Sarapan

Mutiara dan Leona membulatkan matanya melihat tubuh tinggi Bara, jangan lupakan ketampanannya yang masih memakai baju koko putih. Mulut keduanya seakan terkunci melihat Bara bak malaikat keluar dari rumah Alea.

"OMO? OMO! TERNYATA GUE UDAH DI SYURGA MIH." Teriak Leona heboh.

"Apaan sih kalian berdua? Ngapain juga pagi-pagi udah dateng kesini?" Tanya Alea heran.

"Temen kamu dek?" Tanya Bara.

"Iya kak, maaf kalo ucapan mereka ngelantur. Maklum kata pihak rumah sakit jiwa, keluarga milih buat rawat jalan aja." Jawab Alea.

"Sialan." Kesal Leona.

"Al, gak mau ngenalin gitu?" Tanya Mutiara seraya menyelipkan anak rambutnya, jangan lupakan senyum malu-malunya.

Alea memutar bola matanya malas menatap keduanya, dia mengajak kedua temannya untuk masuk ke dalam rumahnya. Di ruang tamu, mereka duduk berhadapan dengan Bara, sedangkan Alea duduk di kursi tunggal.

"Emm, kenalin kak. Namaku Leona, temennya Alea." Ucap Leona tersenyum kikuk.

"Namaku Mutiara, calon masa depannya kak Hamzah." Ucap Mutiara dengan pedenya.

"Hemm." Balas Bara dengan singkat.

Mendengar balasan Bara yang begitu singkat padat dan menusuk, membuat kedua sahabat Alea itu melongo tak percaya. Mereka sampai heran, apakah manusia di depannya itu tidak bisa berbasa-basi? Minimal menjawab 'Namaku Bara, senang bertemu dengan kalian' ternyata ekspektasi mereka terlalu jauh, nyatanya balas Bara hanya berdehem.

"Al, kita beli bubur mang Toha yuk. Keburu gak kebagian ini, mana suka antri lagi disana." Ajak Mutiara memecah keheningan.

"Modus sih sebenernya Al, si mamih pengen ketemu sama abang lu." Sindir Leona.

Abang?Alea baru ingat kalau dirinya tidak melihat Hamzah sedari ia bangun, Alea bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar Hamzah. Ia masuk begitu saja ke dalam kamar Hamzah yang sama sekali tidak di kunci, dan benar saja. Hamzah tidak ada di kamarnya, bahkan ia juga tidak melihat Gala berkeliaran di rumahnya, hanya ada dirinya dan juga Bara.

"Kak, bang Hamzah sama kak Gala gak pulang ya?" Tanya Alea saat ia kembali dari kamar Hamzah.

"Kemarin mereka pamit, katanya ada urusan. Kayaknya gak pulang, aku juga ketiduran di kamar kamu." Jawab Bara.

"APA!" Pekik Leoan dan Mutiara bersamaan.

Alea menutup telinganya yang terasa berdengung mendengar suara cempreng kedua sahabatnya, sedangkan Bara memejamkan matanya.

"Al, jelasin sekarang juga." Desak Mutiara.

"Eh, eh. Apaan sih mamih? Anakmu ini tidak seperti yang kau pikirkan ya, kak Bara ketiduran di kamar tuh karena semalem dia bantu ngompresin pipi aku yang merah akibat ulah si musang. Kita gak tidur sekasur ya sahabat, kak Bara malahan tidur dengan posisi duduk. Singkirkan pikiran kotor dari kepala kalian, sembarangan aja kalo ngambil kesimpulan." Jelas Alea.

"Ya, kirain." Ucap Leona tersenyum kikuk.

"Kak Bara, mau ikut sarapan bubur gak? Aku males bikin sarapan gegara liat mereka berdua, lagian kita cuma berdua ini di rumah." Ajak Alea.

"Hemm, kakak ganti baju dulu." Jawab Bara.

