Kemarahan Bara

Bara melajukan mobilnya setelah memastikan Alea memasuki gerbang sekolah, wajahnya nampak sangat berseri karena bisa mengantarkan Alea.

Beberapa menit kemudian.

Bara memarkirkan mobilnya di depan rumah Hamzah, dilihatnya Gala tengah murung tidak ada raut wajah senang, ataupun senyum walaupun hanya sedikit. Hamzah bangkit dari duduknya melihat Bara turun dari dalam mobil, ia membisikkan sesuatu di telinga majikan sekaligus temannya itu.

Mata Bara mulai menajam, dia mengepalkan tangannya dengan erat sampai urat di tangannya pun terlihat dengan jelas.

"Hubungi Ramdan, kirim satu atau dua orang untuk memantau gerak-geriknya. Pastikan juga perusahaan Gala dalam kondisi baik-baik saja, bilang pada Darren untuk menghandle semuanya selama 5 hari ke depan. Aku tidak mungkin kembali dengan cepat, aku sudah berjanji pada bunda akan mengembalikkan Gala seperti semula." Ucap Bara dingin.

"Baik." Sahut Hamzah seraya mengeluarkan ponselnya.

Bara melangkahkan kakinya menghampiri Gala, ia menepuk bahu adiknya itu dengan pelan. Melihat sorot mata Bara membuat nyali Gala menciut, ia tahu jika sang kakak sedang menahan emosi.

"Jika sampai kau goyah, aku tidak akan segan-segan menendangmu keluar dari keluarga Bramasta. Baik bunda maupun daddy tidak akan ada yang berani mencegahnya, meskipun kau memohon pada kak Vio tidak akan ada yang mendengarkanmu. Paham!" Tegas Bara.

Gala menganggukkan kepalanya lesu, entah apa yang tengah ia rasakan saat ini. Dadanya terasa sesak dan bergemuruh, apalagi ancaman saudara kembarnya membuat dirinya tak berkutik.

"Ramdan sudah menjalankan tugasnya, Darren pun sudah menyetujuinya dan mengatakan kalau ia akan mengurus semuanya." Lapor Hamzah pada Bara.

"Kerja bagus, ayo kita pergi." Ucap Bara dingin.

Ketiganya pun langsung berjalan menuju mobil, Hamzah langsung menempati kursi kemudi, sedangkan Bara dan Gala duduk di belakang dan sibuk mengotak-atik ponselnya.

*

*

Suara bel berbunyi dengan begitu nyaringnya, para siswa dan siswi berhamburan keluar menuju sebuah kantin. Jam istirahat adalah waktu yang paling di tunggu oleh semua murid, mereka bisa menenangkan sejenak kepalanya dari beberapa pelajaran agar perutnya juga terisi dan bisa berpikir kembali.

Alea and the geng menempati sebuah meja, terlihat mereka tertawa cekikikan saling melempar candaan. Jena menatap Alea dari kejauhan, inilah saat yang paling ia tunggu untuk melancarkan aksinya.

"Let's see." Ucap Jena menyeringai.

30 menit berlalu.

Jam istirahat sudah habis, kini waktunya para siswa kembali kedalam kelasnya masing-masing. Saat Alea dan teman-temannya hendak keluar dari kantin, panggilan Bagas menghentikan langkah Alea.

"Alea." Panggil Bagas.

Alea menoleh ke arah sumber suara, dia dapat melihat penampilan Bagas dan juga wajahnya yang masih terlihat ada beberapa bagian luka, ia bisa menebak kalau luka itu hasil karya kakaknya sendiri.

"Apa?" Tanya Alea cuek.

"M-maaf, maaf karena sudah menamparmu dan juga menghinamu." Ucap Bagas gugup.

"Apa karena semua fasilitasmu di sita, kau baru menyadari salahmu? Apa karena kakakku yang menghajarmu kau meminta maaf padaku? Rasanya sungguh aneh sekali, seorang Bagas tiba-tiba meminta maaf kepada orang yang ia anggap benalu. Baru kali ini aku mendengarmu minta maaf, beberapa tahun ke belakang kemana? Bahkan salahmu itu lebih banyak loh?" Sindir Alea dengan dengan senyum manisnya.

Bagas menundukkan kepalanya. "Maafkan aku, aku akui semua kesalahanku." Ucap Bagas dengan lirih.

