Makan Siang Bersama (Revisi)

Cyra yang tak biasa mendapat penolakan Kanfa saat manja dengannya pun melongo dengan sikap Kanfa sepanjang hari ini. Sementara Kanfa pun melangkah begitu saja menghampiri para orang tua dan menyalaminya.

"Fa,kamu duduk dekat Shanum.."ucap Kiran tiba-tiba saat Kanfa ingin duduk di dekat Cyra.

Kanfa mengangguk mengiyakan permintaan sang mama dan langsung saja Kanfa duduk di kursi bersebelahan dengan Shanum.

"Nih kak.." ucap Shanum saat Kanfa baru duduk dan memberikan sebotol air mineral.

"Thanks.."ucap Kanfa dengan melihat sekilas ke gadis itu.

Shanum mengangguk dan kembali sibuk dengan ponselnya.Dia sebenarnya bingung dan pastinya canggung untuk pertama kalinya dia makan siang di restauran mewah dan di depan orang banyak pula.

Naela yang duduk di sebelah kiri Shanum pun berbisik pada tantenya itu.

"Santai aja kak.."bisik Naela

Naela tahu jika Shanum pasti canggung dengan situasi saat ini.

Shanum mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan keponakan dari suaminya.

"Semuanya sudah terhidang dan kita bisa mulai makan, Naren pimpinan doa.." ucap Abi pada sang cucu.

Tanpa membantah Naren pun langsung memimpin doa saat sebelum makan.Lalu mereka pun mulai makan dengan menu yang siang ini beraroma western.

Kanfa melirik sang istri yang masih diam dan hanya sebatas melihat orang-orang yang ada di depannya sedang menikmati makanannya.

Kiran pun peka dengan kondisi sang menantu akhirnya angkat bicara.

"Sha..kenapa,kok nggak di makan? Kamu nggak suka atau mau pilih makanan lain?" tanya Kiran pada sang menantu.

"Ng_nggak kok mah, Sha suka kok.."ucap Shanum dengan wajah canggung.

Kanfa yang sedari tadi sibuk ,akhirnya menyerahkan hot plate nya ke depan Shanum dan milik Shanum untuk nya.

"Makanlah." ucap Kanfa dengan sedikit berbisik.

Shanum tersenyum canggung ke arah Kanfa dan membisikkan sesuatu.

"Maaf, aku memalukan."bisik Shanum.

"Nggak , it's okey.."jawab Kanfa dengan senyum tipisnya.

Cyra tak sengaja melihat interaksi keduanya pun mengernyitkan dahinya. Sebenarnya dia ingin tahu siapa gadis yang di samping Kanfa.Karena dia belum pernah melihatnya juga.

"Kenapa Ra, dia Shanum..istri Kanfa." ucap Kiran dengan sangat jelas.

Kiran sengaja to the point mengungkapkan siapa Shanum sebenarnya.

Uhuk uhuk uhuk

Cyra yang memang sedang menguyah makanannya pun terbatuk mendengar penuturan Kiran. Dengan segera Dian memberikan minum untuk sang putri.

"Pelan-pelan nak makannya.." ucap Dian pada sang putri dan melirik ke arah Kiran dengan sedikit kesal.

"Aunty bercandanya keren.."ucap Khalif ikut terkejut dengan penuturan Kiran barusan.

Semua orang pun melihat ke arah Khalif.Lalu Bia pun angkat bicara.

"Siapa yang becanda bocah,Shanum memang istri Afa, seminggu yang lalu mereka menikah." ujar Bia dengan sesekali menyuapi anaknya Raja.

"Be_beneran Fa?" tanya Cyra dengan wajah sendu menatap sahabat masa kecilnya.

"Hemmm..." jawab Kanfa melirik ke arah Shanum.

"Shanum,ini Cyra anak tante Dian dan om Dewa,itu Khalif anak om Vian dan tante Sara dan Juna anak om Gema dan juga aunty Asti."terang Abi pada menantunya.

