Bab 2. Mulai berlatih.
Mansion di Kerajaan Varmillion sangatlah besar dan megah,itu berjumlah 8 gedung mansion. Gedung gedung itulah yang di tinggali oleh para selir. Sementara Ratu Elizabeth sendiri tinggal di kerajaan utama. Lebih tepatnya mansion kecil dan sederhana yang ada di sana.
Bukan Raja Julian sengaja menciptakan Mansion kecil untuknya, tapi itu semua karena permintaan sang ratu Elizabeth sendiri yang menyukai kesederhanaan.
Setelah mengetahui Revan telah sembuh dan tidak cacat lagi. Raja Julian dengan bersemangat segera mencarikan guru pedang dan juga guru sihir untuknya.
Sang Raja terlihat sangat bahagia, dan dia berharap Revan bisa menjadi Putra Mahkota, yang kelak menggantikan posisinya saat ini.
Dia sudah melihat betapa kerasnya sang anak berjuang untuk meningkatkan kekuatannya meskipun dia tidak bisa menggunakan mana. Tapi dia berlatih dengan keras seolah olah hidupnya akan berakhir esok hari. Dan kerja keras itu membuahkan hasil yang memuaskan. Meskipun tidak bisa menggunakan mana kekuatan tubuhnya sudah menyamai para kesatria.
Di Dunia ini ada beberapa tingkatan bagi para kesatria pedang dan juga penyihir, tingkatkan itu di kelompokkan sebagai berikut.
*Kesatria pedang bintang 1 level 1-10.(Kekuatan 100 kg-1000 kg.)
*Kesatria pedang bintang 2 level 1-10( kekuatan 1000 kg-20.000 kg.)
*Kesatria pedang bintang 3 level 1-10(kekuatan 20.000-100.000 kg.)
*Kesatria pedang bintang 4 level 1-10(kekuatan 100.000-1.000.000 kg.)
*Kesatria pedang bintang 5 level 1-10(kekuatan 1 juta -10 juta kg.)
*Kesatria pedang bintang 6 level 1-10(kekuatan 10 juta sampai 100 juta kg.)
*Kesatria pedang bintang 7 level 1-10(kekuatan 20 juta sampai 200 juta kg.)
*Kesatria pedang bintang 8 level 1-10(kekuatan 200 juta sampai 400 juta kg.)
*Kesatria pedang bintang 9 level 1-10(kekuatan 400 juta sampai 800 juta kg.)
*Kesatria pedang bintang 10 level 1-10(kekuatan 800 juta sampai 1,6 milyar kg.)
Lalu ada juga penyihir yang di bagi menjadi bintang 1-10. Dengan level yang sama juga yaitu level 1-10. Kekuatan penghancurnya juga mirip. Area yang di hancurkan akan bertambah sepuluh kali lipat setiap bertambah 1 bintang, mulai dari 1 meter hingga 10 meter. 10 meter hingga 20 meter dan seterusnya.
Di luar Kesatria pedang dan sihir ada Kesatria lainnya juga yaitu Kesatria panah kesatria besi. Kekuatan mereka semua setara.
Seperti namanya. Kesatria panah fokus menggunakan panah di untuk menyerang, sedangkan Kesatria besi itu adalah kesatria dengan spesialis yang berfokus pada kekuatan fisik dan pertarungan beladiri, baik itu menggunakan senjata tongkat, kapak, cambuk ataupun tangan kosong.
Kesatria panah dan besi tidak kalah tenarnya dengan Kesatria pedang, jadi banyak juga orang orang yang bergabung dengan kedua kelompok itu.
Ada juga kondisi langka yang di sebut berkah bakat. Dengan berkah bakat ini seseorang bisa memiliki kekuatan dua kali lipat pada tingkat yang sama. Ada juga berkah mana.
Dengan berkah ini penyihir mampu menampung energi mana dua kali lipat lebih besar dari pada tingkat yang sama juga. Ada juga kondisi tubuh yang paling langka dan hanya ada dalam legenda yaitu (Tubuh Dewa Penguasa.)
Dimana dengan tubuh ini seseorang bisa mengeluarkan kekuatan dan sihir dua kali lipat lebih besar secara bersamaan dari yang lainnya setiap naik 1 bintang.
Menurut legenda (Tubuh Dewa Penguasa) adalah tubuh fisik yang di hasilkan dari pencangkokan antara tulang manusia dengan tulang dewa naga tertinggi yang berusia milyaran tahun, dan penyerapan esensi jantung naga sebagai pusat mana core.
Naga yang berusia milyaran tahun dapat merubah fisiknya menjadi manusia sesuka hati.
Saat ini di Mansion ratu Elizabeth lebih tepatnya di kamar Revan Alexander si pangeran kesembilan.
"Dari yang aku tahu dari ingatan pemilik tubuh lama, untuk mengklaim kepemilikan artefak adalah dengan cara menetes darah begitu juga dengan cincin ruang. Artinya jika aku ingin mengklaim dan memiliki cincin galaxy ini, aku harus meneteskan darahku.
