pimpinan camping

*****ZC*****

"Zivanna, silahkan beri sambutan dulu untuk kakak-kakak ini semua." Uca pak Anton

Gue melangkah maju, tapi hati gue rasanya malu. Gue berusaha untuk tenang, apa lagi om duda malah lihatin gue saat ini. Gerogi banget gue, pengen banget rasanya pingsan mendadak terus di tolongin sama om duda. Wah, parah deh hayalan gue.

Gue berusaha tenang, berusaha agar tidak mempermalukan diri sendiri. Apa lagi mempermalukan sekolah gue sendiri. Itu sangat tidak mungkin. Gue pun terpaksa berbicara dengan beraninya di hadapan orang banyak.

Sebelumnya gue sih biasa aja di liatin ratusan orang bahkan ribuan orang sekali pun. Kali ini yang membuat gue salah tingkah hanya karena di lihatin terus sama om duda. Alamak, meleleh anakmu ini.

"Sekian dari saya, Zivanna Challistabella. Terimakasih." Ucap gue yang di akhiri dengan senyuman manis bin ramah bin cakep ini

Mereka bertepuk tangan untuk gue, dan gue melangkah mundur untuk mempersilahkan teman gue untuk memberikan beberapa pertanyaan buat mahasiswa itu.

Gue duduk di antara beberapa teman gue yang mewakili sekolah. Dan di belakang kami ada tim lainnya yang hanya mendengarkan diskusi malam ini. Dan gue, fokus sesekali memerhatikan om duda. Kenapa sih ada manusia yang merusak hati gue ini. Rasanya pengen meleleh aja gue kali ini.

Kali ini giliran Scarlett yang dengan pedenya menunjukkan keberaniannya untuk berbicara. Gue hanya memandang punggung Scarlett. Kemudian mendengarkan penjelasan dari mahasiswa itu.

"Wah, sepeda ini gue." Ucap Scarlett sedikit berbisik

"Caper aja, Lo, sama anak mahasiswa itu. Ayo ngaku!" Bisik gue balik

Scarlett hanya mencubit pelan paha gue ini. Dan gue cuek pura-pura kagak tahu. Ya kali gue menjerit kesakitan, kan malu juga di lihatin banyak orang. Kagak lucu dah.

"Baiklah, sekian diskusi kita untuk malam ini. Terlihat begitu menarik ya anak-anak." Salah satu dosen itu berbicara banyak hal

Gue dan yang lainnya hanya mendengarkan saja. Walau pun sebenarnya pandangan gue jatuh pada om duda tampan idola gue. Coba deh itu lm duda senyum dikit, kayak apa gitu manisnya. Wajah datar begitu aja bikin gue meleleh. Apa lagi kalau senyumnya? Mungkin dia mampu meluluh lantakan hidup dan jiwa raga gue ini. Asek!

Selesai dengan acara ini, kami pun kembali bersenang-senang. Waktu bebas untuk apa pun itu. Ada yang saling bernyanyi dengan gitar. Dan ada pula yang Sling gosip menggosipkan. Ya, begitulah tabiat manusia di muka bumi ini.

"Kayaknya sih, om duda itu memang dosen ya, Ziv." Ucap Scarlett

"Terserah, deh. Apa pun dia, gue demen ya demen." Sahut gue dengan santainya

"Wah parah, Lo, beneran serius demen sama dia, Ziv?" Tanya Scarlett seraya menatap gue dengan serius

Gue mendorong wajahnya agar menjauh dari gue. "Yoi." Sahut gue lagi

"Gila, Ziv. Tu mah om-om, Ziv. Kayak kagak ada cowok lain aja yang lebih muda. Emang, Lo, kagak malu apa di sebut bocil ngerayu om-om. Ih ...." Scarlett mengedikkan bahunya 

"Biarin lah apa kata orang. Yang penting gue bahagia." Sahut gue menjelaskan

"Ya kali, dia juga demen sama elo, Ziv. Yang ada dia juga di katain predator bocil." Ucapnya 

Gue cuman manggut-manggut males menanggapi omongan Scarlett yang tidak faham akan arti cinta yang sesungguhnya. Soal itu gue juga faham kali, tapi ini soal perasaan. Selama ini juga gue kagak ada demen sama yang seumuran. Lah, hati gue malah berlabuh di om duda. Terus gimana? Apa gue salah dalam hal mencintai yang lebih tua?

