Serangan Induk ayam

Keesokan Harinya.

Alea bangun dan melakukan aktifitasnya seperti biasa, semalam Alea tidur di temani oleh kakaknya. Bara dan yang lainnya pun sudah rapih dengan pakaian kantornya, rencananya Bara akan melakukan kembali survei pembangunan proyek di Bandung. Gala akan tetap ikut kemanapun kembarannya pergi, dia juga harus banyak belajar agar perusahaan yang ia bangun sama majunya.

Sebelum pergi ke lokasi, Bara tentunya mengantarkan Alea ke sekolahnya menggunakan mobilnya. Alea tentunya merasa senang dapat tumpangan gratis, mereka semakin dekat meskipun baru beberapa hari bertemu.

Beberapa menit kemudian.

Alea turun dari dalam mobilnya, Bara menyuruh Alea untuk menunggunya. Alea menuruti perintah dari Bara, ia melihat Bara mengambil sesuatu di belakang bagasi mobil. Satu paper bag berukuran cukup besar di jingjing oleh Bara, bertapa terkejutnya Alea saat melihat isi di dalamnya.

"Hah? Banyak amat kak, mau jualan apa gimana nih?" Tanya Alea syok.

"Kata Hamzah, kamu suka coklat berbentuk telur yang ada mainannya. Semalam kakak pergi ke toko dan borong semua telur coklatnya, dan ini semua buat kamu." Jawab Bara memberikan paper bag tersebut pada Alea.

"Ya Tuhan, banyak amat kak. Bisa-bisa Al gendut nih makan sebanyak ini." Ucap Alea terkekeh.

"Ya jangan di makan semuanya sekaligus juga Al, kamu boleh kok bagiin sama temen kamu yang lain. Nanti kalo udah habis kakak beliin lagi, asal ada syaratnya." Ucap Bara.

"Apa syaratnya tuh?" Tanya Alea.

"Nanti kamu juga tahu, sekarang belum saatnya kamu tahu." Jawab Bara membuat Alea penasaran.

"Makasih ya kak Bara, semoga rezeki sama semua urusannya di lancarkan ya." Ucap Alea.

Dari kejauhan nampak kedua sahabatnya di susul oleh Ajat yang berlari ke arah Alea, mereka bertiga menatap paper bag yang di penuhi coklat telur di dalamnya. Bara berpamitan kepada Alea dan sahabatnya untuk pulang, keempatnya menganggukkan kepalanya membiarkan Bara pergi.

"Banyak amat, bagi dong." Pinta Ajat.

"Mau? Beli aja sono ke hongkong." Ledek Alea.

"Jangan pelit lah Al, bagi satu dong coklatnya." Ucap Leona memelas.

"Yaudah, kalian boleh ambil satu aja. Jangan banyak-banyak!" Ucap Alea.

Alea membuka paper bagnya, tangan ketiga sahabatnya langsung bergerak cepat mengambil coklatnya dengan jumlah yang banyak lalu kabur. Ketiga sahabatnya berlari sambil tertawa cekikikan, Alea menghentakkan kakinya kesal serta memanyunkan bibirnya.

"Eh si setan, di kasih hati minta ginjal. WOY, BALIKIN COKLAT AING." Teriak Alea.

*

*

Hari demi hari terus berganti, tak terasa tinggal satu hari Lagi Bara, Gala dan Hamzah tinggal di Bandung. Bisa dilihat dari perubahan Gala yang sudah tidak dingin seperti sebelumnya, mereka benar-benar menghabiskan waktu dengan bersenang-senang setelah masalah proyek teratasi. Bara dan Alea juga semakin dekat, lain halnya dengan Leona dan juga Gala yang selalu beradu mulut setiap kali bertemu. Mutiara masih terus gencar mendekati Hamzah meskipun beberapa kali Hamzah menghindar, seakan tak kenal lelah menggapai cinta Hamzah.

Jena tidak mengganggu Alea lagi karena ia di skors oleh pihak sekolah selama satu minggu, sedangkan Bagas. Dia terus berusaha mendekati Alea, usahanya selalu gagal karena Alea sama sekali tidak menggubrisnya sekalipun maaf atau sikap baik Bagas benar-benar tulus.

Di halaman rumah.

Para gadis tengah sibuk memasak untuk acara 'Ngaliwet/Ngeliwet', lain halnya dengan para pria yang tengah sibuk dengan dunianya sendiri. Ajat di tugaskan untung memasak nasi liwet menggunakan panci jadul di atas tungku yang di susun oleh batu bata, Bara mengupas buah-buahan untuk cuci mulutnya. Hamzah bertugas untuk menata tempat dengan menggelar tikar dan juga mengambil perabot yang di butuhkan, hanya Gala yang sibuk dengan game di ponselnya dan juga berteriak-teriak tidak jelas.

"Hajar! Hajar! Ayo majuuuuuuu!!!!" Pekik Gala heboh.

Leona memejamkan matanya risih dengab suara Gala, dia mengambil tomat dari tangan Mutiara lalu melemparnya tepat di wajah Gala.

Pluk..

"Ehh, pe'a. Yang lain sibuk bantuin, lu malah enak-enakan main hp." Sewot Leona.

Gala mengambil tomat yang menggelinding di depannya, ia menoleh kearah Leona lalu menatapnya malas.

"Apa?!" Sewot Leona mengangkat dagunya keatas.

"Apa sih rame bener jadi orang, udak kayak emak-emak aja mulutnya." Kesal Gala.

Leona bangkit dari duduknya, dia mengambil pisau lalu menarik tangan Gala dengan paksa. Ponsel Gala hampir saja terjatuh karena pergerakan tiba-tiba Leona, saat ia sudah bisa mengimbangi langkah Leoan dengab segera ia menepis kasar tangan mungil Leona.

"Apaan sih main tarik aja?!" Sewot Gala tidak terima.

"Daripada loe teriak-teriak gak jelas, mending bantuin gue buat ngambilin daun pisang biar lebih mantep makan nasi liwetnya." Jawab Leona.

"Gak sopan loe-gue ke orang yang lebih tua, apa di sekolah gak di ajarin sopan santun loe, hah?!" Marah Gala.

"Nah, ini alesannya. Loe juga gak sopan sama yang lebih muda, sikap lu juga nyebelinnya minta ampun. Beda lagi kalo sama kak Bara, bang Hamzah." Ketus Leona.

Gala dengan beraninya mencomot mulut Leona, keduanya terus cekcok dan saling menepis tangan. Alea dan yang lainnya hanya menatap keduanya dengan cengo, rasanya akan aneh jika melihat keduanya akur.

"Al, kurang popcorn gak sih liat mereka berdua?" Ucap Mutiara.

"Heeh, bae lah eweh popcorn ge da aya bonteng. Asa lalajo film urang mah ninggali si Leona jeng musuhna, tadina kan si Leona teh sieunnya ku si a Gala teh? Tapi naha ayeuna kawas ucing jeung beurit?. (Iya, gapapa lah gak ada popcorn juga kan ada timun. Kayak liat film gak sih ngeliatin si Leona sama musuhnya, awalnya kan si Leona takut ya sama kak Gala? Tapi kenapa sekarang malah kayak kucing sama tikus?). Heran Alea.

"Engges atuh ih, era ku batur. Lamun erek pasea mah engke mun geus dahar beh aya tanaga, sakalian mawa bedog rek mawa pacul ge teu nanaon. Burukeun Ona, aing ges lapar hayang dahar lain hayang ningali nu pasea rumah tangga." (Udah dong ih, malu sama yang lain. Kalo mau berantem nanti aja kalo udah makan biar ada tenaganya. Sekalian bawa golok mua bawa pacul juga gapapa. Cepetan Ona, gue udah lapar mau makan bukan mau liatin orang berantem.) Desak Ajat seraya memegangi perutnya.

Leona dan Gala pun menghentikan pertengkarannya, mereka berdua berjalan kearah pohon pisang. Leona menyerahkan pisau kepada Gala untuk memotong daun pisangnya, setelah dirasa cukup. Leona membawa daun pisangnya kembali ke halaman rumah Alea, Gala berjalan sambil menatap layar ponselnya sampai tidak melihat ada induk ayam beserta anak ayam tengah mencari makan.

Ciitt.. Ciiitt... Ciittt..

Dukk..

Ciiitt..Ciitt..

Woooakkkk...Wooooaaakkkk... Woooaakkkk..

Brughhh...

"AAAARRGGGHHHHH, BUNDAAAAAA.." Teriak Gala.

Induk ayam menyerang Gala karena telah menendang anak ayamnya, Gala lansung berlari dari kejaran induk ayam yang sudah melebarkan sayapnya. Bara dan yang lainnya tertawa melihat wajah ketakutan Gala, Mutiara dan Alea langsung menyingkir dengan berlari memasuki rumah, Gala menghampiri Leona dan bersembunyi die belakang tubuhnya.

Betookkk.. Betookk...

"WOY, APAANN SIH WOYY.. NGAPAIN SEMBUNYI DI BELAKANG GUE?!" Teriak Leona.

Terpopuler

Comments

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

lucu Gala takut induk ayam

2024-12-26

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-02

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒍𝒂 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 🤣🤣🤣

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!