"Salam kenal,saya Shanum." ucap Shanum dengan santun.

Cyra melirik ke arah Kanfa yang fokus dengan makanannya dan tanpa sadar hatinya terasa sakit. Entah kenapa di saat Kanfa selalu mengatakan cinta padanya rasanya dia begitu risih. Untuk hari ini memang Kanfa terlihat berbeda dari Kanfa seminggu yang lalu.Biasanya Kanfa selalu menempel padanya namun untuk hari ini Kanfa hanya berkumpul dengan Zio dan juga Hito sahabatnya.

...----------------...

Acara makan siang mereka pun akhirnya selesai.Cyra curi pandang pada gadis yang lebih sering berinteraksi dengan Raja dan si kembar. Untuk bicara dengan Kanfa terlihat tidak ada sama sekali interaksi kecuali tadi saat mereka akan makan.Kanfa sibuk dengan Khalif juga Juna.

"Kenapa, nggak boleh baper..Kanfa sudah ikhlas kamu tolak dan sekarang dia memilih dengan Shanum dan itu sudah takdir." ucap Bia yang tiba-tiba muncul di samping Cyra.

Cyra yang mendengar bisikan Bia pun terkejut dengan kehadiran Bia di sampingnya.

"Aku cuma kaget saja kak, padahal selama ini dia tak pernah sehari pun nggak nembak aku." ucap Cyra dengan tersenyum kala mengingat kembali dimana Kanfa gencar menembaknya untuk jadi kekasihnya.

"Penolakan kamu memang tepat, alasan kamu juga masuk akal.Kanfa memang nggak ada pengalaman deket sama cewek kecuali kamu. Tapi , takdir bawa dia ke arah Shanum dan dengan ijin Allah mereka menikah."ungkap Bia dengan sedikit menampilkan senyum miring di balik niqabnya.

"Kenapa mereka menikah saat masih sekolah kak,kenapa nggak nunggu lulus kuliah misalnya ." ucap Cyra penasaran.

"Nggak bisa Ra, kasihan Shanum.Dia cuma punya Kanfa dan keluarga kami.Ayahnya baru saja meninggal.Kanfa harus menjaganya.Kalau Kanfa tidak menikah dengan Shanum mana bisa, akhirnya mereka menikah dini kayak gini.Doa kan saja yang baik-baik. Kalian kan sahabat, pastinya akan selalu berhubungan.Kamu pun nggak cinta sama Kanfa kan,kalau pun ada tolong..kamu buang jauh-jauh rasa itu mulai dari sekarang." ucap Bia dengan panjang lebar dan membuat hati Cyra makin tak nyaman dengan kata-kata Bia barusan.

"Afa,kamu pulang bareng Shanum ya,mama sama Daddy mau ke makam dulu." ucap Kiran pada sang putra.

"Iya."jawab Kanfa tanpa ada penolakan.

Mereka berpencar karena Kanfa dan juga Khalif menggunakan motor,mereka langsung mengarah ke parkiran motor.Kanfa dan Khalif jalan beriringan dan Shanum mengikuti dari belakang.

"Fa,jangan cepet-cepet jalannya..kasihan bini lo."ucap Khalif menginginkan.

Kanfa berdecak dan menoleh ke belakang melihat Shanum berjalan di belakangnya.

"Lif,helm.." ucap Kanfa

Khalif pun langsung mengambil helm yang setia menggantung di motornya.

"Pakai ini.."ucap Kanfa pada Shanum menyerahkan helm yang tadi di berikan Khalif.

Shanum pun langsung memakai nya dan dengan sedikit berpikir untuk menaiki motor sport milik Kanfa.

"Kenapa?" tanya Kanfa saat dia sudah duduk di kemudi motor nya.

"Ng_nggak papa...maaf.." ucap Shanum memegang bahu Kanfa.