Bara beranjak dari duduknya, dia berjalan menuju kamar yang di sediakan untuknya dan Gala untuk mengganti pakaiannya. Tak butuh waktu lama, Bara keluar dengan pakaian santainya. Jantung Alea seakan di buat meleleh melihat ketampanan Bara, apalagi kedua sahabat Alea yang sudah memegangi dadanya.

"Sumpah, ini mah kek oppa Korea." Ucap Leona.

"Kayak bias gue, huhu." Seru Mutiara.

"Dan, kak Bara liat lu berdua kayak babu." Timpal Alea diakhiri dengan kekehannya.

Bara menyunggingkan senyumnya yang sangat tipis, bahkan hampir tidak terlihat. Keempatnya keluar dari dalam rumah Alea, mereka berjalan menuju tempat penjual bubur yang tak jauh dari rumah Alea.

Begitu sampai di tempat tujuan, benar saja. Antriannya begitu panjang, bahkan tempatnya hampir penuh saking terkenalnya bubur ayam mang Toha ini. Terlihat penjual bubur seperti kewalahan karena kekurangan orang, dengan langkah tegapnya Bada berjalan kearah penjual.

"Boleh saya membantu?" Tawar Bara.

"Aduh aden, apa enggak ngerepotin? Nanti tangannya kotor loh." Ucap mang Toha merasa tidak enak, apalagi melihat penampilan Bara yang ia yakini bahwa orang yang menawarkan bantuan padanya adalah orang kaya.

"Tidak apa, sabun cuci murah mang. Saya ikhlas mau bantuin, kasian banyak pelanggan yang antri." Ucap Bara.

"Yaudah sok, maaf yah den jadi ngerepotin." Ucap kang Toha.

Alea melongo melihat perilaku Bara, dia tak menyangka Bara akan melakukan hal di luar dugaannya. Ternyata di balik sikap datarnya, dia memiliki hati yang baik dan juga ramah. Para pelanggan bersorak senang, terutama para gadis yang tengah ikut mengantri disana, siapa yang tidak senang ketika melihat pria tampan ikut membantu penjual bubur. Anggap saja kehadiran Bara menjadi bonus menunggu antrian bubur, mereka jadi betah berlama-lama disana.

"Woaahh, daebak. Tipe gue banget ini mah guys, cowok langkah bestie." Puji Leona takjub melihat Bara.

"Se-iman, Se-Amin, dan sesempurna itu untuk aku miliki." Ucap Mutiara.

"Semprul loe berdua, dia tuh udah punya pawang. Jangan maen-maen dah, pawangnya galak kayak macan entar loe berdua di terkam loh." Ucap Alea asal.

"Sebelum janur kuning melengkung, bendera kuning udah berkibar duluan di rumah gue kalo gitu mah." Ucap Leona.

"Asem loe, gue kirain loe mau pepet terus." Sewot Mutiara.

Alea duduk berdesakan dengan kedua temannya, terlihat Bara yang masih sibuk membantu mang Toha dan sesekali menatap kearah Alea. Saat pengunjung mulai surut, Bara menghampiri Alea dengan keringat yang membasahi pelipisnya.

"Cape, ya kak?" Tanya Alea.

Bara menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. "Lumayan." Jawab Bara.

"Mang, pesen buburnya dong." Panggil Mutiara.

Mang Toha menghentikan aktifitasnya sejenak, ia menoleh kearah Mutiara yang tengah melambaikan tangannya.

"Berapa mangkuk?" Tanya mang Toha.

"Empat mang." Jawab Mutiara.

Mang Toha pun mengacungkan jempolnya kearah Mutiara, ia segera membuatkan bubur ayam untuk Alea dan yang lainnya. Tanpa Alea sadari, kedua temannya tengah menatap iri padanya. Pasalnya, Alea tengah mengelap keringat yang membasahi pelipis dan juga hidung mancung Bara menggunakan tisu.

"Serasa liat film horor gak sih?" Tanya Leona.

"Film horor bapakmu!" Sewot Mutiara.

Bara menatap kedua manik Alea yang berbinar layaknya kelereng, jantung Alea sudah berdetak tak karuan di tatap dengan begitu intens oleh Bara. Keduanya sama-sama belum pernah pacaran, tetapi dilihat dari pancaran mata keduanya seperti memiliki kilat ketertarikan satu sama lain.

"Eekkhhemmm, btw buburnya udah dateng loh." Dehem Mutiara

Alea pun tersadar dan menurunkan tangannya dari wajah Bara, dia terlihat sangat gugup, bahkan tangannya mulai dingin.

"E-eh i-iya, emm sambelnya mana?" Tanya Alea gugup.

"Kenapa kayak gugup gitu sih Al, santai aja kali." Goda Mutiara.

"Saking gugupnya, dia gak sadar ada sambel di depan matanya sendiri." Timpal Leona.

'Leona setan, sumpah gue malu banget.' Batin Alea.

Mutiara dan Leona kompak menertawakan Alea, jangan tanya bagaimana wajah Alea sekarang. Dia menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam, rasanya ia ingin menyumpal mulut dua biang kerok di depannya.

"Jangan biasakan sarapan makan yang pedes, gak baik buat kesehatan. Apalagi kamu punya riwayat asam lambung, bukannya kenyang nantinya malah mules." Ucap Bara.

"Hah? Eh, iya kak." Ucap Alea.

Seketika tawa Leona dan Mutiara berhenti saat mendengar perhatian Bara untuk Alea, mereka kembali di buat iri melihat Bara mengikat rambut Alea ke belakang agar tidak mengganggu sarapannya.

Satu dulu up nya, nanti kalo bocilnya dah sembuh double up lagi 🙏

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Aahhh......emang kalau sudah jodoh g akan kemana....☺️☺️☺️☺️☺️💗💗💗💗💗💗

