PHSK 3

Citara buru-buru melangkah ke lemari yang sempat ia buka tadi. Wanita itu menatap deretan baju dengan bingung, semua pakaian bagus itu terlihat sangat pendek dan jika dipakai pasti membentuk tubuh.

"Pakai ini!" perintah Varen tiba-tiba.

Entah sejak kapan Varen berada di belakang Citara. Pria yang mirip monster salju itu mencengkram pundak Citara lalu memutar tubuh wanita itu menjadi ke hadapannya.

Citara bergidik ngeri menatap baju tanpa lengan yang ada di tangan Varen.

Wanita berlesung pipi itu mengambil kain kurang bahan yang disodorkan oleh suaminya dengan wajah tanpa ekspresi.

"Tuan, saya izin ganti baju di kamar mandi," ucap Citara menunduk takut.

"Ini tempat mengganti pakaian. Kenakan di sini, di hadapanku!" Cengkraman tangan Varen di bahu Citara kian menguat.

Wanita berlesung pipi itu sampai meringis kesakitan akibat cengkraman kuat yang ia rasakan.

Akan tetapi, tampaknya Varen tidak memperdulikan hal itu dan malah semakin memperdalam tekanan tangannya pada bahu Citara.

"T-tapi, Tuan." Lutut Citara bergetar hebat.

Citara enggan memakai pakaian super sexy itu, dengan jantung yang berdetak hebat Citara memberanikan diri untuk mengangkat kepala dan menatap mata suaminya.

Pria berusia 40 tahun itu beralih mencengkram kedua pipi Citara. Citara meringis kesakitan, rasa takut mendominasi perasaan Citara.

Sangking takutnya ia tidak berani membuka mata, sebab mata Varen menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Kau sudah kubeli, seluruh yang ada ditubuhmu itu milikku. Jadi kau tidak punya hak apa pun dan aku bebas melakukan segala hal pada tubuh ini! PAHAM!" teriak Varen di akhir kalimatnya.

Tubuh Citara bergetar hebat, perasaannya benar-benar tak karuan, ia semakin memejamkan matanya dengan kuat. Sebulir air mengalir dari mata yang terpejam itu.

"Cepat ganti bajumu!" Varen menghempaskan cengkraman tangannya pada kedua pipi Citara dengan kasar sampai wanita itu terhuyung ke kiri.

Dengan menahan tangis Citara melepas kaus yang ia kenakan, ia masih memejamkan matanya. Betapa malangnya nasib yang kini membelenggu Citara.

Kini tangan Citara membuka celana kulot yang ia kenakan dengan tangan gemetar, hanya tersisa dua benda penutup yang melindungi aset penting wanita itu.

"Buka matamu," perintah Varen dengan nada rendah.

Mau tak mau Citara membuka matanya dengan perasaan takut, saat kelopak mata indah itu terbuka, tatapan mata Citara langsung menangkap wajah Varen yang menatapnya dengan datar.

Spontan Citara menutupi tubuhnya dengan menyilangkan tangan di tempat yang sensitif. Ia buru-buru mengenakan pakaian yang dipilihkan oleh monster salju berwujud manusia.

"Nice, sekarang ikut aku!" Varen langsung melangkah pergi begitu memberi titah ke pada Citara.

Citara hanya mampu mengikuti segala perintah dari Varen yang sudah membelinya. Sunggu ia merasa sedih dan tidak memiliki harga diri. Bahkan, ia tidak punya hak atas tubuhnya lagi.

Jika ia bisa memilih, maka dirinya lebih memilih dijadikan ibunya sebagai sapi perah yang bekerja tanpa kenal waktu daripada menjadi istri seorang Varen.

Langkah kaki Citara mengikuti ke mana Varen berjalan, pria itu berhenti di kamarnya, lebih tepatnya Varen duduk di salah satu single sofa yang ada di kamar itu.

"Sekarang menarilah!" perintah pria itu dengan wajah datar.

Hati Citara rasanya menciut, ia menarik napas dengan susah payah. Menari? Sungguh apa yang diperintahkan oleh Varen barusan membuat tenggorokannya tercekat.

"T-tapi Tuan ... saya tidak pandai menari," jawab Citara dengan rasa takut yang teramat besar.

"Menari atau kuhukum!" ucap Varen dengan menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Deg! Deg! Deg!

