Pindah Rumah ( Revisi )

Satu minggu sudah kepergian Sualaiman.Namun, masih sangat kentara sekali kesedihan di wajah Shanum.

Apalagi saat ini dia tak punya siapa-siapa kecuali keluarga suaminya.

Suami dadakan yang tentunya karena wasiat dari Sulaiman.

"Shanum, Kanfa, daddy sama mama mau bicara sama kalian." ucap Abi pada anak dan menantu barunya.

Kanfa dan Shanum pun duduk di depan Abi dan Kiran.Keduanya sama-sama menunggu apa yang akan kedua orang tua Kanfa bicarakan.

"Afa,Shanum, malam ini sudah selesai tujuh harian pak Sulaiman. Jadi , Daddy harap kalian kembali melanjutkan rutinitas kalian seperti biasa." ucap Abi membuat Kanfa dan Shanum saling pandang dan mengangguk.

"Daddy tahu, mungkin kalian belum memikirkan soal ini semua.Shanum, bagaimanapun sekarang kamu adalah istri anak Daddy yaitu Kanfa. Maka dari itu Kanfa harus menjaga kamu dan kalian harus tinggal satu atap. Shanum akan bersekolah di Mahardika High School satu sekolah dengan Kanfa."terang Abi .

Shanum menatap mertuanya dan juga suaminya."Tapi, bagaimana dengan rumah ini? Rumah ini memang bukan milik bapak atau di bilang kami mengontrak tahunan.Apa sebaiknya Shanum untuk sementara waktu tinggal di sini dan sampai kontrak rumah selesai baru Shanum pindah." ujar Shanum berusaha mengutarakan keinginannya.

Abi dan Kiran saling pandang dan Kiran pun akhirnya membuka suara.

"Shanum, kalau untuk rumah ini kamu jangan khawatir. Rumah ini sudah jadi hak milik kamu.Kami memutuskan untuk sementara bu Murni yang akan membersihkan rumah ini dan kamu sesekali bisa datang dan menginap disini." ungkap Kiran pada menantunya.

Shanum menatap suaminya namun Kanfa memilih diam dan menatap sang istri dengan tatapan datar.

"Maksud mama rumah ini milik Shanum itu gimana ya?' tanya Shanum bingung.

Abi pun menjelaskan jika rumah yang di kontrak oleh Sulaiman akhirnya di beli oleh Abi untuk seserahan pernikahan Shanum.

Bagaimana pun rumah itu terlalu banyak kenangan nya dengan ayahnya.Shanum mendengar nya pun merasa haru.Ternyata keluarga suaminya begitu baik padanya.

Shanum berpikir sejenak dan mengiyakan permintaan sang mertua untuk pindah dan bersekolah di sekolahan yang sama dengan suaminya walaupun memang di hatinya masih ragu namun, itu akan lebih baik dari pada harus di anggap durhaka dengan suaminya.

...----------------...

Keesokan harinya setelah sarapan mereka pun akhirnya berpamitan dengan Murni dan suaminya serta menitipkan rumah Shanum juga untuk di rawat.

Perjalanan dari rumah Shanum ke rumah Kanfa memang lumayan jauh.Shanum bertempat di daerah pinggiran Jakarta. Sedangkan untuk lokasi Rumah pribadi Mahardika ada di daerah perumahan elit di tengah kota.

Kanfa satu mobil dengan Shanum sedangkan Abi dan Kiran serta Ayaz dan Bia satu mobil lain.

Selama perjalanan Kanfa dan Shanum masih saling diam.

Drrrttt Drrrrrttt

Ponsel Kanfa yang memang baru saja dia aktifkan kembali selama seminggu ini dia tak bisa memegang ponselnya karena mengurus semuanya tentang keluarga sang istri dan semalam dia baru bisa mengaktifkan kembali ponselnya.

"Cyra Call.."

"Hemmm.." jawab Kanfa saat menekan tombol earphone nya untuk melakukan panggilan telepon.

"Kanfa, akhirnya lo aktif juga. Dimana Lo sih, seminggu nggak ada disekolah juga di rumah.Daddy sama mama lo juga kayanya lagi sibuk keluar kota mulu selama seminggu ini. Si twins bilang umma sama abi nya juga lagi sibuk.Sebenarnya ada apa si Fa?"

Kanfa menghembuskan nafas kasarnya sebelum menjawab pertanyaan gadis yang membuat hatinya patah berkali-kali.

"Apa penting buat lo,yang jelas gue baik-baik saja.Nggak perlu lebay atau bahkan khawatir sama gue." jawab Kanfa sinis.

"Lo marah sama gue,Fa lo tahu benar apa yang gue rasain dan apa yang terjadi antara kita.Gue nggak mungkin..

"Gue bahkan nggak peduli apa yang jadi alasannya dari penolakan lo selama ini Ra. Tapi mulai detik ini, gue bilang sama lo kalau gue bebasin lo. Terserah Lo mau jadian sama siapapun aku ikhlas.Aku menyerah." ucap Kanfa dan langsung mematikan panggilan dalam ponselnya.

