Alea Nekat

Alea mengambil gunting dan meletakkannya di leher Bagas sambil menaiki kursi, ia yakin kalau ia telah di jebak dan di fitnah melakukan itu semua. Kecurigaannya tertuju pada Jena, hanya Jena lah yang menjadi musuhnya selama ini. Para siswi berteriak kala melihat Alea dengan nekatnya menodongkan gunting di leher Bagas, sang wali kelas pun panik.

"Alea, apa yang kau lakukan?" Tanya wali kelas panik.

"Kalo loe mau gue maafin, ikutin permainan gue." Bisik Alea di telinga Bagas.

Bagas paham apa yang di maksud oleh Alea, dia diam saja tanpa ada perlawanan sekalipun. Dia percaya bahwa Alea tidak mungkin melakukan hal tersebut, Bagas juga akan membantu Alea sebagai salah satu bentuk permintaan maafnya.

"DENGAR SEMUANYA! KALO MASIH GAK ADA YANG NGAKU SIAPA YANG UDAH NYIMPEN UANG SAMA HP DIRA, GUE GAK AKAN SEGAN-SEGAN BUAT CELAKAIN BAGAS." Teriak Alea.

Para murid mulai krasak-krusuk sambil berbisik-bisik, tangan Jena mengepal melihat Alea yang nekat. Bagas pura-pura batuk dan memegangi engan Alea yang ia gunakan untuk memiting lehernya, para guru juga berdatangan melihat aksi Alea setelah mendapat laporan dari salah satu murid.

"Al, loe apa-apaan sih! Lepasin pacar gue, gue tahu loe naksir sama Bagas tapi gak gini juga caranya. Gue tahu loe sakit hati karena gak di respon sama Bagas, tapi gak usah ngelukain Bagas juga Al."Sewot Jena.

"Makanya gue sekalian habisin aja cowok loe, habisnya dia juga salah satu penyebab sakitnya gue." Sahut Alea.

"Alea, kita bicarakan baik-baik ya nak. Tidak boleh menggunakan kekerasan, kalau kamu gak bersalah cukup berikan keterangan pada pihak guru." Bujuk Bu Iis.

"Bukan sekali dua kali hal ini terjadi, apa semua guru langsung mempercayainya? Jelas saja tidak, setelah semuanya terbongkar di situlah semuanya meminta maaf." Tegas Alea.

Ketiga teman Alea diam saja, mereka tahu apa yang tengah di lakukan oleh Alea tidak serius.

"Gue dukung loe Al!" Sorak Leona.

"Semangat anakku!" Tambah Mutiara.

"Kita mendukungmu bestie, keadilan tanpa ancaman bakalan sia-sia." Seru Ajat.

"Terimakasih kawan-kawanku." Ucap Alea tersenyum.

Beberapa guru mendekat kearah Alea, melihat itu pun Alea semakin mendekatkan gunting tersebut di leher Bagas.

"JANGAN MENDEKAT! ATAU, GUNTING INI LANGSUNG MENANCAP DI LEHER BAGAS !" Berang Alea.

Semua guru semakin panik melihat aksi Alea, tidak ada yang berani bersuara. Bahkan Jena, sekarang ia tengah bergerak gelisah ketakutan.

"Siapapun yang memfitnah Alea, cepat ngomong!" Panik bu Iis.

"Aku punya buktinya." Ucap seseorang membelah kerumunan.

Seorang gadis berjalan menghampiri wali kelas Alea, sekilas ia menatap Jena yang tengah ketakutan. Di keluarkannya sebuah benda pipih, lalu ia memutar sebuah rekaman Video dimana pelaku yang sesungguhnya tengah melakukan aksinya.

Alea tersenyum penuh kemenangan, di lepaskannya gunting dan juga lengannya dari leher Bagas. Melihat rekaman itu, mata Bagas mendelik tajam kearah Jena.

"Jena, kenapa kau melakukannya. Hah?!" Sentak Bagas.

Semua mata tertuju pada Jena, wajahnya langsung pias dan juga berjalan mundur ke belakang. Ia mengibaskan tangannya berusaha membela dirinya, bu Iis langsung membawa Jena keluar dari dalam kelas menuju kantor, sebelum terjadi keributan lagi ia lebih memilih untuk mengantisipasi semuanya.

"Makasih Nasya, berkat loe semuanya kebongkar." Ucap Alea.

