Kiran menunggu anak dan menantunya sampai. Karena memang mobil Kanfa ada di bagian belakang mobil mereka. Jadi, mobil milik Kanfa baru saja sampai.
"Ayo sayang, ikut mama !"" ajak Kiran pada menantu barunya yang sudah keluar dari mobil.
Shanum mengangguk dengan senyum tipis dan melangkah dengan dirangkul oleh Kiran.
"Assalamualaikum.."
Mereka mengucapkan salam saat mulai masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam.."terdengar jawaban dari dalam dan ternyata salah satu ART yang menyambut kedatangan majikanya.
Namun, terlihat wajah ART itu sedang bingung dan takut.
"Kamu kenapa Karsih, apa yang terjadi ?"tanya Kiran pada sang ART yang bernama Karsih.
"I_itu nyonya,anu...itu..
Belum juga Karsih melanjutkan ucapannya dengan serentak semuanya berjalan ke arah dimana suara gaduh berasal.
Semua mata tertuju pada ruangan yang terlihat sangat kacau dan berantakan.
Banyak mainan yang berserakan dan juga buku serta krayon yang mengotori sofa dan juga lantai.
"NARENDRA,NAELA !!"
Teriak Bia memanggil nama kedua anak kembarnya dengan berkacak pinggang.
Mendengar teriakkan yang tak asing bagi si kembar, mereka pun langsung menatap dimana sumber suara itu berasal.
"O..oww.." gumam si kembar bersamaan saat keduanya.
Mereka melihat sang umma yang berkacak pinggang menatap tajam ke arah mereka.
Kedua anak kembar itu pun meringis karena melihat tampang galak sang Umma.Tak lama mereka dengan mengubah ekspresi seperti tak terjadi apa-apa.
"Akhirnya..Umma sama Abi pulang juga..!!" ucap seorang gadis remaja dengan menggandeng tangan seorang bocah laki-laki yang umurnya sekitar lima tahun dengan coretan krayon di tubuhnya.
"Dih... drama dimulai." celetuk Kanfa melihat si kembar seolah tak terjadi apa-apa.
"Diam kau ki sanak !" timpal Naren menunjukkan jarinya ke arah Kanfa.
"Naren ,Nae , tolong yang sopan !!" ucap Harraz tegas dengan menatap tajam ke arah anak kembarnya itu.
Mereka adalah Narendra Abinaya Al'Gifari dan Naela Faiza Al'Gifari anak dari Bia dan Harraz serta ada bocil yang bernama Rajendra Abinaya Al'Gifari adik bungsu si kembar yang berumur lima tahun.
"Sorry.." jawab keduanya dan menundukkan kepalanya.
"Papi, abang sama kakak nih pi.. buat Laja pusing ! belantem telus makanan Laja di abisin meleka." adu si bocil dengan wajah songongnya.
"Wahhhh.. pelanggaran nih, bisa kasih hukuman dong sama grandpa." kompor Kanfa pada dua
ponakannya
Si kembar pun melotot mendengar perkataan Kanfa dan menatap nyalang pada Kanfa.
"Benel deh glenpa Abang sama kakak buat Laja kesal !" ucap Rajendra biasa di panggil Raja.
Ekspresi lucu wajah Raja membuat semuanya tersenyum melihat tingkah sok merajuk si bocah menggemaskan itu.
Shanum melihat sosok Raja pun terlihat langsung menyukai bocah itu.
"Owwhhh...cucu kesayangan grandpa,tenang saja mereka akan mendapat hukuman dari mami kamu." ucap Abi dengan menggendong Raja pergi dari tempat itu.
Sedangkan Bia sudah melipat kedua tangannya di depan dan menatap si kembar dengan tajam.
"Umma,maaf.." ucap si kembar dengan menundukkan kepalanya.
"Jadi ini yang kalian lakukan sama adik kalian, umma nggak pernah ngajarin kalian lepas tanggung jawab ya bang, kak, kalau sampai terjadi lagi,umma akan suruh uncle Zidan buat bawa kalian ke pesantren." ucap Bia dengan tegas.
"Nooo..!!" tolak keduanya kompak.
