Rencana Pindah ( Revisi )

"A_aku...

"Nggak perlu lo jelasin lagi.Istirahatlah, gue pergi dulu." ucap Kanfa dengan meraih jaket kulit nya.

Namun sebelum Kanfa benar-benar keluar , lengannya di cekal oleh Shanum dan itu membuat langkah Kanfa terhenti.

"Kak..mau kemana? Maaf," Shanum segera melepaskan cekalan nya.

Entah mengapa Shanum merasa takut jika menatap mata Kanfa.Rasanya mata Kanfa selalu menatap dia dengan dalam dan itu membuat hati Shanum tak karuan.

"Bilang saja mau ke markas." jawab Kanfa membuka pintu kamarnya.

"Ma_markas maksudnya?"gumam Shanum.

Gumaman Shanum terdengar sampai telinga Kanfa. Dia pun membalikkan tubuhnya menatap sang istri yang juga menatapnya."Nggak perlu tahu sekarang,yang jelas gue nggak akan macam-macam juga.Gue pergi." ucap Kanfa langsung berlalu dan dia menutup pintu kamarnya kembali.

Hahh...

Nafas Shanum rasanya begitu lega saat Kanfa yang sudah tak ada di dekatnya.Rasanya dadanya jedang jedug kalau ada di dekat Kanfa.

"Rasanya begitu sulit buat aku bernafas kalau dekat sama dia ." ucap Shanum dengan dirinya sendiri.

Sementara itu, Kanfa melajukan motornya me arah basecamp.

Tak berapa lama motor sport itu pun sampai dan dengan segera Kanfa turun dari motornya.

Anggota Black Diamond yang melihat kedatangan Kanfa pun menyapanya dan hanya jawaban singkat atau bahkan sikap cuek Kanfa yang mereka dapatkan.

Namun, mereka tak pernah sekalipun sakit hati dengan sikap Kanfa pada mereka.Bagi mereka Kanfa dan keluarga nya adalah penyelamat bagi kehidupan mereka.

Mereka bukan hanya nongkrong nggak jelas. Mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Seperti montir atau bekerja di kantor dan juga restauran yang Abi punya.Kalaupun mereka tak punya pendidikan tinggi mereka bisa berdagang dan juga ada yang menjadi supir ojol atau cleaning service dan banyak lagi.

Semua yang menjadi anggota di pastikan tidak ada yang terlibat kriminal.

Kanfa terus melangkah ke arah kamar pribadi nya dan langsung membersihkan diri nya.Lalu tak lama dia pun langsung naik ke atas tempat tidur dengan ukuran sedang .Tubuhnya merasakan lelah. Selama di rumah mertuanya dia tak bisa tidur dengan nyenyak.

Sehabis sholat magrib Shanum pun turun menuju lantai satu.

"Haii kak.."sapa Naela pada Shanum yang sama-sama akan turun.

"Haii ..kamu namanya siapa,maaf saya lupa ." ucap Shanum dengan sedikit tak enak hati.

"Santai saja kak, aku Naela dan kembaran aku Naten sementara si bocil namanya Raja."ujar Naela dengan berjalan beriringan menuruni tangga.

"Kak Shanum kan namanya,kenapa kakak mau sama bang Afa,dia kan nyebelin, resek ,terus kan dia juga kayaknya bucin sama kak Cyra tapi, kenapa nikahnya sama kak Shanum?" cerocos Naela.

"Cyra,dia pacar kak Afa?" tanya Shanum dengan menyelidik.

Naela yang lagi-lagi keceplosan pun menepuk mulutnya pelan.

"Dasar mulut nggak ada akhlak,aduh...kalau mereka perang dunia ketiga gimana dong, tapi sudah terlanjur juga sih..."batin Naela.

"Hehehe..jangan bilang bang Afa ya. Naela tadi keceplosan.Sebenarnya bang Afa itu sudah di tolak mentah-mentah sama kak Cyra. Jadi, jangan khawatir." ungkap Naela.

