belajar bareng om duda

*****ZC*****

Kali ini, gue mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Perkara Vian yang ngerjain gue waktu camping. Gue gak mau persahabatan kami rusak hanya karena hal sepele begitu. Walau pun sebenernya gue masih kecewa sama dia.

"Ziv, kenal sama tetangga baru gak?" Tanya Vian

"Yang mana?" Tanya gue

"Depan rumah, elo, lah." Ucapnya

"Oh, itu. Kenal, tapi jarang bersapa." Sahut gue

"Nah, berhubung itu om gue. Jadi-"

"Apa?" Ucap gue yang teriak, begitu pun dengan Scarlett

Vian menatap heran kami berdua, karena kompak kaget dengan ucapan Vian. "Yakin itu om, Lo?" Ucap Scarlett lagi

"Yoi. Katanya sih, bagian sana. Yang gue tahu, itu kan rumah, elo, yang di depan." Jelasnya lagi

Gue cuman diam, membayangkan jika om duda itu om si Vian. Apakah ini hal bagus, atau salah satu tanda buruk buat gue? Di satu sisi, Vian suka sama gue. Dan gue, malah suka sama omnya itu. Oh, tuhan ... Bagaimana ini bisa terjadi?

"Jadi ...." Ucap gue dengan bingung

"Gue udah ngabarin sih. Dia mau bantu kita buat ngerjain tugas." Jelasnya

"Ha?" Gue kembali melongo

Gak salah emang kalau gue belajar sama om duda? Apa lagi itu omnya Vian. Dan ... Aduh, gue kok mendadak gak karuan gini sih. Sumpah demi apa ini gue mendadak gemetar. Gue seneng atau apa ini.

"Emang kagak ngerepotin apa?" Tanya Scarlett

"Sedikit doang. Dia juga bisanya sejam ngajarin kita. Karena dia itu orang yang sibuk." Jelas Vian

"Kalau dia sibuk, malah kagak enak lah kita belajar bareng dia, Vian." Ucap Scarlett

"Gue udah ijin juga. Karena mau minta tolong ke siapa lagi? Karena cuman om gue itu yang notabenenya seorang dosen dan CEO." Jelasnya lagi

"Ya kali dia merangkap semua pekerjaan begitu, Vian " ucap gue yang merasa kagak masuk akal itu

"Sebenarnya sih, itu atas kemauan kakek gue. Karena papi gue kan punya perusahaan sendiri. Sebenarnya, om gue itu kagak mau juga kerja kantoran begitu. Lebih suka jadi dosen, berbagi ilmu yang dia punya." Jelas Vian lagi

Spontan gue menjadi semakin demen sama om duda itu deh. Tapi ... Ya apa mungkin cewe kumel bin melarat kayak gue ini bisa jadi biniknya om duda? Hadeh, makin jauh aja dah hayalan gue ini

"Yang jelas, gue udah ijin sih. Lumayan lah waktu sejam itu bisa kita pakai dengan benar. Mumpung dia mau juga, biasanya juga sibuk banget dia." Jelasnya lagi

"Yaudah deh." Sahut gue dan Scarlett

"Nanti sore, kalian ke rumahnya. Gue tungguin di sana ya, gue males harus nyusulin kalian lagi." Jelasnya

"Oke."

Gue dan Scarlett akhirnya menyetujui itu semua. Tugas kami yang lumayan sulit, namun mudah jika Abang gue ada di rumah. Tapi masalahnya Abang gue udah balik kerja. 

"Seneng dah hati, elo." Ucap Scarlett

"Hehe, tau aja, Lo." Ucap gue 

Sepulang sekolah, gue cuman menunggu pesan dari sahabat gue itu. Menunggu mereka di gerbang rumah gue, berharap bis melihat om duda sebentar aja di sini. Senang banget hati gue kalau terjadi.

Beberapa lama kemudian, terlihat Vian yang muncul dengan motornya. Langsung saja dia parkir di perkarangan rumah om duda. Vian langsung nyusulin gue yang udah berdiri lama di gerbang rumah gue ini.

"Ziv, ayo." Ucapnya

Gue melangkah menuju rumah om duda. Dan Scarlett pun muncul juga. Dan kami bertiga langsung masuk kerumah mewah itu. Gue celingukan, memerhatikan suasana rumah om duda. Mewah tapi sepi, apa memang dia tinggal sendirian ya?

"Assalamu'alaikum." Ucap Vian yang nyelonong masuk tanpa ijin

Gue dan Scarlett kebingungan sendiri. Apa wajar kami ngikutin langkah Vian? Kan malu juga sih kayak gitu.

"Wa'alaikumsalam."

Gue mendengar suara dalam dari kejauhan. Vian menyuruh kami masuk. Kami pun mengikuti langkah Vian dengan rasa canggung.

"Gue ngerasa canggung gini." Ucap gue berbisik

"Gue juga kali. Apa lagi itu om idola, elo." Ucap Scarlett dengan benar 

"Woy, ayo buruan." Teriak Vian

Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!