lulus

*****ZC*****

Hari ini kami mengadakan acara kelulusan di sekolah. Emak dan ayah datang buat melihat anak manjanya ini lulus di jenjang SMA. Dan berharap mendapatkan nilai terbaik. Walau pun nyatanya hanya nilai yang baik bukan yang terbaik.

"Selamat ya anak, ayah. Semoga jadi anak yang berguna, kagak manja." Ucap ayah gue dengan segala ketulusannya itu

Begitu pun dengan emak gue juga, yang terus menasehati gue. Walau pun ujung-ujungnya mengenai om duda terus menerus. Emak takut banget gue suka sama om duda, heran banget gue dah. Emang masalahnya apa gitu? Apa hanya karena beda usia begitu?

Kalau soal usia sih ya, di luar sana banyak tuh orang nikah yang beda usia. Walau pun bedanya dua puluh tahun, ada pula yang lebih. Malah biasa aja tuh, gak ribet kayak gue gini.

"Ziziv, happy birthday ya. Di hari ke lulusan tepat di hari ulang tahun, elo." Ucap Scarlett yang memeluk gue

Gue juga memeluk Scarlett. "Makasih, doain yang terbaik buat gue yak." Sahut gue terkekeh kecil

Scarlett pun menyapa emak dan ayah gue yang hendak pulang lebih dulu. Karena kami masih belum selesai pesta hari ini.

"Kita lanjut di cafe yuk." Ucap beberapa teman gue yang lain

Semua pada setuju, dan kami langsung berangkat ke cafe yang mereka inginkan. Gue sih cuman nurut aja gitu, walau pun gue sendiri kagak pernah tuh main ke cafe begini. Yang ada gue sibuk di rumah bantuin emak masak setiap hari.

Di cafe ini, cafe yang belum pernah gue datangi. Kami semua duduk dan memesan makanan dan minuman yang kami mau. Sampai hari semakin gelap, gue hanya menunggu waktu pesta ini selesai.

"Capek deh, kasian emak gue masak sendiri di rumah." Ucap gue

"Iya nih, mereka mah kebiasaan. Kalau sudah ada kesempatan yasudah, susah pada mau pulang." Ucap Scarlett

Kami hanya duduk diam memerhatikan beberapa teman gue yang nekad nyanyi dan ya, apa pun yang mereka mau. Gue sih ogah ikut-ikutan hal yang begituan. Scarlett yang hoby nyanyi ikut bernyanyi dengan mereka. Gue hanya bisa menonton mereka.

Vian duduk di sebelah gue, menggantikan posisi Scarlett yang dari tadi berada di sebelah gue ini.

"Zivanna." Ucapnya

"Kenapa?"

"Gue masih suka sama, Elo." Ucapnya

"Lah? Kagak lucu, Vian. Mending, Lo, ikutan sama mereka gih." Ucap gue

"Gue serius." Ucapnya lagi

"Gak lucu!" Ketus gue yang menekan perkataan gue sendiri

"Oke, terserah deh. Nanti pulang bareng gue." Ucapnya

Gue hanya mengangguk walau pun sebenarnya gue balik ke rumah bareng Scarlett. Tapi, lihat siapa pemenangnya nanti.

Selesai bernyanyi, Scarlett ngajak gue buat balik. Udah bosan juga dari tadi kagak pulang-pulang. Sedangkan uang, mulai terkuras karena mesan makanan terus.

"Ayuk lah. Gue juga udah bosen." Sahut gue

Kami pun melangkah ke luar cafe. Dan ternyata di ikutin sama Vian. "Bareng gue, Lo, balik duluan." Ucap Vian ke Scarlett

"Yaudah deh." Sahut Scarlett dengan cemberut

Vian narik tangan gue ke arah parkir motornya. "Gue udah bilang bareng kan?" Ucapnya sedikit marah

"Lagian ya, Lo, kan bareng David. Kagak enak lah gue kayak gini." Sahut gue lagi. Yang padahal, gue menghindar maksudnya

Bukannya menjawab omongan gue, Vian malah masang helm ke kepala gue. "Eh, gue bisa sendiri." Ucap gue yang mengambil alih helmnya

"Ayo, naik." Ucapnya 

Gue pun terpaksa naik di boncengannya, walau pun sebenarnya berat hati gue. Apa lagi gue tahu dia itu suka sama gue. Bukan hanya sebatas sahabat doang. Gak enak banget rasanya kayak gini mah.

"Pegangan, Ziv." Ucapnya yang mencoba narik tangan gue ke pinggangnya

"Ih, kagak mau!" Gue narik tangan gue. Males banget gue peluk peluk dia kayak gitu modus banget dah ini anak

"Serah deh." Sahutnya

Vian melajukan motornya tidak terlalu kencang. Mungkin dia takut kali gue ketinggalan kdi belakang. Kan kagak lucu juga gue jungkir balik di jalan raya begini besarnya.

Sepanjang jalan gue dan Vian hanya saling diam. Sampai akhirnya Vian membawa gue ke suatu tempat terpencil. Lah? Nih anak mau ngapain juga yak. Kenapa pula gue di bawa ke tempat sepi begini. Wah, bahaya nih anak!

"Gue mau ngomong sesuatu." Ucapnya

"Haduh, kenapa harus di tempat sepi begini sih." Ucap gue sedikit marah

Vian diam dan berhadapan dengan gue. Menghela nafasnya dengan berat. Menarik tangan gue dan langsung gue lepas lagi.

"Ih, kenapa sih, Lo." Ucap gue yang melangkah mundur menjauhinya

"Gue ngomong serius, gue suka sama, Elo." Ucapnya untuk yang kesekian kalinya

"Kenapa harus gue juga? Ada banyak noh cewek cantik. Kenapa harus gue yang kumel begini, Lo, suka." Sahut gue menjelaskan ke dia

"Emang ada ya aturan cinta itu harus suka ke orang seperti apa dulu gitu?" Ucapnya bertanya

"Ya kagak sih." Sahut gue menggaruk tengkuk

Vian melangkah lebih dekat lagi, dan gue malah mundur menjauh. "Lo, kenapa sih." Ucapnya yang menarik tangan gue agar berhenti menjauhinya

"Lah, elo, mau mepet terus ke guenya." Sahut gue yang mulai rada takut bin ngeri ini

"Dengerin dulu gue ngomong makanya." Vian pun kembali genggam tangan gue yang satunya

Dan sekarang, kedua tangan gue udah dia pegang tanpa meminta ijin. "Gue serius, Zivanna. Kenapa selalu menganggap gue bercanda sih? Apa karena kita sahabat udah lama gitu?" Tanyanya dengan wajah memelas itu

"Mau ya jadi pacar gue. Mau sampai kapan gue pendam terus perasaan gue ke, Elo?" Ucapnya lagi

Gue cuman diam, bingung juga gue mau jawab apa ke dia. Gue gak ada perasaan apa pun sama dia. "Tapi gue-"

"Please. Coba dulu bareng gue ya, gue berusaha buat, elo, nyaman." Jelasnya

"Coba gimana maksud, elo?" Tanya gue bingung

"PDKT gitu. Tapi khusus buat pacaran, bukan hanya teman." Jelasnya lagi

"Lah, buat apa PDKT juga. Kita aja udah sahabatan lama banget." Sahut gue heran

"Lo, udah tahu kan? Kenapa gue bisa suka sama, elo. Karena kita udah lama kenal. Gue suka semua yang ada di, elo." Jelasnya

"Huaaa ...." Gue berteriak selayaknya orang menangis saat ini. "Kenapa harus gue juga, Vian. Gue jadi bingung tau gak sih!" 

"Buat apa bingung, Lo, tinggal terima gue aja. Selesai." Ucapnya dengan entengnya

"Kita beda kasta. Cari cewek lain deh, Vian. Gue kumel gini, minder sama, elonya." Ucap gue menjelaskannya 

"Hah?" Vian terkekeh mendengar ucapan gue. "Yang kaya itu papi gue, gue apa pun tidak ada, Ziv." Sahutnya

"Gue pusing."

Gue melangkah mundur, memilih untuk berjongkok dan memeluk lutut gue sendiri. Apa lagi yang harus gue jelasin ke Vian ini. Kenapa keras kepala banget dah ini anak. Pusing banget gue ngeliat dia. Harus berapa kali gue nolak dia. Gue takut buat dia sakit hati dan kecewa sama gue.

Vian ngajak gue buat berdiri. "Jangan gini dong. Gue jadi merasa bersalah." Ucapnya

Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!