Hamzah Murka

Hamzah keluar dari kamar Alea, dia meminta bantuan Bara untuk mengompres pipi adiknya. Ia keluar di temani Gala, dengan wajah memerah menahan emosinya, Hamzah melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang bisa menyalurkan emosinya.

"Loe mau kemana nih?" Tanya Gala.

"Hajar anak orang. Semarahnya gue, gak pernah gue main tangan sama adek gue sendiri." Emosi menguasai dirinya, terlebih lagi perilaku Jena membuatnya semakin naik pitam.1

Gala hanya mengikuti kemana langkah Hamzah membawanya.

*

*

Bara mengambil air dan juga kain yang akan ia gunakan untuk mengompres pipi Alea, ia duduk dibawah kasur Alea menatap sejenak wajah cantik dan putih bersih itu. Tangannya menempel di pipi Alea, ia mengusap bekas kemerahan di pipi Alea dengan lembut tanpa membuat Alea terusik.

"Apapun sedihmu, apapun lukamu. Biarkan aku yang akan menggantinya dengan kebahagiaan, aku tidak menyangka di balik wajah cantik ini ternyata memiliki luka yang cukup serius. Aku akan menjagamu, meskipun kita baru bertemu untuk yang pertama kalinya, tapi kau sudah menggerakkan hatiku yang sebelumnya tak pernah terisi oleh siapapun." Gumam Bara.

Dengan telaten, Bara mengompres pipi Alea sambil menikmati pemandangan indah di depannya. Karena lelah setelah menonton konser, Bara tertidur dengan posisi bersandar di bawah kasur Alea.

*

*

Hamzah memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang cukup besar, dengan wajah dinginnya ia berjalan menuju rumah tersebut. Di ketuknya pintu dengan cukup keras, tak lama kemudian seorang laki-laki keluar membukakan pintu, dan..

Bughhh..

Sebuah bogeman mentah mendarat di pipi pria tersebut, Hamzah berjongkok menarik kerah pria yang tak lain adalah Bagas.

"Berani loe nampar adek gue?! Loe tahu siapa gue! Seujung kuku pun gue gak pernah nyakitin Alea, hanya karena cewek loe yang gak bisa jaga mulutnya. Ingat ini baik-baik! Loe berdua gak tahu apa-apa tentang kehidupan keluarga gue, jadi jangan pernah sekalipun ikut campur." Geram Hamzah.

Bughhh..

Hamzah kembali melayangkan pukulan pada Bagas, tampak Bagas melakukan perlawanan sampai ia berhasil berdiri. Gala pun ikut emosi melihat wajah Bagas, apalagi ia mendengar cerita Alea saat Hamzah memeluknya.

PLAKKK..

Gala menampar wajah Bagas dengan cukup keras, sudut bibir Bagas mengeluarkan darah segar. Orangtua Bagas keluar dari dalam rumahnya, mereka nampak terkejut melihat anaknya sudah babak belur.

"Astagfirullah!!" Pekik ibu Bagas.

"Ada apa ini?" Tanya ayah Bagas.

"Tanyakan saja padanya." Jawab Hamzah dingin.

Bagas diam tanpa bersuara barang sepatah kata pun, dia mengakui bahwa dirinya salah. Ibu Bagas segera menghampiri putranya, dia menangkup wajah Bagas yang sudah babak belur karen sentuhan Hamzah dan juga Gala.

"Jika tidak bisa menghargai wanita, setidaknya jangan pernah sakiti perasaan dan fisiknya. Kau itu seorang pria, memiliki seorang ibu. Apa jadinya kalau aku yang menyakiti fisik ibumu, apa kau juga akan marah?" Ucap Gala.

"Apa maksudnya ini, Bagas? Katakan pada ayah!" Desak Acep.

Bagas tetap diam seribu bahasa, dia menundukkan kepalanya tak berani menatap sang ayah yang tengah berbicara padanya. Pengecut, itulah sebutan yang pantas untuk Bagas.

"Kalau putramu tidak bisa menjawabnya, biar aku yang menjawabnya. Putra kebanggaan kalian ini sudah menampar wajah adik perempuanku, demi membela kekasihnya yang salah ia sampai hati menyakiti adikku." Ucap Hamzah dingin.

