***** ZC *****
Gue dan Scarlett duduk di ruang tamu. Sedangkan Vian malah mengelilingi rumah itu. Tentu gue dan Scarlett meras tidak enak sekali dengan sikap Vian itu. Ya, waktu pun Vian itu keponakan om duda. Sedangkan gue, tetangganya yang baru. Tetangga absurd yang demen sama om-om. Hah, sudahlah!
"Best, mau minum apa?", Vian bersuara seraya menampakkan kepalanya di balik tembok. Sudahlah, seperti kuyang aja Vian kayak gitu
"Ini bukan cafe, Vian. Mau minum di rumah gue juga banyak air kali. Bikin malu aja, Lo." Ucap gue panjang lebar
Dan belum selesai gue ngomel, om duda malah turun dari lantai atas. Membawa laptop nya dan menghampiri kami semua. Sekilas om duda melihat Vian yang sesuka hatinya memeriksa kulkas om duda.
"Om, gak ada yogurt kah?" Ucapnya sedikit berteriak
"Gak sopan banget dah ini anak." Ketus gue yang semakin kesal dengan sikap dan kelakuan Vian di rumah om duda
"Vian, om banyak kerjaan hari ini." Sahut om duda yang ikutan duduk di hadapan kami berdua
Gue dan Scarlett saling tatap sejenak, setelah gue fokus memandang pemandangan indah di hadapan gue ini. Sampai Vian datang membawa minuman dari dalam kulkas om duda.
"Sebentar doang juga gak apa-apa. Yang penting kita pada tahu caranya." Ucap Vian
Vian pun duduk di sebelah om duda, memerhatikan cara kerja om duda dengan saksama. Dan gue juga mendengarkan dengan baik ucapan om duda. Walau pun gue rasanya mau pingsan dengar suara collnya. Alamak, ingin gue terbang melayang jauh dari sini.
"Belajar yang benar lagi, Vian. Tidak ahli dalam komputer itu membuatmu sulit sendiri." Tegasnya
Spontan gue hampir ketawa mendengar ucapan om duda kepada Vian. Baru tahu ternyata om duda ini, kalau keponakannya itu malas belajar.
"Coba, kamu." Ucap om duda seraya menatap gue dengan serius. Kayaknya dia kagak suka nih, keponakannya gue ketawain. Habis dah gue kali ini.
Gue menelan ludah dengan kasar. Melihat laptop yang sudah di hadapkan ke gue. Gue menatap balik om duda, dan laptop itu dengan bergantian.
"Coba yang ini." Ucapnya seraya menunjuk layar laptop itu
Gue pun mencoba mengerjakan apa yang di perintahkan om duda. Scarlett memerhatikan gue pula, begitu pun Vian. Gue bertanya sedikit banyaknya kepada om duda. Dan dia mau menjawab pertanyaan gue. Sampai akhirnya gue selesai.
Om duda mengacungkan jempol buat gue. Spontan gue tersenyum sumringah.
"Sudah cukup, saya banyak kerjaan hari ini. Vian, belajar lagi dengan mereka ya. Om sudah tidak ada waktu lagi." Jelasnya
Vian hanya mengangguk dan membereskan alat sekolahnya. Kami pun berterimakasih kepada om duda ini. Dan langsung pergi karena om duda juga akan pergi ke kantornya. Em, lebih tepatnya sih kantor orang tuanya.
Yang bikin gue heran itu ya, kok ada anak yang lebih memilih sederhana dari pada hidup dengan orang tua yang kaya raya. Apa lagi dengan perusahaan yang akan menjadi miliknya. Hem, kalau itu gue sih mau aja.
"Vian, Lo bikin malu kita aja tau gak." Ucap Scarlett
"Biarin lah, sama om gue sendiri kok." Sahutnya seraya mengejek
"Yaudah ah, gue balik." Ucap gue yang ingin menyebrang jalan
"Bye, Ziv." Teriak mereka yang sudah menaiki motor masing-masing
Gue cuman melambaikan tangan ke mereka berdua. Kemudian gue masuk ke kamar. Memandang rumah di depan gue dengan hati yang senang. Rasanya seperti kejatuhan rezeki nomplok gue hari ini.
Dan saat gue melamun di balkon, gue melihat om duda yang sudah rapi banget dengan jasnya. Keliatan banget sih memang dewasanya. Tapi gue sih, menganggapnya seumuran sama gue.
Om duda melajukan mobilnya dengan cepat, sepertinya dia buru-buru banget. Gue terus memandangi kepergiannya itu. Rasanya hati gue kok berbunga terus saat melihat dia. Wali pun hanya melihat doang. Dan dia kagak lihat gue padahal. Gimana kalau dia juga lihat gue? Bisa meleot gue bah!
*****ZC*****
Hari ini, gue masih sibuk dengan tugas sekolah gue. Gue yang sebentar lagi kelulusan sekolah, dan harus banyak ngumpulin nilai yang bagus. Gue harus bisa masuk kuliah yang gue mau.
Seperti biasanya, gue Scarlett dan Vian selalu bareng mengerjakan semua tugas kami. Walau pun tugas itu berbeda di setiap orangnya. Kami akan tetap bersama.
"Gue capek banget, harus ngerjain tugas segini banyak." Keluh Vian
"Capek juga gue kali. Selesai di sekolah, gue harus bantu emak gue. Belum lagi harus beberes rumah. Capek siapa?" Sahut gue yang menolak keluh kesah Vian yang seorang pria itu
"Sebentar lagi lulus. Sabar aja dulu, bestie." Sahut Scarlett dengan semangat
Kami pun kembali mengerjakan tugas kami, dan menyetor semua tugas itu ke guru kami. Sampai beberapa Minggu lagi, kami akan lulus dan selesai dari sekolah ini. Melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments