Aku sih, yes.

Selama ini Josua tidak pernah sekalipun membicarakan tentang masalah perempuan, apalagi menyangkut masalah pasangan hidup. Pria itu seolah menutup diri dari makhluk yang namanya perempuan.

Josua seakan tidak punya rasa cinta lagi untuk wanita, cinta pria itu hanya untuk Juni dan juga Juliette. Tidak pernah ada lagi wanita yang diinginkan oleh Josua.

Namun, kali ini Josua meminta izin kepada dirinya untuk menikah kembali. Juliette benar-benar tidak menyangka jika saat ini akan datang juga.

Walaupun pada kenyataannya dia merasa tidak akan keberatan, karena Juliette bukan anak kecil lagi. Juliette tahu jika yang namanya pria dewasa itu perlu memenuhi kebutuhan biologisnya.

Pria dewasa itu juga sama seperti bayi yang membutuhkan baby sitter, pria dewasa itu juga perlu disayangi walaupun terlihat sangar dan seolah tidak membutuhkan orang lain.

Satu hal yang Juliette rasakan, selama ini dia merasa beruntung karena ayahnya itu tidak pernah terlibat skandal apa pun dengan yang namanya makhluk perempuan.

Pria itu begitu pandai memendam hasratnya, maka dari itu Juliette pernah mengira jika ayahnya sudah tidak normal lagi setelah ibunya tiada.

"Bentar deh, Dad. Daddy pengen nikah lagi?" tanya Juliette memastikan.

Josua tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, karena entah kenapa dia ingin sekali menikahi Jeni dan tidak ingin melepaskan wanita itu.

"Yes, Honey. Daddy ingin memiliki pasangan hidup kembali, jika kamu tidak keberatan bahkan Daddy ingin mempunyai keturunan lagi," jawab Josua.

Bukan tidak senang jika dirinya sudah memiliki Juliette, tetapi jika Tuhan mengizinkan dia masih ingin memiliki anak laki-laki.

Juliette begitu kaget mendengar jawaban dari ayahnya, karena ayahnya itu menjawab pertanyaan darinya dengan sangat detail.

"Wow! Sebenarnya Juli tidak keberatan kalau Daddy ingin menikah kembali, karena Daddy memang butuh pendamping hidup. Tapi, masalahnya Daddy mau nikahin siapa?" tanya Juliette.

Banyak sekali anak dari kolega bisnis ayahnya yang sempat mendekati ayahnya tersebut, bahkan ada juga beberapa kliennya yang menyatakan suka kepada Josua.

Namun, sayangnya pria itu selalu menolak dan malah menjauhi wanita-wanita cantik itu. Tentunya hal itu sangat aneh bagi Juliette, karena seharusnya pria dewasa itu suka kalau didekati oleh wanita cantik.

Josua yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Juliette nampak berdehem beberapa kali, lalu dia menatap wajah putrinya dengan begitu lekat.

"Daddy suka sama Jeni, Daddy mau nikah sama Jeni. Apakah kamu mengizinkan jika Daddy menjadikan Jeni sebagai istri? Apakah kamu tidak keberatan jika Jeni menjadi Ibu sambung kamu?" tanya Josua dengan suaranya yang terdengar begitu lembut.

Juliette nampak kebingungan dalam apa yang dikatakan oleh Josua, dia tidak mengerti kenapa ayahnya itu meminta untuk menikah dengan Jeni. Apakah mungkin Jeni dan juga ayahnya memiliki hubungan di belakangnya, pikirnya.

Namun, jika dia kembali mengingat, Jeni merupakan wanita yang begitu kurang menyukai bergaul dengan orang-orang kaya. Karena dia takut tidak bisa bergaul dengan orang-orang kaya itu.

Jeni selama ini memang begitu menghindari bergaul dengan yang namanya orang kaya, karena dia adalah orang yang tidak punya dan pastinya tidak akan sanggup bersanding dengan mereka yang banyak uangnya.

''Maksud Daddy, Jeni sahabat aku?" tanya Juliette karena ingin memperjelas.

"Yes, Honey. Daddy ingin menikahi sahabat kamu itu, apakah boleh?" tanya Josua lagi.

Josua nampak menatap wajah putrinya dengan tatapan penuh harap, dia berharap jika putrinya itu akan mengizinkan dirinya untuk menikah kembali dengan sahabatnya itu.