Sedetik kemudian setelah dia meneteskan darahnya ada sebuah lubang hitam dengan kekuatan besar yang menariknya ke dalam.
*Dunia cincin galaxy*
BRUK !
Terdengar suara keras seorang anak laki laki yang sedang tersungkur karena tekanan gravitasi yang luar biasa kuat.
"Sial, apa apaan ini !" Umpat Revan.
"Selamat datang di dunia cincin Galaxy Tuan." Ucap lembut seolah gadis berusia 10 tahun yang tiba tiba muncul di depan Revan.
Hah, siapa kamu ? Mungkinkah...
Kata Revan sambil berfikir sejenak.
Belum sampai lima detik anak berumur 10 tahun itu menjawab.
"Saya adalah roh yang menghuni cincin ruang ini tuan,tugas saya memandu anda agar menjadi manusia yang lebih berguna dari sebelumnya."
"Sialan, apaan maksud kata katanya itu ? lebih berguna,memang selama ini aku manusia tidak berguna kah ?! Eh, tapi jika itu pemilik tubuh ini sebelumnya sepertinya itu memang benar. Dia memang manusia menyedihkan.
Eh tunggu. Bukankah aku sedang berada di dalam tubuh ini, jika aku menghinanya sama saja aku menghina diriku sendiri. Lebih baik aku diam saja sekarang.
Setelah fikirannya sedikit tenang akhirnya dia bisa fokus pada tekanan yang menekan kuat tubuhnya.
Revan merasa sangat kesal dan dia ingin bertanya, tapi karena dia tidak tau nama roh cincin itu akhirnya dia bertanya.
"Siapa namamu ? Dan bisakah kau menghilangkan tekanan gravitasi ini,i ni sangat membuatku tidak nyaman.
"Saya tidak memiliki nama tuan, tuan sebagai pemilik cincin bisa memberikan saya nama.ucap gadis berusia 10 tahun itu.
"Silvia" Itulah namamu sekarang" Ujar Revan setelah berfikir sejenak.
"Nama yang bagus Tuan, Silvia sangat menyukai nama ini." Ucapnya semangat dengan mata berbinar.
"Iya iya, sekarang cepat hilangkan tekanan ini." Kata Revan yang mulai bisa beradaptasi dengan tekanan di sekitarnya.
"Maaf tuan, sang Dewa memberikan hukum mutlak untuk tekanan gravitasi ini, jadi Silvia tidak bisa berbuat apa apa, Tuan harus berusaha beradaptasi dengan lingkungan penuh tekanan gravitasi ini. Tekanan ini juga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kekuatan fisik tuan.
"Oh, begitukah ?" Jadi ini bagian dari latihan, jika memang begitu aku tidak mengeluh lagi, aku akan berusaha beradaptasi dan terbiasa dengan tekanan ini, aku tidak akan kalah." Ucap Revan penuh tekad.
Mendengar ucapan tuannya Silvia sangat senang,dengan bersemangat dia berkata
"Berjuanglah Tuan, Silvia yakin tuan bisa menjadi orang gyang sangat kuat bahkan lebih kuat dari para Dewa."
"Hahaha, baiklah baiklah aku akan berjuang keras memenuhi ekspektasimu Silvia." Ucapnya terkekeh geli.
Baginya saat ini, perjalanannya masih panjang, tapi dia tidak akan pernah menyerah. Setelah merenung sebentar dia berkata
"Silvia aku ingin bertanya ?
"Apa itu tuan ? Jawab Silvia.
"Berapa perbedaan waktu antara dunia luar dan dunia ini ?
"Perbedaan waktunya adalah 1 jam di dunia luar sama dengan 30 hari di dunia ini, jadi tuan tidak perlu khawatir."
"Bagus, Jika begitu aku tidak akan terlalu banyak berfikir."
Semenjak saat itu Revan mulai berlatih keras di dalam tekanan gravitasi. Mula mula dia hanya berjalan dua langkah, dan itu sangat berat.
Tapi dia terus menggeretakkan giginya dan bertahan. Dengan tekad yang membara di dalam hatinya, sifat keras kepalanya yang tidak mau menyerahkan akhirnya membuahkan hasil.
Di hari ketiga dia mulai bisa melangkah sejauh sepuluh meter. Akan tetapi saat dia melangkahkan kakinya menjadi kesebelas. Tiba tiba tubuhnya ambruk dan seluruh tubuhnya telungkup ke bawah.
"Sialan, ada apa ini ! Ucapnya kesal.
"Oh maaf Tuan, saya lupa mengatakan kalau gravitasi ini akan bertambah kuat setelah melangkah sejauh sepuluh meter dengan diameter lingkaran yang sama."
"Apa ?, kenapa kau tidak mengatakannya Silvia" ucap Revan bersungut sungut kesal.
"Bukan salah saya Tuan. Tuan sendiri tidak punya inisiatif untuk bertanya."jawab Silvia santai.