Debaran jantung Citara tidak karuan, dengan terpaksa wanita itu mulai menggerakkan tangannya, Citara bergerak ke sana dan ke mari.

Ia meliuk-liukkan tubuh bak penggoda, pinggangnya ia hentakkan ke kanan dan ke kiri.

Tak sengaja mata Citara bersitatap dengan mata Varen yang sedang menyaksikan setiap gerakannya, buru-buru Citara mengalihkan penglihatannya.

"Gerakkan pinggulmu lebih kuat!"

Pria di hadapannya benar-benar suka memerintah. Citara kembali melakukan setiap titah yang keluar dari mulut Varen. Wanita itu menggerakkan pinggulnya dengan kaku.

Baju yang membungkus ketat tubuhnya menambah kemolekkan lekukan badan Citara yang memang bagus.

Varen menyalakan cerutunya. Ia menghisap lalu menghembuskan asap itu dengan santai. Sementara itu, Citara mulai lelah karena terus meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan Varen.

Bulir keringat mulai membanjiri wajah serta tubuh Citara.

Bugh!

Citara terjatuh lemas di atas lantai dengan kedua tangan menjadi penyanggah tubuhnya. Kaki Citara begitu terasa pegal. Namun, dengan tak punya hati Varen memaksa Citara untuk kembali berdiri.

"T-tuan izinkan saya istirahat sebentar saja," pinta Citara dengan wajah memohon.

"KEMBALI MENARI!" teriak pria yang tidak ingin dibantah itu dengan wajah yang tetap datar.

Tangan Citara membantu tubuhnya untuk bisa kembali berdiri, ia menahan lelah fisik dan batin yang ia rasakan. Padahal baru satu hari ia menjadi istri. Ah! Lebih tepatnya budak pria itu. Tetapi, rasanya sudah seperti beribu tahun lamanya.

Citara menghabiskan waktunya untuk menari selama tiga jam, ia berhenti saat melihat mata Varen sudah tertutup.

"Apa Tuan sudah tertidur?" batin Citara bertanya.

Wanita itu menghela napas lega, ia merasa ini adalah kesempatan emas untuk kabur dari penjara mewah yang mengurungnya.

Dengan hati-hati Citara melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. Ia menekan handle pintu dengan gerakan perlahan agar tidak membangunkan monster salju yang sedang tertidur.

"Terima kasih, Tuhan," ucap Citara dalam hati dengan rasa bersyukur.

Pintu kamarnya tidak dikunci dan hal itu membuat secercah harapan Citara kembali bersinar, perlahan wanita itu membuka pintu.

"Selangkah lagi kau bergerak, kakimu akan kupatahkan!" Sebuah suara dengan aura dingin membuat tubuh Citara merinding.

Wanita itu menoleh ke belakang, Varen masih duduk di single sofa dengan memejamkan mata. Citara tak menghiraukan ucapan pria itu dan memilih untuk berlari dengan kencang.

Baru saja ia keluar dari pintu kamarnya dan hendak berlari ke luar kamar. Namun, para penjaga berseragam hitam sudah siap sedia menghadang langkahnya.

"Saya mohon bantu saya untuk keluar dari sini." Dengan berlinang air mata Citara memohon pada penjaga yang tidak memberikannya akses untuk keluar.

"Seret dia ke hadapanku!" titah Varen yang masih berada di tempat yang sama, yaitu single sofa.

Tanpa kata para pria berseragam hitam itu menyeret tubuh Citara untuk kembali menghadap ke pada tuan mereka. Citara yang diseret terus meronta-ronta.

Varen membuka matanya, ia memberikan kode ke pada para anak buahnya untuk ke luar dari kamar Citara, dan saat detik itu pula mereka keluar dengan cepat.

"Berani kau melawan perintahku!" Teriak Varen di depan wajah Citara.

Wanita itu menangis ketakutan, berulang kali ia mengucapkan maaf dengan bibir bergetar.

"Hukuman apa yang pantas untuk wanita sepertimu?!" Varen menjambak kasar rambut hitam Citara.

"Auh! Ampun tuan, maafkan saya, ampun." Tangan Citara berusaha melepaskan tangan Varen yang menarik rambutnya.

Kepala Citara mendengak ke atas sangking kuatnya Varen menarik rambutnya.

