Peliharaan

Alea membawa hasil masakannya ke ruang tengah, Hamzah sudah menggelar karpet berwarna merah yang di gunakan untuk alas nantinya. Bermacam-macam lauk sederhana sudah tersusun rapi diatas karpet, Hamzah mengajak Bara dan Gala untuk makan bersama , sedangkan Alea lebih memilih mengganti pakaiannya.

"Abang, Lea ganti baju dulu ya." Ucap Alea.

Hamzah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Alea pergi menuju kamarnya. Terlihat masakan Alea begitu menggiurkan, Bara langsung saja menyendok nasi karena perutnya sudah berisik.

"Gala, ayo makan dulu. Jangan maen hp mulu, udah tau tuh betina pilih cowok lain masih aja ngarep." Tegur Bara.

Apa yang dilakukan Gala sudah di tebak, lelaki itu nampak mengotak-atik ponselnya melihat beberapa foto yang masih tersimpan di galerinya. Mendengar ucapan kembarannya, membuat hati Gala tercabik oleh kenyataan. Hamzah menyodorkan piring yang sudah di isi dengan nasi pada Gala, dengan wajah murungnya Gala menerima piring tersebut lalu memilih lauk yang ada di hadapannya. Dengan wajah memerah menahan tangisnya, Gala menyuapkan makanan ke mulutnya dengan susah payah menelannya. Bara dan Hamzah membiarkan Gala dengan segala masalahnya, jika di tegur pun pastinya akan berdampak negatif pada yang lainnya, emosi orang di tinggal nikah memang beda.

"Adek, makan dulu." Panggil Hamzah.

Ceklek.

Alea keluar dari dalam kamarnya, dia selesai mengganti pakaiannya menggunakan jeans dan kemeja berwarna merah maroon. Kecantikan Alea dan kesan imutnya membuat Bara tak henti menatapnya, bahkan saat Alea duduk di samping kakaknya pun Bara tetap menatapnya.

Dukk..

Gala menyiku tubuh Bara dari samping, refleks Bara pun tersadar dan mengalihkan pandangannya. Mereka berempat pun makan bersama, tak bisa di pungkiri kalau masakan Alea sangat pas di lidah si kembar. Selesai makan, Alea membawa semua piring kotornya ke wastafel, dia langsung mencuci dengan bersih dan merapihkannya di lemari. Semua aktifitas yang dilakukan oleh Alea tak lelas dari pengawasan Bara, dia cukup kagum dengan Alea yang begitu mandiri tidak seperti gadis lainnya.

"Zah, adek loe punya pacar?" Tanya Bara.

"Gak punya, dia sebenernya naksir sama salah satu cowok. Dan dia sukanya udah dari lama, tapi effortnya sama sekali gak di respon sama sekali." Jawab Hamzah. Ya, Hamzah tahu segala sesuatu tentang adiknya, karena mereka sudah berjanji akan saling terbuka dan saling menjaga satu sama lain seperti janji mereka kepada mendiang ibunya.

"Boleh gue deketin adek loe? Kayaknya gue suka ma dia." Izin Bara.

"Wih, ada angin darimana ini. Seorang Bara mau deketin cewek? Bukannya ogah-ogahan sama yang namanya betina?" Ledek Hamzah.

"Aing normal, wajar aja kalau mau mencoba." Sungut Bara.

"Silahkan aja kalo bisa." Ucap Hamzah tersenyum miring. "Loe harus terima segala konsekuensinya, dan yang paling penting. Jangan pernah sakiti dia, kalo dia nangis sama aja lu minta bogeman dari gue." Papar Hamzah.

Alea kembali ke ruang tengah, dia merapikan penampilannya kemudian mengambil tasnya.

"Abang, minta uang dong? Adek mau kerkom di rumah Leona, sama si mamih." Rengek Alea manja.

Hamzah mengeluarkan beberapa uang berwarna merah pada Alea, dengan mata berbinar Alea menerima uang tersebut. Dikibaskannya uang tersebut di hadapan wajahnya, gaya tengilnya membuat Bara semakin tertarik pada Alea.

"Abang, kakak. Alea pamit kerkom dulu ya, kalau mau nitip sesuatu boleh kok asal di tambahin aja uangnya." Ucap Alea pada Bara dan Hamzah.

"Nanti di jalan, tolong beliin ubi cilembu ya." Ucap Hamzah kembali menambahkan uang berwarna merah pada Alea.

"Oke." Seru Alea.

