Pulang dengan terluka

Alea dan kedua bestienya sudah berada di teras rumah Alea, mereka mengerjakan tugas bersama-sama. Lain halnya dengan Ajat, dia di tugaskan untuk membeli makanan ringan untuk menemani di kala mengerjakan tugas.

Cekkiitt..

Sebuah mobil terparkir di halaman rumah, Alea menatap ke arah mobil dimana ia melihat Bara yang turun dengan wajah babak belur. Tak lama kemudian, Hamzah membopong tubuh Gala yang lemah di sertai lebam di wajahnya lebih parah di bandingkan dengan Bara.

"Ya Allah, abang! Apa yang terjadi? Kenapa kedua kakak kembar bonyok?" Pekik Alea.

"Siapin kompresan, nanti aja jawabnya ya. Berat ini, abang gak kuat buat bopong dia lebih lama lagi." Ucap Hamzah.

"Aduuhh, mana pengen b3r4k lagi." Ucap Alea.

"Udah Al, biar gue aja yang siapin. Loe b3r4k aja dulu yang tenang, biar gue siapin air kompresannya." Ucap Leona.

"Gue bantuin." Seru Mutiara.

Leona dan Mutiara beranjak dari duduknya, mereka berdua berjalan menuju arah dapur menyiapkan es batu dan juga kain yang akan di gunakan untuk mengompres luka Gala dan Bara. Hamzah merebahkan tubuh Gala di kamarnya, sedangkan Bara dia lebih memilih duduk di ruang tengah sambil menatap lurus kearah depan.

Klek..

Hamzah menghampiri Bara yang tengah melamun, dia tahu pasti apa yang sedang di pikirkan oleh temannya itu. Alea terbirit-birit memasuki kamar mandi, dia menutup pintu kamar mandinya dengan keras karena tidak tahan ingin segera menuntaskan hajatnya.

Brakk..

"Gusti nu agung!" Pekik Leona dan Mutiara memegangi dadanya, es batu yag tengah di pegang Leona pun lolos begitu saja dari tangannya saat ia membuka plastik berbentuk lonjong di tangannya.

"Leona, itu es nya loncat dari kandangnya." Ucap Mutiara menunjuk kearah es batu yang tergeletak di bawah lantai.

Leona langsung membuang es itu ke dalam westafel, ia mengambil kembali es batu dari dalam lemari. Tak lama kemudian Alea datang, dia mengusap perutnya yang terasa lega.

"Ini, bawa noh ke ayang. Kasian, kayaknya mereka baku hantam deh." Ucap Mutiara.

Alea membawa satu wadah kecil yang berisikan es batu dan juga kain kecil ke ruang tamu. "Leona, tolong kompres luka kak Gala." Ucap.Alea meminta tolong pada Leona.

"Gak mau ah, sama si Muti aja. Gue takut liat mukanya, apalagi kemarin kan dia marah banget sama gue." Tolak Leona.

"Enggak lah, gue mau beresin dulu tugas. Si Ajat juga keknya bentaran lagi balik, kasian dia kalo pas dateng semuanya pada sibuk." Ucap Mutiara.

Leona menghela nafasnya panjang, dia membawa wadah berisikan es batu bersama Alea. ea berjalan menuju ruang tamu menghampiri Bara, Melihat Hamzah yang tengah duduk dan tidak melakukan apapun membuat Leona bernafas lega.

"Bang, ini kompressannya, Nana mau lanjut kerjain tugas ya. Bye." Ucap Leona meletakkan wadah kecil tersebut diatas meja.

Leona hendak membalikkan tubuhnya untuk pergi, tetapi Hamzah menahan pergelangan tangannya. "Eh, Na. Tolong kamu kompres dulu wajah si Gala, abang mau keluar dulu ada urusan. Gapapa kan? Tenang aja, dia tidur kok." Ucap Hamzah.

Mau tidak mau Leona mengambil kompressan itu, dia melangkah ke kamar Gala dengan ragu. Saat berdiri di depan pintu, perlahan Leona membuka knop lalu masuk ke dalamnya.