Shanum hanya membalas dengan senyuman.

"Loh Num, kamu ngapain kesini?" tanya Kiran saat melihat menantunya muncul di dapur.

"Shanum mau bantu mama sama bibi masak." jawab Shanum.

Kiran dan Tuti saling pandang.

"Beruntungnya nona muda dapet mertua yang baik kaya nyonya." ucap Tuti.

Shanum hanya tersenyum menanggapi ucapan Tuti.

"Mau masak apa bi?" tanya Shanum melihat Tuti sedang mengeluarkan beberapa bahan masakan dari dalam kulkas.

"Kita mau masak kesukaan den Afa sama anak-anak.Non Shanum bisa belajar sama nyonya muda." ucap Tuti melirik ke arah Kiran.

"Tentu, tolong ajari Shanum ya ma.." ucap Shanum pada ibu mertuanya.

"Ayo sini.Suami kamu itu terlalu di manja sama almarhum opa dan Almarhumah Oma nya. Mama juga jarang dapat kesempatan mengurus suami kamu waktu kecil.Karena yah,saat nya nanti kamu akan tahu.." ucap Kiran dengan mengupas perbawangan yang akan dia siapkan untuk bumbu masakan mereka.

...----------------...

"Kanfa belum turun Sha?" tanya Kiran saat mereka menata makanan yang mereka buat di atas meja makan.

"Astaghfirullah, Shanum lupa kalau kak Afa pergi dari tadi ma,katanya sih ke markas." ucap Shanum

"Ngapain dia ke markas,bukannya ada Khalif sama Japra di sana?" tanya Bia tiba-tiba.

"Ah...kak ,maaf Shanum juga kurang tahu urusan kak Afa apa di sana."jawab Shanum.

"Sudahlah, nggak perlu di pusingkan urusan Kanfa.Sekarang anak-anak sama suami kamu mana Bia,sekalian panggil Daddy." ucap Kiran pada putrinya.

"Daddy..!!"teriak Bia dengan keras.

"Bia,yang sopan..kebiasaan!' tegur Kiran pada sang putri.

Hehehe..

"Kebiasaan ma, sorry." ucap Bia dengan nyengir kuda mendengar teguran sang mama.

Walaupun sudah punya anak tiga namun, sifat manja Bia dengan daddynya tak pernah berubah.Apalagi rasa posesif pada Abi lebih besar dari posesif nya dengan Ayaz.

"Maaf ya Num, kamu harus adaptasi dengan kelakuan penghuni rumah ini." ujar Kiran.

"Nggak papa bun, Shanum juga jadi ngerasa kalau rumah ini begitu hangat dan juga sepertinya ramai." ujar Shanum.

.

.

Tak lama para penghuni rumah besar Mahardika pun berkumpul dan terdengar suara salam dari depan rumah dan ternyata Kanfa yang baru pulang.

Kanfa langsung menuju ke meja makan dan langsung mengarah ke wastafel untuk mencuci tangan nya.

"Shanum,mulai lusa kamu bisa sekolah dan buat besok kamu ikut mama juga kakak kamu buat cari perlengkapan sekolah ." ucap Abi di sela-sela makan malam mereka.

"I_iya dad, terimakasih.." jawab Shanum melirik ke arah suaminya yang baru saja bergabung di meja makan.

Shanum dengan cekatan melayani Kanfa dengan sangat luwes. Pemandangan itu pun tak lepas dari pengamatan para penghuni rumah besar itu.

"Dad,mam, besok malam Afa sama Shanum akan pindah ke apartemen."ucap Kanfa mulai membuka suara nya.

Abi terlihat mengangguk paham. Shanum yang memang belum tahu rencana suaminya pun hanya bisa diam saja.

