Tiket Konser

Dua minggu berlalu.

Gala masih tetap dengan sikap dinginnya, rencana Bara yang ingin mengajak saudara kembarnya berlibur pun terhalang oleh banyaknya pekerjaan.

Setiap harinya, Gala pulang ke mansion pada saat larut malam. Dia benar-benar menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk memajukan bisnisnya, penampilannya yang selalu rapih dan wangi, kini berbanding terbalik. Bahkan, wajahnya sudah di tumbuhi bulu-bulu halus di bagian dagu dan juga bibir atasnya.

"Gal, sini." Panggil Bara saat melihat adiknya turun dari lantai atas.

"Apa?" Tanyanya singkat.

"Jangan sok dingin kayak gitu, gak pantes banget sama wajah lu yang kiyowo." ledek Bara.

Gala memutar bola matanya malas, dia berlalu begitu saja tanpa berniat memenuhi panggilan saudara kembarnya. Bara segera mengejar adiknya itu, dia mencekal pergelangan tangan Gala sampai si empu membalikkan tubuhnya.

"Apaan sih." Kesal Gala. Di hempaskan nya tangan Bara dengan kasar, wajah Bara sudah memerah. Tetapi, ia berusaha menetralkan emosinya agar tidak terjadi keributan.

"Besok ikut." Ucap Bara.

"Enggak!" Tolak Gala.

"Enggak ada, PENOLAKAN!" Tekan Bara.

"Bodo amat." Ucap Gala cuek.

Bara sudah menebak bagaimana reaksi Gala, untuk itu dia sudah menyiapkan sesuatu yang tidak bisa di tolak oleh Gala. Di keluarkannya sebuah tiket dalam saku bajunya, Bara memperlihatkan tiket itu kepada Gala.

"Yakin, mau nolak?" Tanya Bara dengan nada mengejek, ia mengibaskan tiket itu tepat di depan wajahnya.

Mata Gala berbinar melihat tiket konser pemain musik terkenal favoritnya, meskipun ia terlahir kaya. Untuk mendapatkan tiket itu sangatlah susah, setiap kali ada konser yang pastinya dia selalu gagal mendapatkannya, meskipun dengan cara menyogok.

"Bagi dong." Pinta Gala.

"Dihh, ogah. tadi katanya gak mau, yaudah buat Ramdan sama Hamzah aja." Ucap Bara menggoda Gala.

"Bara, abangku yang ganteng. Buat adekmu yang kiyowo ini dong, sayang kan kalo di kasih ke orang lain." Rayu Gala dengan mengerjap-ngerjapkan matanya seperti anak kecil, bahkan tangannya menangkup di depan dadanya memohon kepada sang kakak.

Bara tersenyum miring. "Yaudah, besok siap-siap kita ke Bandung." Ucap Bara.

"Terimaksih abangku." Ucap Gala tersenyum puas.

"Geli banget dengernya, tadi aja sok-sok an bersikap dingin. Giliran dapet tiket konser aja, ekspresinya kaya cebong." Cibir Bara.

"Demi tiket konser, makasih ya. Emmuaacchhh.." Gala mengecup seluruh wajah Bara, kakaknya itu memberontak. Namun, pergerakannya berhasil di kunci oleh Gala. .

Bara menjauhkan wajah Gala yang monyong hendak mengecup kembali wajahnya, ia bergidik ngeri kala rambut halus Gala bersentuhan dengan wajah mulusnya.

"sekali tuh mulut nempel, gue potong!" Ancam Bara.

Gala hanya menampilkan rentetan gigi putihnya, rasa syukur terucap dalam hati Bara kala melihat senyum yang sudah lama tersembunyi itu kembali merekah. Dari kejauhan, kedua orangtua Bara dan Gala, begitu pula dengan Violetta dan suaminya menyaksikan interaksi si kembar. Mereka sangat senang melihat senyum Gala, terutama Renata dan juga Violetta.

"Udah ah, mau kerja biar punya ongkos buat ke Bandung." Ucap Gala.

"Huss, huss.. Pergi yang jauh, jangan lupa balik bawa duit sekarung." Usir Bara.

"Nyenyenye.." Ejek Gala.

Gala pun melangkah keluar dari dalam mansion tanpa sarapan pagi, di berjalan menuju kendaraan miliknya. Sepeninggalnya Gala, Renata dan yang lainnya berjalan menghampiri Bara yang masih berdiri menatap kepergian adiknya.

"Bara, kamu kasih apa si Gala? Kok kelihatannya dia seneng banget?" Tanya Violetta penasaran.

