Ketahuan Ulah Josua

Jeni melakukan live dengan baik seperti biasanya, ada beberapa orang yang bertanya tentang produk yang dia jual. Ada juga yang langsung memesan, tetapi dengan catatan produk yang dijual harus berkualitas bagus.

Wanita itu merasa senang karena banyak yang memesan baju daster yang dia jual, hingga tidak lama kemudian dia menjadi lebih senang karena ada yang memborong semua daster yang dia jual.

"Seriusan ini? Ah, gue beneran ngga percaya." Jeni tersenyum senang.

Tentunya pelakunya adalah Juliette, sedangkan yang membayarnya adalah Josua. Josua sengaja meminta Jeni untuk mengirimkan pesanannya langsung ke perusahaan miliknya.

Karena rencananya semua daster itu akan dia berikan kepada semua karyawan yang bekerja di perusahaan William, karena tidak mungkin daster sebanyak itu dia berikan kepada pelayan.

"Ya Tuhan! Gue seneng banget!" pekik Jeni karena dagangannya kini sudah laris manis. Wanita itu bahkan sampai berjingkrak-jingkrak karena saking senangnya.

Dia tidak menyangka jika hari ini dia akan mendapatkan rezeky nomplok, dia tidak menyangka akan mendapatkan keberuntungan yang luar biasa.

"Abis ini gue bisa ngajak si Juli makan enak," ujar Jeni yang teringat akan sahabat baiknya.

Gadis itu langsung mengepak semua dasternya karena pembelinya meminta dikirimkan sekarang juga, pembelinya memilih pengiriman ekspres.

"Ini orang bae banget, ya? Pake borong dagangan gue semua," ujar Jeni seraya menatap akun m-banking-nya yang sudah terisi dengan uang yang menurutnya sangat banyak.

Orang yang memesan daster itu baru saja selesai melakukan transaksi, pesanan atas nama X tetapi akun bank yang mentransfer uang bayaran kepada Jeni atas nama John.

Selesai mengepak semua dasternya, Jeni nampak mandi terlebih dahulu. Barulah dia pergi menuju alamat yang tertera di akun pemesanan daster itu, sengaja Jeni mengantarkannya sendiri tanpa melalui kurir.

Hal itu dia lakukan karena ingin berterima kasih kepada pemesannya, karena orang tersebut sungguh baik hati sudah mau memborong semua dagangannya.

Karena begitu banyaknya pesanan daster itu, Jeni memesan sebuah taksi Untuk mengantarkan barang tersebut. Tak apa dia mengeluarkan uang lebih, toh orang itu sudah memborong dagangannya.

Saat tiba di alamat tujuan, Jeni sempat tertegun karena ternyata dia berhenti tepat di sebuah perusahaan ternama di kota itu. Sebuah perusahaan bertuliskan William Grup, tentu saja Jeni tahu siapa pemilik perusahaan itu.

Semuanya tiba-tiba saja terasa begitu janggal bagi Jeni, gadis itu menghela napas kasar lalu menghampiri seorang security yang sedang berjaga.

"Permisi, Pak. Apakah anda mengenal tuan John?" tanya Jeni.

Ya, pertama yang ditanyakan oleh Jeni adalah John. Karena pesanannya atas nama John, baru dia akan menanyakan Josua.

"Kenal dong, dia itu adalah orang kepercayaan bos besar. Ada apa ya, Neng?"

"Tuan John memesan daster, Pak. Saya datang untuk mengirimkan pesanannya," jawab Jeni.

"Oh, begitu, ya? Sini saya bantu untuk turunin, biar disimpan di pos aja dulu. Besok saya kasih orangnya, soalnya orangnya ngga ada."

"Iya, Pak," ujar Jeni langsung meminta security itu untuk menurunkan semua dasternya dari bagasi mobil taksi.

"Sudah selesai, Nona. Apa ada lagi yang bisa saya bantu?"

"Ngga ada sih, tadinya aku pengen ketemu sama tuan John. Karena dia itu sudah baik banget borong semua da--"

"Sebentar, Nona. Ada telpon masuk," ujar security itu.

Security itu nampak mengangkat panggilan teleponnya, Jeni yang merasa penasaran tentunya menguping pembicaraan security tersebut.

Karena dia bisa melihat nama John yang tertera di layar ponsel security itu, itu artinya pemesan dasternya yang menelpon.

"Jang, kalau ada cewek yang nganter daster ambil aja. Taro di pos, besok bagiin sama karyawan."

"Udah dateng, Tuan. Oiya, untuk apa anda memesan daster dan harus dibagiin ke para karyawan? Apa anda ulang tahun?"

Security itu nampak heran, karena pria lajang seperti John malah memesan banyak daster. Biasanya kalau sedang murah hati, pria itu hanya akan membeli beberapa porsi makanan dan akan dibagikan kepada security atau OB.

"No! Itu kerjaan si bos, tau tuh dia malah borong daster. Udah gitu malah pake nama saya lagi," keluh John.

Oh, oh, oh! Jeni kini tahu kenapa dasternya diborong habis, karena itu pasti ulah Josua. Karena setahunya bos besar di perusahaan William adalah Josua.

"Maksudnya apa coba dia ngelakuin hal itu? Mau ngambil hati gue apa mau bikin gue seneng gitu? Atau mau nyogok biar gue mau jadi istri dia?" tanya Jeni lirih.