"Bertanggung jawablah dengan istri kamu. Jangan buat dia menghadapi masalah sendiri atau bahkan tak merasa nyaman hidup dengan keluarga kita. Sebaiknya kalau seseorang sudah menikah bisa mandiri dan tentunya harus segala sesuatu nya kalian jalani berdua."ucap Abi pada anak dan menantunya.

"Apa nggak sebaiknya kalian tinggal disini dulu saja.."ucap Kiran dengan wajah sendu menatap menantunya.

"Sayang, kalau dengan cara tinggal berdua itu bisa membuat mereka lebih saling mengenal dan tentu saja saling tergantung,apa salahnya. Biarkan mereka berusa mandiri. Kita sebagai orang tuanya hanya bisa mendokan yang baik-baik untuk mereka." ujar Abi. Dia paham akan kekhawatiran soal Kanfa dan Shanum.

"Tapi, nggak jamin juga kali ,dulu kita pernah juga tinggal bersama sewaktu baru nikah,nyatanya...

"Sayang please..jangan bahas masa lalu kita yang tidak baik buat di contoh." ujar Abi pada sang istri.

"Hemm.."jawab Kiran singkat.

Abi menghela nafas panjang menatap sang istri yang sudah puluhan tahun mendampingi dirinya.

Waktu tak pernah bisa di ulang namun,dengan segala cobaan dan juga musibah yang kita alami bisa membuat kita belajar untuk lebih baik lagi.

Abi berharap kehidupan kedua anaknya tak seperti dirinya yang sudah bodoh meninggalkan sang istri belasan tahun lamanya.

Jangan lagi ada Abi dan Kiran di masa depan di garis keturunan Mahardika. Itu harapan Abi dalam hatinya yang paling dalam.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

iya Abi dl keterlaluan ninggalin Kiran dan Abia bertahun tahun tanpa mencari sampai ketemu kl berantem pasti Kiran ungkit masalalu Abi yg bikin nyesek wl sdh menyesal dan kembali lg bersama

2024-03-26

5

Lisa aulia

Lisa aulia

klw di Kulik dari awal cerita kek nya seru ...