Kanfa melihat Shanum sudah naik di belakang nya namun,dia tetap belum menjalankan motor nya.

Brum..

Brum..

Kanfa mulai menyalakan motor nya dan menggeber motornya.Dia menginjak pedal gas dan membuat Shanum terkejut dan reflek memeluk pinggang Kanfa dengan erat.

"Kak..!!"pekik Shanum.

"Makanya kalau bonceng jangan kayak sama tukang ojek."ucap Kanfa lalu dengan perlahan dia melajukan motornya.

Tangan Shanum pun melingkar di pinggang Kanfa dengan tubuh yang menempel pada punggung laki-laki itu.

Kanfa mulai melajukan dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan yang ada di depannya.Di belakang nya dengan setia Khalif mengiringi perjalanan sahabatnya.

Di lampu merah mereka pun terpaksa berhenti.Tanpa Kanfa peduli dengan kendaraan di sekitarnya dia tak menyadari jika mobil milik Dewa ada di sampingnya

"Kanfa sama gadis itu tak ada canggung -canggungnya.. sepertinya mereka menjalani pernikahan mereka dengan bahagia."batin Cyra yang melihat tingkah Kanfa yang tak membiarkan tangan kecil Shanum lepas dari pinggangnya.

Dian yang tanpa sengaja melihat Kanfa dan Shanum ada di samping mobilnya pun langsung menoleh pada putrinya yang duduk di bagian belakang. Dian membuang nafasnya dengan kasar dan dapat melihat Cyra menatap nanar sosok Kanfa dan Shanum yang terlihat sangat dekat.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Ros Miana

Ros Miana

knp msh SMA thor?kan msh terlalu muda menurut aq yah minimal msh kuliah lah thor/Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/

2024-07-10

4

Moh Yasin

Moh Yasin

nyesel udah nolak si kanfa

2024-07-09

0

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

baber lagi Cyra lihat Afa dan Shanum begitu dekat suruh siapa tolak mulu dulu sekarang sakit kan hatimu lihat gituan apalagi dg penolakanmu buat Khanfa bertemu jodoh cepat dan jg sdh takdir dr Allah mereka bersatu takdir juga sdh berkata lain Cyra