"Jadinya gimana? Besok apa alasannya pas saya bagiin dasternya?" tanya Jajang.

"Bilang aja untuk perayaan hari ibu, jadi tuh daster kasih ke ibu para karyawan di rumah. Pan ngga mungkin para karyawan kerja pake daster," jawab John.

"Oke, siap!" jawab Jajang.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

ternyata nama mereka smua dimulai dr huruf J ya, Josua,jeni,juli, Juni,Joni,John,Jan,jingga astaga baru sadar diriku heheh

2024-05-05

6

Nana Niez

Nana Niez

seru seru,,lucu,, dan menggemaskan,, berasa liat ftv 😁😁😁😁

2024-04-04

2

Nendah Wenda

Nendah Wenda

namanya pendekatan Jen

2024-01-30

2

lihat semua
Episodes
1 Jujur
2 Kaget
3 Tak Jadi Pergi
4 Kebiasaan yang Sama
5 Ajakan Untuk Menikah
6 Niat Jahat
7 Mabuk
8 Curhat
9 Biar aku, antar.
10 Ngomong dulu sama Juli, Om.
11 Dipecat
12 Ketahuan Ulah Josua
13 Meminta Restu
14 Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15 Aku sih, yes.
16 Bertemu Saingan
17 Pura-pura
18 Modus
19 Merasa Direndahkan
20 Ketakutan Jeni
21 Dewa Penolong
22 Terpesona
23 Oke, gue setuju.
24 Anterin Julian pulang, Om.
25 Mengadu
26 Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27 Om minta ini aja, boleh?
28 Juli, elu kenapa?
29 Come on, Mommy!
30 Kenapa ditutup mata akunya?
31 Aku mau punya adik lima.
32 Om sudah tidak sabar, Jeni.
33 Ke mana perginya, Jeni?
34 Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35 Daddy dulu, Dad kangen.
36 Nanti malem, pasti Juli bales.
37 Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38 Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39 Penasaran
40 Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41 Negoisasi
42 Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43 Sudah siap kerja?
44 Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45 Kalau hamil, terlalu beresiko.
46 Kok gue jadi sedih, ya?
47 Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48 Merasa Kasihan
49 Daddy! Kenapa diam?
50 Kamu nggak boleh ngomong juga.
51 Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52 Edukasi Kehamilan
53 Kadonya mana?
54 Tolong jaga putraku, Juli.
55 Kenapa aku dihukum?
56 Kesedihan John
57 Pesan Untuk John
58 Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59 Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60 Sering Kontraksi
61 Sedihnya Juliette
62 Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63 Kenapa mereka sangat tega?
64 Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65 Penjelasan
66 Nikah itu bukan mainan loh!
67 Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68 Kesel Tapi Demen
69 Kaget
70 Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71 Sudah dua bulan loh!
72 Pengakuan
73 Ungkapan Hati Juliette
74 Pergi
75 Cemburu Tanpa Alasan
76 Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77 Yes, aku mau.
78 Pengakuan Jia
79 Banyak Hal Yang Tak Terduga
80 Pengakuan Jeni
81 Otewe Sah
82 Sah Yang Bikin Resah (End)
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Jujur
2
Kaget
3
Tak Jadi Pergi
4
Kebiasaan yang Sama
5
Ajakan Untuk Menikah
6
Niat Jahat
7
Mabuk
8
Curhat
9
Biar aku, antar.
10
Ngomong dulu sama Juli, Om.
11
Dipecat
12
Ketahuan Ulah Josua
13
Meminta Restu
14
Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15
Aku sih, yes.
16
Bertemu Saingan
17
Pura-pura
18
Modus
19
Merasa Direndahkan
20
Ketakutan Jeni
21
Dewa Penolong
22
Terpesona
23
Oke, gue setuju.
24
Anterin Julian pulang, Om.
25
Mengadu
26
Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27
Om minta ini aja, boleh?
28
Juli, elu kenapa?
29
Come on, Mommy!
30
Kenapa ditutup mata akunya?
31
Aku mau punya adik lima.
32
Om sudah tidak sabar, Jeni.
33
Ke mana perginya, Jeni?
34
Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35
Daddy dulu, Dad kangen.
36
Nanti malem, pasti Juli bales.
37
Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38
Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39
Penasaran
40
Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41
Negoisasi
42
Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43
Sudah siap kerja?
44
Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45
Kalau hamil, terlalu beresiko.
46
Kok gue jadi sedih, ya?
47
Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48
Merasa Kasihan
49
Daddy! Kenapa diam?
50
Kamu nggak boleh ngomong juga.
51
Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52
Edukasi Kehamilan
53
Kadonya mana?
54
Tolong jaga putraku, Juli.
55
Kenapa aku dihukum?
56
Kesedihan John
57
Pesan Untuk John
58
Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59
Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60
Sering Kontraksi
61
Sedihnya Juliette
62
Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63
Kenapa mereka sangat tega?
64
Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65
Penjelasan
66
Nikah itu bukan mainan loh!
67
Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68
Kesel Tapi Demen
69
Kaget
70
Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71
Sudah dua bulan loh!
72
Pengakuan
73
Ungkapan Hati Juliette
74
Pergi
75
Cemburu Tanpa Alasan
76
Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77
Yes, aku mau.
78
Pengakuan Jia
79
Banyak Hal Yang Tak Terduga
80
Pengakuan Jeni
81
Otewe Sah
82
Sah Yang Bikin Resah (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!