"Bentar deh, Dad. Jeni itu tidak begitu menyukai orang kaya, Daddy itu memang tampan dan terlihat masih muda. Tapi, aku tidak yakin Jeni mau nikah sama Daddy." Juliette mencebikkan bibirnya setelah mengatakan hal itu.

"Juli!" pekik Josua.

Ah! Harga diri Josua seakan jatuh begitu saja mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, karena bisa-bisanya putrinya itu berkata seperti itu.

"Sorry, Dad. Aku berbicara apa adanya, sekarang aku tanya balik sama Daddy. Apakah Jeni mau nikah sama Daddy?"

"Nggak," jawab Josua lesu.

"Tuh, kan. Kalau aku sih, yes. Aku nggak keberatan kalau Daddy nikah sama Jeni, yang penting Daddy tidak memaksa sahabat aku itu."

"Seriusan boleh?" tanya Josua tidak percaya.

Pria itu sempat mengira jika Juliette tidak akan mengijinkan dirinya untuk menikah kembali, karena biasanya jarang-jarang anak yang ingin memiliki Ibu sambung.

Namun, ternyata Josua sangat salah. Karena putrinya itu dirasa sangatlah pengertian dan juga perhatian, dengan mudahnya Juliette mengatakan jika dirinya boleh menikah kembali.

"Boleh, Dad. Boleh, asal Jeni-nya mau nikah sama Daddy."

Jika boleh jujur, Juliette benar-benar merasa senang jika Jeni akan menjadi Ibu sambungnya. Karena dengan seperti itu dia bisa bebas mengobrol dengan Jeni, karena mereka akan tinggal satu rumah.

"Itu dia masalahnya, dia itu tidak mau menikah sama Daddy. Apa kamu bisa membujuknya?" tanya Josua.

Josua menatap putrinya dengan tatapan memelas, Juliette sampai mengatupkan mulutnya menahan tawa. Karena dia takut jika dia akan kelepasan tertawa dan ayahnya akan merasa terhina.

"Aih! Kalau Daddy serius mau nikahin Jeni, usaha yang bener buat dapetin hatinya. Aku bantu doa aja, oke?" ujar Juliette.

Setelah mengatakan hal itu, Juliette nampak menepuk-nepuk pundak ayahnya. Lalu, dia mengepalkan kedua tangannya ke udara.

"Semangat berjuang, Daddy! Pepet terus sampai halal, jangan biarkan Jeni dipepet cowok lain. Karena Julian sangat menyukai Jeni," ujar Juliette.

"Siapa Julian?" tanya Josua dengan kesal.

Mendapatkan penolakan dari Jeni saja dia merasa frustasi, apalagi kini dia mendengar jika dirinya ternyata mempunyai saingan. Uuh! Josua semakin merasa kesal.

"Cowok terganteng di kampus kita, Dad. Semangat ya, Dad. Jangan kalah sama yang masih muda," ujar Juliette.

Setelah mengatakan hal itu, Juliette terlihat hendak pergi meninggalkan Josua. Namun, dengan cepat pria mencekal pergelangan tangan putrinya.

"Mau ke mana kamu?"

"Siap-siap kuliah, Dad. Mau siap-siap juga ketemu calon mommy," jawab Juliette yang langsung tertawa karena merasa lucu. "Semangat, Dad. Ingat! Tujukan pesona seorang duda di hadapan Jeni, karena biasanya duda lebih menggoda."

Selama ini dia bersahabat dengan Jeni, keduanya bahkan selalu menceritakan hal-hal yang lucu dan selalu curhat jika sedang merasa ada beban di dalam pikiran mereka.

Namun, kini setelah mendengar pengakuan dari ayahnya, Juliette merasa benar-benar sangat lucu, karena jika benar Jeni menikah dengan ayahnya, itu artinya sahabatnya itu akan menjadi ibu sambungnya.

"Ya Tuhan! Apakah Jeni mau nikah sama bokap?" tanya Juliette seraya tertawa geli.

