Bab. 5

Pagi harinya, saat Raja baru saja turun dari lantai 2 dia langsung menuju meja makan dan betapa kagetnya dia ketika melihat sudah banyak masakan yang tersaji di depannya saat ini.

Jika biasanya dia hanya sarapan dengan secangkir kopi dan selembar roti maka kali ini berbeda. Banyak makanan yang tersaji hingga menggugah seleranya.

Sentuhan terakhir, Viana datang membawa satu mangkuk sayuran yang hanya direbus tapi menggugah selera makan Raja.

"Maaf Mas, hanya ini saja yang tersisa di kulkas jadi aku mau masak apa adanya. Ada ayam asam manis, perkedel jagung dan juga sayur bayam. Aku tidak tahu harus memasak apa lagi jadi aku hanya bisa memasak apa yang ada di kulkas." ucap Viana pada suaminya. Memang hanya itu yang bisa dimasaknya hari ini karena tidak ada bahan makanan lain di kulkas.

"Ini sudah lebih dari cukup. Jika tidak ada bahan makanan di kulkas lagi kau bisa pergi ke supermarket untuk berbelanja. Bukankah Rina sudah memberikan kartu kredit padamu?" Viana langsung menganggukkan kepalanya karena memang Rina sudah memberikan benda tersebut padanya.

Hanya saja dia belum memiliki waktu yang pas untuk berbelanja dan juga bingung harus pergi ke sana dengan naik apa. Di rumah ini tidak memiliki kendaraan apapun bahkan sepeda saja pun tidak ada jadi dia tidak tahu harus pergi dengan apa.

"Aku memang ingin pergi berbelanja tapi aku tidak tahu ingin pergi dengan apa. Bisakah belikan aku sepeda motor agar aku bisa dengan mudah bepergian?" Viana sengaja meminta sepeda motor pada suaminya karena dia memang membutuhkan kendaraan bermotor tersebut.

"Nanti akan ada seorang supir yang datang ke sini membawa mobil. Mulai sekarang dia yang akan mengantarkan mu kemanapun. Dia juga akan tinggal di sini menemani kalian berdua karena aku tidak bisa pulang setiap harinya. Kau bisa menghubungiku jika membutuhkan apapun."

"Bagaimana cara menghubunginya? aku bahkan tidak memiliki nomor ponsel mas Raja." jawab Viana karena memang dia tidak memiliki nomor ponsel suaminya itu.

"Ya ampun, tulis nomor ponsel mu di sini dan kau bisa menghubungi nomor mu." ucap Raja memberikan ponselnya dan Viana langsung mengetikkan nomornya di sana,lalu menghubungi nomornya sendiri. Setelah menghubungi nomornya dan berniat untuk mengembalikan ponsel Raja, tiba-tiba saja ponsel yang perlu diinginkan itu ada panggilan masuk.

Mendengar panggilan masuk di ponsel yang membuat Raja langsung mengambil benda tersebut dari tangan Viana.

"Maaf," ucap Viana lagi merasa bersalah karena telah melihat nomor siapa yang menghubungi suaminya.

"Bukan masalah. Sekarang aku ingin sarapan." akhirnya Viana menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya seperti yang pria itu inginkan.

Mereka sama-sama diam dan tidak ada yang berbicara lagi karena memang Raja begitu menikmati sarapan paginya.

Saat Raja ingin pergi ke kantornya, Viana kembali menghentikannya.

"Apa lagi?" tanya Raja ketika melihat Viana yang membawa kotak bekal.

"Aku sudah membuat salad buah, jadi mas bisa memakannya sebelum makan siang. Kurangi kopi, karena kafein tidak terlalu bagus untuk tubuh. Lebih baik mengonsumsi buah dan sayur." karena tidak ingin pembicaraan ini semakin panjang akhirnya Raja mengambil kotak bekal itu dan membawanya ke kantor.

"Hati-hati di jalan Mas," ucap Viana melepas kepergian suaminya unik pergi bekerja.

Sedangkan Raja hanya menganggukkan kepalanya saja untuk menjawab ucapan istrinya.

***

Terpopuler

Comments

Salim ah

Salim ah

Raja gak seperti namanya
tapi kelakuan minus

2024-04-24

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Raja kurang bersyukur

2024-02-28

0

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

via masih aja perhatian sama raja,,, aku kok gedeg sama raja 😠😠😠😠

2023-12-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!