Duka Cita ( Revisi )

Di akhiri dengan kata SAH oleh para saksi pernikahan Shanum dan Kanfa , dengan bimbingan Ayaz Sulaiman dengan susah payah melafazkan kalimat syahadat dan dengan tarikan nafas panjang akhirnya Sulaiman menghembuskan nafas terakhirnya.

Shanum histeris dan harus merasakan kembali kehilangan sosok pelindung baginya .Ayah yang begitu sabar kini sudah tiada.Shanum terus di dampingi oleh Kiran dan Bia.Kini merekalah keluarga baru Shanum dan sebagai istri Kanfa.

Ayaz mendekati Kanfa yang masih syok dengan kepergian ayah mertuanya itu.

"Saatnya memandikan jenazah pak Sulaiman." ucap Ayaz pada Kanfa dengan menepuk bahu adik iparnya pelan.

Kanfa menghapus sudut kedua matanya dan mengangguk menyetujui ajakan kakak iparnya itu.Dia menatap Shanum yang sedang di tenangkan oleh Bia dan Kiran.

"Aku ikut." ucap Shanum dengan menghapus air matanya dengan kasar.

"Kamu sanggup Sha...?" tanya Bia meyakinkan keadaan adik iparnya.

Shanum mengangguk dan dengan bantuan Kanfa Shanum di dampingi Kanfa serta Ayaz dan juga Abi.Shanum menahan air matanya yang hampir jatuh.

Saat ini dia melaksanakan tugas terakhir nya sebagai bakti nya pada sang ayah. Tak lupa dia pun membisikan kata maaf dan terimakasih pada tubuh kaku sang ayah.

Begitupun dengan Kanfa yang meminta maaf pada sang mertua serta berjanji dalam hati untuk berusaha melindungi Shanum yang kini sudah menjadi istrinya.

Setelah semua di urus oleh Kanfa dan juga Ayaz akhirnya jenazah Sulaiman di bawa kerumah duka.

Atas perintah Abi, beberapa orang suruhannya langsung mengurus keperluan pemakaman pak Sulaiman.Para tetangga tentunya terkejut dengan meninggalnya Sulaiman.Karena di lingkungan itu Sulaiman di kenal dengan baik sebagai laki-laki yang selalu berjuang untuk kebahagiaan putrinya.

Shanum tak banyak bicara dan selalu setia di samping tubuh kaku sang ayah sembari memegang tasbih dan juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan beberapa tetangga juga mengirimkan doa.

Disampingnya dengan setia Bia dan Kiran pun mendampingi gadis itu.

Mereka tahu gadis itu sedang tidak baik-baik saja.Malam berganti pagi saat nya jenazah Sulaiman di kebumikan.

Para pelayat yang hadir pun mengantar tubuh tak bernyawa itu sampai di peristirahatan nya yang terakhir.

Tubuh yang terbungkus dengan kain kafan itu pun di angkat dan siap di masukkan ke liang lahat .Di bawah sana sudah ada Kanfa dan juga Ayaz serta tetangga yang paling dekat dengan rumah almarhum yang bertugas untuk menerima tubuh Sulaiman untuk di kebumikan.

Kanfa dengan hati-hati menerima bagian atas tubuh mertuanya.

Dengan bimbingan Ayaz Kanfa melakukan dengan hati tak karuan.

Apalagi saat ini dia bertanggung jawab atas urusan Shanum yang sudah menjadi istrinya.

" Pak,Kanfa janji akan berusaha menjadi pelindung untuk anak bapak . Jika kelak kami tidak berjodoh panjang , Kanfa pastikan dia akan selalu Kanfa jaga sampai dia bahagia." batin Kanfa dengan menaruh kepalan tanah yang di berikan Ayaz padanya.

Setelah Kanfa mengadzani dan Ayaz sudah mengintruksikan untuk mereka ke atas kembali.Sedikit demi sedikit liang lahat itu pun tertutup oleh tanah.

"Bapak ..hiks ..hiks..."gumam Shanum saat melihat tanah merah itu di masukkan dalam liang lahat guna mengubur jasad sang ayah.

Tubuh Shanum yang lelah karena kurang istirahat pun akhirnya tumbang.Beruntung Kiran sedari tadi memeluk menantunya itu berhasil menopang tubuh Shanum.

Bia yang melihat kejadian itu pun langsung memanggil sang adik."Kanfa..!" seru Bia

Kanfa yang ada di depan mereka pun akhirnya menoleh ke belakang dan melihat istrinya terkulai lemas. Dengan sigap Kanfa merengkuh tubuh Shanum dari pelukan sang mama.

"Langsung bawa mobil Fa.." ucap Kiran pada anak lelakinya.

Kanfa pun membopong tubuh lemah Shanum dan membawanya ke dalam mobil.

Dengan cepat Bia memberikan pertolongan pertama pada Shanum. Kanfa melihat wajah pucat Shanum dan jangan lupa lingkaran hitam di bawah mata nya.