Josua hanya mendelik sebal mendengar apa yang dikatakan oleh Juliette, tetapi dia tidak mengatakan apa pun lagi karena saat ini memang dia harus segera mendekatkan diri kepada Jeni.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

seru juga, Jeni kayanya ter gantung outhour ya🤣

2024-07-06

0

Febri Ana

Febri Ana

ayo semangat kejar sampai dpt

2024-03-04

12

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nagus dong,kalo ada Pelakor biar Juli tolong Jeni menghempaskan Pelakor nya..Dan Julian buat Jodoh Juli aja..👍👍😄😄

2024-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 Jujur
2 Kaget
3 Tak Jadi Pergi
4 Kebiasaan yang Sama
5 Ajakan Untuk Menikah
6 Niat Jahat
7 Mabuk
8 Curhat
9 Biar aku, antar.
10 Ngomong dulu sama Juli, Om.
11 Dipecat
12 Ketahuan Ulah Josua
13 Meminta Restu
14 Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15 Aku sih, yes.
16 Bertemu Saingan
17 Pura-pura
18 Modus
19 Merasa Direndahkan
20 Ketakutan Jeni
21 Dewa Penolong
22 Terpesona
23 Oke, gue setuju.
24 Anterin Julian pulang, Om.
25 Mengadu
26 Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27 Om minta ini aja, boleh?
28 Juli, elu kenapa?
29 Come on, Mommy!
30 Kenapa ditutup mata akunya?
31 Aku mau punya adik lima.
32 Om sudah tidak sabar, Jeni.
33 Ke mana perginya, Jeni?
34 Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35 Daddy dulu, Dad kangen.
36 Nanti malem, pasti Juli bales.
37 Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38 Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39 Penasaran
40 Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41 Negoisasi
42 Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43 Sudah siap kerja?
44 Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45 Kalau hamil, terlalu beresiko.
46 Kok gue jadi sedih, ya?
47 Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48 Merasa Kasihan
49 Daddy! Kenapa diam?
50 Kamu nggak boleh ngomong juga.
51 Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52 Edukasi Kehamilan
53 Kadonya mana?
54 Tolong jaga putraku, Juli.
55 Kenapa aku dihukum?
56 Kesedihan John
57 Pesan Untuk John
58 Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59 Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60 Sering Kontraksi
61 Sedihnya Juliette
62 Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63 Kenapa mereka sangat tega?
64 Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65 Penjelasan
66 Nikah itu bukan mainan loh!
67 Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68 Kesel Tapi Demen
69 Kaget
70 Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71 Sudah dua bulan loh!
72 Pengakuan
73 Ungkapan Hati Juliette
74 Pergi
75 Cemburu Tanpa Alasan
76 Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77 Yes, aku mau.
78 Pengakuan Jia
79 Banyak Hal Yang Tak Terduga
80 Pengakuan Jeni
81 Otewe Sah
82 Sah Yang Bikin Resah (End)
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Jujur
2
Kaget
3
Tak Jadi Pergi
4
Kebiasaan yang Sama
5
Ajakan Untuk Menikah
6
Niat Jahat
7
Mabuk
8
Curhat
9
Biar aku, antar.
10
Ngomong dulu sama Juli, Om.
11
Dipecat
12
Ketahuan Ulah Josua
13
Meminta Restu
14
Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15
Aku sih, yes.
16
Bertemu Saingan
17
Pura-pura
18
Modus
19
Merasa Direndahkan
20
Ketakutan Jeni
21
Dewa Penolong
22
Terpesona
23
Oke, gue setuju.
24
Anterin Julian pulang, Om.
25
Mengadu
26
Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27
Om minta ini aja, boleh?
28
Juli, elu kenapa?
29
Come on, Mommy!
30
Kenapa ditutup mata akunya?
31
Aku mau punya adik lima.
32
Om sudah tidak sabar, Jeni.
33
Ke mana perginya, Jeni?
34
Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35
Daddy dulu, Dad kangen.
36
Nanti malem, pasti Juli bales.
37
Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38
Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39
Penasaran
40
Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41
Negoisasi
42
Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43
Sudah siap kerja?
44
Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45
Kalau hamil, terlalu beresiko.
46
Kok gue jadi sedih, ya?
47
Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48
Merasa Kasihan
49
Daddy! Kenapa diam?
50
Kamu nggak boleh ngomong juga.
51
Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52
Edukasi Kehamilan
53
Kadonya mana?
54
Tolong jaga putraku, Juli.
55
Kenapa aku dihukum?
56
Kesedihan John
57
Pesan Untuk John
58
Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59
Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60
Sering Kontraksi
61
Sedihnya Juliette
62
Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63
Kenapa mereka sangat tega?
64
Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65
Penjelasan
66
Nikah itu bukan mainan loh!
67
Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68
Kesel Tapi Demen
69
Kaget
70
Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71
Sudah dua bulan loh!
72
Pengakuan
73
Ungkapan Hati Juliette
74
Pergi
75
Cemburu Tanpa Alasan
76
Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77
Yes, aku mau.
78
Pengakuan Jia
79
Banyak Hal Yang Tak Terduga
80
Pengakuan Jeni
81
Otewe Sah
82
Sah Yang Bikin Resah (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!