"Fa..lihat,itu bukannya nyokap Lo?" tanya Zio dengan menunjuk ke arah koridor sekolah menuju ruang kepala sekolah.
Kanfa pun langsung menoleh ke arah dimana Zio menunjuk keberadaan sang mama.
"Hemm.."jawab Kanfa singkat.
Saat ini kelas Kanfa sedang mengikuti pelajaran penjaskes alias olahraga dan tepatnya praktek basket.
Terlihat Kiran dan juga Shanum yang berjalan beriringan dengan Kiran merengkuh bahu menantunya itu.
"Fa, yang sama nyokap Lo itu siapa? Cantik juga tuh " tunjuk Hito
Kanfa hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya saat mendengar si play boy SMA Mahardika mulai bicara.
"Adik kelas." jawab Kanfa singkat dan langsung mendribble bola dan melemparkannya ke arah ring.
Kedua Sahabi Kanfa pun makin penasaran dengan sosok gadis yang bersama dengan ibu dari sahabatnya itu.
Sementara di sisi lain ditempat yang sama Cyra juga melihat Kiran datang dengan gadis yang asing membuat dirinya mengernyitkan dahinya.
"Itukan aunty Kiran ,ngapain aunty Kiran kesini.Terus cewek itu siapa?"batin Cyra merasa kepo.
"Kenapa lo Ra,lihat siapa sih?" tanya Sabrina yang melihat Cyra menatap ke satu objek.
"Itu bukannya nyokap nya Kanfa? sama siapa dia?" tanya Sabrina lagi.
"Nggak tahu,gue aja baru liat itu cewek." jawab Cyra
Tapi, sebenarnya Cyra merasa cukup penasaran dengan gadis yang bersama Kiran.Karena ini pertama kalinya dia melihat Kiran dengan gadis tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari sekolahan setelah selesai dengan urusan surat pindah dan lain sebagainya. Kiran mengajak menantunya ke toko roti sahabatnya Asti.
"Ayo sayang,kita ke dalam dulu buat ketemu aunty Asti dia itu sahabat bunda dari jaman dulu." ucap Kiran pada sang menantu saat mobilnya sudah terparkir di depan toko roti yang sudah jauh lebih besar dari beberapa tahun lalu.
Clontang...
Pintu toko itu pun terbuka dan Kiran serta Shanum pun langsung melangkah masuk.
"Selamat da...Ran,lo sudah sampai !!"ucap Asty heboh.
"Kalau gue udah disni ya pasti gue udah sampe Ti lo gimana sih.." jawab Kiran cemberut.
"Kirain lo datangnya nanti pas jam makan siang." ujar Asti menggiring sahabatnya ke salah satu meja.
"Gue jemput lo sekarang karena gue mau ajak lo belanja keperluan sekolah sekalian makan siang." ujar Kiran.
"Eh..gadis cantik ini siapa Ran?" tanya Asti saat melihat sosok Shanum yang sedari tadi dekat dengan Kiran.
Mendengar pertanyaan sahabatnya,Kiran tersenyum penuh arti.
"Mantu gue." jawab Kiran dengan santai.
Mendengar penuturan Kiran membuat Asti diam membeku.Dia sedang mencerna kata-kata sahabatnya itu.
"Ayaz poligami?"tanya Asti yang sampai berfikir jika Ayaz menikah lagi.
Plak..
Kiran mendengar penuturan Asty pun langsung menepuk lengan sahabatnya y dengan sedikit kencang.
"Na'udzubillah..gaco kamu,yang ada mas Abi bakal gor*k tuh anak.Dia istri Afa..namanya Shanum." terang Kiran.
Mendengar kebenaran soal Shanum membuat Asti makin syok.
"Njir..yang bener aja,kenapa anak itu nakal banget sih,bukannya dia anti dekat sama perempuan.Anak lo bunt*ngin anak orang?!" pertanyaan absurd Asty pun membuat Kiran tepok jidat.
"Makin ngaco lo,mana ada anak gue kayak gitu.Jodoh anak gue itu sudah sampai.Bagaimanapun awalanya itu sudah jadi jalan takdir."ujar Kiran belum menceritakan apa yang terjadi pada Kanfa dan Shanum.
Hahhh..
"Gue nggak nyangka saja,Kanfa ngikutin jejak bapak moyangnya."ucap Asty dengan wajah sendu.
"Tapi, dengan cerita yang beda dan mungkin lebih membanggakan."jawab Kiran menimpali.
"Gue yakin ada story di balik itu semua." ucap Asti yakin.
"Selamat bergabung dengan keluarga Mahardika ya Num, jangan kaget kalau keluarga suamimu banyak larangan nantinya.Itu semua demi kebaikan kamu." lanjut Asti.
Shanum yang mendengar penuturan Asti pun mengernyitkan dahinya. Dia memang belum tahu seluk-beluk keluarga suaminya. Namun, sepertinya dia hanya paham jika keluarga suaminya orang kaya raya dan terlihat di rumah besar Mahardika banyak sekali laki-laki berbadan tegap yang seperti sedang patroli.
