Mendadak Nikah ( Revisi )

Kanfa dan Shanum sama-sama diam dan tak berapa lama di lorong yang sunyi itu terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka.

Kanfa menoleh ke sumber suara.Terlihat kakak nya dan kakak iparnya berjalan mendekati nya.

"Afa..kamu nggak papa kan,ada yang luka atau kamu yang buat celaka orang?"pertanyaan yang terdengar seperti tuduhan itu terlontar dari mulut Bia kakak Kanfa.

Kanfa mendengus kesal dengan ucapan sang kakak.Sepertinya memang dia cuma bisa jadi biang masalah.

"Kak,aku nggak papa. Bang Ayaz kenapa bawa kak Bia sih..!"protes Kanfa pada Abang iparnya itu.

"Eh...kamu itu yah, kakak ikut karena saking khawatir nya sama kamu.Malah sampai sini kayak nggak di butuhkan gitu.." ucap Bia dengan wajah cemberutnya.

"Sudahlah dek, kita kesini kan mau lihat Afa. Fa, ada apa sebenarnya sampai kamu suruh abang kesini?"

Kanfa pun akhirnya mulai cerita dari awal bertemu dengan Sulaiman dan menceritakan keinginan Sulaiman yang ingin menikahkan dirinya dengan Shanum.

Bia melirik ke arah gadis yang sedang duduk terdiam dengan tampang yang terlihat memprihatinkan.Terlihat sesekali dia menyeka air matanya.

Bia tahu jika semua yang di lalui saat ini tidak lah mudah.

"Kamu yakin mau nikah muda?" tanya Bia memicingkan matanya.

Kanfa menatap sang kakak dengan pandangan yang susah di artikan.

"Makanya Afa tunggu kakak sama Abang kemari." ujar Kanfa.

Ayaz menepuk bahu adik iparnya itu. Dia tahu jika Kanfa sedang bimbang dengan segala kejadian yang menurut Ayaz sangat mendadak "Lebih baik kamu pikirkan dengan tenang. Sekarang kamu ikut abang kita sholat dulu." ucap Ayaz pada Kanfa.

Kanfa pun mengikuti langkah Ayaz guna menenangkan hati dan pikirannya untuk membuat sebuah keputusan yang tepat.

...----------------...

Setelah kepergian Kanfa dan Ayaz, Bia mendekati gadis yang sedari tadi duduk dengan menundukkan wajahnya dan sesekali mengusap matanya akibat menangis.

"Nama kamu siapa ?" tanya Bia mulai membuka obrolan.

Shanum yang mendengar suara perempuan di sampingnya pun akhirnya menoleh pada sumber suara.Bia yang berpenampilan tertutup membuat Shanum terlihat segan.

"Saya Sha_Shanum kak.." jawab Shanum dengan terbata dan kembali menundukkan kepalanya.

Bia menepuk bahu Shanum dan mengusap punggung nya dengan lembut.

"Jangan tegang gitu, santai saja." ujar Bia melihat tingkah Shanum yang terlihat tegang.

Shanum tersenyum mendengar ucapan Bia.Ternyata Bia orangnya nggak sekaku dan segalak yang di tampilkan tadi.

"Aku Bia,kakaknya dari laki-laki yang sama kamu tadi."ucap Bia memperkenalkan dirinya.

"Saya cukup bersyukur karena bapak bertemu dengan orang baik dan mau membawa bapak ke sini. Walaupun memang keadaannya sekarang tidak baik-baik saja." ujar Shanum dengan wajah sedihnya

Bia menggenggam tangan Shanum.Tangan itu begitu dingin dan terlihat juga wajah lelah dan pucat Shanum tercetak jelas di wajah gadis itu.

"Kamu sudah makan?"tanya Bia melihat penampilan Shanum yang terlihat sangat lelah.

Shanum menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Bia tadi.

Melihat gelengan kepala dari Shanum, dengan cepat Bia mengirimkan pesan pada sang suami untuk membeli makan untuk Kanfa dan Shanum.

...----------------...

Setelah selesai dengan ganti baju dan sholat,keduanya pun ke ruangan dokter yang menangani Sulaiman setelah membeli pesanan Bia.

Sampai depan ruang ICU ternyata dokter yang menangani Sulaiman baru saja selesai mengecek keadaan Sulaiman.Dan akhirnya Kanfa dan Ayaz membahas soal pak Sulaiman bersama dokter itu. Tak lupa dokter pun menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada Sulaiman.