"Zivanna, Zivanna. Udah deh, buang jauh-jauh itu perasaan yang kagak guna. Kalian itu jauh banget, Ziv." Ucapnya lagi

"Udah ah, bosen gue." Uca gue

Gue melangkah menjauhi Scarlett. Gue pun melihat bintang yang tertutupi daun dari pepohonan di hutan ini. Gue duduk seraya menghidupkan musik di handphone gue. Menggunakan airphone di telinga gue.

Gue asik sendiri, sampai akhirnya temen gue muncul tanpa di undang buat gabung sama gue.

"Sendirian aja, Lo." Ucapnya seraya duduk di sebelah gue

"Kenapa emang?" Tanya gue seraya melepas airphone gue sebelah.

"Gak ada sih. Cuman pengen nemenin aja." Sahutnya dengan senyum manis yang terlukis indah di wajahnya. Walau pun gue tetap biasa aja

"Boleh ngomong sesuatu gak?" Ucapnya

"Apaan?" Gue pun mencoba mendengarkan apa yang ingin dia katakan ke gue. Walau pun sebenernya gue ingin sendiri dan memerhatikan om duda yang tidak terlalu jauh, tapi tidak bisa gue dengar suaranya itu.

"Gue suka sama, Lo."

"What?"

Gue melongo memandang Vian di hadapan gue ini. Ya kali dia demen sama gue. "Ya kali, Lo, suka sama gue." Ucap gue seraya menunjuk diri gue sendiri

"Mau ya jadi pacar gue." Ucapnya lagi

Gue melotot heran melihat Vian ini. "Gak salah dengar gue ini?" Ucap gue dengan heran. Mana tahu kan kuping gue lagi banyak isinya. Jadi kagak dengar dengan jelas ucapan si Vian.

"Gue serius, Ziv." Ucapnya lagi

"Ah, elo, mah kagak asik. Ya kali, Lo, mau pacaran sama gue. Cewek absurd yang kadang-kadang kurang waras ini." Sahut gue menjelaskan. Barangkali dia mau berubah pikiran untuk mencintai gue. Hem, mendadak ribet kan jadinya

"Gue serius, gue udah lama suka sama, Lo. Mau ya jadi pacar gue." Ucapnya lagi, kali ini dengan memegang tangan gue

Gue mencoba melepas genggaman dia itu dengan perlahan dan santun. Takutnya dia sakit hati kan ya, kagak enak juga gue jadinya. Soalnya ini si Vian temen baik gue juga. Jalan-jalan pun terkadang gue bareng dia juga.

"Lah, elo, terjebak cinta dalam persahabatan ini namanya." Jelas gue yang di balas anggukan olehnya

"Memang, iya. Sebelum terlalu akrab juga, gue udah suka kok. Serius, gak bohong gue." Sambungnya

"Yaelah, cari cewek lain deh. Maaf aja nih, kita udah terlalu nyaman dalam kata persahabatan. Dan gue juga, udah ada seseorang di hati gue." Jelas gue dengan jujur sejujur-jujurnya

"Kenapa gak gue aja sih yang ada di hati, elo." Ucapnya lirih

Gue cuman menatap kasihan si Vian ini. Gue terima atau tidak ya. Gue takut dia sakit hati gue tolak, tapi hati gue gak suka sama dia. Gimana dong?