"Ada harga untuk sebuah kata maaf," ujar pria itu dengan dingin.

Kepala Citara mengangguk pelan karena rambutnya masih berada dalam genggam pria berhati dingin itu.

"Saya janji akan membayarnya tuan, saya akan bekerja untuk mengumpulkan uangnya," ucap Citara dengan terisak.

"Aku tidak butuh uang!" sentak Varen

"Bagaimana jika jari kakimu saja yang jadi bayarannya? Emm sepertinya akan menarik!" guman pria itu dengan berpura-pura berpikir.

Tubuh Citara lemas begitu mendengar kata 'jari kaki' Pria yang membelinya benar-benar monster. Hati wanita itu menjerit ketakutan.

Dia berharap bala bantuan datang untuk menolongnya agar terlepas dari kekejaman Varen.

"Saya mohon jangan lakukan itu, Tuan." Citara mengatupkam kedua tangan di depan dada dengan terisak takut.

Bukannya menjawab, Varen malah mengangkat salah satu sudut bibirnya.

Untuk pertama kalinya Citara melihat ekspresi wajah Varen yang berbeda. Sebuah senyum, senyuman devil.

"Time to show. HA-HA-HA!" Pria itu tertawa jahat.

Citara semakin ketakutan dan menangis dengan kencang saat dirinya di seret paksa.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

antha mom

antha mom

dasar psikopat kamu ya varen,,dngn baju minim kamu suruh citara menari di hadapan mu seperti Wanita penggoda,kamu seret tak ubahnya seperti hewan kamu buat citara,hati hati dengan hukum tabur tuai

2025-03-03

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

gila apa ya Vareen, sadis. banget Thour. kenapa bisa kejam begitu sih

2025-03-16

0

Dewi Dama

Dewi Dama

thoorr...nya yg pisikopat....

2025-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 PHSK 1
2 PHSK 2
3 PHSK 3
4 PHSK 4
5 PHSK 5
6 PHSK 6
7 PHSK 7
8 PHSK 8
9 PHSK 9
10 PHSK 10
11 PHSK 11
12 PHSK 12
13 PHSK 13
14 PHSK 14
15 PHSK 15
16 PHSK 16
17 PHSK 17
18 PHSK 18
19 PHSK 19
20 PHSK 20
21 PHSK 21
22 PHSK 22
23 PHSK 23
24 PHSK 24
25 PHSK 25
26 PHSK 26
27 PHSK 27
28 PHSK 28
29 PHSK 29
30 PHSK 30
31 PHSK 31
32 PHSK 32
33 PHSK 33
34 PHSK 34
35 PHSK 35
36 PHSK 36
37 PHSK 37
38 PHSK 38
39 PHSK 39
40 PHSK 40
41 PHSK 41
42 PHSK 42
43 PHSK 43
44 PHSK 44
45 PHSK 45
46 PHSK 46
47 PHSK 47
48 PHSK 48
49 PHSK 49
50 PHSK 50
51 PHSK 51
52 PHSK 52
53 PHSK 53
54 Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55 PHSK 54
56 PHSK 55
57 PHSK 56
58 PHSK 57
59 PHSK 58
60 PHSK 59
61 PHSK 60
62 PHSK 61
63 PHSK 62
64 PHSK 63
65 PHSK 64
66 PHSK 65
67 PHSK 66
68 PHSK 67
69 PHSK 68
70 PHSK 69
71 PHSK 70
72 PHSK 71
73 PHSK 72
74 PHSK 73
75 PHSK 74
76 PHSK 75
77 PHSK 76
78 PHSK 77
79 PHSK 78 (Kepergian)
80 PHSK 79 (Tamat!)
81 PHSK 80 (Kunci)
82 PHSK VISUAL
83 PHSK 81 (Berlumur Darah)
84 PHSK 82 (Harapan Semu?)
85 PHSK 83 (Siksaan)
86 PHSK 84
87 PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88 PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89 PHSK 87 (Menyerang)
90 PHSK 88 (Bajingann!!!)
91 PHSK 89 (Pembunuh)
92 PHSK 90 (Bersedia?)
93 PHSK 91 (Hubby)
94 PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95 PHSK 93 (Melepasmu)
96 PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97 Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98 PHSK 95 (Ada Apa?)
99 PHSK 96 (Beruang Kutub)
100 PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101 PHSK 98 (Kedatangan)
102 PHSK 99 (Ahrggg!)
103 PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104 PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105 PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106 PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107 PHSK 104 (Kecanduan)
108 PHSK 105 (Mandi)
109 PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110 PHSK 107 (Peringatan Varen)
111 PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112 PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113 PHSK 110 (TAMAT)
114 Bab Bonus (Iblis Kecil)
115 Bab Bonus (Kebahagiaan)
116 Bab Bonus (Akhir Bahagia)
Episodes

