Meminta Restu

Jeni sudah kembali ke kediamannya, wanita itu sedang duduk seraya menatap layar ponselnya. Dia memperhatikan angka yang berderet pada akun m-banking miliknya.

Baru kali ini dia melihat uang yang banyak di dalam akun pribadinya sendiri. Bahkan, dia juga diberikan uang tips sebagai tanda terima kasih karena sudah mengirimkan dengan cepat daster yang dipesan oleh si pemesan.

Jeni tersenyum kecut karena dia sudah tahu siapa yang membayar semua dasternya tersebut, ada rasa senang karena memiliki uang yang banyak. Akan tetapi, ada rasa bingung karena ternyata Josua yang memborong semua dasternya.

"Sebenarnya dia itu niatnya gimana sih sama gue? Beneran mau nikahin gue atau gimana sih? Atau lagi nyari simpati dari gue biar gue langsung luluh?" tanya Jeni.

Jeni kebingungan, wanita itu bahkan sampai mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi dengan tingkah Josua. Jika saja pria itu ada di hadapannya, rasanya dia ingin melayangkan protesnya.

"Kepala gue pusing, mending gue tidur aja. Besok juga berangkat kuliah bisa santai, soalnya kuliah siang," ujar Jeni yang langsung merebahkan tubuhnya.

Padahal niatnya setelah mengantarkan daster tersebut Jeni ingin membeli makanan yang enak, dia juga berencana ingin pergi bersama dengan Juliette. Karena dia ingin mentraktir sahabat terbaiknya itu.

Akan tetapi, hal itu malah dia lupakan karena di dalam otaknya tertampung banyak pertanyaan yang tidak bisa dia jawab sendiri. Dia juga merasa sedikit kesal karena ternyata ayah dari sahabatnya itu yang memborong semua dasar miliknya.

Keesokan paginya Jeni terbangun karena perutnya terasa begitu lapar, dengan cepat dia mandi dan membeli sebungkus nasi uduk yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah itu dia langsung memakannya dengan begitu lahap.

"Buset! Ternyata gue lapar banget, makan nasi uduk sebungkus aja kagak cukup rasanya. Mau makan lagi tapi takutnya nanti kekenyangan, mending gue pergi ke pemakaman dulu. Nanti gampang beli makanan sepulang dari pemakaman,'' ujar Jeni.

Hari ini adalah hari ibu, tentunya Jeni ingin pergi ke pemakaman kedua orang tuanya. Dia ingin mencurahkan isi hatinya dan mengeluarkan semua unek-uneknya yang ada di dalam kepalanya kepada ibunya.

Walaupun Ibunya sudah tiada, tetapi Jeni yakin jika dia bercerita pasti ibunya akan mendengarkan dari surga sana. Itulah keyakinan dari gadis itu.

"Selamat pagi, Ibu, Pak. Ibu sama Bapak apa kabarnya? Pasti baik, karena Jeni juga baik. Tapi Jeni lagi kesel, lagi bingung juga. Ibu tahu? Ada seorang pria yang menyebalkan, Jeni kesel aja tuh kalau liat dia."

Jeni menghela napas berat, gadis itu kini sedang berada di pemakaman ibu dan ayahnya. Dia sedang mencurahkan isi hatinya kepada ibunya tersebut.

"Ibu tahu, nggak? Cowok itu udah berumur, ayahnya sahabat aku lagi si Juli. Masa dia ngajakin aku nikah sih Bu? Masa aku jadi ibu tiri? Masalahnya cowok itu nyebelin banget loh, Bu. Nyebelin banget tau," adu Jeni kepada ibunya.

"Masa sih?"

Jeni benar-benar merasa kaget karena di saat dia sedang curhat dengan ibunya, ada suara seorang pria yang bertanya seperti itu. Jeni langsung mengedarkan pandangannya mencari siapa yang sudah berbicara.

"Om! Ngapain Om di sini?" pekik Jeni ketika dia melihat Josua yang ternyata sedang berdiri tepat di belakangnya.

Sejak bangun tidur Josua tidak merasa tenang, entah kenapa dia ingin sekali melihat Jeni. Entah kenapa dia ingin sekali bertemu dengan gadis itu.