Hamzah berpamitan kepada adiknya dan juga Bara, ada sesuatu yang harus dia selesaikan sekalian mencari makan. Sepeninggalnya Hamzah, Alea mulai membalut es batu menggunakan kain kecil, kemudian ia menempelkan kain tersebut ke sudut bibir Bara yang terluka.

"Ssshhh." Bara meringis menahan perih, dia memejamkan matanya membuat Alea ragu untuk melanjutkannya.

"Sakit ya kak? Lagian kenapa sih bisa bonyok begini? Emang kak Bara jagoan apa main baku hantam kayak gini? Pasti kalian gelut ya? Kalo kalian berantem lawan orang lain mungkin abang juga terluka, tapi nyatanya kan enggak." Tanya Alea dengan beruntun, mulutnya komat-kamit layaknya seorang ibu yang tengah mengomel pada anaknya.

Luka yang di rasakan Bara pun berkurang saat melihat kekhawatiran di wajah Alea, bukannya kesal karena Alea yang terus nyerocos bak burung beo, Bara justru terkekeh melihatnya.

"Kok, malah ketawa sih?" Kesal Alea.

"Kamu lucu, makanya saya ketawa." Jawab Bara tersenyum.

Alea memanyunkan bibirnya kesal, entah mengapa hatinya merasa marah melihat Bara terluka. Ia melanjutkan mengompres wajah Bara, kali ini Bara tidak meringis kesakitan melainkan diam seraya memperhatikan wajah serius Alea dari dekat.

Di kamar.

Gala tengah berbaring dengan mata terpejam, Leona duduk di bawah kasur Gala dan memandangi wajah Fala dari dekat. Perlahan ia mengompres luka Gala, ia melihat darah di sudut bibir Gala yang sudah mengering. Leona keluar dari kamar Gala, dia mencari kotak obat yang letaknya ada di lemari ruang tengah.

"Na, cari apa?" Tanya Alea.

"Mau bawa kotak obat, kayaknya sudut bibirnya robek deh jadi mau gue obatin." Jawab Leona.

Alea membulatkan mulutnya ber oh ria. Leona kembali ke kamar setelah mendapatkan apa yang dia cari, dengan telaten ia mengobati luka Gala.

Alea dan Leona sudah selesai mengobati luka keduanya, mereka pergi ke dapur membereskan wadah kecil yang sudah mereka pakai.

"Kak Gala masih tidur?" Tanya Alea.

Leona menjawab dengan anggukan kepalanya, Alea membawakan segelas air putih untuk Bara ke ruang tamu. Dilihatnya, Bara tengah melamun sampai tak menyadari kalau Alea sudah datang.

"Kak." Panggil Alea.

Beberapa kali Alea memanggil Bara, tetapi Bara tetap diam tak bergeming. Alea khawatir kalau Bara kerasukan, dengan ragu ia mengguncang tubuh Bara agar sadar dari lamunannya. Bara tersadar dari lamunannya, dia mengusap wajahnya dengan kasar.

"Maaf, kakak gak tahu kamu ada disini." Ucap Bara merasa tidak enak.

"Kakak kenapa? Dari tadi ngelamun terus, kalau butuh teman cerita Alea mau kok dengerin kakak." Tanya Alea.

Bara tersenyum manis ke arah Alea. "Jujur saja, kakak lagi banyak masalah. Kalo kamu gak keberatan, nanti malam mau enggak temani kakak?" Jawab Bara.

"Mau aja sih kak, tapi jangan kemalaman pulangnya. Abang gak suka kalau Al keluar malem, besoknya harus sekolah juga." Ucap Alea.

"Gak keluar kok, cuman temenin kakak di depan aja. Kalo lagi mumet, kakak lebih suka duduk di kursi sambil liatin bintang diatas." Ucap Bara.

"Oke, bisa di atur." Ucap Alea tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.

Terpopuler

Comments

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

Gala sih yang g.mau move on , mungkin trima wa dari Seora

2024-12-26

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Iisshhhhh dasar cowok.... endingnya gelut aja..... sama2 bonyok kan....😠😠😠

2024-12-02

0

awesome moment

awesome moment

makin dekat. tp knp gala msh oon y

2025-01-07

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!