*****ZC*****
Gue kembali ke bus, mengambil beberapa benda yang tertinggal. Setelah itu gue kembali ke lokasi cam. Dan di saat perjalanan, gue melihat ada salah satu sosok manusia yang sepertinya gue kenal. Tapi apa memang iya?
Gue melangkah semakin cepat, dan memastikan siapa orang itu. Dan saat gue berlari, gue malah tersandung Tunggul.
Bruk!
"Astaga!" Teriak gue
Gue mencoba buat bangun, membersihkan baju gue yang terkena bunga-bunga rumput. Sekilas gue melupakan sosok itu dan memilih untuk memungut barang-barang gue ini.
"Sial banget dah."
Gue mengambil satu persatu barang itu. Memasukkannya kembali ke dalam kotak. Mencoba untuk mengangkat kotak itu. Dan saat gue balik badan, alangkah kagetnya gue saat itu juga.
"Astaga!" Gue teriak dan hampir melompat karena kaget
"Kamu, oke?" Ucapnya
"Oh, iya. Gak apa-apa, Om." Sahut gue nyengir
Gue tersenyum sejenak, dan ingin menanyakan sesuatu. Namun, dia malah pergi gitu aja. Setelah nanya keadaan gue, dia langsung pergi tanpa bertanya hal lain.
"Yaelah, gitu doang. Rugi amat deh kayaknya kalau ngobrol sama gue bentaran aja."
Gue ngedumel sepanjang jalan, walau pun ada perasaan suka. Sebab apa? Om duda nanyain kondisi gue paska terjatuh. Walau pun hanya itu doang, hanya dua kata. Tapi hati gue meleleh. Hemm astaga!
Gue mendekati teman-teman gue yang lain. Meletakkan barang itu dan mencoba mencari sosok duda tampan yang membuat gue terkesima. Dan ternyata, itu km duda ada di barisan anak kuliahan.
Gue langsung berpikir, apa itu om duda seorang mahasiswa? Tapi dia kan duda, dan udah cukup dewasa juga. Yang gue tahu aja usia dia itu tiga puluhan. Itu pun tebakan dari ayah gue sendiri. Dan mungkin aja bisa lebih gak sih? Ya kali masih kuliah.
"Ada apaan, Ziv." Ucap Scarlett yang ternyata mulai kepo sama kelakuan gue ini
"Om duda, Let. Di bagian mahasiswa itu." Jelas gue dengan sumringah
"Wah, kok bisa?" Tanyanya seraya mencari keberadaan om duda itu
Karena gue sibuk, gue pun kembali menjalankan tugas gue. Dan melupakan sejenak tentang om duda itu dan siapa dia sebenarnya.
"Zivanna, bagi tim khusus untuk mencarikan tema. Nanti malam kita ada kegiatan tanya jawab bersama anak kuliahan. Jangan buang kesempatan bagus ini, sebentar lagi kalian juga bakal kuliah." Jelas pak anton
"Oke, pak" sahut gue dengan semangat
Gue memilih siapa yang akan menjadi tim gue buat nanti malam. Sepertinya camping kami saat ini khusus untuk menambah ilmu pengetahuan. Bukan soal campingnya aja. Tapi akan banyak pelajaran yang kami dapat setelah kegiatan rutin tahunan ini.
"Gue dong." Ucap Scarlett
"Oke, elo, satu. Siapa lagi yang mau?" Tanya gue kepada mereka semua
"Kak, aku mau dong." Ucap salah satu adik kelas gue yang cewek
Gue pun memilih adik kelas gue itu, dan memilih satu lagi. Kami berlima nantinya akan menyusun kalimat pertanyaan untuk anak kuliahan itu. Mudah-mudahan aja mereka bisa jawab.
"Ayo, kita makan malam dulu. Nanti kita lanjut diskusi lagi ya." Ucap gue
Kami pun makan malam bersama di depan api unggun yang tidak terlalu besar itu. Menikmati makan dengan kesederhanaan. Selesai makan malam, barulah kami kembali diskusi tentang segala pertanyaan yang akan kami tanyakan nantinya.
Dan baru gue sadari, ternyata tim SD ke tim SMP. Dan kami yang SMA bersama anak kuliahan. Terlihat, seru sih.
"Ayo, kumpul semua. Yang tertib kalian, jangan buat malu sekolah." Tegas gue
Kami semua berkumpul mengelilingi api unggun, di hadapan kamu sudah ada anak kuliahan yang mempersiapkan diri mereka juga. Ada tawa canda yang tercipta di susana ini.
Pandangan gue terus mencari om duda. Namu, om duda berada di barisan para dosen. Apakah dia juga seorang dosen? Bisa saja begitu kan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments