PHSK 15

Varen seperti orang yang kerasukan, pria itu mencium bibir istrinya dengan brutal. Citara yang belum mahir dalam beradu bibir hanya bisa pasrah dalam menghadapi Monster Salju yang tengah menindih tubuhnya.

Bibir Citara terasa bengkak dan sedikit kebas. Namun, Varen tidak memperdulikan hal itu dan malah melanjutkan aksinya dengan kasar.

Pria berwajah tampan itu menggigit benda semerah chery milik sang istri saat si wanita merapatkan bibirnya dengan kuat.

"Eunghhh, sssts." Citara meringis merasakan perih di bibirnya, spontan wanita berlesung pipi itu menganga.

Melihat ada celah, Varen langsung mendorong benda tidak bertulang miliknya untuk mengabsen setiap deretan gigi milik sang istri.

Varen melampiaskan amarahnya dalam pergulatan benda tidak bertulang yang begitu panas, Citara sampai kesulitan untuk bernapas.

"Kau tau seberapa kuat pria tua ini?" desis Varen di sela aktifitas beradu bibir yang sedang ia lakukan.

Citara mengerjapkan matanya berulang kali, entah mengapa Varen terus mengucapkan kalimat tua dan tua.

"Tuan, apa salah saya?" tanya wanita itu dengan lirih saat Varen melepaskan tautan bibir mereka.

Monster Salju itu menyeringai, ekspresinya menggambarkan rasa jijik. "Kau berpura-pura tidak tahu huh? Apa aku perlu menjelaskannya?" Varen mencengkram kedua pipi Citara sampai wanita itu meringis menahan sakit.

"Stts, T-tuan. Kenapa Tuan menikahi saya jika Tuan tidak bisa menerima kehadiran saya. L-lepaskan." Citara memohon dengan wajah iba, wanita itu kesusahan bicara karena cengkraman yang Varen lakukan.

Bukannya mendengar ucapan Citara, kini Varen mengangkat tubuh istrinya dengan kasar. Ia membawa Citara ke atas punggungnya, wanita berlesung pipi itu persis seperti karung beras.

Varen membawa Citara keluar dari gudang. Ia berjalan dengan dagu terangkat, tatapan matanya fokus ke depan. Hingga tibalah Monster Salju itu di dalam lift. Saat pintu lift terbuka, Varen kembali melangkah. Melewati beberapa para penjaga yang berdiri di dekat pintu kamar Citara.

"Kalian pastikan agar istriku tidak kabur lagi!" perintah Varen tanpa menatap ke arah para penjaga.

"Baik, Tuan."

Monster Salju itu kembali berjalan ke kamarnya, Citara yang digendong diseperti karung beras mulai merasakan pusing karena kepalanya yang menghadap lantai.

"Tuan lepaskan saya!" pekik Citara memberontak saat Varen membuka pintu kamar.

Brak!

Pria bertubuh tegap itu menutup pintu dengan menggunakan kakinya. Ia tidak mendengarkan pekikkan sang istri, dengan kasar Varen melempar tubuh Citara ke atas ranjangnya.

Perlahan Monster Salju yang masih diselimuti dengan amarah itu merayap ke atas tubuh istrinya. Citara beringsut mundur, jantungnya berpacu lebih cepat saat Varen menahan kakinya.

"Kau tidak akan bisa lepas dari genggaman tanganku! Ingat itu!" geram Varen.

"T-tuan, saya ingin pulang. Lepaskan saya hiks." Citara mengatupkan kedua tangan di depan dada, berharap Varen masih memiliki secuil kebaikan hati.

Namun sayang beribu sayang, Varen bukanlah pria yang mudah memaafkan suatu kesalahan. Monster Salju itu merobek pakaian yang dikenakan oleh Citara dengan sekali hentakkan.

Srek!

"Waktunya kau merasakan aku kembali," ucap Varen dengan seringainya.

Kepala Citara menggeleng kuat, ia berusaha menutupi tubuhnya yang hanya terlindungi oleh kacamata serta segi tiga yang ia kenakan.