Ternyata Sulaiman mengidap penyakit kanker paru-paru stadium akhir namun, menurut riwayat beliau tak pernah mau kemoterapi sesuai yang di sarankan sang dokter yang menangani nya.

"Fa,kamu sudah yakin apa yang kamu lakukan. Pernikahan bukan ajang uji coba Fa, kamu harus menerima konsekuensinya ." ucap Ayaz meyakinkan sang adik ipar soal keputusan nya.

Kanfa membuang nafasnya dengan kasar. "Iya bang, aku sudah yakin dengan keputusan ku."ujar Kanfa tanpa ragu.

Ayaz pun manggut-manggut mendengar ucapan sang adik "Abang akan kabari Daddy supaya tidak terjadi salah paham dan merasa di kesampingkan." ujar Ayaz mengantisipasi kemurkaan ayah mertuanya.

"Sebentar lagi tanggung jawab kamu bertambah Fa, belajar untuk lebih peduli dan Abang peringatkan jika pernikahan bukanlah untuk mainan jangan pernah terlintas untuk melakukan tindakan yang nantinya bisa membuat Daddy murka dan juga ingat semua yang terjadi sudah takdir yang Allah siapkan untuk mu." ucap Ayaz panjang lebar.

.

.

Mereka pun akhirnya kembali ke tempat di mana Bia dan Shanum berada.

Kanga pun meminta waktu pada Shanum untuk berbicara berdua sambil makan.

"So_soal apa yang bapak minta sama kamu ,jangan di ambil hati ya.Mungkin bapak hanya khawatir.Lagi pula bapak akan sembuh kan ? aku juga nggak mau cuma karena belas kasihan atau rasa kemanusiaan kamu itu malah menghancurkan masa muda mu." ujar Shanum memulai pembicaraan mereka dan dia pun mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.

"Gue sudah buat keputusan. Semoga lo juga nggak keberatan. Apalagi ini menyangkut dengan permintaan ayah lo. Gue pun nggak akan main-main soal pernikahan."ucap Kanfa dengan nada datar.

"Apa artinya keputusan mu adalah menikahiku?"tanya Shanum dengan ragu. Kanga pun menjawab dengan anggukan.

Sontak jawaban dari Kanfa pun membuat Shanum terpaku dan tak percaya dengan keputusan Kanfa yang akan menikahinya.

Mereka pun bicara tentang pernikahan yang akan mereka lakukan. Kanfa membujuk Shanum untuk menyetujui permintaan sang ayah. Kanfa takut jika Shanum menolak malah akan menjadi penyesalan di kemudian hari untuk gadis itu.

Akhirnya dengan Bismillah dalam hati Shanum pun mengiyakan permintaan ayahnya. Mendengar penuturan Shanum membuat Kanfa sedikit lega. Karena bagaimana pun dia memantapkan hati dengan keputusan nya.

...----------------...

Shanum,Ayaz,Bia serta Kanfa sedang duduk di bangku tunggu. Dari kejauhan terlihat Abi dan juga Kiran mendekati keempat orang itu.

"Kanfa,kamu nggak papa kan?"tanya Kiran yang langsung meneliti bagian tubuh putra bungsunya itu.

"Bunda aku nggak papa,aku cuma nolong orang kok.." ujar Kanfa dengan mengusap punggung sang ibu.

"Jadi gimana Yaz ?" tanya Abi pada menantunya.

Namun, sebelum Ayaz membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan mertuanya tiba-tiba seorang suster keluar memanggil keluarga pasien yang bernama Sulaiman.

Semua nampak khawatir. Apalagi Shanum yang terlihat cemas.

"Bapak saya kenapa sus?" tanya Shanum dengan wajah yang terlihat sedih.

"Bapak anda ingin bertemu dengan Kanfa dan Shanum."jawab si suster jaga.

Kanfa dan Shanum saling pandang dan Kanfa pun mengangguk yakin.Shanum yang sedikit oleng dan langsung di papah oleh Kanfa untuk masuk ke dalam ruang ICU.

Saat mauk ke dalam ruangan itu membuat Kiran teringat saat dia masih kecil juga kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan.