Click..

Bugh..

Bugh ..

Bugh..

Kanfa melampiaskan rasa kesalnya dengan memukul stir mobil beberapa kali.

"Argggghhh...!!" teriak Kanfa dengan tanpa sadar membiarkan Shanum melihat sisi lain dari dirinya.

Sementara Shanum sedikit terkejut dengan tindakan Kanfa namun, saat selesai Kanfa mengeluarkan sebuah teriakan Shanum baru paham jika Kanfa sedang menghadapi sebuah masalah.

Kanga tersadar saat ini bukan hanya dirinya yang ada di dalam mobil tersebut. Dia pun menoleh pada Shanum dengan tersenyum getir. "Sorry lo harus lihat gue yang kayak gini." ucap Kanfa dengan mata yang masih fokus menatap jalanan depannya.

Shanum mendengar ucapan Kanfa pun menoleh ke arah suaminya itu dengan singkat.

"Nggak masalah,setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengekspresikan perasaan nya atau dibilang sebagai pelampiasan perasaannya.Kalau itu buat kakak lebih baik nggak masalah buat aku." ucap Shanum

Kanfa menangguk dan mengernyitkan dahinya.Dia baru sadar jika istrinya itu baru pertama kalinya bicara dengannya dengan ucapan yang lumayan panjang .

"Nanti di rumah,jangan kaget kalau ada dua perusuh.Anggap itu hiburan buat lo," ucap Kanfa.

"Dua perusuh?" tanya Shanum membeo dan merasa bingung dengan ucapan Kanfa.

"Maksudnya ponakan gue. Mereka anak-anak kak Bia. Mereka kembar dan paling suka huru hara. Dari kecil mama sama Daddy merawat mereka.

"Kamu ada kakak atau adik lagi kak ?"tanya Shanum.

"Nggak ada. Gue punya kakak satu aja itu adalah kak Bia. Umur gue emang beda 15th sama kak Bia itu karena semasa dulu mama sama Daddy sempat terpisah.Baru bertemu lagi setelah kak Bia mau masuk usia lima belas tahun."terang Kanfa.

Tak terasa satu setengah jam mereka menempuh perjalanan dan mobil itu pun masuk ke dalam area perumahan elit yang terlihat tembok-tembok tinggi dan pilar kokoh menjulang saling berderet.

Shanum menatap kagum pemandangan yang ada di depan matanya. Sepanjang jalan masuk ke dalam komplek tersebut, jantung Shanum tiba-tiba saja berdebar lebih kencang. Sungguh dia tak menyangka jika keluarga suaminya mempunyai kehidupan mewah seperti ini. Rasanya dia berpikir jika tembok antara dirinya dengan suaminya terlalu tinggi.

Shanum yang awalnya menganggap keluarga suaminya itu sebagaimana orang kaya pada umumnya namun, saat mobil yang di tumpangi Shanum masuk ke sebuah unit rumah dengan halaman yang sangat luas dan bangunan yang megah membuat jiwa misquen nya meronta.

Shanum menghirup udara sedalam-dalamnya. Rasanya sangat berbeda dengan lingkungan perkotaan pada umumnya. Perumahan yang di bangun oleh Mahardika mampu membuat nyaman para penghuni nya. Jadilah hunian disana juga punya harga yang fantastis.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

kebahagiaan br di mulai Afa Shanum semoga bukan pelarianmu tp cinta terahkirmu sampai maut memisahkan ya Afa

2024-04-16

7

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

semoga km bisa menempati janjimu dan bahagiakan Shanum Khanfa selamanya

2024-03-26

0

Lisa aulia

Lisa aulia

semoga kanfa nggak menjadikan shanum hanya sebagai pelarian yah...maklum keseringan ditolak cyra...