Varen menyingkirkan kedua tangan Citara yang ia anggap menghalangi pemandangan indah di depannya. "Aku akan membuatmu menjerit semalaman, nikmatilah b*tch!" desis pria itu dengan memerangkap tubuh ringkih sang istri.

"Lepaskan aku. Kau memang monster! Enyahlah kau dari dunia ini!" teriak Citara dengan membabi buta.

Wanita itu tanpa sadar menitihkan air matanya. Ia berteriak takut saat Varen melepas pelindung bukit kembarnya.

"T-tuan, tolong hentikan!" rintih Citara dengan berlinang air mata.

Wanita berlesung pipi itu merasa jijik dengan perlakuan Varen yang menjilati kulit lehernya. Citara tidak mampu melepaskan diri dari rengkuhan sang suami yang tengah mejelma menjadi monster kejam.

Varen mengangkat kepalanya dari ceruk leher Citara. "Berani sekali kau memerintahku b*tch! KAU TIDAK PUNYA HAK ATAS TUBUHMU!" teriak Monster Salju itu di depan wajah wanita yang sedang memejamkan mata karena merasa takut.

"Aku bebas melakukan apapun! Termasuk hal ini," tegas Varen sembari menggigit permukaan bukit kembar istrinya.

"ARGHH! S-SAKIT," jerit Citara menggeleng-gelengkan kepala.

Seringai Varen begitu kentara, aduh kesakitan Citara bagai melodi indah yang mengisi malamnya. Pria itu merasa puas saat menyaksikan wajah ketakutan istrinya.

"Ah, tubuhmu sedikit panas," ujar Varen saat lidahnya yang basah menyapu permukaan kulit Citara. "Akan tetapi aku tidak perduli!" lanjut pria itu dengan tidak berperasaan.

Citara yang belum benar-benar pulih harus kembali merasakan perlakuan kasar dari suaminya.

"T-tidak, Tuan. J-jangan hiks." Citara memohon dengan suara bergetar.

Srek!

Pria dengan sebutan Monster Salju itu merobek paksa kain berbentuk segitiga milik istrinya dengan sekali hentakkan, ia tidak memperdulikan Citara yang terus memohon.

"Tinggal satu penghalang lagi," ucap Varen sebelum tangannya kembali merobek pelindung aset Citara yang terakhir.

Srek!

"Perfect." Varen berdecak kagum.

Matanya dapat melihat jelas bekas gigitan yang ia ciptakan di atas salah satu bukit kembar istrinya.

"Time to show, Bit*h!" geram Varen sebelum bibirnya melahap aset milik Citara dengan kasar.

Wanita yang berada dalam kungkungan Varen itu terus menjerit bercampur dengan lengu-han. Varen benar-benar menunjukkan keperkasaannya.

Pria itu membuktikan kekuatannya dalam bertempur di atas ranjang. Varen memasuki Citara dengan kasar hingga wanita yang tidak siap itu menggigit bibirnya sendiri untuk menahan rasa sakit yang mendera.

Varen terus memompa tubuh istrinya tanpa ampun. Keringat membasahi keduanya, pria yang masih tidak puas itu tidak ada niatan untuk berhenti.

Citara yang sudah kehabisan tenaga tidak lagi berteriak, ia hanya diam merasakan apa yang tengah Varen berikan. Tubuhnya yang tidak sekuat baja bisa merasakan sakit saat Varen menekan tubuhnya terlalu kuat.

Pendengaran Citara diisi penuh oleh suara-suara Varen yang sesekali melenguh dan memaki. Desa-han juga keluar dari mulut suaminya yang terus mencari kenikmatan untuk diri sendiri.

"Eungh, T-t ... tuan berhen—"

Ucapan Citara terhenti, sebab Varen langsung meraup bibirnya dengan ganas dan penuh naf-su.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul satu pagi. Namun, Varen terus menggempur tubuh Citara tanpa ampun. Hingga tiba-tiba terdengar suara menjijikkan Monster Salju itu sebelum dirinya ambruk di atas tubuh Citara.

Cairan hangat membasahi milik Citara, terasa seperti menyembur dinding rahimnya.