Abi melihat wajah Kiran yang kini sudah mendung pun akhirnya memilih mendekap istri tercintanya itu.Dia tahu pengalaman masalalu istrinya tak jauh beda dengan gadis itu.

Sulaiman yang melihat Kanfa memapah Shanum membuat bibir nya tersenyum tipis. Dia sangat yakin jika Kanfa adalah laki-laki yang bertanggung jawab.

"Nak Kan_fa,bapak titip Shanum.." ucap Sulaiman Kanfa sudah ada di samping laki-laki paruh baya itu.

Kanfa mengangguk pelan "Iya pak, Kanfa akan menjaga Shanum semampu Kanfa."ucap Kanfa dengan memandang sedih laki-laki yang mungkin umurnya lebih tua dari daddynya.

"Shanum,abdikan hidupmu untuk Kanfa.Dia anak baik.." pesan Sulaiman pada putri semata wayangnya.

"Iya pak, Shanum akan selalu inget pesan bapak. Sekarang tugas bapak harus sehat lagi."ucap Shanum dengan air mata yang kini sudah megalit deras melewati pipinya.

Sulaiman tersenyum tipis mendengar ucapan putrinya.

"Apa permintaan bapak bisa di penuhi nak, kalau pun tidak bapak ikhlas menyerahkan putri bapak untuk mengabdi padamu."ucap Sulaiman lirih.

"Bapak jangan berpikir macam-macam. Kanfa dan Shanum akan memenuhi keinginan bapak secepatnya. Bapak harus sembuh dulu." ucap Kanfa dengan nada yang begitu lembut.

"Kak..

"Aku nggak main-main.Lihat keadaan bapak ! Aku nggak ingin memberatkan bapak untuk ini. Berusaha Ikhlas Sha.." ucap Kanfa memotong omongan Shanum.

Tangis Shanum semakin menjadi.Kanfa dengan cepat melangkah keluar dan mengatakan pada sang kakak ipar saat ini waktunya.

Sementara Abi dan Kiran juga Bia percaya keputusan sang putra pastinya tidak serta merta asal memutuskan untuk menikahi Shanum.Abi dan Kiran juga nggak bisa mencegahnya.

Malam itu dengan disaksikan oleh Abi dan juga beberapa pegawai Rumah Sakit Kanfa menikahi Shanum dengan bantuan Kanfa serta mendatangkan seorang ustadz dari masjid yang tak jauh dari Rumah Sakit.

Bersambung

Terpopuler

Comments

alsava

alsava

keren 👍

2025-02-08

0

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

cepat kl dunia halu tak harus lama lama seperti di kehidupan dunia nyata Sah Khanfa dan Shanum jd suami istri Cyra menyesal g ya?pd protes g tu teman Khafa anak dr 4 sekawan g tahu Khanfa nikah dan 4 sekawan teman Abian dan Kiran mpd marah g ya/Smile//Frown/🤭

2024-03-26

5

Lisa aulia

Lisa aulia

secepat itu....emang dunia novel selalu yg terbaik...tanpa melihat identitas,dan status langsung merried...ada nggak ya di dunia nyata yg kek gini...hadeh halu..halu...emang menyenangkan...😅😅😅