"Aku bisa saja memaafkanmu Bagas, tapi aku ingin kau merenungi semua salahmu. Bukan hanya karena fasilitasmu, atau pun karena abang. Aku ingin kau introspeksi diri, lihatlah dirimu yang sudah berubah banyak seperti bukan Bagas yang aku kenal." Ucap Alea.

Bagas terdiam mendengarkan ucapan Alea, benar. Dia sudah banyak berubah semenjak menjalin hubungan dengan Jena, bahkan prestasinya pun menurun drastis karena sering bolos hanya untuk menuruti kemauan Jena. Alea berjalan meninggalkan Bagas, ketiga temannya mengekor di belakang Alea.

"Kau benar Al, aku memang harus berubah." Ucap Bagas dengan pelan.

Saat Alea memasuki kelasnya, terlihat orang-orang berkerumun dan menggeledah satu persatu tas murid. Salah seorang guru datang menghampiri kerumunan tersebut di susul oleh Bagas.

"Ada apa ini?" Tanya Alea.

"Ini, hp sama uang bendahara ada yang ngambil." Jawab salah siswi yang bernama Dira.

"Kok bisa." Heran Leona.

"Coba kalian cek satu persatu tas murid yang lain, kalau terbukti ada yang mencuri. Ibu akan bawa dia ke kantor, pencurian tidak bisa di biarkan." Titah wali kelas- Iis.

Ketua murid dan juga wakilnya menggeledah semua tas yang ada di kelasnya, kini tinggal tas Alea dan juga Leona yang beluk di periksa. Begitu ketua murid membuka tas Alea, beberapa lembar uang dan juga hp berwarna hitam ada disana. Mata Alea membulat sempurna, dia menyilangkan tangannya seraya menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Loh, kenapa ada di tas ku? Aku tidak mencurinya kok, bahkan sekarang aja baru balik dari kantin." Ucap Alea berusaha membela dirinya.

Jena masuk ke dalam kelas Alea bersama salah satu temannya, dia membawa buku matematika yang di tugaskan oleh guru untuk mengantarkannya ke kelas Alea. Dia yakin kalau di dalam kelas itu sudah terjadi sesuatu, buktinya wajah Alea panik dan juga pias.

"Loh bu, ada apa ini?" Tanya Jena.

Bukan guru yang menjawabnya, melainkan Dira. "Si Al udah nyuri uang bendahara, dia juga nyuri hp ku juga." Jawab Dira ketus.

"Loh Al, gue tahu lu itu kekurangan dan juga udah gak punya orang tua. Tapi, gue gak nyangka loe bisa nekat nyuri kek gitu." Ucap Jena.

"Gak mungkin Alea yang mencuri, ini pasti ada yang udah jebak dia bu." Seru Bagas.

"Issh, apaan sih kamu Bagas? Kenapa belain penjahat." Kesal Jena.

"Iya bu, gak mungkin Alea pelakunya orang kita dari tadi di kantin kok." Sambung Mutiara.

"SIAPA YANG SUDAH MENARUH HP DAN UANG KE DALAM TAS ALEA?!" Ucap bu Iis dengan suara lantangnya.

Hening.

Tidak ada yang mengaku, mereka semua diam terkecuali Jena yang menyembunyikan senyum liciknya. Alea mengepalkan tangannya, matanya sudah memerah dan dia juga sudah menyiapkan ide agar sebuah kebenaran terbongkar. Dia tidak mungkin diam saja kala orang lain ada yang ingin memfitnahnya, sudah cukup Alea menjadi pribadi yang lemah, tapi untuk sekarang TIDAK.

"Ngaku aja Al, satu kelas gak ada yang ngaku loh." Desak Dira.

"Bawa aja bu ke ruang BK, kalo hal kayak gini di biarin takutnya bakalan ada hal yang sama terulang lagi." Seru Jena.

Para murid setuju dan mulai menyoraki Alea, mereka ikut mendesak Alea agar mau mengakui kejahatannya.

"Alea, ikut ibu ke kantor. Jelaskan semuanya disana, salah benarnya kita putuskan disana." Tegas bu Iis.

Alea tidak akan tinggal diam, dia mengambil sesuatu dari atas meja. Dan..

Sreett..

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Haaahhhhh....Ada hal ajaib yang dilakukan Alea....👏👏👏👏👏👍👍👍

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

apa ya yang dilakukan Alea

2024-12-26

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝑨𝒍𝒆𝒂 𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒅𝒓 𝒕𝒂𝒔 𝒏𝒚𝒂 🤔🤔

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!