Ketakutan Alea

Gala mulai mengerjapkan matanya, saat ia berhasil membuka kedua matanya dengan lebar, Gala merasakan nyeri di tubuhnya. Ia berusaha bangkit dari tidurnya, merubah posisinya menjadi duduk.

Klekk..

Hamzah masuk ke dalam kamar Gala, dia menenteng paperbag kecil berlogo apel dan menyimpannya di atas nakas. Gala melirik sekilas paper bag tersebut, kemudian ia menatap Hamzah.

"Loe beneran beli hp baru buat gue?" Tanya Gala.

"Sesuai perintah majikan gue, lagian lu jadi orang batu banget di bilangin. Loe gak pernah apa liat kasih sayang yang kembaran loe kasih? Dia bakal ngerasain sakit yang sama kayak yang loe rasain, sedangkan loe? Loe lebih milih berlarut-larut dalam kesedihan, loe terus mikirin wanita yang belum tentu mikirin perasaan loe." Jawab Hamzah panjang lebar.

Setelah berbicara dengan begitu panjangnya, Hamzah kembali keluar dan menutup pintu kamar Gala. Sementara Gala, dia meringis merasakan nyeri di bagian sudut bibirnya, tetapi ia merasakan ada sesuatu yang menempel di kening dan juga pipinya. Sebuah plester sudah terpasang disana, entah siapa yang sudah memasangkannya, Gala sangat berterimakasih.

*

*

Malam Hari.

Bara duduk di depan halaman rumah Hamzah, posisinya rumah Hamzah memiliki halaman yang luas dan hamparan rumput hijau di sertai pepohonan yang tinggi menjulang. Bara duduk di sebuah bangku di bawah pohon mangga, ia menikmati hembusan angin malam yang berhembus menerpa kulit putihnya. Seorang gadis cantik yang tak lain adalah Alea, berjalan menghampiri Bara sesuai permintaan Bara yang di setujui olehnya untuk menemani Bara malam ini.

"Udah lama kak?" Tanya Alea.

"Enggak kok, baru aja." Jawab Bara tersenyum. Bara menggeserkan tubuhnya ke samping, ia menepuk

tempat di sebelahnya mempersilahkan Alea duduk.

Hening.

Keduanya menatap langit yang menggelap, tetapi tak ada bintang yang muncul karena tertutup awan gelap nan mendung. Bahkan, mungkin hujan akan turun malam ini. Alea menoleh, dia menatap wajah Bara yang terlihat sendu, bahkan ada raut wajah kekecewaan disana.

"Kalo kakak mau cerita, Al siap jadi pendengar." Ucap Alea memecah keheningan.

Bara menundukkan wajahnya, sedetik kemudian ia menyunggingkan senyumnya menatap kearah Alea. Wajah polos Alea membuat hatinya begitu tentram dan nyaman, jantungnya berdegup dengan kencang untuk ke sekian kalinya setiap berdekatan dengan Alea. Bara berusaha menetralkan wajahnya aga Alea tidak curiga.

"Aku hanya sedang bingung saja, aku sudah menyakiti adikku menggunakan tanganku sendiri." Ucap Bara.

"Kalian bertengkar?" Tanya Alea sambil memiringkan wajahnya menatap Bara.

Bara menganggukkan kepalanya pelan. "Seumur hidupku, aku tidak pernah baku hantam dengan Gala. Tetapi, hari ini aku sudah melukainya sampai membuat wajahnya terluka. Sampai aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, apa aku salah dengan menjauhkan Gala dari hal yang membuatnya sakit? Dari kecil, Gala adalah tipikal pria yang periang, pecicilan dan juga berhati lembut. Sejak ia mengenal yang namanya cinta membuatnya berubah, cinta pertamanya mengkhianati dirinya dan lebih memilih menikah dengan pria lain sampai sekarang dia sedang hamil besar." Jelas Bara.

"Aku sangat membenci pengkhianatan. Kalian itu saudara kembar, jika ada yang terluka salah satu diantara kalian akan merasakan hal yang sama. Menurutku, kak Bara sudah melakukan hal yang benar." Ucap Alea.

Keduanya berbincang-bincang saling berbagi cerita, sampai tak terasa malam pun semakin larut. Dari kejauhan, Hamzah memanggil keduanya untuk masuk ke dalam rumah karena petir sudah mulai terdengar.

