Dramatis!

*****ZC*****

"Semangat kerjanya entar malam ya, Ziziv." Ucapnya dengan senyuman

"Oke, thank you." Sahut gue membalas senyuman dia itu

Vian pun pergi dari kosan gue, dan saat ini Vian yang lebih dulu tahu dari pada Scarlett. Gue hanya memandang laptop milik Vian. Apakah dia sengaja ngelakuin ini biar gue lebih mudah. Tapi, gimana caranya buat gue berterimakasih ke dia.

Gue istirahat sejenak, kemudian kembali mengerjakan tugas gue. Dan gue inisiatif mengetik juga tugasnya Vian. Gue langsung chat dia, dan benar aja dia masih belum selesai. Mungkin, dengan gue bantu dia sedikit. Bisa mengurangi rasa terimakasihnya gue ke dia.

"Vian, gimana cara gue biar elo kagak demen sama gue."

"Kenapa ngomong sendiri, dek?" Tanya kak Intan

"Eh, kakak. Kagak, cuman sebel dikit aja." Sahut gue terkekeh

"Ngerjain tugas ya. Udah ada laptop, selamat ya." Ucapnya

"Minjam, kak." Sahut gue nyengir

Kak Intan tersenyum dan duduk memerhatikan gue ang ngerjain tugas ini. Dia terus fokus, tanpa bertanya apa yang gue lakuin.

"Dulu, pengen banget kuliah. Tapi keadaan tidak memungkinkan. Terpaksa berhenti, dan nyari uang sendiri buat kehidupan keluarga." Jelasnya

Gue memandang kak Intan dengan serius. Mendengarkan kisah hidup dia yang jauh lebih buruk dari gue. Ternyata, ada yang jauh lebih susah hidupnya dari pada gue. Kak Intan terpaksa menukar hidupnya demi membiayai orang tuanya yang sakit parah. Kasian sih menurut gue

"Jadi, kakak seorang diri saat ini?" Tanya gue

"Berdua bareng Abang. Tapi dia sudah punya istri, dan gak mungkin berharap sama dia kan?" Tanyanya balik

"Ternyata, kehidupan itu semuanya beda ya kak. Hidup setiap orang banyak cerita, dan banyak kisah masing-masing." Jelas gue

"Ya gitu deh. Makanya, kamu, harus semangat buat bantu orang tua." Ucap ya menasehati gue

Kami pun bercerita banyak hal, menemani gue yang buat tugas. Sampai gue selesai, begitu pun dengan tugas Vian. Vian juga berterimakasih sama gue, padahal dia kagak nyuruh  gue buat nyelesain tugasnya dia. 

Via pesan

“Baik banget sih, kenapa di kerjain juga punya akunya. Oh iya, itu laptop jangan di balikin ya. Sayang juga di rumah kagak di pakek.“

Gue membaca pesan singkat dari Vian. Dan gue semakin terjebak disini. Apa lagi yang harus gue lakuin sekarang?kak Indah mandangi wajah bingung gue. Bertanya dan gue pun cerita sema masalah gue saat ini.

Gue bingung dengan semuanya, apa lagi keadaan gue membuat suasana semakin tidak memungkinkan begini.

"Coba dulu deh, mana tahu hati, kamu, juga bakal berlabuh di dia. Dari pada berusaha sama yang belum pasti." Ucap kak Intan sama percis seperti ucapan Scarlett

"Gimana ya, kak, beda banget hati ini soalnya." Jelas gue

"Gini ya, dek. Setidaknya, kamu, mau berusaha buat Nerima dia. Kalau di akhir nanti, kamu, tetap tidak bisa. Yasudah, cerita baik-baik sama si Vian. Gak enak juga kan kalau udah begini masalahnya. Nanti yang ada, kamu, bakal merasa gak enakan terus sepanjang hari. Percaya deh sama kakak." 

Kak Intan mencoba menjelaskan lagi ke gue, dan kayaknya memang benar juga sih. Gue bakal nyoba dulu buat nerima Vian. Sementara waktu, bye dulu deh om duda. Hem, sakit banget hati gue sumpah.

Kami bercerita sampai sore, dan kami berdua langsung bersiap-siap untuk kerja di cafe. Kak Intan sendiri, kerja lain di waktu lagi dan siang. Semua dia kerjain asal dapat uang. Salut banget dah gue sama kak Intan ini.

Karena cafe tidak terlalu jauh, kami berdua berjalan kaki. Ya, kira-kira jalan sepuluh menitan lah. Dan gak buat capek juga sih. Tapi, keadaan malam yang terkadang membuat gue sedikit takut.

"Zivanna." Panggil seorang pria dewasa yang merupakan bos kami

"Iya, pak." Sahut gue seraya mendekati Bos ini

"Siapkan pesanan ini, dan bawa ke ruang VIP ya." Ucapnya seraya memberikan nota. 

Gue menerima nota itu dan langsung membawanya ke dapur. Gue menunggu beberapa menit sampai pesanan itu selesai. Gue pun memasuki ruang VIP yang belum pernah gue masukin itu. Karena, biasanya itu akan di sewa beberapa orang besar doang. Dan jarang banget juga ada yang mesen, kecuali keisengan anak-anak muda zaman sekarang.