Alea membalikkan tubuhnya, kemudian ia mengambil sepatu dari arah dapur. Saat melewati Gala yang tengah duduk di ruang tamu, Alea memberikan tatapan tidak suka karena ia masih kesal atas perilaku Gala tadi.

"Apa liat-liat?!." Sewot Alea saat Gala tak sengaja menatap kearahnya.

"Ngapa sih? Pergi sono." Usir Gala mengibaskan tangannya.

"Rumah gue kali, dasar monyet." Kesal Alea.

"Sia monyet mah. (Loe yang monyet)." Ketus Gala.

"Gandeng pisan jadi jalu teh. (Berisik banget jadi cowok). "Ucap Alea gereget.

Entahlah, melihat Gala membuat Alea kesal setengah mati. Apalagi mukanya yang jutek, ingin sekali ia meraup wajah Gala dan merapikannya menggunakan setrika agar rapih.

*

*

Hamzah, Gala dan Bara tengah bersiap untuk menonton konser, mereka sudah rapih dengan pakaiannya. Sebelum pergi, Hamzah mengirimkan pesan singkat pada adiknya agar tidak mencarinya.

"Yuk, berangkat." Ajak Hamzah.

Bara dan Gala langsung berjalan memasuki mobilnya, Hamzah duduk di kursi kemudi , kemudian melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.

Di sepanjang perjalanan, Gala memutar musik Golden Rockers dan bernyanyi dengan begitu bersemangat seakan lupa akan kesedihannya. Bara menggelengkan kepalanya pelan, ia kembali menatap lurus kearah jalanan sambil menikmati musik yang di putar oleh Gala.

*

*

Di sisi lain.

Alea dan juga teman-temannya tengah berkumpul di salah satu rumah temannya, mereka sibuk mengerjakan tugas dari sekolahnya.

"Mamih." Panggil Alea.

"Iya, anakku." Sahut Mutiara. Alea selalu memanggilnya dengan sebutan mamih, karena diantara yang lainnya badan Mutiara yang paling bongsor.

"Mih, laper." Ucap Alea.

"Ya makan dong, nak." Ucap Mutiara.

"Ihh, geli banget gue denger kalian berdua." Celetuk Leona.

"Biarin." Ucap Alea santai.

"Ini si Bagas kemana sih? Yang tugas kerja kelompok kan bukan kita doang." Kesal Leona.

"Lagi sama peliharaannya kali." Sahut Alea.

"Sejak kapan si Bagas punya peliharaan? Setau gue, dia gak punya tuh." Tanya mutiara.

"Ck, tiap hari kan dia bawa monyet ke sekolah. Gak liat loe tuh monyetnya gelantungan mulu sama si Bagas, ngeliatnya aja gua kayak liat atraksi topeng monyet tahu enggak, hahaha." Ucap Alea terbahak.

Leona dan Mutiara pun terbahak mendengar ucapan Alea, mereka baru ngeh kalau yang di maksud oleh Alea adalah Jena, pacarnya Bagas.

"Wah parah loe, emangnya loe udah un crush dia? secara , dah lama banget loe suka sama dia, bahkan effort loe gak main-main." Tanya Mutiara.

"Enggak lah mamih, gue udah sadar. Ngapain gue ngejar tuh musang, mendingan gue deketin temen abang gue. Beuuhh pada ganteng banget, loe pada mau liat kagak?" Jawab Alea.

"Hah? Aa Hamzah udah pulang? Kenapa loe gak kasih tahu gue? Gue kan bisa buatin makanan sekalian pdkt sama aa Hamzah." Tanya Mutiara dengan kesal. Sudah lama ia menaruh rasa suka pada Hamzah, tetapi Hamzah sama sekali tidak meresponnya dan menganggapnya adik sama seperti Alea.

"Emang loe bisa masak?" Tanya Leona menaikkan sebelah alisnya.

"Ya bisalah, entar gue mau ke rumah Alea ahh. Gue mau buatin puding lele, biar aa makin cintahhh.." Jawab Mutiara tersenyum.

"Jelema edan (Orang gila) ." Sewot Leona.

Alea hanya menggelengkan kepalanya seraya menyimpan jari telunjuknya di depan kening, Mutiara memang agak lain jika soal ke sengklekannya.

Terpopuler

Comments

Fe

Fe

lah lu bikinin puding lele muntah2 ga tuh cowo ganteng nya wkwk

2024-11-07

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Puding lele.....baru denger dan langsung eneg....huweek....

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

lanjut

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!