PHSK 11

Pagi begitu cerah dan indah. Namun, tidak secerah wajah Citara yang pucat dan terlihat tidak bersemangat.

Di sisi lain, Varen si Monster Salju sudah rapi dengan kemeja serta jas dokternya. Pria itu sangat suka memainkan pisau bedah—maka dari itu ia senang menjalani profesinya sebagai seorang dokter.

Jika di rumah sakit dia dilihat sebagai malaikat penolong, tetapi jika di mata musuhnya dia adalah sosok manusia yang tidak punya hati.

Bahkan, musuh dan saingan bisnis gelap Varen menyebutnya dengan sebutan iblis berwujud manusia dingin.

Varen keluar dari kamar yang didominasi dengan warna hitam, langkah kakinya membawa pria berwajah dingin nan tampan itu sampai ke dalam kamar Citara.

Dengan santai ia mendekat ke arah ranjang yang ditiduri oleh istrinya. Mata setajam elang Varen sedikit menyipit kala melihat wajah Citara yang pucat.

Terlihat wanita berlesung pipi itu memeluk dirinya sendiri, persis layaknya orang yang sedang menggigil.

"Dia belum memakai pakaiannnya," gumam Varen dalam hati.

Monster Salju itu berdiri di tepian ranjang, tubuhnya sedikit membungkuk agar bisa menyentuh pipi serta kening Citara.

Punggung tangan Varen dapat merasakan suhu tubuh Citara yang tidak normal. Dapat dikatakan jika saat ini Citara sedang dilanda demam.

Pria itu menarik tangannya dari kening sang istri lalu ia menegakkan tubuhnya kembali seperti semula.

"Hei bangun!" seru Varen dengan nada datar.

Citara tersentak kaget begitu dirinya melihat pria yang ia tidak sukai ada di hadapannya.

"Tssttt ... ," desis Citara merasakan sakit di bawah pusarnya.

Pria yang masih tampan di usianya yang tidak lagi muda itu mengjungkitkan alis saat mendengar suara desisan dari mulut sang istri.

"Kau belum memakai pakaianmu," ujar pria itu dengan bersedekap dada.

"Iya, Tuan." Citara menundukkan kepala, enggan melihat wajah pria yang sudah merenggut kesuciannya dengan cara memaksa dan kasar hingga ia masih merasakan sakit pagi ini.

Hap!

Tidak ada angin, tidak ada hujan Varen tiba-tiba saja mengangkat tubuh Citara ke dalam gendongannya.

"Eh!" pekik wanita yang masih mengenakan handuk kimono sejak tadi malam.

"Turunkan saya, Tuan!" Citara spontan merangkulkan lengannya pada leher Varen, saat pria itu tanpa aba-aba menggendongnya ala bridal style.

Pria dengan julukkan Monster Salju itu tidak mengindahkan protes sang istri, dirinya memilih melangkahkan kaki menuju walk in closet.

Begitu ia masuk, dirinya langsung mendudukkan Citara di atas meja kaca yang berisikan aksesoris seperti anting hingga jam branded.

Tanpa permisi, Varen membuka handuk kimono yang dikenakan istrinya dengan kasar. Hingga terpampang lah tubuh Citara yang polos tanpa sehelai benang pun.

Varen menunjukkan smirk-nya saat melihat ada banyak bercak merah di tubuh sang istri. Itu adalah maha karya dirinya, menujukkan betapa kuat dan perkasanya pria itu.

Varen jadi teringat akan ucapan Marco terhadapnya soal sang mantan istri yang katanya tidak puas terhadapnya. Namun, semua itu bisa ia patahkan saat melihat keadaan Citara sekarang, yang sakit hanya karena ia gauli semalam.

Bahkan, jerit sakit dan nikmat Citara masih membekas di kepalanya. "Ah shiit! Aku jadi ingin mengulangnya lagi," ucap Varen dalam hati.

Citara yang merasa tidak nyaman diperhatikan oleh suaminya sejak tadi, berusaha menutupi tubuh polosnya dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada, serta merapatkan kaki.

Varen tidak memperdulikan perilaku Citara, ia lebih memilih membalik badan dan membuka lemari yang berisi deretan gaun, serta baju yang indah.

Dengan asal pria itu mengambil baju model baby doll berwarna merah muda. Tidak lupa ia mengambil segi tiga serta kacamata untuk melindungi aset istrinya.

"Biar saya sendiri saja, Tuan," ucap Citara.

"Diam!" bentak Varen tiba-tiba, pria itu tidak suka dibantah.

Spontan Citara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia hanya bisa diam saat Varen memasangkan segitiga berwarna merah maroon lewat kedua kakinya.

Varen sedikit membungkukkan badannya yang tinggi, wajah pria itu tepat berada di depan dua gundukkan milik sang istri.