2024-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Cinta Di Tolak (Revisi)
2 Kecelakaan (Revisi)
3 Permintaan Terakhir ( Revisi )
4 Mendadak Nikah ( Revisi )
5 Duka Cita ( Revisi )
6 Pindah Rumah ( Revisi )
7 Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8 Rencana Pindah ( Revisi )
9 Mulai Sekolah ( Revisi)
10 Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11 Makan Siang Bersama (Revisi)
12 Lo Milik Gue ( Revisi )
13 Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14 Curi-curi Pandang (Revisi )
15 Murid Baru ( Revisi )
16 Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17 Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18 Terpaku ( Revisi )
19 Putus? ( Revisi )
20 Lord Scorpions ( Revisi )
21 Malam Bikin Frustasi
22 Kekesalan Cyra
23 Merencanakan Sesuatu
24 Perubahan Dian
25 Pesta
26 Pengumuman
27 Nggak Pake Helm
28 Mendapatkan Bukti.
29 Pelaku
30 Kepingan Masalalu
31 Setelah Malam Itu...
32 Setelah Malam Syahdu
33 Berusaha Dekat
34 Menjadi Teman
35 Penguntit
36 Biang Kerok Sebenarnya
37 Teman Baru
38 Shanum Yang Berbeda
39 Sisi Lain ShaFa
40 Bahaya Mengintai
41 Penyerangan
42 Setan Bucin
43 Membalas Kejahatan Mereka
44 Piglet It's Back
45 Mahardika vs Kusuma
46 Trio Lemes
47 Berita Heboh
48 Tantangan
49 Scorpions
50 Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51 Balapan
52 Shanum vs Aryo
53 Kedatangan Orangtua Aryo
54 Melawan Orang Yang Salah.
55 Malapetaka
56 Kilasan Keluarga Sabrina.
57 Rahasia Terbongkar
58 Memberikan Dukungan
59 Menjenguk
60 Rencana Menurunkan Aryo
61 Ke Bali
62 Menghadiri Pesta
63 Ikut Lelang
64 Takeshi
65 Yuna??
66 Cyra Kecelakaan
67 Pertemuan tak Terduga
68 Penasarannya Takeshi
69 Keresahan Kiran
70 Trauma??
71 Di Culik
72 Jangan Jadi Pengecut
73 Menolong Shanum
74 Kenyataan..
75 Koma
76 Meninggal?
77 Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78 Rasa Penasaran Ryosuke
79 Kenangan
80 Kepulangan Shanum
81 Rencana ke London
82 Kanfa dan London
83 Ozi
84 Mulai Hari Baru
85 Kedatangan Orang Terkasih
86 LDR
87 Melepas Rindu
88 Ingin Jadi Papa Muda
89 Kedatangan Ryosuke
90 Pengakuan Alma
91 Twins
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Cinta Di Tolak (Revisi)
2
Kecelakaan (Revisi)
3
Permintaan Terakhir ( Revisi )
4
Mendadak Nikah ( Revisi )
5
Duka Cita ( Revisi )
6
Pindah Rumah ( Revisi )
7
Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8
Rencana Pindah ( Revisi )
9
Mulai Sekolah ( Revisi)
10
Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11
Makan Siang Bersama (Revisi)
12
Lo Milik Gue ( Revisi )
13
Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14
Curi-curi Pandang (Revisi )
15
Murid Baru ( Revisi )
16
Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17
Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18
Terpaku ( Revisi )
19
Putus? ( Revisi )
20
Lord Scorpions ( Revisi )
21
Malam Bikin Frustasi
22
Kekesalan Cyra
23
Merencanakan Sesuatu
24
Perubahan Dian
25
Pesta
26
Pengumuman
27
Nggak Pake Helm
28
Mendapatkan Bukti.
29
Pelaku
30
Kepingan Masalalu
31
Setelah Malam Itu...
32
Setelah Malam Syahdu
33
Berusaha Dekat
34
Menjadi Teman
35
Penguntit
36
Biang Kerok Sebenarnya
37
Teman Baru
38
Shanum Yang Berbeda
39
Sisi Lain ShaFa
40
Bahaya Mengintai
41
Penyerangan
42
Setan Bucin
43
Membalas Kejahatan Mereka
44
Piglet It's Back
45
Mahardika vs Kusuma
46
Trio Lemes
47
Berita Heboh
48
Tantangan
49
Scorpions
50
Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51
Balapan
52
Shanum vs Aryo
53
Kedatangan Orangtua Aryo
54
Melawan Orang Yang Salah.
55
Malapetaka
56
Kilasan Keluarga Sabrina.
57
Rahasia Terbongkar
58
Memberikan Dukungan
59
Menjenguk
60
Rencana Menurunkan Aryo
61
Ke Bali
62
Menghadiri Pesta
63
Ikut Lelang
64
Takeshi
65
Yuna??
66
Cyra Kecelakaan
67
Pertemuan tak Terduga
68
Penasarannya Takeshi
69
Keresahan Kiran
70
Trauma??
71
Di Culik
72
Jangan Jadi Pengecut
73
Menolong Shanum
74
Kenyataan..
75
Koma
76
Meninggal?
77
Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78
Rasa Penasaran Ryosuke
79
Kenangan
80
Kepulangan Shanum
81
Rencana ke London
82
Kanfa dan London
83
Ozi
84
Mulai Hari Baru
85
Kedatangan Orang Terkasih
86
LDR
87
Melepas Rindu
88
Ingin Jadi Papa Muda
89
Kedatangan Ryosuke
90
Pengakuan Alma
91
Twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!