Varen terdiam sesaat. Citara berpikir semua ini telah usai, dan ia bisa kembali beristirahat. Namun, ternyata dugaannya salah besar karena Varen kembali memompa tubuhnya.

"Ahhh! Kau rasahhkan itu bit*h!" de-sah Varen di tengah aktifitasnya.

Tangan Citara mencengkram kuat seprai di sisi kanan dan kirinya. Tubuh wanita itu bergerak karena hentakkan Varen yang kuat.

Varen mulai menjalankan aksinya, ia tidak membiarkan tangannya menganggur. Tangan pria itu merambat ke atas bukit sang istri yang pas dalam genggaman tangannya.

Gerakkan tubuh Varen berpadu sempurna dengan gerakkan tangannya. Citara benar-benar menjadi pelampiasan Monster Salju yang dianggapnya tidak memiliki hati nurani walau secuil.

Citara memejamkan mata kuat saat Varen menaikkan temponya. Rambut kedua insan itu basah oleh keringat, kulit putih Varen terlihat memerah. Sedangkan warna kulit Citara yang kuning langsat semakin terlihat menggoda saat keringat mengalir di kulitnya.

Aktifitas panas itu terus berlanjut hingga jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi. Entah bagaimana kondisi Citara yang terus digempur oleh suaminya.

Varen benar-benar kuat diusianya, tidak sia-sia ia menjaga pola makan serta pola hidupnya yang sehat.

"Ahhh."

Pria itu kembali mendapatkan kepuasan. Ia melepaskan miliknya dari milik Citara, lalu berguling ke samping tubuh sang istri.

"Kau memang kejam," ucap Citara dengan suara yang lirih, tanpa mau menatap wajah suaminya.

Varen tidak perduli atas apa yang diucapkan oleh Citara, ia lebih memilih memejamkan mata. Tenaganya terkuras oleh aktifitas panjang yang ia lakukan hari ini.

Bersambung ....

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Terpopuler

Comments

Nicky Nick

Nicky Nick

dsr dokter iblis ujud manusia

2024-10-26

0

ayudya

ayudya

sadisssssss......, dengan lembut lah varennnnn bisa rusak punya istri mu kalau bringas seperti itu.

2024-07-18

1

Safa Almira

Safa Almira

lanjut

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 PHSK 1
2 PHSK 2
3 PHSK 3
4 PHSK 4
5 PHSK 5
6 PHSK 6
7 PHSK 7
8 PHSK 8
9 PHSK 9
10 PHSK 10
11 PHSK 11
12 PHSK 12
13 PHSK 13
14 PHSK 14
15 PHSK 15
16 PHSK 16
17 PHSK 17
18 PHSK 18
19 PHSK 19
20 PHSK 20
21 PHSK 21
22 PHSK 22
23 PHSK 23
24 PHSK 24
25 PHSK 25
26 PHSK 26
27 PHSK 27
28 PHSK 28
29 PHSK 29
30 PHSK 30
31 PHSK 31
32 PHSK 32
33 PHSK 33
34 PHSK 34
35 PHSK 35
36 PHSK 36
37 PHSK 37
38 PHSK 38
39 PHSK 39
40 PHSK 40
41 PHSK 41
42 PHSK 42
43 PHSK 43
44 PHSK 44
45 PHSK 45
46 PHSK 46
47 PHSK 47
48 PHSK 48
49 PHSK 49
50 PHSK 50
51 PHSK 51
52 PHSK 52
53 PHSK 53
54 Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55 PHSK 54
56 PHSK 55
57 PHSK 56
58 PHSK 57
59 PHSK 58
60 PHSK 59
61 PHSK 60
62 PHSK 61
63 PHSK 62
64 PHSK 63
65 PHSK 64
66 PHSK 65
67 PHSK 66
68 PHSK 67
69 PHSK 68
70 PHSK 69
71 PHSK 70
72 PHSK 71
73 PHSK 72
74 PHSK 73
75 PHSK 74
76 PHSK 75
77 PHSK 76
78 PHSK 77
79 PHSK 78 (Kepergian)
80 PHSK 79 (Tamat!)
81 PHSK 80 (Kunci)
82 PHSK VISUAL
83 PHSK 81 (Berlumur Darah)
84 PHSK 82 (Harapan Semu?)
85 PHSK 83 (Siksaan)
86 PHSK 84
87 PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88 PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89 PHSK 87 (Menyerang)
90 PHSK 88 (Bajingann!!!)
91 PHSK 89 (Pembunuh)
92 PHSK 90 (Bersedia?)
93 PHSK 91 (Hubby)
94 PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95 PHSK 93 (Melepasmu)
96 PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97 Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98 PHSK 95 (Ada Apa?)
99 PHSK 96 (Beruang Kutub)
100 PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101 PHSK 98 (Kedatangan)
102 PHSK 99 (Ahrggg!)
103 PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104 PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105 PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106 PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107 PHSK 104 (Kecanduan)
108 PHSK 105 (Mandi)
109 PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110 PHSK 107 (Peringatan Varen)
111 PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112 PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113 PHSK 110 (TAMAT)
114 Bab Bonus (Iblis Kecil)
115 Bab Bonus (Kebahagiaan)
116 Bab Bonus (Akhir Bahagia)
Episodes