Dengan seringai nakal ia menangkup salah satu aset Citara. Mata wanita itu mendelik merasakan hangatnya telapak tangan Varen yang kini menggenggam bukit kembar miliknya.

"T-tuan ... eungh," lenguh wanita itu saat Varen menekan tangannya.

Monster Salju dengan wajah datar itu menarik tangannya kembali, lalu memasangkan kacamata untuk menutupi dua aset sang istri.

"Milikmu sangat pas dalam genggaman tanganku. Kau jangan berbangga diri kuperlakukan seperti ini! Kau harus baikan nanti malam, karena aku ingin mengulang malam itu kembali!" tegasnya tanpa memperdulikan ekspresi wajah Citara yang bersedih di tengah wajahnya yang pucat.

Citara hanya bisa diam saat Monster Salju itu mengangkat tubuhnya yang lemah. Ia tidak berani memberontak, jadilah dirinya menerima apa yang sedang pria itu lakukan.

Bulu mata Citara yang lentik bergerak kala matanya mengerjap. Ia diam-diam memperhatikan wajah Varen yang fokus ke depan.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Varen tiba-tiba, tanpa mengalihkan pandangannya.

Citara yang kaget hanya mampu menutup wajah dengan kedua tangannya. "T-tidak ada, Tuan."

Varen menurunkan tubuh sang istri ke atas ranjang. Pria itu merogoh sakunya—megeluarkan sebuah ponsel berteknologi canggih. Jari telunjuk si Monster Salju menekan kontak yang ada di ponselnya.

"Datang ke kamar istriku sekarang!" perintah Varen pada seseorang yang ia hubungi, lalu mengakhiri panggilan tersebut.

Mata setajam elang milik pria itu mengunci tatapan Citara yang terlihat ketakutan. Wanita yang kini berada di atas ranjang mulai berpikir negatif.

"Siapa yang dihubungi oleh monster ini? Kenapa orang itu disuruh ke kamarku? Apa aku mau dihukum lagi?" Citara bertanya-tanya dalam hati.

Bibir Varen menyeringai, pria itu senang melihat wajah ketakutan istrinya. Ia maju selangkah demi menipiskan jarak. Tubuhnya yang jangkung mebungkuk di atas tubuh sang istri.

Mata Citara terpejam kuat saat wajah Varen berada begitu dekat dengan wajahnya.

Tok! Tok!

"Masuk!" ucap Varen dengan suara yang lantang.

Pria itu menegakkan tubuhnya kembali, Citara merasakan jantungnya yang kian berdebar dengan kencang.

Saat seseorang yang diperintah Varen itu masuk, wajah Citara berubah tenang. Ternyata itu adalah Rani, maid yang pernah mengantarnya ke kamar ini.

"Kau urus dia! Lakukan apapun yang membuat tubuhnya kembali membaik," ujar Varen tanpa menatap orang yang ia ajak bicara.

Maid yang mengerti maksud tuannya itu langsung menjawab. "Baik, Tuan." Tubuh Rani sedikit membungkuk.

"Hm, aku pulang larut hari ini. Pastikan dia menyambutku ketika pulang!" Varen merapikan jas dokternya yang sedikit kusut karena menggendong tubuh sang istri.

"Baik, Tuan."

Pria berusia 40 tahun itu meninggalkan kamar Citara tanpa berpamitan, ia turun ke bawah dan bergegas ke rumah sakit. Setelahnya, pria itu akan ikut turun tangan melakukan transaksi barang haram yang menghasilkan banyak uang.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

keren thour ceritanya tapi cukup tegang juga bacanya😎

2025-03-16

1

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Varen bisnes apa ya .Ternyata. bisnes di pasaran gelap memang menguntungkan. Siapapun

2024-06-29

2

bhunshin

bhunshin

dasar kelapa parut bukan lagi kanebo kering

2024-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 PHSK 1
2 PHSK 2
3 PHSK 3
4 PHSK 4
5 PHSK 5
6 PHSK 6
7 PHSK 7
8 PHSK 8
9 PHSK 9
10 PHSK 10
11 PHSK 11
12 PHSK 12
13 PHSK 13
14 PHSK 14
15 PHSK 15
16 PHSK 16
17 PHSK 17
18 PHSK 18
19 PHSK 19
20 PHSK 20
21 PHSK 21
22 PHSK 22
23 PHSK 23
24 PHSK 24
25 PHSK 25
26 PHSK 26
27 PHSK 27
28 PHSK 28
29 PHSK 29
30 PHSK 30
31 PHSK 31
32 PHSK 32
33 PHSK 33
34 PHSK 34
35 PHSK 35
36 PHSK 36
37 PHSK 37
38 PHSK 38
39 PHSK 39
40 PHSK 40
41 PHSK 41
42 PHSK 42
43 PHSK 43
44 PHSK 44
45 PHSK 45
46 PHSK 46
47 PHSK 47
48 PHSK 48
49 PHSK 49
50 PHSK 50
51 PHSK 51
52 PHSK 52
53 PHSK 53
54 Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55 PHSK 54
56 PHSK 55
57 PHSK 56
58 PHSK 57
59 PHSK 58
60 PHSK 59
61 PHSK 60
62 PHSK 61
63 PHSK 62
64 PHSK 63
65 PHSK 64
66 PHSK 65
67 PHSK 66
68 PHSK 67
69 PHSK 68
70 PHSK 69
71 PHSK 70
72 PHSK 71
73 PHSK 72
74 PHSK 73
75 PHSK 74
76 PHSK 75
77 PHSK 76
78 PHSK 77
79 PHSK 78 (Kepergian)
80 PHSK 79 (Tamat!)
81 PHSK 80 (Kunci)
82 PHSK VISUAL
83 PHSK 81 (Berlumur Darah)
84 PHSK 82 (Harapan Semu?)
85 PHSK 83 (Siksaan)
86 PHSK 84
87 PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88 PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89 PHSK 87 (Menyerang)
90 PHSK 88 (Bajingann!!!)
91 PHSK 89 (Pembunuh)
92 PHSK 90 (Bersedia?)
93 PHSK 91 (Hubby)
94 PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95 PHSK 93 (Melepasmu)
96 PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97 Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98 PHSK 95 (Ada Apa?)
99 PHSK 96 (Beruang Kutub)
100 PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101 PHSK 98 (Kedatangan)
102 PHSK 99 (Ahrggg!)
103 PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104 PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105 PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106 PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107 PHSK 104 (Kecanduan)
108 PHSK 105 (Mandi)
109 PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110 PHSK 107 (Peringatan Varen)
111 PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112 PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113 PHSK 110 (TAMAT)
114 Bab Bonus (Iblis Kecil)
115 Bab Bonus (Kebahagiaan)
116 Bab Bonus (Akhir Bahagia)
Episodes

Updated 116 Episodes

1
PHSK 1
2
PHSK 2
3
PHSK 3
4
PHSK 4
5
PHSK 5
6
PHSK 6
7
PHSK 7
8
PHSK 8
9
PHSK 9
10
PHSK 10
11
PHSK 11
12
PHSK 12
13
PHSK 13
14
PHSK 14
15
PHSK 15
16
PHSK 16
17
PHSK 17
18
PHSK 18
19
PHSK 19
20
PHSK 20
21
PHSK 21
22
PHSK 22
23
PHSK 23
24
PHSK 24
25
PHSK 25
26
PHSK 26
27
PHSK 27
28
PHSK 28
29
PHSK 29
30
PHSK 30
31
PHSK 31
32
PHSK 32
33
PHSK 33
34
PHSK 34
35
PHSK 35
36
PHSK 36
37
PHSK 37
38
PHSK 38
39
PHSK 39
40
PHSK 40
41
PHSK 41
42
PHSK 42
43
PHSK 43
44
PHSK 44
45
PHSK 45
46
PHSK 46
47
PHSK 47
48
PHSK 48
49
PHSK 49
50
PHSK 50
51
PHSK 51
52
PHSK 52
53
PHSK 53
54
Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55
PHSK 54
56
PHSK 55
57
PHSK 56
58
PHSK 57
59
PHSK 58
60
PHSK 59
61
PHSK 60
62
PHSK 61
63
PHSK 62
64
PHSK 63
65
PHSK 64
66
PHSK 65
67
PHSK 66
68
PHSK 67
69
PHSK 68
70
PHSK 69
71
PHSK 70
72
PHSK 71
73
PHSK 72
74
PHSK 73
75
PHSK 74
76
PHSK 75
77
PHSK 76
78
PHSK 77
79
PHSK 78 (Kepergian)
80
PHSK 79 (Tamat!)
81
PHSK 80 (Kunci)
82
PHSK VISUAL
83
PHSK 81 (Berlumur Darah)
84
PHSK 82 (Harapan Semu?)
85
PHSK 83 (Siksaan)
86
PHSK 84
87
PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88
PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89
PHSK 87 (Menyerang)
90
PHSK 88 (Bajingann!!!)
91
PHSK 89 (Pembunuh)
92
PHSK 90 (Bersedia?)
93
PHSK 91 (Hubby)
94
PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95
PHSK 93 (Melepasmu)
96
PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97
Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98
PHSK 95 (Ada Apa?)
99
PHSK 96 (Beruang Kutub)
100
PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101
PHSK 98 (Kedatangan)
102
PHSK 99 (Ahrggg!)
103
PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104
PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105
PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106
PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107
PHSK 104 (Kecanduan)
108
PHSK 105 (Mandi)
109
PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110
PHSK 107 (Peringatan Varen)
111
PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112
PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113
PHSK 110 (TAMAT)
114
Bab Bonus (Iblis Kecil)
115
Bab Bonus (Kebahagiaan)
116
Bab Bonus (Akhir Bahagia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!