Kemarahan Gala

BRAAKKK...

Gala membanting pintunya dengan keras, ia tak bisa menahan sesak di dadanya setelah mendengar penuturan Jayden.

PRAANNGGGG..

Di lemparnya semua barang yang ada di atas nakas, tak hanya itu. Gala mengacak-acak kasurnya, meraung-raung seperti orang kesetanan. Bara menerobos masuk kedalam kamar Gala, ia meraih tubuh Gala dengan mendekapnya dari belakang agar adiknya itu tenang dan tidak menyakiti dirinya sendiri.

"Hiks, pengkhianat! PENDUSTA, ARRGGHHH." Teriak Gala. Emosinya mendominasi dirinya, cinta pertamanya dengan mudahnya pergi demi lelaki lain dan mencampakannya.

"DIAM!" Sentak Bara. Dengan posisi yang masih memeluk tubuh Gala, Bara membentak Gala yang terus berontak.

Renata dan Bram pun menyusul ke kamar Gala, mereka mendengar keributan yang Gala ciptakan. Ibu mana yang tega melihat kondisi anaknya yang tengah kalut, pikirannya kacau di sertai emosinya yang meledak-ledak. Air mata jatuh tanpa permisi dari pelupuk mata Renata, dilihatnya tubuh Gala merosot ke bawah.

"Ya Allah, Gala." Lirih Renata.

Dengan segera, Renata berjalan ke arah Gala. Kepala Gala menunduk tak berani memperlihatkan wajah kacaunya kepada sang ibu, ia tahu kalau ibunya juga tengah menangisi keadaannya.

"Biarkan aku sendiri." Lirih Gala.

"Tapi Gal-" Ucap Renata terpotong.

"Kami akan keluar, tapi kau harus janji. Jangan melakukan hal bodoh dengan melukai dirimu sendiri, mengenal cinta memang harus terima konsekuensinya, daddy tahu kalau kau saat ini tengah merasakan hantaman kenyataan yang sakit. Jadi, daddy mohon padamu demi bundamu. Jika kamu terluka, maka bukan kau saja yang merasakan sakitnya, bundamu bahkan kami semua pasti akan merasakannya." Ucap Bram dengan tegas.

Bram mengajak Renata keluar dari dalam kamar Gala, Bara menepuk bahu Gala sebelum ikut menyusul kedua orangtuanya keluar. Saat semuanya keluar, Gala meninju lantai kamarnya dengan kuat di sertai lelehan bening yang berjatuhan. Harapan tinggallah harapan, sebucin dan seromantis apapun jika salah satunya berkhianat, maka hubungan itupun akan menjadi sia-sia.

Di lantai bawah.

Azrio dan Violetta masih duduk dihadapan Jayden, mereka masih membahas mengenai Seora dan juga Gala. Raut wajah Violetta tak bisa di jelaskan dengan kata-kata, perasaannya campur aduk sampai ia pun bingung mengekspresikannya bagaimana.

"Apa yang kau lakukan pada Seora kali ini Jay? Secara, dia sudah menikah tanpa meminta restumu atau memberitahumu, mau bagaimanapun dia adalah saudaramu satu-satunya yang tersisa." Papar Azrio menatap kearah Jayden.

Tampak Jayden menatap balik Azrio. "Saat anak buahku menemukan keberadaannya, dengan kondisi tengah mengandung. Aku langsung menemuinya dan memutuskan hubungan keluarga dengannya, bukan hanya tidak di hargai sebagai saudaranya, tetapi dia juga sudah menggelapkan sejumlah uang dengan nominal yang cukup menguras uang yang selama ini aku kumpulkan." Ucap Jayden dengan menahan gejolak emosi di dadanya.

"Aku yakin, jika suatu saat nanti dia tengah kesusahan pastinya akan kembali padamu. Aku harap, kau tidak akan goyah Jay." Ucap Violetta.

"Tidak! Aku paling tidak suka dengan orang yang tidak tahu diri, harta yang aku miliki juga atas bantuan kalian semua. Jika bukan karena kalian, tidak mungkin aku bisa maju dan melanjutkan hidupku yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya." Tegas Jayden.

Dari atas terlihat Renata dan Bram berjalan menuruni tangga, Bara mengekor di belakangnya dengan raut wajah sendu. Jayden sangat merasa bersalah kepada keluarga Bram, tetapi nasi sudah menjadi bubur.

Renata masih terisak di dalam dekapan Bram, Violetta dan Azrio yang melihatnya pun ikut merasakan sakitnya. Mereka kembali mengobrol sebelum Jayden kembali ke negara A, banyak yang mereka bahas sampai hari mulai menggelap. Jayden berpamitan kepada keluarga Bramasta sekaligus meminta maaf kembali, setelahnya ia pergi menuju bandara bersama asistennya.

*

*

Satu minggu berlalu.

Sikap Gala berubah drastis, setelah Jayden datang menjelaskan segala sesuatunya. Renata hanya menatap anak bungsunya dengan sendu, bahkan ketika Violetta maupun Bara menggodanya pun Gala tidak merespon. Gala lebih banyak diam dan dingin, tidak ada Gala yang ceria dan pecicilan seperti biasanya. Mansion pun berubah menjadi sepi atas perubahan Gala, seperti saat ini. Semua orang tengah melakukan sarapan pagi sebelum Gala dan Bara pergi bekerja.

"Gal, bagaimana bisnismu? Apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Bram.

"Iya, dad." Jawab Gala singkat.

"Kalau orangtua ngajak ngomong tuh jawab yang bener Gala, tidak sopan." Tegur Violetta.

Gala meletakkan sendok dan garpunya diatas piring, kemudian ia beranjak dari duduknya. "Aku berangkat duluan." Ucap Gala dingin. Meskipun begitu, ia tetap menyalimi tangan kedua orangtuanya tanpa berbicara sepatah kata pun.

Yang lainnya hanya menatap punggung Gala yang kian menjauh, Violetta menghela nafasnya panjang seraya menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Sampai kapan dia bersikap seperti itu? Rumah ini sepi kalau dia diam." Ucap Violetta.

"Biarkan dia seperti itu sayang, butuh waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan lukanya. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, banyak kenangan di dalamnya." Ucap Azrio.

"Kakak ipar benar, aku pun tahu bagaimana bucinnya Gala sama Seora. Beberapa kali dia juga menemui Seora, mereka membuat kenangan yang pastinya membekas dalam ingatannya. Foto mereka berdua juga masih tersimpan rapih di dalam laci, aku tidak tahu sampai kapan dia akan menyimpannya." Tambah Bara.

"Tapi, bunda sedih melihat Gala seperti itu. Kalian lihat sendiri, setiap harinya dia hanya makan sedikit dan kehilangan berat badannya." Ucap Renata.

"Sudahlah bun, kita semua juga sedih melihat Gala seperti itu. Daddy yakin dia akan kembali seperti semula, kita akan bantu mengobati lukanya." Ucap Bram.

"Serahkan semuanya padaku." Ucap Bara yakin.

"Apa maksudmu?" Tanya Violetta.

"Aku akan membawanya untuk berlibur sekalian mengurus pekerjaanku di bandung, aku akan membuatnya lupa akan semua masalahnya. Kalian mau ikut?" Jawan Bara.

"Aku sih mau, kau tanya saja kakak iparmu." Jawab Violetta.

"Maafkan aku sayang, sepertinya kita tidak bisa ikut Bara. Ada hal penting yang harus aku urus, lain kali saja ya." Ucap Azrio.

"Yasudah, aku akan berangkat bersama Gala dan juga Ramdan." Ucap Bara.

Bara menyelesaikan sarapannya, setelah itu ia berpamitan kepada kedua orangtuanya.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

CEWEK PENGKHIANAT DAN PENIPU ITU GAK PANTAS UNTUKMU GALA. JGN SIA SIAKAN HIDUPMU UNT CEWEK SEPERTI ITU.

2024-11-28

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

Seora kok berani ambil uang Jayden , mungkin pengaruh dari cowoknya

2024-12-25

0

aas

aas

ngeselin banget si seora ih 😡

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!