2024-03-24

1

Nendah Wenda

Nendah Wenda

seneng banget dengan keluarga kanfa legowo

2024-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Di Tolak (Revisi)
2 Kecelakaan (Revisi)
3 Permintaan Terakhir ( Revisi )
4 Mendadak Nikah ( Revisi )
5 Duka Cita ( Revisi )
6 Pindah Rumah ( Revisi )
7 Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8 Rencana Pindah ( Revisi )
9 Mulai Sekolah ( Revisi)
10 Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11 Makan Siang Bersama (Revisi)
12 Lo Milik Gue ( Revisi )
13 Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14 Curi-curi Pandang (Revisi )
15 Murid Baru ( Revisi )
16 Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17 Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18 Terpaku ( Revisi )
19 Putus? ( Revisi )
20 Lord Scorpions ( Revisi )
21 Malam Bikin Frustasi
22 Kekesalan Cyra
23 Merencanakan Sesuatu
24 Perubahan Dian
25 Pesta
26 Pengumuman
27 Nggak Pake Helm
28 Mendapatkan Bukti.
29 Pelaku
30 Kepingan Masalalu
31 Setelah Malam Itu...
32 Setelah Malam Syahdu
33 Berusaha Dekat
34 Menjadi Teman
35 Penguntit
36 Biang Kerok Sebenarnya
37 Teman Baru
38 Shanum Yang Berbeda
39 Sisi Lain ShaFa
40 Bahaya Mengintai
41 Penyerangan
42 Setan Bucin
43 Membalas Kejahatan Mereka
44 Piglet It's Back
45 Mahardika vs Kusuma
46 Trio Lemes
47 Berita Heboh
48 Tantangan
49 Scorpions
50 Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51 Balapan
52 Shanum vs Aryo
53 Kedatangan Orangtua Aryo
54 Melawan Orang Yang Salah.
55 Malapetaka
56 Kilasan Keluarga Sabrina.
57 Rahasia Terbongkar
58 Memberikan Dukungan
59 Menjenguk
60 Rencana Menurunkan Aryo
61 Ke Bali
62 Menghadiri Pesta
63 Ikut Lelang
64 Takeshi
65 Yuna??
66 Cyra Kecelakaan
67 Pertemuan tak Terduga
68 Penasarannya Takeshi
69 Keresahan Kiran
70 Trauma??
71 Di Culik
72 Jangan Jadi Pengecut
73 Menolong Shanum
74 Kenyataan..
75 Koma
76 Meninggal?
77 Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78 Rasa Penasaran Ryosuke
79 Kenangan
80 Kepulangan Shanum
81 Rencana ke London
82 Kanfa dan London
83 Ozi
84 Mulai Hari Baru
85 Kedatangan Orang Terkasih
86 LDR
87 Melepas Rindu
88 Ingin Jadi Papa Muda
89 Kedatangan Ryosuke
90 Pengakuan Alma
91 Twins
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Cinta Di Tolak (Revisi)
2
Kecelakaan (Revisi)
3
Permintaan Terakhir ( Revisi )
4
Mendadak Nikah ( Revisi )
5
Duka Cita ( Revisi )
6
Pindah Rumah ( Revisi )
7
Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8
Rencana Pindah ( Revisi )
9
Mulai Sekolah ( Revisi)
10
Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11
Makan Siang Bersama (Revisi)
12
Lo Milik Gue ( Revisi )
13
Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14
Curi-curi Pandang (Revisi )
15
Murid Baru ( Revisi )
16
Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17
Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18
Terpaku ( Revisi )
19
Putus? ( Revisi )
20
Lord Scorpions ( Revisi )
21
Malam Bikin Frustasi
22
Kekesalan Cyra
23
Merencanakan Sesuatu
24
Perubahan Dian
25
Pesta
26
Pengumuman
27
Nggak Pake Helm
28
Mendapatkan Bukti.
29
Pelaku
30
Kepingan Masalalu
31
Setelah Malam Itu...
32
Setelah Malam Syahdu
33
Berusaha Dekat
34
Menjadi Teman
35
Penguntit
36
Biang Kerok Sebenarnya
37
Teman Baru
38
Shanum Yang Berbeda
39
Sisi Lain ShaFa
40
Bahaya Mengintai
41
Penyerangan
42
Setan Bucin
43
Membalas Kejahatan Mereka
44
Piglet It's Back
45
Mahardika vs Kusuma
46
Trio Lemes
47
Berita Heboh
48
Tantangan
49
Scorpions
50
Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51
Balapan
52
Shanum vs Aryo
53
Kedatangan Orangtua Aryo
54
Melawan Orang Yang Salah.
55
Malapetaka
56
Kilasan Keluarga Sabrina.
57
Rahasia Terbongkar
58
Memberikan Dukungan
59
Menjenguk
60
Rencana Menurunkan Aryo
61
Ke Bali
62
Menghadiri Pesta
63
Ikut Lelang
64
Takeshi
65
Yuna??
66
Cyra Kecelakaan
67
Pertemuan tak Terduga
68
Penasarannya Takeshi
69
Keresahan Kiran
70
Trauma??
71
Di Culik
72
Jangan Jadi Pengecut
73
Menolong Shanum
74
Kenyataan..
75
Koma
76
Meninggal?
77
Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78
Rasa Penasaran Ryosuke
79
Kenangan
80
Kepulangan Shanum
81
Rencana ke London
82
Kanfa dan London
83
Ozi
84
Mulai Hari Baru
85
Kedatangan Orang Terkasih
86
LDR
87
Melepas Rindu
88
Ingin Jadi Papa Muda
89
Kedatangan Ryosuke
90
Pengakuan Alma
91
Twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!