2024-12-02

0

Kalsum

Kalsum

udah bara pepet terus aleanya♥️♥️♥️

2025-01-21

0

awesome moment

awesome moment

nha klo n mmg udh ngeklik hati

2025-01-07

0

lihat semua
Episodes
1 Perasaan Gala
2 Perubahan sikap Gala
3 Kedatangan Jayden
4 Kemarahan Gala
5 Tiket Konser
6 Pergi ke Bandung
7 Peliharaan
8 Konser
9 Hamzah Murka
10 Alea dan Bara
11 Sarapan
12 Insiden Segelas Air
13 Bara cemburu
14 Kemarahan Bara
15 Alea Nekat
16 Pulang dengan terluka
17 Ketakutan Alea
18 Serangan Induk ayam
19 Rengekan Gala
20 Sesak Nafas
21 Kembali pulang
22 Kekecewaan Gala.
23 Di usir
24 Paku payung
25 Penyesalan
26 Emosi Alea
27 Penghinaan
28 Sebuah Bayangan dan Kenangan
29 Bara Beraksi
30 Gala mengeluh
31 Tidur berdua
32 Kembali pulang
33 Gala berulah
34 Lembur Berjamaah
35 Terharu
36 Kejutan
37 WILL YOU MARRY ME
38 Pergi ke Taman
39 Kelaparan lagi
40 Hasil penyelidikan
41 Sebuah Rencana
42 Gala dan Leona salting
43 Kebersamaan Gala
44 Tangis Hamzah
45 Kebenaran lagi
46 Kedatangan Dewangga
47 Beda Ayah
48 Petunjuk
49 Menemani Berkencan
50 Bertemu
51 Titik Terang
52 Bertemu Bumi
53 Pesan untuk Bumi
54 Perdebatan Bumi dan Bara
55 Kepuasan
56 Kedatangan Keluarga Alfareez
57 Saling kejar
58 Berduka
59 Kemarahan Leona.
60 Gala merajuk
61 Mencarikan Jodoh
62 Mencarikan jodoh part 2
63 Kejutan
64 Berita ledakan
65 Saling berbalas
66 Galon?
67 Leona cemburu
68 salah paham part 2
69 Baikan
70 Kritis
71 Kronologi
72 Kedatangan Orangtua Leona
73 Pelaku
74 Menyeret Soni
75 Emosi
76 Hari bahagia.
77 SAH
78 Malam pertama
79 Pahala
80 Gala Galau
81 Cerita malam pertama
82 Drama kolosal
83 Malam Panas
84 Perpisahan dan Penyesalan
85 Menjodohkan Bumi
86 Jijik
87 Sadar
88 Cedal?
89 Ningsih ceroboh
90 Nekat
91 Semangka busuk
92 Pindah tempat
93 Kabar Bahagia.
94 Hasil tes
95 Lahap
96 Mengunjungi Bumil
97 Sebuah rasa Iri
98 Semur Jengkol
99 Keputusan
100 Minyak urut
101 Kebingungan Gala dan Leona.
102 Korban ngidam selanjutnya.
103 Syukuran
104 Koleksi Cucu
105 Melahirkan
106 Kebahagiaan
107 Menghangat
108 Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109 Novel baru lagi guys
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Perasaan Gala
2
Perubahan sikap Gala
3
Kedatangan Jayden
4
Kemarahan Gala
5
Tiket Konser
6
Pergi ke Bandung
7
Peliharaan
8
Konser
9
Hamzah Murka
10
Alea dan Bara
11
Sarapan
12
Insiden Segelas Air
13
Bara cemburu
14
Kemarahan Bara
15
Alea Nekat
16
Pulang dengan terluka
17
Ketakutan Alea
18
Serangan Induk ayam
19
Rengekan Gala
20
Sesak Nafas
21
Kembali pulang
22
Kekecewaan Gala.
23
Di usir
24
Paku payung
25
Penyesalan
26
Emosi Alea
27
Penghinaan
28
Sebuah Bayangan dan Kenangan
29
Bara Beraksi
30
Gala mengeluh
31
Tidur berdua
32
Kembali pulang
33
Gala berulah
34
Lembur Berjamaah
35
Terharu
36
Kejutan
37
WILL YOU MARRY ME
38
Pergi ke Taman
39
Kelaparan lagi
40
Hasil penyelidikan
41
Sebuah Rencana
42
Gala dan Leona salting
43
Kebersamaan Gala
44
Tangis Hamzah
45
Kebenaran lagi
46
Kedatangan Dewangga
47
Beda Ayah
48
Petunjuk
49
Menemani Berkencan
50
Bertemu
51
Titik Terang
52
Bertemu Bumi
53
Pesan untuk Bumi
54
Perdebatan Bumi dan Bara
55
Kepuasan
56
Kedatangan Keluarga Alfareez
57
Saling kejar
58
Berduka
59
Kemarahan Leona.
60
Gala merajuk
61
Mencarikan Jodoh
62
Mencarikan jodoh part 2
63
Kejutan
64
Berita ledakan
65
Saling berbalas
66
Galon?
67
Leona cemburu
68
salah paham part 2
69
Baikan
70
Kritis
71
Kronologi
72
Kedatangan Orangtua Leona
73
Pelaku
74
Menyeret Soni
75
Emosi
76
Hari bahagia.
77
SAH
78
Malam pertama
79
Pahala
80
Gala Galau
81
Cerita malam pertama
82
Drama kolosal
83
Malam Panas
84
Perpisahan dan Penyesalan
85
Menjodohkan Bumi
86
Jijik
87
Sadar
88
Cedal?
89
Ningsih ceroboh
90
Nekat
91
Semangka busuk
92
Pindah tempat
93
Kabar Bahagia.
94
Hasil tes
95
Lahap
96
Mengunjungi Bumil
97
Sebuah rasa Iri
98
Semur Jengkol
99
Keputusan
100
Minyak urut
101
Kebingungan Gala dan Leona.
102
Korban ngidam selanjutnya.
103
Syukuran
104
Koleksi Cucu
105
Melahirkan
106
Kebahagiaan
107
Menghangat
108
Novel Baru "Mwngandung Benih si Culun"
109
Novel baru lagi guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!