2024-03-26

2

lihat semua
Episodes
1 Cinta Di Tolak (Revisi)
2 Kecelakaan (Revisi)
3 Permintaan Terakhir ( Revisi )
4 Mendadak Nikah ( Revisi )
5 Duka Cita ( Revisi )
6 Pindah Rumah ( Revisi )
7 Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8 Rencana Pindah ( Revisi )
9 Mulai Sekolah ( Revisi)
10 Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11 Makan Siang Bersama (Revisi)
12 Lo Milik Gue ( Revisi )
13 Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14 Curi-curi Pandang (Revisi )
15 Murid Baru ( Revisi )
16 Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17 Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18 Terpaku ( Revisi )
19 Putus? ( Revisi )
20 Lord Scorpions ( Revisi )
21 Malam Bikin Frustasi
22 Kekesalan Cyra
23 Merencanakan Sesuatu
24 Perubahan Dian
25 Pesta
26 Pengumuman
27 Nggak Pake Helm
28 Mendapatkan Bukti.
29 Pelaku
30 Kepingan Masalalu
31 Setelah Malam Itu...
32 Setelah Malam Syahdu
33 Berusaha Dekat
34 Menjadi Teman
35 Penguntit
36 Biang Kerok Sebenarnya
37 Teman Baru
38 Shanum Yang Berbeda
39 Sisi Lain ShaFa
40 Bahaya Mengintai
41 Penyerangan
42 Setan Bucin
43 Membalas Kejahatan Mereka
44 Piglet It's Back
45 Mahardika vs Kusuma
46 Trio Lemes
47 Berita Heboh
48 Tantangan
49 Scorpions
50 Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51 Balapan
52 Shanum vs Aryo
53 Kedatangan Orangtua Aryo
54 Melawan Orang Yang Salah.
55 Malapetaka
56 Kilasan Keluarga Sabrina.
57 Rahasia Terbongkar
58 Memberikan Dukungan
59 Menjenguk
60 Rencana Menurunkan Aryo
61 Ke Bali
62 Menghadiri Pesta
63 Ikut Lelang
64 Takeshi
65 Yuna??
66 Cyra Kecelakaan
67 Pertemuan tak Terduga
68 Penasarannya Takeshi
69 Keresahan Kiran
70 Trauma??
71 Di Culik
72 Jangan Jadi Pengecut
73 Menolong Shanum
74 Kenyataan..
75 Koma
76 Meninggal?
77 Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78 Rasa Penasaran Ryosuke
79 Kenangan
80 Kepulangan Shanum
81 Rencana ke London
82 Kanfa dan London
83 Ozi
84 Mulai Hari Baru
85 Kedatangan Orang Terkasih
86 LDR
87 Melepas Rindu
88 Ingin Jadi Papa Muda
89 Kedatangan Ryosuke
90 Pengakuan Alma
91 Twins
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Cinta Di Tolak (Revisi)
2
Kecelakaan (Revisi)
3
Permintaan Terakhir ( Revisi )
4
Mendadak Nikah ( Revisi )
5
Duka Cita ( Revisi )
6
Pindah Rumah ( Revisi )
7
Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8
Rencana Pindah ( Revisi )
9
Mulai Sekolah ( Revisi)
10
Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11
Makan Siang Bersama (Revisi)
12
Lo Milik Gue ( Revisi )
13
Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14
Curi-curi Pandang (Revisi )
15
Murid Baru ( Revisi )
16
Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17
Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18
Terpaku ( Revisi )
19
Putus? ( Revisi )
20
Lord Scorpions ( Revisi )
21
Malam Bikin Frustasi
22
Kekesalan Cyra
23
Merencanakan Sesuatu
24
Perubahan Dian
25
Pesta
26
Pengumuman
27
Nggak Pake Helm
28
Mendapatkan Bukti.
29
Pelaku
30
Kepingan Masalalu
31
Setelah Malam Itu...
32
Setelah Malam Syahdu
33
Berusaha Dekat
34
Menjadi Teman
35
Penguntit
36
Biang Kerok Sebenarnya
37
Teman Baru
38
Shanum Yang Berbeda
39
Sisi Lain ShaFa
40
Bahaya Mengintai
41
Penyerangan
42
Setan Bucin
43
Membalas Kejahatan Mereka
44
Piglet It's Back
45
Mahardika vs Kusuma
46
Trio Lemes
47
Berita Heboh
48
Tantangan
49
Scorpions
50
Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51
Balapan
52
Shanum vs Aryo
53
Kedatangan Orangtua Aryo
54
Melawan Orang Yang Salah.
55
Malapetaka
56
Kilasan Keluarga Sabrina.
57
Rahasia Terbongkar
58
Memberikan Dukungan
59
Menjenguk
60
Rencana Menurunkan Aryo
61
Ke Bali
62
Menghadiri Pesta
63
Ikut Lelang
64
Takeshi
65
Yuna??
66
Cyra Kecelakaan
67
Pertemuan tak Terduga
68
Penasarannya Takeshi
69
Keresahan Kiran
70
Trauma??
71
Di Culik
72
Jangan Jadi Pengecut
73
Menolong Shanum
74
Kenyataan..
75
Koma
76
Meninggal?
77
Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78
Rasa Penasaran Ryosuke
79
Kenangan
80
Kepulangan Shanum
81
Rencana ke London
82
Kanfa dan London
83
Ozi
84
Mulai Hari Baru
85
Kedatangan Orang Terkasih
86
LDR
87
Melepas Rindu
88
Ingin Jadi Papa Muda
89
Kedatangan Ryosuke
90
Pengakuan Alma
91
Twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!