Pergi ke Bandung

Keesokan harinya.

Sekertaris Bara yang merupakan temannya dari Bandung sudah berada di mansion, di pagi buta mansion itu sudah terdengar keributan. Renata berkutat di dapur sebelum kedua anaknya berangkat, Bara dan Gala turun secara bersamaan. Hamzah melihat kedatangan majikannya, ia yang sedari tadi duduk di sofa pun bangkit menundukkan kepalanya.

"Selamat pagi, tuan." Ucap Hamzah.

"Ini di luar kantor, jadi jangan pake bahasa formal." Ucap Bara.

Gala tak menyapa maupun berbasa-basi dengan Hamzah, sikap dinginnya kembali terpancar dari wajahnya.

"Loe udah kasih tahu keluarga loe belum?" Tanya Bara.

"Udah, gue cuman kasih kabar ke adek. Gue gak punya anggota keluarga selain adek, kan bokap dah kawin lagi." Jawab Hamzah.

"Loh? Mereka cerai?" Tanya Bara seraya mendudukkan tubuhnya di samping Gala.

"Nyokap dah meninggal pas gue masuk kuliah, sedangkan bokap nikah sama mantannya dulu yang saat itu janda anak satu." Jawab Hamzah. Terlihat dari sorot mata Hamzah menampilkan kekecewaan, kesedihan yang bercampur menjadi satu.

"O-oh, maaf Zah. Gue gak bermaksud-" Ucap Bara menggantungkan ucapannya.

"Santai aja Bar, malahan gue mau berterimakasih sama loe udah mau nerima gue kerja di perusahaan punya loe." Ucap Hamzah menampilkan senyumnya.

"Kinerja loe bagus, makanya gue terima." Ucap Bara.

Terdengar Renata memanggil Bara dan Gala untuk sarapan terlebih dahulu, Bara mengajak Hamzah untuk ikut sarapan bersama. Violetta dan Azrio ikut turun bergabung dengan yang lainnya, tetapi saat melihat capcai membuat perut Violetta bergejolak, dia langsung berlari menuju wastafel memuntahkan isi perutnya. Azrio dan kedua orangtuanya langsung menyusul Violetta, melihat wajah Violetta yang sudah memucat membuat Azrio khawatir, ia langsung menggendong tubuh Violetta dan membawanya kembali ke dalam kamar. Gala dan Bara hendak menyusul, tetapi mereka mengurungkan niatnya kala melihat Azrio menggendong tubuh Violetta.

"Kakak kenapa?" Tanya Gala dingin.

"Biasa lah, Gal. Namanya juga hamil muda, pasti ngalamin yang namanya morning sickness." Jawab Renata.

"Apa?! Hamil?" Tanya Gala terkejut.

"Gak usah kaget gitu, makanya jangan sok dingin jadi orang. Jadinya, kak Vio hamil aja loe gak tahu." Cibir Bara.

"Napa loe gak kasih tahu, Njir." Kesal Gala.

"Salah siapa? Salah loe sendiri lah pe'ak." Sahut Bara santai.

Sebelum pergi ke Bandung, si kembar memastikan keadaan kakaknya. Meskipun Gala bersikap dingin, jika sudah menyangkut dengan anggota keluarganya ia akan tetap menomor satukan.

Violetta sudah terlelap dalam dekapan Azrio, si kembar pun berpamitan untuk melanjutkan rencana keberangkatannya. Renata meyakinkan si kembar bahwasannya Violetta akan baik-baik saja, Hamzah mengekor di belakang Bara dan Gala seraya menyeret koper majikannya itu.

"Bye, bun. Bara pergi dulu." Ucap Bara.

"Hati-hati nak, jangan lupa kabarin bunda." Ucap Renata.

Bara pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sedangkan Gala tak bersuara sama sekali. Bara, Gala dan juga Hamzah masuk ke dalam mobil. Hamzah menyalakan mesin mobilnya, kemudian ia memarkirkan melajukan mobilnya meninggalkan mansion Bramasta.

Hening.

Di dalam mobil tidak ada yang bersuara, mereka sibuk drngan dunianya masing-masing. Gala menutup wajahnya menggunakan hoodie miliknya, ia juga memasang earphone untuk meredam suara di dalam kepalanya yang selalu berisik.

"Zah, loe ninggalin adek loe sendirian di Bandung? Kan dia cewek, apa loe gak khawatir?" Tanya Bara.

"Tadinya sih khawatir, cuman gue percaya sama adek gue yang pastinya bakal jaga dirinya. Loe gak tahu aja kek gimana beringasnya adek gue, kalo gue gak kerja. nanti siapa yang bakal biayain dia sekolah." Jawab Hamzah.

"Kan ada bokap loe?" Heran Bara.

"Cih, bokap? Gue udah anggap dia gak ada." Hamzah berdecih. Baginya, kedua orangtuanya sudah tiada, meskipun hanya ibunya yang benar-benar telah meninggal.

"Lah, kok gitu? Gak boleh loh ngomong kek gitu. Kata bunda, seburuk apapun orangtua dia adalah orangtua yang sudah menghadirkan kita ke dunia." Ucap Bara.

"Ck, lain halnya dengan bokap gue yang satu ini. Asal loe tahu Bar, awalnya gue juga gak benci sama dia apalagi sampai anggap dia udah gak ada. Sejak tahu kebenarannya, gue gak sudi liat mukanya meskipun dia bersujud di kaki gue." Hamzah berdecak. Tersirat wajahnya yang menahan amarah, Bara pun tidak tahu apa yang menyebabkan sahabatnya itu marah.

Baik Bara, maupun Hamzah tidak ada yang melanjutkan kembali obrolannya. Bara tidak mau mengorek lebih dalam lagi mengenai keluarga Hamzah, dia takut kalau akan menyinggung apalagi sampai Hamzah tersulut emosi, karena dilihat dari matanya saja dia terlihat sangat begitu berbeda dari biasanya.

Beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di kota Bandung. Hamzah menepikan mobilnya untuk menghubungi adiknya, tampak Gala tertidur di jok belakang dan Bara terbangun karena merasakan mobilnya berhenti.

"Kok berhenti?" Tanya Bara dengan suara seraknya.

"Mau nelpon adek gue dulu, takutnya dia malah keluyuran sama temennya." Jawab Hamzah.

Hamzah menelpon adiknya, sambungan telepon pun langsung tersambung. Suara cempreng sang adik membuat Hamzah menjauhkan hp nya dari telinganya, dia mengabari adiknya bahwa ia akan segera sampai, setelah itu dia menutup telponnya.

Bara sengaja tidak memesan kamar hotel, dia ingin mengajak Gala untuk menenangkan pikirannya dengan membawanya ke tempat yang asri. Rumah Hamzah dekat dengan tempat-tempat yang bagus untuk Gala, Bara sangat tahu apa yang bisa membuat adiknya itu menjadi lebih baik, tetapi karena pekerjaannya dia baru bisa mengajak Gala ke Bandung.

15 Menit berlalu.

Mobil yang di tumpangi Bara sudah sampai di pekarangan rumah Hamzah, terlihat gadis cantik tengah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan tamunya. Saat Hamzah keluar dari dalam mobilnya, adiknya langsung menghamburkan tubuhnya memeluk sang kakak.

"Abang, kangen." Rengek gadis tersebut.

"Iya dek, abang juga kangen adek. Adek gak nakal kan?" Balas Hamzah seraya mengendurkan pelukannya.

"Enggak dong, ehhh. Tamunya mana bang? Kok gak keliatan?" Tanya Alea.

"Bentar lagi keluar kok." Jawab Hamzah tersenyum.

Tak lama kemudian, Bara keluar dari dalam mobilnya disusul Gala dengan wajah bantalnya. Alea takjub melihat ketampanan dua lelaki yang baru saja keluar dari dalam mobil, meskipun wajah keduanya terlihat acak-acakan, namun tak mengurangi ketampanannya.

'Alah Gusti, meni garanteng pisan. Abang, Lea hayang hiji wae mah lah.' (Aduh Gusti, pada ganteng banget. Abang, Lea mau lah satu.) Batin Alea.

"Zah, mau numpang ke kamar mandi." Ucap Gala.

"Masuk aja, kamar mandinya deket dapur yang warna biru." Ucap Hamzah memberi petunjuk pada Gala.

Gala nyelonong begitu saja, ia ingin buang air kecil yang sedari tadi ia tahan. Tubuhnya sedikit menubruk bahu Alea sampai ia hampir kehilangan keseimbangan, beruntung Hamzah segera memegangi tubuh Alea.

"Ihh, eta jelema sangeunahna wae." Kesal Alea.

(Ihh, itu orang seenaknya aja)

"Jangan gitu dek, aslinya dia gak begitu kok." Ucap Hamzah.

"Tetep aja atuh bang, dia teh gak sopan main tubruk gitu aja." Alea tetap kekeh dengan wajahnya yang sudah cemberut, lengkap dengan alisnya yang bertaut.

"Maafkan Gala, dia sedang tidak baik-baik saja." Ucap Bara datar.

"Yaudah, kalian masuk. Alea mau siapin makannya, jangan lupa buka sepatunya." Ketus Alea.

"Iya, jangan di tekuk gitu mukanya dek. Cantiknya gak keliatan loh." Goda Hamzah.

Alea tersenyum tipis menanggapi ucapan Hamzah, dia masuk ke dama rumahnya yang sederhana. Hamzah mengajak Bara masuk, keduanya mendudukkan tubuhnya di atas kursi ruang tamu. Gala keluar dari dalam kamar mandi bertepatan dengan Alea yang masuk kedalam dapur, mereka saling melempar tatapan tidak suka saat pandangan keduanya bertemu.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Nah ada jodoh di depan mata nih ...entah untuk siapa...tapi kalau sama Gala kayaknya perang terus nih ..🤭🤭🤭

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

barang x jodoh Gala adiknya Hamzah

2024-12-25

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑨𝒍𝒆𝒂 𝒍𝒃𝒉 𝒄𝒐𝒄𝒐𝒌 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒓𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝑨𝒍𝒆𝒂 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒂

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!