Maka dari itu, setelah sarapan dia langsung pergi untuk menemui Jeni. Akan tetapi, pria itu tidak langsung menemui gadis itu di kediamannya.

Josua malah memarkirkan mobilnya tidak jauh dari kediaman gadis kecil itu, lalu dia memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jeni. Dia bahkan sempat tertawa kala melihat Jeni yang hanya memakai kaos pendek dan celana pendek untuk membeli nasi uduk yang tidak jauh dari kediamannya.

Ingin sekali dia menghampiri gadis itu, tetapi entah kenapa dia tidak berani. Saat dia melihat Jeni pergi dari kediamannya, barulah dia mengikuti ke mana Jeni pergi. Karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap gadis itu.

Josua sampai merasa jika dirinya itu sangat aneh, karena tidak biasanya dia ingin mengikuti gadis kecil seperti itu. Josua jadi merasa jika hal ini terjadi karena ulah Juliette.

Tadi malam dia dan juga Juliette membicarakan masalah Jeni, Juliette menceritakan tentang apa yang terjadi kepada Jeni dari mulai dia bertemu sampai saat ini.

Tentunya Juliette menceritakan bagaimana gigihnya Jeni dalam menghadapi kehidupannya sendirian, tanpa bantuan siapa pun.

Juliette juga menceritakan bagaimana keseharian Jeni yang sangat mandiri dan pekerja keras, tidak seperti dirinya yang manja dan selalu menengadahkan tangannya kepada ayahnya tersebut.

"Aku sengaja datang ke sini untuk meminta restu kepada kedua calon mertua aku," jawab Josua.

"Restu? Restu apa maksud, Om?" tanya Jeni dengan kebingungan.

Josua langsung menggenggam tangan Jeni, lalu dia menatap pemakaman ayah dan ibunya Jeni. Gadis itu sampai kebingungan dibuatnya.

"Om, Tante. Aku ingin menikahi Jeni, aku datang ke sini untuk meminta restu." Josua berbicara dengan sungguh-sungguh.

Jeni yang kaget sampai mengerjapkan matanya, dia juga bahkan sampai menepis tangan Josua dengan kasar.

"Apa, Om? Om mau nikahin Jeni? Om datang ke sini mau minta restu kepada kedua orang tua Jeni?" tanya Jeni dengan tidak percaya.

"Yes," jawab Josua dengan yakin.

Jeni yang mendengar akan hal itu merasa syok, tubuhnya bahkan terasa begitu lemas. Gadis itu rasanya ingin pingsan saja, beruntung Josua dengan sigap menahan pinggang Jeni.

"Jangan lemes kaya gitu dong! Belum Om apa-apain loh," ujar Josua.

"Om!" pekik Jeni seraya memukul pundak pria itu.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

o Josua gercep aja 🤣

2024-07-06

0

Nana Niez

Nana Niez

gresek amat si om nich,, 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-04-04