Bara terkekeh mendengar pertanyaan kakaknya. "Aku kasih dia tiket konser Golden Rockers, dari dulu dia pengen banget nonton konsernya, tapi tiap kali mau beli tiket selalu sold out. Sampai kita coba beli dengan harga sepuluh kali lipat sama yang udah di beli pun, gak ada yang mau sama sekali." Jelas Bara.

"Kenapa gak kamu undang aja, toh daddy juga banyak duitnya." Celetuk Azrio.

"Bukan masalah banyak uangnya, masalahnya. Golden Rockers itu udah banyak banget yang ngundangnya, kita juga tahunya pas SMA. Kalau dia ada konser di luar negeri ya kita cuman nonton di hp, kalau ada di negara kita ya harus beli tiketnya, sayangnya gak pernah ke bagian. Saat itu, kita berdua di didik mandiri. Mau apapun harus hasil usaha sendiri. Jadi, ya gitu deh." Jelas Gala.

"Terimakasih nak, kamu berhasil bikin Gala senyum lagi." Ucap Renata berkaca-kaca.

"Issh, bunda ngapain sih udah siap siaga mau nangis lagi? Gala tuh cowok bun, putus cinta gak buat dia gila. Cuman sekarang, dia lagi galau aja belum nyampe gila." Protes Bara.

"Ya namanya juga betina, Bar." Ucap Bram.

Dukk..

Renata menyiku perut Bram sampai si empu meringis kesakitan, Violetta dan suaminya terkekeh melihat wajah kesal Renata.

"Dasar bumil." Celetuk Bram.

Hah??

Hamil?

Bara dan Violetta saling menatap satu sama lain, mereka berdua menggosok-gosokkan telinganya takut ada masalah dengan indera pendengarannya.

"Hamil? bunda hamil?" Tanya Bara syok.

"Bun? Bunda gak bercanda kan?" Tanya Violetta memastikan.

Renata memijat kepalanya yang terasa pening. "Enggak sayang, mana ada bunda hamil kan kita udah tua." Sanggah Renata.

Fyuhhhh..

Violetta dan Bara membuang nafasnya lega, bagi Violetta akan sangat repot jika Renata hamil lagi. Pasalnya, ngidamnya Renata sangat-sangat diluar dugaan. Sedangkan Bara, baginya ia cukup malu jika di usianya harus kembali memiliki seorang adik.

"Punya adik satu aja bikin pusing, gimana kalo nambah?" Gumam Bara.

"Padahal daddy kepengen nambah lagi, biar jadi 4 anaknya. Tapi, bundanya gak mau." Ucap Bram cemberut.

"Gapapa dad, kasihan bunda kalau nambah lagi. Sebentar lagi, kalian juga bakalan punya bayi kok." Ucap Azrio.

"Maksudnya?" Tanya Bram bingung.

"Vio lagi isi dad, ternyata usia kandungannya maju 3 minggu." Jawab Azrio tersenyum.

Renata dan Bram membulatkan matanya, begitu pun dengan Bara. Sedetik kemudian mereka berjingkrak-jingkrak saking senangnya, Bram menitikkan air matanya terharu karena mimpinya untuk memiliki cucu terkabul.

"Hiks, daddy bakal jadi kakek." Ucap Bram terharu.

"Aku bakal jadi oma muda." Tambah Renata.

"Dimana-mana, oma tuh dah tua." Ucap Bara.

"Kan bunda, jadi omanya belum cukup umur." Sahut Renata.

Seketika mereka tertawa, kemudian memeluk tubuh Violetta bergantian seraya mendoakan kehamilannya. Rasa syukur kembali mereka rasakan, rezeki yang sudah lama di nantikan oleh keluarga Bram setelah tiga tahun lamanya. Violetta pun ikut terharu melihat reaksi keluarganya, dia juga tak menyangka kalau dirinya akan hamil dengan cepat daei perkiraannya, Azrio merangkul pundak Violetta seraya mengusap jejak air mata yang melintas di pipi istrinya.

'Ya Allah, terimakasih. Engkau masih memberikan kesempatan pada hamba untuk merasakan kebahagiaan ini, semoga engkau beri hamba umur panjang untuk melihat keluarga kecil ketiga anak hamba sebelum engkau memanggilku menghadap-Mu.' Batin Bram.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Alhamdulillah akhirnya..... setelah sekian lama....Vio hamil...

2024-12-02

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

wah Heppy ya Vio hamil..❤️❤️🎉

2024-12-25

0

Kalsum

Kalsum

alhamdulillah vio hamil

2025-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!