Semalaman Kanfa melihat istrinya itu tidak tidur sama sekali.Kanfa mendes*h pelan dan terlihat semua proses pemakaman sudah selesai.Para pelayat pun sudah berangsur pergi meninggalkan area pemakaman.

Terlihat papa Abi dan juga Ayaz sedang berbicara dengan dua orang yang biasa mengurus makam di daerah itu.

"Sebaiknya kita pulang, Shanum juga nggak mungkin akan disini terus.Nanti kalau dia siuman kamu bisa menasehati dia Fa." ucap Kiran pada sang putra dan di jawab dengan anggukan oleh Kanfa.

...----------------...

Sore hari Shanum sudah keluar dari kamarnya. Namun, pastinya tubuhnya masih merasa lemas.

"Lho Sha,kamu mau kemana?" tanya salah satu tetangga nya yang masih bantu-bantu di rumah kontrakan Shanum.

"Bu Marni, Shanum mau ke makam bapak." ucap Shanum melangkah dengan lemah.

Marni hanya bisa diam dan mengikuti Shanum dari belakang. Kiran yang baru saja masuk ke dalam rumah melihat menantunya berjalan lemah pun langsung merengkuh tubuh Shanum dan membimbingnya ke arah sofa.

"Shanum ,kamu mau kemana? Kamu masih lemah gini, sebaiknya kamu makan dulu. Kanfa juga belum makan, jadi kalian makan sama-sama ya.." ucap Kiran pada menantunya.

"Shanum mau ke makam bapaknya katanya nyonya."ucap tetangga Shanum bernama Marni.

Shanum mendengar penuturan ibu mertuanya merasa bersalah.Walau bagaimana pun dia sudah bergelar istri dari Kanfa walaupun memang masih berstatus nikah siri.

"Ma, mama mau pulang dulu atau gimana? Daddy sama bang Ayaz juga Kak Bia mau balik dulu. Nanti sore kesini lagi buat malam tahlil nanti." ujar Kanfa yang baru saja masuk ke dalam rumah.

"Tapi Shanum...

"Soal Shanum nyonya jangan khawatir,ada saya.Lagi pula tidak ada lagi saudara dekatnya disini.Kami pun sudah menganggap dia keponakan kami." ujar Murni ikut nimbrung.

"Ah iya,apa nggak ngerepotin bu..kalau gitu Kanfa disini atau pulang?' tanya Kiran pada anak lelakinya.

"Disini lah ma, masa Kanfa tinggalin istri Kanfa sih.." ujar Kanfa dengan santai.

"I_istri, maksudnya Shanum sudah menikah? kapan? bukannya dia masih sekolah ?" tanya Murni beruntun dan terkejut dengan penuturan Kanfa tadi.

Kanfa dan Shanum saling pandang.Kanfa yang merasa keceplosan pun bersikap santai.

"Ah iya,maaf kalau belum sempat mengatakan hal ini. Sebenarnya Kanfa anak saya sudah menikah dengan Shanum kemarin sore sebelum pak Sulaiman meninggal.Niatnya nanti malam sehabis tahlil keluarga kami mau mengatakan hal ini agar tidak menimbulkan fitnah." ungkap Kiran menjelaskan pada Murni.

Murni tersenyum mendengar penuturan Kiran. "Saya bersyukur kalau ada yang menjaga Shanum.Walau bagaimana pun dia seorang perempuan.Mau pandai bela diri atau sejenisnya tetap saja saya khawatir." ucap Murni memandang Shanum dengan sendu.

Kanfa tetap menjaga Shanum di rumah mertuanya itu.Sementara keluarga Abi pulang sebentar dan sore akan kembali lagi untuk mengadakan tahlilan.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Naji Ihsan Ahmad

Naji Ihsan Ahmad

mayat enggak bisa dengar azan lagi jadi walaupun cerita jgn lah mengada-gada sebab Azan itu panggilan dari Allah untuk sholat bagi yang beragama Islam.maaf sedikit berbagi semoga bermanfaat buat yg buat cerita & yg baca

2024-11-06

2

Suryen Anita

Suryen Anita

bagus

2024-10-13

1

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

sedan syukur Alhamdulillah semua terima. Shanum dg baik semua keluarga Mahardika kan Baik baik serta sahabat 3 sekawan dan keluarga cm Mami Diana yg meragukan kl masih ada Opa Beni Oma Fitri dan Mah Leha dan Om Rafif Tante Nia seru oasti dan Pondok Al Furqon