2024-03-24

2

lihat semua
Episodes
1 Cinta Di Tolak (Revisi)
2 Kecelakaan (Revisi)
3 Permintaan Terakhir ( Revisi )
4 Mendadak Nikah ( Revisi )
5 Duka Cita ( Revisi )
6 Pindah Rumah ( Revisi )
7 Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8 Rencana Pindah ( Revisi )
9 Mulai Sekolah ( Revisi)
10 Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11 Makan Siang Bersama (Revisi)
12 Lo Milik Gue ( Revisi )
13 Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14 Curi-curi Pandang (Revisi )
15 Murid Baru ( Revisi )
16 Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17 Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18 Terpaku ( Revisi )
19 Putus? ( Revisi )
20 Lord Scorpions ( Revisi )
21 Malam Bikin Frustasi
22 Kekesalan Cyra
23 Merencanakan Sesuatu
24 Perubahan Dian
25 Pesta
26 Pengumuman
27 Nggak Pake Helm
28 Mendapatkan Bukti.
29 Pelaku
30 Kepingan Masalalu
31 Setelah Malam Itu...
32 Setelah Malam Syahdu
33 Berusaha Dekat
34 Menjadi Teman
35 Penguntit
36 Biang Kerok Sebenarnya
37 Teman Baru
38 Shanum Yang Berbeda
39 Sisi Lain ShaFa
40 Bahaya Mengintai
41 Penyerangan
42 Setan Bucin
43 Membalas Kejahatan Mereka
44 Piglet It's Back
45 Mahardika vs Kusuma
46 Trio Lemes
47 Berita Heboh
48 Tantangan
49 Scorpions
50 Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51 Balapan
52 Shanum vs Aryo
53 Kedatangan Orangtua Aryo
54 Melawan Orang Yang Salah.
55 Malapetaka
56 Kilasan Keluarga Sabrina.
57 Rahasia Terbongkar
58 Memberikan Dukungan
59 Menjenguk
60 Rencana Menurunkan Aryo
61 Ke Bali
62 Menghadiri Pesta
63 Ikut Lelang
64 Takeshi
65 Yuna??
66 Cyra Kecelakaan
67 Pertemuan tak Terduga
68 Penasarannya Takeshi
69 Keresahan Kiran
70 Trauma??
71 Di Culik
72 Jangan Jadi Pengecut
73 Menolong Shanum
74 Kenyataan..
75 Koma
76 Meninggal?
77 Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78 Rasa Penasaran Ryosuke
79 Kenangan
80 Kepulangan Shanum
81 Rencana ke London
82 Kanfa dan London
83 Ozi
84 Mulai Hari Baru
85 Kedatangan Orang Terkasih
86 LDR
87 Melepas Rindu
88 Ingin Jadi Papa Muda
89 Kedatangan Ryosuke
90 Pengakuan Alma
91 Twins
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Cinta Di Tolak (Revisi)
2
Kecelakaan (Revisi)
3
Permintaan Terakhir ( Revisi )
4
Mendadak Nikah ( Revisi )
5
Duka Cita ( Revisi )
6
Pindah Rumah ( Revisi )
7
Melanjutkan Pernikahan ( Revisi )
8
Rencana Pindah ( Revisi )
9
Mulai Sekolah ( Revisi)
10
Rencana Makan siang Bersama (Revisi)
11
Makan Siang Bersama (Revisi)
12
Lo Milik Gue ( Revisi )
13
Hari Pertama Pindah Sekolah ( Revisi )
14
Curi-curi Pandang (Revisi )
15
Murid Baru ( Revisi )
16
Jadi Pacar di Masa Lalu (Revisi)
17
Karena Lo Istri Gue ( Revisi )
18
Terpaku ( Revisi )
19
Putus? ( Revisi )
20
Lord Scorpions ( Revisi )
21
Malam Bikin Frustasi
22
Kekesalan Cyra
23
Merencanakan Sesuatu
24
Perubahan Dian
25
Pesta
26
Pengumuman
27
Nggak Pake Helm
28
Mendapatkan Bukti.
29
Pelaku
30
Kepingan Masalalu
31
Setelah Malam Itu...
32
Setelah Malam Syahdu
33
Berusaha Dekat
34
Menjadi Teman
35
Penguntit
36
Biang Kerok Sebenarnya
37
Teman Baru
38
Shanum Yang Berbeda
39
Sisi Lain ShaFa
40
Bahaya Mengintai
41
Penyerangan
42
Setan Bucin
43
Membalas Kejahatan Mereka
44
Piglet It's Back
45
Mahardika vs Kusuma
46
Trio Lemes
47
Berita Heboh
48
Tantangan
49
Scorpions
50
Kenalan Dengan Satria dan Madonna
51
Balapan
52
Shanum vs Aryo
53
Kedatangan Orangtua Aryo
54
Melawan Orang Yang Salah.
55
Malapetaka
56
Kilasan Keluarga Sabrina.
57
Rahasia Terbongkar
58
Memberikan Dukungan
59
Menjenguk
60
Rencana Menurunkan Aryo
61
Ke Bali
62
Menghadiri Pesta
63
Ikut Lelang
64
Takeshi
65
Yuna??
66
Cyra Kecelakaan
67
Pertemuan tak Terduga
68
Penasarannya Takeshi
69
Keresahan Kiran
70
Trauma??
71
Di Culik
72
Jangan Jadi Pengecut
73
Menolong Shanum
74
Kenyataan..
75
Koma
76
Meninggal?
77
Pertemuan Ryosuke dan Shanum
78
Rasa Penasaran Ryosuke
79
Kenangan
80
Kepulangan Shanum
81
Rencana ke London
82
Kanfa dan London
83
Ozi
84
Mulai Hari Baru
85
Kedatangan Orang Terkasih
86
LDR
87
Melepas Rindu
88
Ingin Jadi Papa Muda
89
Kedatangan Ryosuke
90
Pengakuan Alma
91
Twins

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!