"Dek, mau kemana?" Tanya kak Intan

"Ke ruang VIP." Jelas gue

"Loh, apa Riko tidak ada?" Tanya kak Intan dengan wajah heran

"Gak tahu, kak. Buru-buru nih." Ucap gue yang langsung melangkah meninggalkan kak Intan

"Dek." Teriaknya

Gue pun tidak menghiraukan panggilan kak Intan. Melainkan mengantarkan pesanan beberapa bos di ruang VIP itu. Dengan langkah berani gue mengetuk pintu terlebih dulu. Kemudian kembali mendorong meja yang berusia beberapa makanan dan hanya ada satu jus saja.

"Permisi." Ucap gue dengan ramah

Gue terbelalak saat melihat mereka yang sedang meminum minuman keras. Apakah cafe ini memang sudah memiliki ijin untuk itu? Gue menajdi sedikit agak tidak enak kali ini. Dan yang membuat gue kaget lagi adalah, ada om duda juga di sana. Dia sibuk dengan handphonenya itu.

"Pintar sekali mereka mencari pelayan." Ucap seorang pria dewasa itu

Gue menoleh sekilas om duda yang ternyata mesan jus itu. Gue memberikan jusnya. Berusaha untuk tetap profesional dalam bekerja. Memerhatikan sikap om duda berbeda dari beberapa temannya itu. Mereka sedikit mabuk, dan om duda tidak. Tapi entahlah, gue juga tidak terlalu faham soal itu.

"Hey, siapa nama, kamu?" Tanya salah satu teman om duda

"Zivanna, Om." Ucap gue dengan ramah

Setelah selesai membereskan pesanan mereka. Gue langsung pergi. Tetapi salah satu dari mereka menarik tangan gue. Gue menatap pria dewasa itu.

"Maaf, apa ada yang kurang, om." Tanya gue dengan serius dan masih sopan dengan mereka

"Kurang, kurang teman. Kamu, bisa temani kami disini. Nanti akan ada tip buat, kamu." Jelasnya

Sontak gue terbelalak, mereka mabuk dan minta di temani sama gue? Emang gue sepolos itu kah? Gue mencoba melepas genggaman tangan pria dewasa itu di pergelangan tangan gue.

"Maaf, Om. Itu bukan tugas saya." Ucap gue yang berusaha untuk tetap tenang

"Kamu, mau berapa?" Tanya seorang pria lainnya

Gila! Memang gila mereka ini, apa gue terlihat seperti cewek murahan kah? Apa penampilan gue seperti cewek pendamping om-om yang sedang mabuk?

"Maaf ya, Om. Saya masih bocah, tugas saya sebagai pengantar pesanan doang, gak lebih." Ucap gue lagi

Gue sekilas memerhatikan om duda yang memerhatikan kami. Lebih tepatnya, gue yang sedang di godain om-om ganjen ini.

"Bocah?" Mereka semua tertawa. "Justru bocah lebih menarik." Mereka kembali tertawa tanpa perduli dengan perasaan gue ini

Wah, parah banget dah ini om-om ganjen. Kalau gue kagak takut kehilangan pekerjaan ini, udah gue tonjok om-om ini semua. Gak tau diri banget dah, udah tua juga.

"Sudah-sudah. Ini bukan tempat seperti itu." Ucap om duda yang dari tadi hanya diam aja ngeliat gue yang di godain ini.

"Aaaa ...." Gue berteriak dan langsung berdiri untuk mencoba buat menjauhi mereka. Seenaknya mereka narik gue dan hampir gue terlentang ke atas sofa yang mereka duduki.

"Stop!" Om duda menarik gue juga

Oke, kali ini gue udah terjebak. Gue malah jadi rebutan para om-om disini. "Lepasin, om!" Ketus gue yang menjauhi om duda juga. Walau pun gue demen, ya kali gue ikhlas di nodai begini

"Keluar." Ucapnya lirih

Gue memandang om duda sekilas dan langsung melangkah pergi. Namun mereka terus menghalangi gue, dan itu membuat gue ingin memukul mereka satu persatu.

"Sudah, jangan kasar dengan anak kecil." Ucap om duda yang menarik gue untuk menjauh dari mereka

Om duda membawa gue keluar dari ruangan itu. Walau pun gue bisa dengar kalau mereka adu mulut di sana. Kagak terima kalau gue di bawa kabur sama om duda.

"Om, gak ada adab banget sih temannya. Udah tua juga, kagak malu apa kayak gitu. Kagak malu gitu, godain bocah kayak gini. Pakek maksa segala lagi-"

"Maaf."

Belum selesai gue berbicara, om duda udah minta maaf ke gue. Gue hanya terdiam mandangi wajah tampannya dia itu. "Gak terima saya, Om." Tegas gue lagi

"Mereka memang begitu. Kamu, kerja di cafe ini?" Tanya om duda lagi

Gue mengangguk. "Iya, Om. Buat biaya sekolah." Jelas gue yang masih kesal ini

"Zivanna!" Teriak seorang pria yang merupakan bos gue

"Iya, pak?" Sahut gue

Bos gue terlihat sangat kesal dengan gue, emang gue punya salah apa gitu. Heran dah gue sama tatapan mengerikan bisa gue ini.

Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!