Shanum yang memang terbilang belum paham dia hanya mengangguk saja.
Sesuai rencana, Kiran serta Shanum juga Asti menuju ke sebuah Mall guna mencari perlengkapan sekolah untuk Shanum.
Shanum yang memang hidup hanya dengan sang ayah dan ibu nya pun sudah lama meninggal jadi, dia tidak merasakan bagaimana rasanya pergi belanja atau bahkan cuma sekedar masak bersama dengan sang ibu.
Momen bersama Kiran dan juga Asti membuat dirinya merasa senang dan terharu .Karena mereka sangat memperhatikan semua kebutuhan Shanum.
...----------------...
"Fa,gue bareng lo ya? Gue di undang nyokap lo buat makan siang bareng. Tapi, kok tumben nyokap lo undang kota makan di Mall, ada acara apa ?" Tanya Cyra dengan beruntun.
Belum juga Kanfa menjawab ucapan Cyra,gadis itu langsung naik ke atas motor Kanfa.
CK...
Kanfa berdecak melihat tingkah laku Cyra yang kini sudah nangkring di atas motor nya.
"Bisa nggak sih lo bareng Khalif aja." ucap Kanfa tanpa mau menjawab pertanyaan Cyra sebelumnya.
Respon Kanfa membuat Cyra menyipitkan matanya.Rasanya di hari pertama Kanfa masuk, setelah seminggu dia ijin,sikapnya jadi aneh pada Cyra.
"Kenapa sama Khalif,biasanya juga sama lo.Udah deh,sekarang lo cepet nyalain motornya,anti kita telat lho.." ucap Cyra malah tak mengindahkan peraturan Kanfa.
Kanfa pun mendengus kesal dan menatap wajah Cyra dari spion.Dengan terpaksa Kanfa pun menyalakan motor nya membiarkan Cyra ikut dengan dirinya.
Entah perasaan apa yang kini meliputi hati Kanfa,rasanya dia khawatir jika kedatangannya dengan Cyra membuat Shanum sakit hati.Bagaimana pun dia sudah menjadi istrinya walaupun belum ada cinta di antara mereka,nggak ada salahnya saling menghormati dan menghargai perasaan pasangannya dan sebisa mungkin menjaga marwahnya juga pasangannya.
Kanfa seperti biasa membawa motor itu dengan kecepatan tinggi dan ada Khalif mengekor di belakang nya.
Sampai Mall mereka pun langsung ke restoran tempat mereka janjian makan siang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruang VIP sebuah restaurant Abi dan Kiran sibuk mengenalkan Shanum pada seluruh sahabat mereka.
"Wah..pinter juga itu bocah cari istri." ujar Gema saat Shanum mencium tangannya dengan takzim.
"Yah jelas lah,kalian lihat bapak moyangnya , gue aja pinter milih bini." seloroh Abi membanggakan dirinya.
Semua orang mendengar penuturan Abi hanya memutar bola matanya dengan jengah.Rasa pede Abi tidak pernah punah walaupun usianya sudah setengah abad.
"Halah...yang sampe buat patah hati banyak orang siapa ?"sindir Dian.
Abi mendengar sindiran Dian pun langsung cemberut.
"Ya elah di sindir mantan pacar langsung ciut." goda Vian membuat yang lain tertawa mendengar ucapan Vian.
"Cuma gue sama Abi kali ya mantan tapi akrab.." ujar Dian bagga.
"Gue kira kalian mau jadi besanan,tapi...Kanfa pinter milih Shanum jadi bininya." ucap Gema yang nggak punya akhlak dan minim otak.
Semua orang disana pun mengangguk setuju dengan ucapan Gema.
"Kalau kita besanan itu gimana ya, nggak asik juga.Karena gue tahu otak anak dia yang nggak beda jauh sama bapak moyangnya." ucap Dewa sinis.
"Dih...sensi,nggak perlu khawatir gue cinta se-cinta cintanya sama Kiran. No debat !" ujar Abi tak mau kalah.
"Lagian sudah pada tua masa mau nakal terus sih, yang jelas jangan sampai anak kamu kayak kamu di masalalu Bi.."ucap Asti membuat Gema menyenggol lengan sang istri.
...----------------...
"Kami datangggg !!" teriak Cyra yang kini masuk dengan menggandeng lengan Kanfa di ikuti Khalif dan juga ada si kembar di belakangnya.
Semua orang melihat anak-anak datang dan mendelik tajam ke arah Cyra yang bergelayut manja di lengan Kanfa. Sedangkan Kanfa yang melihat tatapan tajam sang mama pun akhirnya menepis tangan Cyra yang dari tadi melingkar di lengannya dan dia melirik ke arah Shanum.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Lanjar Lestari
jangan mulai nakal Fa tu Msma Kiran sdh meloyot Cyra dulu tolak terus sdkarang nempel mulu🤦♀️hadehh bikin prahara
2024-03-26
4
Lisa aulia
jng nakal ya fa...jng mancing2...takut nya flashback lagi...
2024-03-24
1
Nendah Wenda
keren keluarga mereka persahabatan mereka 👍👍
2024-02-01
0