bertanggung jawab

*****ZC*****

"Menu seperti apa yang biasanya kalian masak?" Tanya om duda itu dengan tatapan seriusnya

Gue mencoba untuk berpikir, emangnya harus sama gitu isi catering itu? "Gini, om. Biasanya emak masak suka beda-beda lauknya. Kalau yang tadi mah, isinya semur telur dan bacem." Jelas gue yang gak terlalu panjang ini

Gue memandang om duda ini hanya manggut-manggut doang. Kayaknya sih, ni orang memang irit banget gitu bicaranya. Emang apa faedahnya sih? Gue nanyak deh serius!

Di dalam mobil om duda ini, kite berdua cuman saling diem. Gak ada tuh kata-kata maaf lagi, pertanyaan soal sekolah gue gitu. Atau apa yang gue suka dan gak suka. Tapi ah, sudahlah!

"Nasi Padang, bisa atau tidak?" Tanyanya tanpa melihat gue

Gue aja yang terus memandangi dia yang tampan ini. Walau pun gue di kacangi sih. "Terserah deh, Om. Banyakan mikir yang ada gak selesai. Kasian itu nenek-nenek entar malah kelaparan gimana?" Sahut gue yang masih aja mandangi wajah tampannya 

Kenapa sih Allah bisa baik banget sama gue, di kasih pemandangan indah gratis. Walau pun jenisnya kulkas tujuh pintu. Eh? Emang ada ya kulkas tujuh pintu?

Dan setelah gue ngomong begitu, baru deh ini om dingin turun dari mobil. Mesen nasi Padang sesuai dengan jumlah catering gue yang udah gak layak di makan lagi. Dan kali ini, gue serius dengan ucapannya itu.

Sepertinya ini om duda ngerti adab banget, atitudenya bagus banget. Walau pun sama gue kayak kulkas, tapi sama orang yang lebih tua santun banget. Lah, gue malah makin terpesona dah ini!

Selagi om duda mesen nasi Padang, gue cuman duduk diem di dalam mobilnya dia ini. Mobilnya wangi, sama kayak orangnya. Yaelah! Sekilas gue nyium parfum dia, bahaya banget ini kayaknya yak.

Setelah beberapa lama, dan gak lama banget juga sih. Pesanan om duda selesai, niat hati gue mau bantuin. Tapi gue gak ngerti cara keluar dari mobilnya ini. Lah gue jarang banget naik mobil mewah begini. Apa lagi setiap mobil itu beda-beda yak cara bukanya.

Kan jadinya gue cuman diem dan mandangi dia yang bawa makanan segitu banyaknya ke mobil. Mungkin aja hitungan kata maaf dari dia yak. Habisnya gue kagak tahu ini caranya buat keluar.

"Langsung di antar ke panti?" Tanyanya seraya memandang gue 

Gue hampir meleleh di pandangi begitu, dan gue cuman tersenyum nyengir dan mengangguk. Sepertinya dia juga faham sih ya. Jadi gak perlu banyak omong, walau pun gue gak bisa nahan mulut gue buat gak berbicara sedikit pun. Hemm, takut di cuekin gue. Itu lebih tepatnya!

Beberapa menit kemudian, kami sampai di panti jompo yang gak terlalu jauh dari komplek rumah kami. Ya, karena om duda bawa mobilnya lewat jalan kota, jadi sedikit lebih lama sih. Tapi gak masalah, selagi itu sama dia. Asek!

Om duda menghentikan laju mobilnya, tanpa bertanya dan mengajak ngobrol gue. "Om." Gue langsung mengehentikan dia yang mau keluar dari mobil

"Why?" Ucapnya dengan gaya Coll yang buat gue meleleh

"Gimana cara buka pintunya ini?" Sahut gue yang menanyakan apa yang gue kagak tahu. Katrok sih, tapi bodoh amatlah. Lagian gue juga memang orang biasa, jadi wajar-wajar aja gue kagak tau kan ya.

Gue lihat om duda cuman menggelengkan kepalanya, kemudian mencontohkan cara membuka pintu mobilnya itu. Dan gue langsung aja membukanya dan turun.

Gue membantu om duda membawa nasi Padang yang dia pesan tadi. Lebih tepatnya, dia yang bantuin gue ya gak sih?

Kita berdua membawa bungkusan itu kedalam panti. Dan langsung di sambu oleh pengurus panti itu sendiri. Seperti biasanya, setelah nganter makanan gue langsung balik ke ruma.

Dan kali ini, gue di antar sama om duda. Hem, seru sih kayaknya. Walau pun sedikit jangkrik karena gak ada obrolan antara kami berdua. Itu udah pasti terjadi, yakin deh.

"Saya antar pulang." Ucapnya

"Lagian searah juga, tetanggaan malah." Sahut gue tersenyum nyengir

Dia hanya diam tanpa tersenyum sedikit pun. Mungkin kalau gue bertanya, dia bakal jawab. Dan apakah setelah itu dia akan bertanya balik? Sepertinya sih kagak.

"Om, aslinya orang mana sih?" Tanya gue yang mencoba basa-basi ke dia

"Jakarta." Sahutnya dengan singkat

"Oh, begitu kah? Kami sekeluarga juga asal Jakarta." Ucap gue yang gak di balas lagi sama dia.

Gue diem lagi, mencoba berpikir buat bicara sesuatu. "Semoga betah deh, om, tinggal di komplek itu. Soalnya nih ya, orangnya pada absurd semua." Jelas gue

Dia hanya mengangguk tanpa menjawab, mungkin kali ini gue harus diem sampai rumah. Kayaknya percuma juga gue ngomong, toh di kacangi juga gue akhirnya. Gak lucu banget kan?

Terpopuler

Comments

Mamah Kekey

Mamah Kekey

Weh duren nih...

2024-02-08

1

Ilona Edeline 🦋

Ilona Edeline 🦋

semangat buat author, sukses untuk novelnya 💗😀. Kalau berkenan mampir yukk ke novel aku makasiih /Joyful/

2023-12-30

1

lihat semua
Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!