1

Nendah Wenda

Nendah Wenda

ya ampun gensar amat om ampai lamar anak orang di depan makam orang tuanya

2024-01-30

3

lihat semua
Episodes
1 Jujur
2 Kaget
3 Tak Jadi Pergi
4 Kebiasaan yang Sama
5 Ajakan Untuk Menikah
6 Niat Jahat
7 Mabuk
8 Curhat
9 Biar aku, antar.
10 Ngomong dulu sama Juli, Om.
11 Dipecat
12 Ketahuan Ulah Josua
13 Meminta Restu
14 Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15 Aku sih, yes.
16 Bertemu Saingan
17 Pura-pura
18 Modus
19 Merasa Direndahkan
20 Ketakutan Jeni
21 Dewa Penolong
22 Terpesona
23 Oke, gue setuju.
24 Anterin Julian pulang, Om.
25 Mengadu
26 Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27 Om minta ini aja, boleh?
28 Juli, elu kenapa?
29 Come on, Mommy!
30 Kenapa ditutup mata akunya?
31 Aku mau punya adik lima.
32 Om sudah tidak sabar, Jeni.
33 Ke mana perginya, Jeni?
34 Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35 Daddy dulu, Dad kangen.
36 Nanti malem, pasti Juli bales.
37 Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38 Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39 Penasaran
40 Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41 Negoisasi
42 Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43 Sudah siap kerja?
44 Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45 Kalau hamil, terlalu beresiko.
46 Kok gue jadi sedih, ya?
47 Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48 Merasa Kasihan
49 Daddy! Kenapa diam?
50 Kamu nggak boleh ngomong juga.
51 Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52 Edukasi Kehamilan
53 Kadonya mana?
54 Tolong jaga putraku, Juli.
55 Kenapa aku dihukum?
56 Kesedihan John
57 Pesan Untuk John
58 Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59 Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60 Sering Kontraksi
61 Sedihnya Juliette
62 Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63 Kenapa mereka sangat tega?
64 Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65 Penjelasan
66 Nikah itu bukan mainan loh!
67 Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68 Kesel Tapi Demen
69 Kaget
70 Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71 Sudah dua bulan loh!
72 Pengakuan
73 Ungkapan Hati Juliette
74 Pergi
75 Cemburu Tanpa Alasan
76 Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77 Yes, aku mau.
78 Pengakuan Jia
79 Banyak Hal Yang Tak Terduga
80 Pengakuan Jeni
81 Otewe Sah
82 Sah Yang Bikin Resah (End)
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Jujur
2
Kaget
3
Tak Jadi Pergi
4
Kebiasaan yang Sama
5
Ajakan Untuk Menikah
6
Niat Jahat
7
Mabuk
8
Curhat
9
Biar aku, antar.
10
Ngomong dulu sama Juli, Om.
11
Dipecat
12
Ketahuan Ulah Josua
13
Meminta Restu
14
Apakah Boleh Dad Nikah Lagi?
15
Aku sih, yes.
16
Bertemu Saingan
17
Pura-pura
18
Modus
19
Merasa Direndahkan
20
Ketakutan Jeni
21
Dewa Penolong
22
Terpesona
23
Oke, gue setuju.
24
Anterin Julian pulang, Om.
25
Mengadu
26
Aku akan jaga jarak aman, tenang saja.
27
Om minta ini aja, boleh?
28
Juli, elu kenapa?
29
Come on, Mommy!
30
Kenapa ditutup mata akunya?
31
Aku mau punya adik lima.
32
Om sudah tidak sabar, Jeni.
33
Ke mana perginya, Jeni?
34
Cepatlah bersiap, mom sudah menunggu di Villa.
35
Daddy dulu, Dad kangen.
36
Nanti malem, pasti Juli bales.
37
Emang boleh, malam pertama berakhir sendiri?
38
Apa yang sudah Daddy lakukan terhadap, Mom?
39
Penasaran
40
Untuk sekarang iya, tapi tidak untuk nanti.
41
Negoisasi
42
Kenapa jadi Juli yang menguasai istriku?
43
Sudah siap kerja?
44
Cieee! Yang abis liburan, romannya ceria banget.
45
Kalau hamil, terlalu beresiko.
46
Kok gue jadi sedih, ya?
47
Hanya karena muntah, bukan karena yang lainnya.
48
Merasa Kasihan
49
Daddy! Kenapa diam?
50
Kamu nggak boleh ngomong juga.
51
Buka dulu kadonya, baru boleh buka yang lain.
52
Edukasi Kehamilan
53
Kadonya mana?
54
Tolong jaga putraku, Juli.
55
Kenapa aku dihukum?
56
Kesedihan John
57
Pesan Untuk John
58
Juli, maukah kamu mengurus putraku?
59
Aku mau menjadi ibu angkat bagi baby Jidan.
60
Sering Kontraksi
61
Sedihnya Juliette
62
Jonathan Rhys William (Anugerah Dari Tuhan)
63
Kenapa mereka sangat tega?
64
Apa yang dia lakukan terhadap putraku?
65
Penjelasan
66
Nikah itu bukan mainan loh!
67
Kenapa dia jadi aneh seperti itu?
68
Kesel Tapi Demen
69
Kaget
70
Apakah benar kalau nona Juli adalah gadis kecil itu?
71
Sudah dua bulan loh!
72
Pengakuan
73
Ungkapan Hati Juliette
74
Pergi
75
Cemburu Tanpa Alasan
76
Karena baby Jidan sangat merindukan anda.
77
Yes, aku mau.
78
Pengakuan Jia
79
Banyak Hal Yang Tak Terduga
80
Pengakuan Jeni
81
Otewe Sah
82
Sah Yang Bikin Resah (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!