JEDEEERRR..

Tubuh Alea tersentak kala mendengar suara petir, Bara memegang bahu Alea yang terlihat seperti ketakutan. Sebuah bayangan masa lalu melintas di benak Alea, tubuhnya bergetar di iringi isakan kecil dari mulutnya.

"Hei, cantik. Kenapa? Apa kau takut mendengar suara petir?" Tanya Bara cemas.

Hamzah berlari menghampiri keduanya, dia langsung memeluk tubuh Alea dan membawanya masuk ke dalam rumah. Bara terdiam melihat tingkah aneh Alea dan juga Hamzah.

"Ada apa dengan Alea? Kenapa dia ketakutan?" Gumam Bara.

Bara segera menyusul sebelum hujan turun. Di dalam rumah, terlihat Hamzah yang terus mendekap tubuh Alea. Gala mengernyitkan dahinya bingung, tak lama kemudian Bara datang dengan nafas terengah karena berlari.

"Kenapa Alea, bro? Tadi dia baik-baik aja gak ketakutan kayak gini?"Tanya Bara.

"Enggak papa kok, dia takut dengan petir." Jawab Hamzah.

Hamzah menyingkirkan tangan Alea yang di gunakan untuk menutupi telinganya, dilihatnya sang adik sudah terlelap. Hamzah menggendong tubuh Alea menuju kamarnya, ia merebahkan tubuh Alea diatas kasur dan tak lupa menyelimutinya.

Cup..

Hamzah mengecup kening adiknya dengan lembut, ada rasa tak tega jika harus meninggalkan Alea kembali. Tetapi, demi melanjutkan masa depan dirinya dan juga adiknya membuat Hamzah harus mengambil resiko. Selama ayahnya menikah lagi, tak pernah sekalipun Hamzah menerina uang dari Abian. Dia tidak sudi menerima uang dari seorang pembunuh, bahkan ia rela harus banting tulang kesana kemari bekerja demi membiayai sekolahnya dan juga adiknya.

Bara melihat Hamzah keluar pun segera menghampirinya, tak bisa di pungkiri kalau dirinya mencemaskan kondisi Alea.

"Zah, apa yang sebenernya terjadi? Alea baik-baik aja kan? Gue khawatir sama dia, Zah." Todong Bara.

"Makasih loe udah khawatir sama adek gue, dia sebenernya gapapa kok. Cuman, ada masa yang pernah kita berdua lewatin dimana dulu gue satu rumah sama istri baru bokap, kita berusaha menerima kehadiran orang baru yang saat itu kita belum tahu yang sebenarnya. Saat itu gue sekolah lagi ujian, bokap juga lagi kerja. Hanya ada Alea dan juga nenek sihir itu di rumah, dia gak suka sama kehadiran kita berdua, Alea yang saat itu masih kecil ngerengek pengen beli mainan dan nenek sihir itu ngelarang sampe bentak adek, gak lama adek di kurung di gudang dan posisinya saat itu hujan gede dan petir. pas gue balik dari sekolah nyari adek ke semua sudut rumah, emak tiri gue lagi keluar. Samar-samar gue denger tangisan dari arah gudang, pas gue dobrak ternyata adek gue lagi duduk sambil nutup telinganya ketakutan. Loe bayangin aja, gudang kotor dan pengap dengan kondisi perut lapar adek gue di kurung di situ. Sejak kejadian itu gue lebih milih bawa adek gue, bokap nyari kita dan gue cekcok sampe akhirnya gue bisa hidup berdua tanpa ada yang berani nyakitin lagi Alea." Jelas Hamzah.

Separah itukah sikap ayah kandung Hamzah? Bara sampai melongo mendengar penuturan temannya itu, membayangkannya saja membuat dada Bara berdenyut nyeri. Di balik wajah polos Alea dan wajah tegar Hamzah, ternyata terselip beberapa cerita yang cukup menyakitkan, terlebih lagi rasa sakitnya berasal dari orang yang seharusnya menjadi tameng di kehidupan keduanya.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

abian g layak.hidup. knp dlu menikahi ibu alea klo mo balikan sm mantan. bahkan rela jd pembunuh

2025-01-07

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Kasian banget hidup Hamzah dan Alea.....😭😭😭😭😭

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

😭😭😭😭 llanjut

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!