*****ZC*****
Kali ini, gue mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Perkara Vian yang ngerjain gue waktu camping. Gue gak mau persahabatan kami rusak hanya karena hal sepele begitu. Walau pun sebenernya gue masih kecewa sama dia.
"Ziv, kenal sama tetangga baru gak?" Tanya Vian
"Yang mana?" Tanya gue
"Depan rumah, elo, lah." Ucapnya
"Oh, itu. Kenal, tapi jarang bersapa." Sahut gue
"Nah, berhubung itu om gue. Jadi-"
"Apa?" Ucap gue yang teriak, begitu pun dengan Scarlett
Vian menatap heran kami berdua, karena kompak kaget dengan ucapan Vian. "Yakin itu om, Lo?" Ucap Scarlett lagi
"Yoi. Katanya sih, bagian sana. Yang gue tahu, itu kan rumah, elo, yang di depan." Jelasnya lagi
Gue cuman diam, membayangkan jika om duda itu om si Vian. Apakah ini hal bagus, atau salah satu tanda buruk buat gue? Di satu sisi, Vian suka sama gue. Dan gue, malah suka sama omnya itu. Oh, tuhan ... Bagaimana ini bisa terjadi?
"Jadi ...." Ucap gue dengan bingung
"Gue udah ngabarin sih. Dia mau bantu kita buat ngerjain tugas." Jelasnya
"Ha?" Gue kembali melongo
Gak salah emang kalau gue belajar sama om duda? Apa lagi itu omnya Vian. Dan ... Aduh, gue kok mendadak gak karuan gini sih. Sumpah demi apa ini gue mendadak gemetar. Gue seneng atau apa ini.
"Emang kagak ngerepotin apa?" Tanya Scarlett
"Sedikit doang. Dia juga bisanya sejam ngajarin kita. Karena dia itu orang yang sibuk." Jelas Vian
"Kalau dia sibuk, malah kagak enak lah kita belajar bareng dia, Vian." Ucap Scarlett
"Gue udah ijin juga. Karena mau minta tolong ke siapa lagi? Karena cuman om gue itu yang notabenenya seorang dosen dan CEO." Jelasnya lagi
"Ya kali dia merangkap semua pekerjaan begitu, Vian " ucap gue yang merasa kagak masuk akal itu
"Sebenarnya sih, itu atas kemauan kakek gue. Karena papi gue kan punya perusahaan sendiri. Sebenarnya, om gue itu kagak mau juga kerja kantoran begitu. Lebih suka jadi dosen, berbagi ilmu yang dia punya." Jelas Vian lagi
Spontan gue menjadi semakin demen sama om duda itu deh. Tapi ... Ya apa mungkin cewe kumel bin melarat kayak gue ini bisa jadi biniknya om duda? Hadeh, makin jauh aja dah hayalan gue ini
"Yang jelas, gue udah ijin sih. Lumayan lah waktu sejam itu bisa kita pakai dengan benar. Mumpung dia mau juga, biasanya juga sibuk banget dia." Jelasnya lagi
"Yaudah deh." Sahut gue dan Scarlett
"Nanti sore, kalian ke rumahnya. Gue tungguin di sana ya, gue males harus nyusulin kalian lagi." Jelasnya
"Oke."
Gue dan Scarlett akhirnya menyetujui itu semua. Tugas kami yang lumayan sulit, namun mudah jika Abang gue ada di rumah. Tapi masalahnya Abang gue udah balik kerja.
"Seneng dah hati, elo." Ucap Scarlett
"Hehe, tau aja, Lo." Ucap gue
Sepulang sekolah, gue cuman menunggu pesan dari sahabat gue itu. Menunggu mereka di gerbang rumah gue, berharap bis melihat om duda sebentar aja di sini. Senang banget hati gue kalau terjadi.
Beberapa lama kemudian, terlihat Vian yang muncul dengan motornya. Langsung saja dia parkir di perkarangan rumah om duda. Vian langsung nyusulin gue yang udah berdiri lama di gerbang rumah gue ini.
"Ziv, ayo." Ucapnya
Gue melangkah menuju rumah om duda. Dan Scarlett pun muncul juga. Dan kami bertiga langsung masuk kerumah mewah itu. Gue celingukan, memerhatikan suasana rumah om duda. Mewah tapi sepi, apa memang dia tinggal sendirian ya?
"Assalamu'alaikum." Ucap Vian yang nyelonong masuk tanpa ijin
Gue dan Scarlett kebingungan sendiri. Apa wajar kami ngikutin langkah Vian? Kan malu juga sih kayak gitu.
"Wa'alaikumsalam."
Gue mendengar suara dalam dari kejauhan. Vian menyuruh kami masuk. Kami pun mengikuti langkah Vian dengan rasa canggung.
"Gue ngerasa canggung gini." Ucap gue berbisik
"Gue juga kali. Apa lagi itu om idola, elo." Ucap Scarlett dengan benar
"Woy, ayo buruan." Teriak Vian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments