Konser

Terdengar lantunan musik yang meriah, Gala begitu bersemangat kala ia menginjakkan kakinya di konser band favoritnya.

"WUUUHHUUUU, LET'S GO!!!" Teriak Gala.

Hamzah dan Bara sama-sama bersemangat, mereka berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan lagu yang menggema. Gala benar-benar lupa akan kesedihannya, Bara seakan menemukan suasana baru yang sudah lama tak ia rasakan setelah menjadi pemimpin di perusahaan miliknya.

*

*

Alea dan kedua temannya tengah membereskan alat tulisnya, tak lama kemudian seorang laki-laki datang bersama seorang perempuan yang tengah bergelayut manja di lengannya. Alea memutar bola matanya malas, dari arah samping juga terlihat seorang laki-laki terengah-engah sambil menetralkan nafasnya karena berlari.

"Ajat, loe kenapa? Ngapain lari sih? Udah kek orang bengek tahu enggak." Heran Alea.

"Gue tadi di kejar anjing mang Toha, abang gue gak bisa nganterin kesini makanya lari. Tadinya sih biasa aja larinya, gak tau kenapa ada anjing yang ngejar dari belakang makanya larinya jadi lebih kenceng." Jawab Ajat sambil mengatur nafasnya.

"Kita disini mau kerja kelompok, bukan mau liat orang pacaran." Sindir Leona.

"Emangnya kenapa? Sirik ya? Lagian kalo mau ngerjain tugas ya tinggal ngerjain aja, takut ada yang panas ya?" Ucap Jena tidak terima.

"Awas aja kalo loe bikin masalah, gue gak segan-segan jambak rambut loe sampe rontok." Ancam Mutiara. Dia paling tidak suka juka ada Jena datang bersama Bagas, tang pastinya ia selalu berbuat ulah dan membuat Alea marah.

"Dia gak bakal ngapa-ngapain kok, tenang aja." Ucap Bagas. Tatapannya tertuju pada Alea yang sedari tadi diam, ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan kala menatap Alea. Tetapi, ia tahan semuanya karena ada Jena yang selalu ada di sampingnya.

Tampak Alea dan juga kedua temannya mengeluarkan alat tulisnya yang sudah di bereskan tadi, Ajat duduk berdekatan dengan Alea, hal itu justru mengundang tatapan tidak suka dari Bagas. Sebelum berpacaran dengan Jena, Alea selalu mengejar Bagas bahkan ia rela bangun pagi membuat berbagai makanan untuk Bagas, dia bahkan rela kehujanan demi memenuhi permintaan Bagas untuk merawatnya yang saat itu tengah sakit. Bodoh memang, Alea sekarang sadar akan semua yang telah dia lakukan untuk Bagas berakhir sia-sia dan lebih memilih untuk berhenti.

Jena seakan tak mau melepaskan Bagas, dia selalu memegang lengan Bagas dan sesekali memainkan rambut Bagas yang sudah agak memanjang. Leona dan juga Mutiara nampak terganggu konsentrasinya karena Jena terus krasak-krusuk, mereka mengerucutkan bibirnya kesal.

"Lu bisa diem gak sih? Bukannya lu juga punya tug as yang sama dari bu Sari? Kenapa kerjaan loe ngintilin si Baga0s mulu perasaan, kedatangan loe bikin otak gue yang encer jadi beku tahu gak loe!" Gerutu Leona.

"Bagas, mending loe bawa pergi nih bocah satu. Daripada nanti ganggu ternak warga, mending sekarang loe anterin balik." Ucap Mutiara.

"Woyy! Loe semua ngusir gue? Gue gak mau ya, nanti pacar gue di ganggu tuh sama temen loe yang berantakan itu." Sewot Jena.

Alea yang merasa tersindir pun menatap tajam Jena, ia yang sedari tadi diam pun tersulut emosi kala mendengar ucapan Jena.

"Gue dari tadi diem ya @ny1n9, ngapain loe pake sindir-sindiran segala? ada maupun gak ada loe, gue gak sudi deketan sama musang." Ucap Alea emosi.

"Udah Alea, jangan di tanggepin orang kayak dia mah." Ucap Ajat.

"JENA! BISA DIEM GAK SIH?!" Bentak Bagas.

Jena terdiam mendengar bentakan dari Bagas, baru pertama kalinya ia di bentak oleh Bagas. Alea dan yang lainnya juga ikut terdiam mendengar suara Bagas, terlihat mata Jena sudah berkaca-kaca dan bersiap untuk menumpahkan tangisnya.

"Loe tadi ngerengek dan ikut kemanapun gue pergi, loe juga udah janji gak bakal bikin keributan selama gue ngerjain tugas. Sekarang? Loe bukan cuman bikin gue risih, loe juga buat keributan sampai yang lainnya ke ganggu." Bagas begitu muak dengan sikap Jena, sekarang ia benar-bensr meluapkannya di hadapan Alea dan juga teman-temannya.

"Kamu bentak aku?" Lirih Jena.

Bagas menatap kedua manik Jena yang sudah berkaca-kaca, ia mengacak-acak rambutnya frustasi. Alea berpindah posisi sedikit menjauh dari Bagas dan juga Jena, dia menarik tangan Ajat untuk ikut dengannya.

*

*

Tepat pukul delapan malam, Bara dan yang lainnya kembali ke rumah Hamzah dengan penampilan yang cukup berantakan. Mereka asyik berjingkrak-jingkrak sampai tidak sadar pakaian yang mereka kenakan basah, meskipun begitu mereka sangatlah puas.

Drrttt.. Drrttt..

Hamzah mengeluarkan benda pipih dari saku celananya, dia membaca satu pesan yang masuk kedalam hpnya. Keningnya mengkerut melihat pesan dari Alea.

[Abang, masih lama gak pulangnya? Alea mau peluk abang, nanti peluk adek yang lama ya bang.]

Bara dan Gala menatap Hamzah yang tengah mencoba menghubungi adiknya, raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran dan mereka bingung penyebabnya apa.

"Zah, kenapa?" Tanya Bara.

"Kita harus balik sekarang, kayaknya Alea sedang dalam masalah." Ucap Hamzah tetap dengan wajah khawatirnya.

Bara langsung mengajak Hamzah masuk kedalam mobilnya, ia duduk di kursi kemudi menggantikan Hamzah. Dilihatnya Hamzah masih mencoba menghubungi Alea, tetapi tak ada satupun panggilan yang di jawab olehnya.

Tingg..

[Alea, lagi di jalan bang. Kita ketemu di rumah aja, adek pulang dianterin Leona.]

Hamzah pun menghela nafasnya lega setelah membaca pesan masuk dari adiknya, Bara sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Alea. Tetapi, ia tahan dan akan mencari tahunya setelah sampai di rumah. Sejak pertama kali melihat Alea, Bara merasakan ada getaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya jika menatap lawan jenisnya, kepribadian Alea juga yang membuatnya semakin tertarik lebih dalam pada adik sahabatnya itu.

Beberapa menit kemudian.

Bara memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah Hamzah, Hamzah langsung keluar dari dalam mobilnya dan berlari menuju pintu rumahnya. Saat pintu di buka, terlihat Alea yang tengah duduk menatap kosong ke depan.

"Dek." Panggil Hamzah.

Alea memalingkan wajahnya menatap kearah sumber suara, ia lantas berdiri dari duduknya kemudian menghamburkan tubuhnya ke pelukan Hamzah. Alea menumpahkan tangisnya di pundak sang kakak, Hamzah mengusap surai Alea dengan lembut untuk menenangkan adiknya itu.

"Hiks, mereka jahat bang." Tangis Alea pecah.

"Siapa yang jahat sama adek? Bilang sama abang dek, biar abang yang hajar orangnya!." Tanya Hamzah dengan lembut dan penuh penekanan.

Alea menceritakan semua kejadian di rumah Leona kepada Hamzah, saat Alea menjaga jarak dari Bagas dan Jena, bukannya Jena diam. Jena malah semakin menyudutkan Alea dengan mengungkit hal sensitif yang membuat Alea marah, dia menghina mendiang ibunya. Tak terima mendiang ibunya di bawa-bawa, Alea menampar wajah Jena yang mengakibatkan Bagas tersulut emosi, pipi Alea di tampar balik oleh Bagas sampai meninggalkan bekas kemerahan di pipinya.

Tangan Hamzah terkepal dengan kuat sampai urat tangannya terlihat, rahangnya pun mengeras serta ia mengertakkan giginya geram mendengar cerita Alea. Perlahan isakan Alea sudah tak terdengar lagi, Hamzah sedikit mengendurkan pelukannya memeriksa adiknya yang ternyata sudah tertidur.

Bara dan Gala menyaksikan interaksi adik kakak tersebut, tak sedikit mereka juga mendengarkan cerita Alea yang mana membuat keduanya ikut geram. Hamzah menggendong tubuh Alea memindahkannya ke atas kasurnya, tak lupa ia juga menyelimuti tubuh Alea.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Untung Alea g jadian ma Bagas ...secara ...jika cowok dah berani nampar cewek... berarti dia bukan cowok baik2...

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

makanya Alea cowok sdh punya pacar kamu kejar jadinya ya begitu lepasin aja

2024-12-26

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑩𝒂𝒈𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒄𝒖𝒕 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒄𝒆𝒘𝒆𝒌 😤😤

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!