*****ZC*****
"Maaf banget, Vian. Gue nyaman, elo, jadi temen gue." Ucap gue dengan sungguh-sungguh
Vian terdiam dan memalingkan wajahnya sejenak. Kemudian dia pun tertawa kagak jelas. "Gue bercanda, Ziv. Elo, mah serius amat." Ucapnya dengan gelak tawa yang merusak mood gue
"Hah, Lo, bercanda? Haha ... Oke-oke." Sahut gue yang berpura-pura tertawa itu
"Kagak mungkin lah gue suka sama sahabat gue sendiri." Ucapnya dengan santai
Gue terdiam, menurut gue ini kagak lucu sedikit pun. Yang ada hati gue yang terluka di bohongi begini. Gue berusaha buat kagak melukai hati dia. Tapi dia seenaknya nyakitin gue gitu?
Gue memilih untuk pergi, dari pada ribut sama dia. Bukannya gue marah dia candain soal perasaan dia ke gue. Tapi ini menyangkut hati. Emang ada cowo kayak dia? Seenaknya mempermainkan cewek.
Seandainya gue suka sama dia, dan ternyata dia bohong. Gimana perasaan gue? Apa dia kagak mikir itu semua.
"Ziv, mau kemana." Panggilnya seraya ikut mengejar gue
"Apaan sih, jauh-jauh dari gue." Ketus gue
"Eh, Lo, marah?" Tanyanya lagi
Ya jelas gue marah dong, pakai nanya lagi ni anak. Sebel banget dah gue sumpah.
"Ziv, canda doang." Vian menarik tangan gue
Gue pandang dia dengan malas. "Canda sesuka hati, Lo, aja sih." Ucap gue yang mencoba melepaskan genggamannya dari tangan gue
Gue terus melangkah menjauhinya, tapi dia terus ngikutin gue dalam kata meminta maaf seenaknya. Gue kecewa banget, gak lucu sih menurut gue bercanda mengenai hati. Rasanya kayak menghina banget gak sih?
"Lo, ngapain sih ngikutin gue mulu!" Teriak gue yang mulai kagak bisa menahan emosi gue ini
"Maaf, gue kagak maksud nyakitin, Elo." Ucapnya
"Terus? Seenaknya mempermainkan gue gitu?" Sahut gue dengan wajah marah
"Kali ini gue serius, sebenarnya gue jujur. Gue memang suka sama, elo. Gue pura-pura bercanda demi menjaga perasaan gue aja." Jelasnya
"Harusnya, elo, itu mikir. Gimana perasaaan gue, kalau gue suka sama, Lo, juga gimana? Gimana perasaan gue kalau, Lo, candain begitu hah!" Ketus gue yang semakin marah
"Maaf." Ucapnya lirih
"Kagak lucu tau gak!"
Gue menghempas tangannya yang kembali narik gue. Jengkel banget gue rasanya sama ini anak. Mendadak gue jadi kagak demen main lagi sama dia. Mendadak gue jadi benci punya temen kayak Vian!
"Zivanna." Teriaknya
Gue hanya berlari menjauhinya, dan sekilas gue melihat om duda melangkah ke arah gue. Dia memerhatikan gue yang terus berlari menjauhi Vian.
Bruk!
"Aduh Mak." Karena keasikan mandangi om duda. Gue jadi kepeleset dan jatuh. Gak lucu banget, yang ada gue malu sumpah
"Bisa bangun sendiri?"
Gue mendangak keatas, memandang om duda yang ternyata mau nolongin gue. "Bisa, Om." Ucap gue seraya nyengir kuda
"Hati-hati, jangan berlari di suasana gelap begini." Ucapnya lagi
Alamak, meleot gue mendengar dia berbicara begitu. Berasa di sayang gue, yaelah!
Gue hanya nyengir terus berusaha baik-baik aja, walau pun sedikit bokong gue sakit juga. Dan om duda langsung pergi ninggalin gue. Gue pun sama, pergi lagi menjauhi Vian yang masih fokus liatin gue terus. Malu gue mah!
"Lo, kenapa?" Tanya Scarlett
"Bete gue." Sahut gue yang langsung rebahan di dalam tenda
"Bete ngapa dah." Tanyanya lagi
"Gak ada apa-apa, gue cuman ngantuk aja sih." Sahut gue yang mencoba diam dalam hal seperti ini. Gue males masalah semakin besar. Apa lagi menyangkut persahabatan kami bertiga
*****ZC*****
Pagi ini, gue mimpin anak-anak buat masak sarapan pagi. Gue juga mandangi tim camping lainnya. Termasuk anak kuliahan yang ada di sebelah cam kami. Om duda terlihat biasa aja dengan orang lain. Bersikap santai dan tidak banyak omong sepertinya sih begitu.
Gue perhatiin, cuman om duda doang yang jarang ngomong di antara dosen disana. Mungkin memang sudah kebiasaan om duda kali, irit dalam berbicara.
"Selesai sarapan, jangan lupa bereskan semua ini anak-anak. Sore nanti kita harus kembali pulang." Jelas pak Anton
Gue yang memimpin semuanya hanya mengangguk dan mengawasi teman gue yang lainnya. Semalam camping di hutan ini, membuat gue sedikit merasa kecewa dan sedikit merasa bahagia. Ya, kecewa karena sikap Vian, dan bahagia karena adanya om duda. Sepertinya, hidup gue akan terus seperti ini. Tiada hari tanpa om duda. Yaelah!
"Kali ini seru banget campingnya." Ucap teman gue yang lainnya
Mereka berbicara seolah-olah mereka di perhatikan sama anak kuliahan itu. Biasalah, cewe caper. Harap maklum yak, udah biasa kayak gini mah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Sarah Yuniani
mungkin dibalik diamnya duda , sebenarnya memperhatikan kamu ziv
2024-10-08
0