Gadis yang bernama Nasya pun membalas ucapan Alea dengan anggukan, dia tersenyum dan berkata. "Kebenaran akan tetap berdiri tegak, meskipun hantaman angin mulai menggoyahkan pertahanannya. Alea, aku percaya kau adalah gadis yang baik, aku juga tidak sengaja melihat gerak-gerik Jena yang mencurigakan saat aku lewat sini. Aku juga bagian dari anggota osis, jadi jika ada hal yang mencurigakan aku wajib melaporkannya bukan?" Ucap Nasya.

"Tuh kan, sobat gue gak salah." Ucap Leona.

"Makanya, kalo pada gak tahu siapa pelaku sebenernya jangan main ngambil kesimpulan sendiri. Pertama, pake logikanya dulu. Gue sama Alea itu udah biasa jam istirahat pada nongki di kantin, jadi gak mungkin banget Alea yang ngelakuinnya. Yang kedua, sebagai bendahara yang pegang uang, seharusnya Dira lebih hati-hati nyimpennya jangan sampai teledor. Yang ketiga, jangan main hakim sendiri, kita hidup di negara hukum dan kalo sampe semuanya gak ke bongkar, gue gak bakal tinggal diem." Papar Mutiara.

Semua murid yang berada di kelas Alea meminta maaf secara langsung pada Alea sendiri, Alea memang memaafkan. Tetapi, untuk melupakan Alea akan mengingatnya sampai kapanpun.

"Oh iya, sorry gue ngelakuin tindakan yang cukup di luar nalar. Gue ngelakuin ini semua buat nunjukkin kalo gue itu gak lemah, gue juga gak bener-bener mau celakain Bagas. So, ini cuman buat gertakan aja agar pelaku sebenernya ngaku." Jelas Alea.

"Ale-" Ucap Bagas terpotong.

"Makasih Gas, berkat bantuan loe semuanya terbongkar." Sambung Alea.

"Tap-"

Alea berlalu begitu saja dari hadapan Bagas, dia duduk di bangkunya bersama Mutiara dan kedua buntutnya yang lain. Perasaan Bagas saat ini tengah berkecamuk, antara malu, menyesal, marah semuanya menjadi satu.

*

*

Di tempat lain.

Hp Gala terus berdering menandakan panggilan masuk dan juga beberapa pesan yang terus berdatangan, Bara menatap tajam kearah Gala yang tengah membuka benda pipihnya.

"Gala." Panggil Bara dengan dingin.

"E-eoh, a-apa?" Tanya Gala terbata.

Bara merebut ponsel milih Gala, dia membaca beberapa pesan yang masuk ke dalam hp Gala. Dia meremas ponsel tersebut, kemudian melemparkannya ke bawah sampai hancur.

"Hamzah, beli hp yang baru untuk Gala." Titah Bara dingin. Setelah mengucapkan perintah pada Hamzah, Bara pergi meninggalkan Gala begitu saja.

"BARA!" Pekik Gala. Matanya memerah melihat kepingan kaca ponselnya yang sudah berserakan, semua kenangannya ada di dalam ponsel tersebut.

"Sesayang itu kakak loe Gal, dia gak mau melihat apapun yang membuat loe sakit." Ucap Hamzah.

Gala terdiam mendengar perkataan Hamzah, ia hendak mengambil ponselnya yang tergeletak diatas lantai. Namun, Bara kembali menginjak hp tersebut dan mengambilnya.

"Kembalikan hp ku Bara!" Pinta Gala dengan wajah marahnya.

"Apa peringatanku kurang jelas di telingamu?" Tanya Bara dingin.

"Egois." Ucap Gala mendorong tubuh Bara.

"Apa katamu?!" Berang Bara.

Bughh..

Sebuah bogeman mendarat di pipi Gala, Bara sudah tidak tahan dengan Gala yang membuatnya geram. Keduanya sama-sama tengah di liputi emosi, Bara yang tidak ingin melihat ada kesedihan lagi pada adiknya, di tambah lagi ada masalah di proyek yang saat ini sedang di kerjakan di lokasi yang kini ia datangi. Gala, dia marah karena Bara merebut ponselnya dan melemparnya sampai hancur, dia juga tidak suka akan sikap Bara yang seenaknya padanya tanpa melihat sudut kasih sayang yang Bara tunjukkan. Hamzah segera melerai keduanya, karena ia hanya sendirian. Jadi, dia mendorong tubuh keduanya sampai terpental.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Gala terlalu lemah....pasti Seora pengkhianat itu yang buat dia selalu galau.....

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

jangan lemah Gala , lupakan yang sudah terjadi

2024-12-26

0

LENY

LENY

DASAR LAKI2 GOBLOK GALA LEMAH

2024-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!