Tak hanya sampai disitu, Hamzah juga menceritakan kejadian yang Alea sampaikan padanya secara gamblang di hadapan kedua orangtua Bagas.

"Apa?! Benar apa yang di katakan olehnya, Bagas? Apa kau tidak pernah diajarkan untuk menghargai seorang wanita oleh ayahmu ini? JAWAB!" Geram Acep.

"Maaf." Satu kata yang lolos dari bibir Bagas.

Siti tak percaya anaknya bisa sampai tega melakukan itu semua, Acep mengepalkan tangannya dengan kuat dan juga menatap nyalang pada Bagas.

"Karena perempuan manja itu kau menjadi pengecut seperti ini? Gadis mana yang sudah kau sakiti? Apa dia Alea?" Cecar Acep.

"I-iya, ayah." Jawab Bagas lirih.

"Bajingan. Kau tega melukai gadis sebaik Alea, hah?! Dia sudah melakukan banyak hal untukmu, apa kau lupa disaat kami tidak ada bahkan dia yang merawatmu dengan tulus, kemana para kekasihmu yang kau bela dan banggakan itu? Aku tidak pernah mengajarkan kau menjadi seorang pengecut, lebih tidak menyangka lagi kau melakukannya pada Alea. Ayah akan menarik semua fasilitasmu, itu hukuman bagimu karena kau tidak kekurangan membuatmu gelap mata." Ucap Acep dengan tegas.

Siti tidak banyak bicara, dia hanya menatap sang putra dengan raut kekecewaan. Bagas hanya pasrah menerima semua yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya saat ini, selain menampar Alea dia bahkan ikut menghinanya.

Hamzah mengajak Gala pergi dari rumah Bagas, dia masuk kedalam mobil dengan emosi yang masih tersisa dalam dirinya. Tidak puas jika hanya menghajar Bagas, dia melajukan mobilnya menuju rumah Jena yang tentunya dia tahu dimana letaknya.

15 menit berlalu.

Hamzah keluar dari dalam mobil dengan emosi yang berapi-api, dari kejauhan dia melihat Jena yang tengah tertawa dengan teman-temannya. Disana juga ada seorang pria paruh baya yang tengah keluar membawa kunci mobil, Hamzah sangat tahu siapa pria paruh baya itu dan dia sama sekali tidak memperdulikannya.

"JENA!" Suara bariton Hamzah membuat semua orang yang tengah asyik mengobrol menatapnya secara bersamaan, wajah Jena terlihat memucat kala melihat siapa yang datang.

'Waduh, pasti si Alea ngadu ke abangnya ini.' Batin Jena ketar-ketir.

Sreeett..

Hamzah menarik lengan Jena dengan kasar sampai ia terhuyung ke depan, tatapan tajam Hamzah tak lepas dari Jena. Pria paruh baya yang tak lain adalah Abian, ayah kandung Hamzah dan Jena menatap bingung kearah Hamzah.

"Kenapa kau menyeretnya nak? Apa salah keponakanku?" Tanya Abian.

PLAK..

"Berani loe hina mama dengan mulut sampah loe! Gara-gara loe, pipi mulus adek gue di tampar sama bajingan pacar loe itu. Kalo sampai loe berani usik adek gue, habis loe di tangan gue sendiri!" Berang Hamzah.

"Hey,Jena ada apa ini? Katakan pada paman nak." Desak Abian penasaran.

Flashback

Saat Alea menghindar dari Jena dan Bagas, di saat itu pula Jena tidak terima di bentak oleh Bagas dan menyalahkan Alea.

"Gara-gara loe lea, Bagas jadi berani bentak gue." Sewot Jena.

"Berisik." Ucap Alea cuek.

Jena langsung bergegas menghampiri Alea, dia mengacak-acak alat tulis Alea dan merobek hasil tugasnya. Melihat itu Alea pun lantas berdiri menatal nyalang pada Jena, semua hasil kerja kerasnya di hancurkan oleh Jena.

"Pantes aja om Abian lebih milih tante Mala daripada ngurusin hidup loe, orang anaknya sama begonya sama ibunya. Saking begonya ibu loe, dia rela ngasih jantungnya buat tante Mala cinta pertama om Abian." Ucap Jena sinis.