Episodes
1 Om Duda
2 pemandangan indah
3 tabrakan cinta
4 bertanggung jawab
5 emak khawatir
6 anak manja
7 Ingin jalan-jalan
8 Draft
9 rencana camping
10 camping
11 ketemu om duda
12 pimpinan camping
13 Vian nembak
14 belajar bareng om duda
15 di rumah om duda
16 lulus
17 Vian love Zivanna
18 kuliah
19 Ternyata namanya Shefftyan
20 Dramatis!
21 Di pecat!
22 Hari menyebalkan
23 Dilema
24 jambret
25 kerja keras
26 berhenti kerja
27 mabok
28 usaha lagi
29 Jalan-jalan
30 hampir menjadi bubur
31 jahatnya Vian
32 godain duda
33 ngarep jadi istri
34 ngajak nikah
35 Menikah
36 niat lain di pernikahan
37 Vian salah faham
38 hamil?
39 ketahuan Abang
40 irit banget ngomongnya
41 hampir aja
42 suami usil
43 ternyata sepupu
44 modus
45 romantis atau?
46 apakah dia cinta
47 Ehem terbuai
48 di culik abang
49 melepas rindu di kampus
50 Abang jahat
51 terluka karena cinta
52 Bersama kembali
53 di paksa untuk berpisah
54 selalu saja Vian
55 cerai
56 ketemu lagi
57 dilamar Vian
58 menikah
59 janji seorang Vian
60 Vian selalu mengerti
61 curiga
62 masih merindukannya
63 terpuruk
64 hamil
65 misteriusnya Vian
66 masalah baru
67 Vian berdusta
68 gugur
69 perlahan sakit itu hilang
70 perlahan mulai bahagia
71 selalu bertemu
72 tetap aja bocil
73 janji bahagia
74 Mulai hari baru
75 special moments
76 suami random
77 di tinggal camping
78 flashback Shefftyan
79 frustasinya Shefftyan
80 ketahuan emak
81 random
82 flashback Vian
83 menyukai wanita yang sama
84 sisi jahat Vian
85 pernikahan Vian
86 kejadian mengerikan
87 liciknya papi mertua
88 pasutri absurd
89 wisuda
90 perkara nyeri perut
91 siapa yg jahat?
92 bertentangan
93 honeymoon
94 promil
95 Nichol
96 sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97 PMS
98 hamil
99 wanita jadi-jadian
100 wanita misterius
101 Malika
102 melawan
103 pernikahan Papi
104 percobaan p3mbunuh4n
105 Shefftyan dan Nichol
106 Gak pernah akur
107 Shefftyan absurd
108 kembali berdamai
109 lahiran
110 Al Hafizh
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Om Duda
2
pemandangan indah
3
tabrakan cinta
4
bertanggung jawab
5
emak khawatir
6
anak manja
7
Ingin jalan-jalan
8
Draft
9
rencana camping
10
camping
11
ketemu om duda
12
pimpinan camping
13
Vian nembak
14
belajar bareng om duda
15
di rumah om duda
16
lulus
17
Vian love Zivanna
18
kuliah
19
Ternyata namanya Shefftyan
20
Dramatis!
21
Di pecat!
22
Hari menyebalkan
23
Dilema
24
jambret
25
kerja keras
26
berhenti kerja
27
mabok
28
usaha lagi
29
Jalan-jalan
30
hampir menjadi bubur
31
jahatnya Vian
32
godain duda
33
ngarep jadi istri
34
ngajak nikah
35
Menikah
36
niat lain di pernikahan
37
Vian salah faham
38
hamil?
39
ketahuan Abang
40
irit banget ngomongnya
41
hampir aja
42
suami usil
43
ternyata sepupu
44
modus
45
romantis atau?
46
apakah dia cinta
47
Ehem terbuai
48
di culik abang
49
melepas rindu di kampus
50
Abang jahat
51
terluka karena cinta
52
Bersama kembali
53
di paksa untuk berpisah
54
selalu saja Vian
55
cerai
56
ketemu lagi
57
dilamar Vian
58
menikah
59
janji seorang Vian
60
Vian selalu mengerti
61
curiga
62
masih merindukannya
63
terpuruk
64
hamil
65
misteriusnya Vian
66
masalah baru
67
Vian berdusta
68
gugur
69
perlahan sakit itu hilang
70
perlahan mulai bahagia
71
selalu bertemu
72
tetap aja bocil
73
janji bahagia
74
Mulai hari baru
75
special moments
76
suami random
77
di tinggal camping
78
flashback Shefftyan
79
frustasinya Shefftyan
80
ketahuan emak
81
random
82
flashback Vian
83
menyukai wanita yang sama
84
sisi jahat Vian
85
pernikahan Vian
86
kejadian mengerikan
87
liciknya papi mertua
88
pasutri absurd
89
wisuda
90
perkara nyeri perut
91
siapa yg jahat?
92
bertentangan
93
honeymoon
94
promil
95
Nichol
96
sebuah pertanyaan untuk Shefftyan
97
PMS
98
hamil
99
wanita jadi-jadian
100
wanita misterius
101
Malika
102
melawan
103
pernikahan Papi
104
percobaan p3mbunuh4n
105
Shefftyan dan Nichol
106
Gak pernah akur
107
Shefftyan absurd
108
kembali berdamai
109
lahiran
110
Al Hafizh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!