Draft

*****ZC*****

Gue dan Scarlett duduk santai di depan area mall. Minum Boba yang baru kami beli. Puas keliling mall, membuat kami menjadi haus dan lapar.

Rencana shopping, tapi nyatanya bohong. Kami hanya membeli sepatu sekolah doang. Cuman pengen jalan-jalannya aja sih ini kayaknya. Gue dan Scarlett duduk santai, melihat orang-orang lalu lalang tidak tahu entah keman. Ya kali setiap orang lewat gue tanyain mau kemana. Kan kagak lucu juga begitu.

"Balik yuk, gue capek nih." Ucap Scarlett

"Iya. Gue juga capek banget, capek keliling gak karuan. Gak tahu arah entah kemana." Sahut gue seraya membuang sampah pada tempatnya

Tidak lupa memakai helm, gue dan Scarlett langsung pergi gitu aja. Melihat suasana malam dengan indah, lampu-lampu kota menerangi jalanan kota ini dengan begitu indah. Asek!

"Eh, lihat deh. Itu kayak tetangga baru, elo." Ucap Scarlett 

Gue memandang kemana arah ucapan Scarlett. Melihat om duda bersama beberapa orang di cafe. Terlihat mereka begitu serius bercerita. Entahlah apa yang mereka lakukan, gue dan Scarlett tidak terlalu kepo untuk malam ini.

Lampu merah menyala, tepat di depan cafe itu. Sehingga gue dan Scarlett dapat melihat jelas ketampanan yang hakiki om duda. Alamak, kok ada sih duda setampan itu. Meleot gue melihat om duda satu ini

"Ziv. Para om-om lagi nongkrong di cafe." Ucap Scarlett

"Alah, tapi temannya mah beda sama dia. Dia mah om om bukan sembarang om-om." Sahut gue

"Udah ah, balik." Ucap Scarlett yang melajukan kembali motornya ini

Gue pun hanya melihat sekilas om duda yang duduk santai seraya memegang gelas kecil dan meminumnya. Entah minuman apa itu, gue juga kagak tahu lah. Apa lagi itu cafe bukan sembarang cafe.

Sampai di rumah, gue langsung tertidur pulas. Karena besok harus sekolah, dan gue gak boleh telat lagi. Karena motor ayah masih belum tahu juga kabarnya kek gimana. Dan gue harus ke sekolah naik angkot. Dan besok adalah hari ketiga gue pergi tanpa di antar sama ayah gue.

Bayangin aja, gue selalu pergi pagi banget. Itu pun terkadang ketinggalan angkot. Cukup sekali gue ngerasain itu semua. Dan mudah-mudahan besok tidak lagi! Capek banget gue harus ngejar itu angkotnya.

Seandainya aja kagak ada ibu-ibu yang ngeliat gue. Gue pasti kagak jadi sekolah karena ketinggalan angkot. dan semoga besok tidak terjadi lagi. Semoga!

*****ZC*****

Pagi ini, gue harus cepat berangkat ke sekolah. Ayah gue di jemput temannya dari rumah. Kata ayah sih, nanti di jemput. Tapi gue yang kagak mau, soalnya jauh dan sama aja akhirnya gue telat juga. Jadi gue terpaksa Nerima cobaan ini semua untuk sementara waktu.

Sebelum ayah berangkat, gue sudah lebih dulu jalan kaki ke depan komplek. Jarak lima belas menit, mampu membuat gue mandi keringat. Dan akhirnya gue harus bawa parfum biar tetap wangi di sekolah.

Gue jalan santai sendirian, bernyanyi sepanjang jalan buat ngilangin rasa bosan. Sampai akhirnya ada mobil yang gue kenal berhenti di sebelah gue.

Gue menoleh ke arah jendela mobilnya yang terbuka itu. "Hay, om." Ucap gue dengan ramah seraya melambaikan tangan. Kemudian gue kembali melangkah

"Hey." Ucapnya yang membuat gue kembali berhenti dan memerhatikan om duda ini

"Ayo saya antar." Ucapnya seraya membukakan pintunya seperti hari pertama itu

"Wah, ngerepotin, Om." Ucap gue yang sok menolak kesempatan emas ini

Dia hanya memberikan kode tanpa berbicara lagi. Dan gue akhirnya menurut. Duduk di sebelah kemudinya, dan kembali kami berdua di dalam mobilnya ini.

"Emm, maaf sebelumnya ya, Om. Saya mau nanya nih." Ucap gue dengan sedikit ragu. "Nasib motor ayah gimana ya?" Ucap gue seraya nyengir.

Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!