Alea mengepalkan tangannya, wajahnya sudah memerah menahan tangisnya karena ucapan Jena. Jika sudah membahas masa lalu, hati Alea merasa tercabik di sertai luka yang sudah mulai ia tutup rapat kembali menganga dengan sempurna.

PLAK..

"ALEA!" Pekik Bagas.

Bagas segera menghampiri Jena dan juga Alea, dia tidak terima Jena di tampar oleh Alea sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah.

PLAK..

Bagas yang ikut tersulut emosi membalas apa yang di lakukan oleh Alea, dia menampar Alea dengan tangannya sendiri.

"BAGAS!" Pekik ketiga teman Alea.

"Gue gak nyangka loe ringan tangan sama sesama perempuan Alea, gue tahu loe suka sama gue dan terus ngejar gue selama bertahun-tahun. Bener apa yang di katakan oleh Jena, wanita yang berasal dari keluarga berantakan hasilnya pasti akan kurang ajar! Cinta gak bisa di paksakan Alea, gue sama sekali gak cinta sama loe. Camkan itu!" Tekan Bagas.

"Dasar pengemis!" Hardik Jena.

"Bodoh. gue gak sudi punya cewek yang bisa jalan sana-sini sama cowok lain, gue juga yakin kalo loe ada something sama temen-temen cowok loe itu. Dasar murahan!" Hina Bagas. Ia terus melontarkan kata-kata hinaan pada Alea, Alea terkenal humble dan mudah berbaur dengan yang lainnya termasuk siswa. Hal itu yang membuat Bagas tidak mau menerima cinta Alea, dia tidak suka wanitanya berbaur dengan lelaki lain.

Bugh..

Ajat melayangkan bogeman di wajah Bagas, Jena menarik tangan Bagas menjauh dari Ajat.

"Loe keterlaluan gas, loe buta apa tuli sih? Loe belain yang udah jelas-jelas salah dan loe juga lontarin hinaan sama orang yang udah banyak bantuin di kala susahnya loe, loe terima kalo orangtua loe dihina dan dikatain bego sama orang yang sama sekali gak punya otak? Loe pernah bilang ke gue gak bakalan bales perasaan Alea karena dia dari keluarga yang berantakan, gue bahkan sangat bersyukur Alea gak jadian sama cowok ringan tangan kayak loe!" Marah Ajat.

"PERGI DARI RUMAH GUE!" Teriak Leona mengusir keduanya untuk angkat kaki dari rumahnya.

Sreett..

Mutiara menarik rambut Jena dengan kuat sampai ia merintih kesakitan, walaupun mereka pernah bersahabat tidak membuatnya merasa kasihan dengan apa yang dilakukannya saat ini.

"Loe udah ganggu kerkom kita, loe juga udah bikin sahabat gue kembali membuka luka lamanya. Asal loe tahu ya, yang bego tuh si MALAPETAKA. Tante yang loe banggain ke semua orang itu penjilat, bahkan dia rela misahin anak dan istrinya om Abian demi dirinya sendiri. Kalo loe di posisi Alea, loe juga bakal ngerasain sakitnya dan gak mungkin berani buat hina kek gini." Mutiara mendorong tubuh Jena sampai terjatuh, nafasnya naik turun menahan amarahnya agar tidak menyakiti terlalu jauh dan berakibat fatal pada dirinya sendiri.

Bagas menarik tangan Jena sampai ia terseok-seok, mereka berdua pergi meninggalkan rumah Leona. Ketika Bagas dan Jena pergi, disaat itu pula Alea menumpahkan tangisnya. Ketiga sahabatnya mencoba menenangkan Alea, mereka yang tahu bagaimana kehidupan Alea pun ikut merasakan sakitnya.

Flashback off

Terpopuler

Comments

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

tinggalin aja Alea buat cowok seperti Bagas ada yang leb8h baik itu tu Bara

2024-12-26

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Untung Alea dikelilingi oleh sahabat2 dan keluarga yang baik...

2024-12-02

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕" 𝑨𝒍𝒆𝒂 𝒑𝒅 𝒂𝒅𝒂 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝑨𝒍𝒆𝒂 👍👍

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!