Mendengar jawaban itu sudut mulut Revan berkedut, jawaban yang sungguh sangat menyebalkan.
Dengan susah payah akhirnya Revan berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya. Dia tidak ingin melangkah lebih jauh. Dia ingin menyesuaikan diri dengan tekanan yang telah dia rasakan saat ini.
"Aku tidak akan terburu buru, semuanya harus dilakukan selangkah demi selangkah." Batinnya.
Lima hari kemudian Revann sudah mulai terbiasa dengan ketakan gravitasinya, bahkan dia sudah mulai berlari lari kecil berkeliling membentuk lingkaranh berdiameter 10 meter.
Semakin lama larinya semakin cepat dan dan cepat pada hari ke sepuluh dia bisa berlari kencang 50 putaran tanpa rasa lelah sedikitpun. Di hari kesebelas akhirnya dia memutuskan untuk melangkah melebihi sepuluh meter, atau bisa di bilang keluar dari zona nyamannya saat ini.
Segera, saat kakinya melangkah, tekanan yang lebih kuat segera menekannya, tapi kali ini dia tidak tersungkur. Revan sudah mengantisipasi dan bersiap siap jika tekanan itu menghantam tubuhnya.
Tubuhnya sedikit membungkuk, dengan tekad yang kuat seperti biasanya dia berusaha menegakkan tubuhnya dan mulai bergerak selangkah demi selangkah.
Begitulah latihannya setiap hari, meskipun rasa lelah mendera tubuhnya dengan kejam, tapi tekad yang membara di matanya tak pernah surut. Semakin kuat tekanannya semakin keras kepala dia berjuang.
Bekerja keras dan bekerja keras, hanya itulah yang ada di benaknya. Kini sepuluh hari berlalu dengan cepat.
" Akhirnya berhasil." Ucapnya dengan senang saat dia berhasil menginjakkan kakinya di langkah ke dua puluh.
Revan duduk beristirahat sambil bermeditasi menyerap mana yang ada di sekitarnya. Perlu di ketahui bahwa dunia ini sangat kaya oleh energi mana sehingga tidak sulit bagi Revan untuk memulihkan diri.
Di sini Revan tidak hanya melatih fisik tapi juga melatih sihirnya, sering kali dia mendorong kekuatan sihirnya hingga batas sampai hampir kering saat mempelajari sebuah sihir elemen api.
Yang mengejutkan adalah saat energi mananya hampir mengering, kekuatan hisap yang begitu dahsyat mengalir begitu cepat dan memperluas wadah inti mananya. Semakin banyak dia menyerap akhirnya terdengar suara retakan dan akhirnya
KRAK KRAK KRAK PYAR !
"Hahahaha, akhirnya inti manaku meluas dan kini kekuatan sihirku sudah mencapai bintang 1 level 3".Ucap Revan merasa senang dengan pencapaiannya.
"Maaf mengganggu kesenangan anda Tuan, tapi asal tuan tahu bintang 1 level 3 itu masih sangat lemah tuan." Ucap Silvia tiba tiba menghancurkan kesenangan Revan dalam sekejap.
Mendengar itu bukannya kesal Revan justru tertawa terbahak bahak.
"Hahahaha, ya ya benar sekali Silvia,aku memang masih sangat lemah, maka dari itu aku akan berlatih lebih keras lagi mulai sekarang, hahahaha".
"Tuan memang aneh, umumnya seseorang akan marah saat di remehkan, bukannya marah tuan justru tertawa seolah olah itu adalah pujian yang sangat besar." Heran Silvia terbengong bengong.
Revan hanya terkekeh kecil mendengar perkataan Silvia, tapi dia tidak menjawab apapun, dia hanya diam saja. Biar kekuatannya sendiri saja yang akan menjawab semua keraguan itu.
Selain melatih fisik Revan juga berlatih pedang, tapi itu bukan pedang itu terlihat seperti batu yang sangat berat yang di bentuk menjadi pedang. Beratnya kira kira 500 kg.
Awalnya selama tiga hari berturut-turut dia hanya bisa menyeret pedang itu tanpa mengangkatnya, tapi setelah 10 hari, dia mulai bisa melakukan gerakan menebas lurus. Itupun dia harus mengeluarkan seluruh kemampuan dan juga kekuatan otot otot tubuhnya. Baru satu hari melatih pedang itu dia merasakan seluruh tubuhnya seakan akan remuk, semua bagian dari tubuhnya menjerit seperti ingin istirahat.
Hingga hari ini tepat hari ke dua puluh dia bisa mengayunkan pedang itu dengan lebih stabil, itupun dia hanya bisa melakukannya sebanyak 30 kali. Setelah itu dia benar benar menyerah dan istirahat sejenak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
Reza Aditiya
dialog sama narasi bedain Thor jangan di samain pusing gue baca nya
2025-01-12
0
Ikram Dicky
👍👍👍
2024-12-30
0
OI
pasti suatu saat bakal ketemu sama harry potter
2024-10-06
0