Updated 116 Episodes

1
PHSK 1
2
PHSK 2
3
PHSK 3
4
PHSK 4
5
PHSK 5
6
PHSK 6
7
PHSK 7
8
PHSK 8
9
PHSK 9
10
PHSK 10
11
PHSK 11
12
PHSK 12
13
PHSK 13
14
PHSK 14
15
PHSK 15
16
PHSK 16
17
PHSK 17
18
PHSK 18
19
PHSK 19
20
PHSK 20
21
PHSK 21
22
PHSK 22
23
PHSK 23
24
PHSK 24
25
PHSK 25
26
PHSK 26
27
PHSK 27
28
PHSK 28
29
PHSK 29
30
PHSK 30
31
PHSK 31
32
PHSK 32
33
PHSK 33
34
PHSK 34
35
PHSK 35
36
PHSK 36
37
PHSK 37
38
PHSK 38
39
PHSK 39
40
PHSK 40
41
PHSK 41
42
PHSK 42
43
PHSK 43
44
PHSK 44
45
PHSK 45
46
PHSK 46
47
PHSK 47
48
PHSK 48
49
PHSK 49
50
PHSK 50
51
PHSK 51
52
PHSK 52
53
PHSK 53
54
Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55
PHSK 54
56
PHSK 55
57
PHSK 56
58
PHSK 57
59
PHSK 58
60
PHSK 59
61
PHSK 60
62
PHSK 61
63
PHSK 62
64
PHSK 63
65
PHSK 64
66
PHSK 65
67
PHSK 66
68
PHSK 67
69
PHSK 68
70
PHSK 69
71
PHSK 70
72
PHSK 71
73
PHSK 72
74
PHSK 73
75
PHSK 74
76
PHSK 75
77
PHSK 76
78
PHSK 77
79
PHSK 78 (Kepergian)
80
PHSK 79 (Tamat!)
81
PHSK 80 (Kunci)
82
PHSK VISUAL
83
PHSK 81 (Berlumur Darah)
84
PHSK 82 (Harapan Semu?)
85
PHSK 83 (Siksaan)
86
PHSK 84
87
PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88
PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89
PHSK 87 (Menyerang)
90
PHSK 88 (Bajingann!!!)
91
PHSK 89 (Pembunuh)
92
PHSK 90 (Bersedia?)
93
PHSK 91 (Hubby)
94
PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95
PHSK 93 (Melepasmu)
96
PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97
Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98
PHSK 95 (Ada Apa?)
99
PHSK 96 (Beruang Kutub)
100
PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101
PHSK 98 (Kedatangan)
102
PHSK 99 (Ahrggg!)
103
PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104
PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105
PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106
PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107
PHSK 104 (Kecanduan)
108
PHSK 105 (Mandi)
109
PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110
PHSK 107 (Peringatan Varen)
111
PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112
PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113
PHSK 110 (TAMAT)
114
Bab Bonus (Iblis Kecil)
115
Bab Bonus (Kebahagiaan)
116
Bab Bonus (Akhir Bahagia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!