Updated 116 Episodes

1
PHSK 1
2
PHSK 2
3
PHSK 3
4
PHSK 4
5
PHSK 5
6
PHSK 6
7
PHSK 7
8
PHSK 8
9
PHSK 9
10
PHSK 10
11
PHSK 11
12
PHSK 12
13
PHSK 13
14
PHSK 14
15
PHSK 15
16
PHSK 16
17
PHSK 17
18
PHSK 18
19
PHSK 19
20
PHSK 20
21
PHSK 21
22
PHSK 22
23
PHSK 23
24
PHSK 24
25
PHSK 25
26
PHSK 26
27
PHSK 27
28
PHSK 28
29
PHSK 29
30
PHSK 30
31
PHSK 31
32
PHSK 32
33
PHSK 33
34
PHSK 34
35
PHSK 35
36
PHSK 36
37
PHSK 37
38
PHSK 38
39
PHSK 39
40
PHSK 40
41
PHSK 41
42
PHSK 42
43
PHSK 43
44
PHSK 44
45
PHSK 45
46
PHSK 46
47
PHSK 47
48
PHSK 48
49
PHSK 49
50
PHSK 50
51
PHSK 51
52
PHSK 52
53
PHSK 53
54
Istri Penebus Hutang Milik Duda Kejam (Author by :Roro Halus)
55
PHSK 54
56
PHSK 55
57
PHSK 56
58
PHSK 57
59
PHSK 58
60
PHSK 59
61
PHSK 60
62
PHSK 61
63
PHSK 62
64
PHSK 63
65
PHSK 64
66
PHSK 65
67
PHSK 66
68
PHSK 67
69
PHSK 68
70
PHSK 69
71
PHSK 70
72
PHSK 71
73
PHSK 72
74
PHSK 73
75
PHSK 74
76
PHSK 75
77
PHSK 76
78
PHSK 77
79
PHSK 78 (Kepergian)
80
PHSK 79 (Tamat!)
81
PHSK 80 (Kunci)
82
PHSK VISUAL
83
PHSK 81 (Berlumur Darah)
84
PHSK 82 (Harapan Semu?)
85
PHSK 83 (Siksaan)
86
PHSK 84
87
PHSK 85 (Membawamu Kembali)
88
PHSK 86 (Kematian di Depan Mata?)
89
PHSK 87 (Menyerang)
90
PHSK 88 (Bajingann!!!)
91
PHSK 89 (Pembunuh)
92
PHSK 90 (Bersedia?)
93
PHSK 91 (Hubby)
94
PHSK 92 (Ingin Membuat Bayi!)
95
PHSK 93 (Melepasmu)
96
PHSK 94 (Perubahan Sikap Monster Salju)
97
Menikah Dengan Hot Daddy (Author: Kacan)
98
PHSK 95 (Ada Apa?)
99
PHSK 96 (Beruang Kutub)
100
PHSK 97 (Apa yang Hubby Sembunyikan?)
101
PHSK 98 (Kedatangan)
102
PHSK 99 (Ahrggg!)
103
PHSK 100 (Benarkah Dia Suamiku?)
104
PHSK 101 (Let's Make Baby Monster)
105
PHSK 102 (Kebahagiaan Citara)
106
PHSK 103 (You Make Me Crazy)
107
PHSK 104 (Kecanduan)
108
PHSK 105 (Mandi)
109
PHSK 106 (Kekhawatiran yang Berlebihan)
110
PHSK 107 (Peringatan Varen)
111
PHSK 108 (Dia Tetaplah Seorang Monster)
112
PHSK 109 (Berada Dalam Pangkuan Suami)
113
PHSK 110 (TAMAT)
114
Bab Bonus (Iblis Kecil)
115
Bab Bonus (Kebahagiaan)
116
Bab Bonus (Akhir Bahagia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!