas. Hingga serangannya yang melebihi satu juta kali tebasan pedang pun akhirnya menumbangkan boneka perang itu. Goresan goresan pada boneka perang pun sangat banyak terlihat.
Lebih tepatnya sulur yang sangat tajam itulah yang berhasil menusuk tepat di punggung boneka perang hingga tembus ke dadanya, menghancurkan ini energi kehidupan di dalam boneka perang.
Sulur yang di kendalikan Revan dengan kekuatan jiwanya itu seperti memiliki kesadaran sendiri dan bergerak dengan sangat cepat.
Bahkan sesaat sebelum sulur yang sebelumnya menusuk punggung boneka itu. Revan telah berhasil memenggal kepalanya. Seperti biasa inti energi itu berubah menjadi partikel partikel cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya lalu lenyap begitu saja di dalam "mana core"nya.
Kali ini Revan mendapatkan keterampilan teleportasi yang lengkap, hampir tidak ada perbedaan dengan yang dia dapatkan dari kemajuan evolusi langkah cahaya miliknya, hanya saja pengetahuannya tentang kemampuan teleportasi bertambah.
Bahkan jika di kembangkan kemampuan ini bisa berkembang ke tahap selanjutnya, keterampilan teleportasi ini telah kirimkan di benaknya bersamaan dengan partikel partikel cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya.
Menurut pemahamannya, Langkah teleportasi ini di bagi menjadi 3 level. Level pertama adalah teleportasi jarak pendek. Level kedua adalah teleportasi jarak jauh. Level ketiga adalah tehnik teleportasi ruang dan waktu.
Revan sangat terkejut sekaligus gembira mendapatkan informasi itu, dia sangat bersemangat hingga raut wajahnya menjadi benar benar cerah. Pemahamannya tentang elemen kayu juga meningkat pesat. Setelah itu Revanmencari pohon rindang untuk berbaring dan mengistirahatkan tubuhnya.
Walaupun tubuhnya terus terusan di pasok oleh energi mana., tapi mengerahkan kekuatan jiwa hingga batas maksimal sungguh sangat membebaninya. Akibat kelelahan itu dia berbaring dengan sangat nyaman, dan tidak butuh waktu lama baginya untuk tertidur pulas sambil mendengkur. Dengkuran itu menunjukkan jika dirinya sangatlah kelelahan.
*****
2 bulan kemudian Revan telah siap untuk melawan beneka perang level 5. Boneka perang level 5 kali ini memiliki kekuatan elemen es yang sangatlah kuat. Lalu dia juga memiliki keterampilan yang cukup merepotkan yaitu langkah kabut ilusi.
Ketika pertarungan berlangsung Revan masih bisa tertarung dengan imbang. Bahkan saat keduanya beradu fisik kekuatan mereka seimbang dan masing masing tidak ada yang terluka.
Walaupun elemen es milik boneka perang itu sangat kuat tapi dengan elemen api yang sangat kuat dia berhasil mengimbangi bentrokan langsung tanpa kerugian yang berarti. Elemen apinya adalah elemen api yang unik, api itu berwarna biru.
Setelah banyak sekali membaca banyak buku pengetahuan dia menyadari bahwa elemen api itu di bagi menjadi lima warna. Yaitu merah, biru, hijau,hitam dan putih. Masing masing warna memiliki kekuatan dan kemampuan yang berbeda beda.
Warna merah adalah warna api bias, dengan suhu panas yang paling rendah di bandingkan suhu panas api lainnya, warna biru adalah warna api yang tingkat panasnya dua kali lipat dari api merah.
Api hijau adalah api paling unik di antara yang lain. Karena api ini memiliki sifat penyembuhankan akan tetapi tingkat panasnya melebihi api biru.
Api hitam adalah api yang levelnya lebih tinggi dari api hijau, api yang tidak akan bisa mati, api yang memiliki kesadaran sendiri.
Dan hanya akan tunduk pada seseorang yang berhasil menaklukkannya.
Yang terakhir api putih, api ini adalah api paling panas , api itu bahkan bisa membakar seseorang menjadi abu dalam hitungan 0,25 detik.
Revan bergidik membayangkan betapa mengerikannya kekuatan apai itu. Api yang memiliki kesadaran adalah api hijau, api hitam dan api putih.
Api hijau adalah api yang mendapat berkah dari pohon dunia sehingga api ini memiliki kesadaran tersendiri, sedangkan api hitam, menurut cerita pada pendahulu, api berasal dari kedalaman neraka yang berhasil di curi oleh Dewa. Akan tetapi Dewa itu tertangkap oleh para Eksekutor langit, dia mendapat hukuman yaitu tubuhnya dan jiwanya di lenyapkan.
Menurut catatan kuno tanpa sepengetahuan para Eksekutor, seutas jiwa Dewa yang di eksekusi itu telah ditanamkan di dalam api hitam. Sehingga lambat laun jiwa itu semakin kuat dan menyatu dengan api hitam. Dari situlah api hitam akhirnya mendapatkan kesadaranmya sendiri.
Dan yang terakhir api putih, api ini adalah api yang sangat panas, menurut beberapa legenda jaman dahulu api putih dipercaya berasal dari jantung Dewa matahari.
Akibat kekuatan Dewa matahari yang begitu besar sehingga menimbulkan rasa dengki, cemburu, iri dan juga ketakutan dari berbagai pihak. Akhirnya Dewa matahari bertempur habis bahisan selama milyaran tahun lamanya.
Menyadari bahwa dia telah merenggut terlalu banyak nyawa, akhirnya Dewa matahari menghukum dirinya sendiri dengan menyimpan energi panas yang luar biasa ke dalam jantungnya.
Akhirnya, tubuh dan jantungnya meledak, sehingga lahirlah api putih. Api yang memiliki kesadaran sendiri. Kemudian api itu melesat pergi tak tentu arah hingga sampai milyaran tahun berikutnya tak ada yang berhasil mengetahui letaknya dimana.
Kembali ke pertarungan Revan dengan boneka perang tingkat 5.
Dengan langkah cepat Revan berlari maju ke depan..lalu
WUSH ! WUSH ! SRAING ! TRANG !
TRANG !
BUGH ! BUGH ! DUAK ! DUAK !
Bentrokan besar kembali terjadi. Bagaimanakah cara Revan mengalahkan boneka perang itu kali ini..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
Note 2
bacanya di skip aja kelamaan masak latihan aja berjilid2 ceritanya
2024-10-18
1
Berlatih dg Boneka Kayu saja sampai akhir Tor
2024-03-01
2