2024-04-16

4

lihat semua
Episodes
1 Cinta Di Tolak (Revisi)
2 Kecelakaan (Revisi)
3 Permintaan Terakhir ( Revisi )
4 Mendadak Nikah ( Revisi )
5 Duka Cita ( Revisi )
6 Pindah Rumah ( Revisi )
7 Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8 Rencana Pindah ( Revisi )
9 Mulai Sekolah ( Revisi)
10 Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11 Makan Siang Bersama (Revisi)
12 Lo Milik Gue ( Revisi )
13 Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14 Curi-curi Pandang (Revisi )
15 Murid Baru ( Revisi )
16 Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17 Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18 Terpaku ( Revisi )
19 Putus? ( Revisi )
20 Lord Scorpions ( Revisi )
21 Malam Bikin Frustasi
22 Kekesalan Cyra
23 Merencanakan Sesuatu
24 Perubahan Dian
25 Pesta
26 Pengumuman
27 Nggak Pake Helm
28 Mendapatkan Bukti.
29 Pelaku
30 Kepingan Masalalu
31 Setelah Malam Itu...
32 Setelah Malam Syahdu
33 Berusaha Dekat
34 Menjadi Teman
35 Penguntit
36 Biang Kerok Sebenarnya
37 Teman Baru
38 Shanum Yang Berbeda
39 Sisi Lain ShaFa
40 Bahaya Mengintai
41 Penyerangan
42 Setan Bucin
43 Membalas Kejahatan Mereka
44 Piglet It's Back
45 Mahardika vs Kusuma
46 Trio Lemes
47 Berita Heboh
48 Tantangan
49 Scorpions
50 Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51 Balapan
52 Shanum vs Aryo
53 Kedatangan Orangtua Aryo
54 Melawan Orang Yang Salah.
55 Malapetaka
56 Kilasan Keluarga Sabrina.
57 Rahasia Terbongkar
58 Memberikan Dukungan
59 Menjenguk
60 Rencana Menurunkan Aryo
61 Ke Bali
62 Menghadiri Pesta
63 Ikut Lelang
64 Takeshi
65 Yuna??
66 Cyra Kecelakaan
67 Pertemuan tak Terduga
68 Penasarannya Takeshi
69 Keresahan Kiran
70 Trauma??
71 Di Culik
72 Jangan Jadi Pengecut
73 Menolong Shanum
74 Kenyataan..
75 Koma
76 Meninggal?
77 Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78 Rasa Penasaran Ryosuke
79 Kenangan
80 Kepulangan Shanum
81 Rencana ke London
82 Kanfa dan London
83 Ozi
84 Mulai Hari Baru
85 Kedatangan Orang Terkasih
86 LDR
87 Melepas Rindu
88 Ingin Jadi Papa Muda
89 Kedatangan Ryosuke
90 Pengakuan Alma
91 Twins
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Cinta Di Tolak (Revisi)
2
Kecelakaan (Revisi)
3
Permintaan Terakhir ( Revisi )
4
Mendadak Nikah ( Revisi )
5
Duka Cita ( Revisi )
6
Pindah Rumah ( Revisi )
7
Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8
Rencana Pindah ( Revisi )
9
Mulai Sekolah ( Revisi)
10
Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11
Makan Siang Bersama (Revisi)
12
Lo Milik Gue ( Revisi )
13
Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14
Curi-curi Pandang (Revisi )
15
Murid Baru ( Revisi )
16
Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17
Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18
Terpaku ( Revisi )
19
Putus? ( Revisi )
20
Lord Scorpions ( Revisi )
21
Malam Bikin Frustasi
22
Kekesalan Cyra
23
Merencanakan Sesuatu
24
Perubahan Dian
25
Pesta
26
Pengumuman
27
Nggak Pake Helm
28
Mendapatkan Bukti.
29
Pelaku
30
Kepingan Masalalu
31
Setelah Malam Itu...
32
Setelah Malam Syahdu
33
Berusaha Dekat
34
Menjadi Teman
35
Penguntit
36
Biang Kerok Sebenarnya
37
Teman Baru
38
Shanum Yang Berbeda
39
Sisi Lain ShaFa
40
Bahaya Mengintai
41
Penyerangan
42
Setan Bucin
43
Membalas Kejahatan Mereka
44
Piglet It's Back
45
Mahardika vs Kusuma
46
Trio Lemes
47
Berita Heboh
48
Tantangan
49
Scorpions
50
Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51
Balapan
52
Shanum vs Aryo
53
Kedatangan Orangtua Aryo
54
Melawan Orang Yang Salah.
55
Malapetaka
56
Kilasan Keluarga Sabrina.
57
Rahasia Terbongkar
58
Memberikan Dukungan
59
Menjenguk
60
Rencana Menurunkan Aryo
61
Ke Bali
62
Menghadiri Pesta
63
Ikut Lelang
64
Takeshi
65
Yuna??
66
Cyra Kecelakaan
67
Pertemuan tak Terduga
68
Penasarannya Takeshi
69
Keresahan Kiran
70
Trauma??
71
Di Culik
72
Jangan Jadi Pengecut
73
Menolong Shanum
74
Kenyataan..
75
Koma
76
Meninggal?
77
Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78
Rasa Penasaran Ryosuke
79
Kenangan
80
Kepulangan Shanum
81
Rencana ke London
82
Kanfa dan London
83
Ozi
84
Mulai Hari Baru
85
Kedatangan Orang Terkasih
86
LDR
87
Melepas Rindu
88
Ingin Jadi Papa Muda
89
Kedatangan Ryosuke
90
Pengakuan Alma
91
Twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!