"Baiklah, sekarang kalian bersihkan semuanya, jangan sampai ada yang berani membantu mereka.Itu hukuman buat kalian berdua." ucap Bia dengan tegas.
"Abiii..." panggil keduanya meminta pembelaan.
Namun sayang ,Ayaz sang Abi hanya menaikkan bahunya pertanda tak mungkin bisa.
Kedua bocah itu pun mencebikkan bibirnya dan menatap sang om yang sedang cengengesan melihat kedua bocah kembar itu di hukum kakaknya alias umma mereka.
"Kanfa, kamu ajak Shanum buat istirahat di kamar kamu.Pasti dia capek.Nanti kalian turun waktunya makan malam." ucap Kiran pada anaknya untuk mengajak sang istri ke kamarnya.
"Ke_kamar Kanfa ma,nggak salah?' tanya Kanfa pada sang mama.
"Apanya yang salah, Shanum istri sah kamu Kanfa. Sudah sana..Ini koper Shanum bawa.Shanum,ikut Kanfa istirahat yaa.." ucap Kiran pada sang menantu.
" Ba_baik ma.." jawab Shanum dengan terbata.
Dengan perlahan dan perasaan ragu, Shanum melangkah mengikuti langkah sang suami yang terus berjalan di depannya.
Si kembar melihat sang om membawa perempuan ke kamarnya pun di buat bingung.
"Oma,memangnya kakak itu siapa?" tanya Naela.
"Itu aunty Shanum, istrinya uncle Kanfa." ucap Kiran.
"Hahhh..bang Afa punya istri terus kak Cyra gimana?" tanya Naela dan langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
Sedangkan Naren melotot mendengar perkataan Naela yang sudah membuat sang Oma menatap heran.
"Kenapa sama kak Cyra,emangnya ada apa kak Cyra sama uncle Afa?" cecar Kiran pada dia bocah itu.
"Ehhh..nggak Oma. Naela cuma mikirin kak Cyra.Kalau Abang Afa punya istri kak Cyra jadinya nggak akan main-main sama Abang dong.."elak Naela membuat alasan.
"Kenapa harus begitu,mereka tetap berteman sampai kapan pun.Sudahlah,jangan di pikirin. Sekarang kalian fokus sama hukuman' dari umma kalian." ucap Kiran dengan melenggang pergi ke arah kamarnya.
...----------------...
Ceklek..
Kanfa membuka pintu kamar nya dan membukanya dengan lebar.
"Masuklah," ucap Kanfa mempersilahkan Shanum masuk ke dalam kamar.
"I_iya, maaf..." ucap Shanum dengan sedikit membungkuk melewati Kanfa dan masuk ke dalam kamar yang luas itu.
Kanfa pun ikut masuk ke dalam kamar dan menutup rapat pintu kamarnya itu.
"Apa a_ku juga akan tinggal disini?" tanya Shanum tiba-tiba.
"Kenapa, kamu takut ?" tanya Kanfa dengan menyunggingkan senyum miring.
"Cuma tidur nggak lebih.Jangan kira gue akan bersikap layaknya sinetron kawin paksa yang akan tidur di kasur terpisah dan bahkan pisah kamar. No...!" jawab kanfa dengan santainya.
Shanum melotot mendengar perkataan sang suami .Tapi, yang jadi pikiran Shanum adalah hubungan mereka akan seperti apa nantinya .Apakah pernikahan paksa mereka akan dilanjutkan atau tidak.
"Apa kamu yakin dengan pernikahan ini?" tanya Shanum ragu dan tanpa menatap ke arah Kanfa.
Kanfa yang mendengar pertanyaan sang istri pun berdecak .
"CK, jangan lo pikir pernikahan tanpa cinta pasti akan gagal. Asal lo tahu, l daddy dan mama sampai saat ini masih sama-sama,mereka menikah karena sebuah tanggung jawab. Bang Ayaz sama kak Bia pun sama. Kamu tahu, mereka menikah karena terpaksa dengan jalan takdir yang tentunya berbeda." jelas Kanfa membuat Shanum melongo mendengar nya.
Ternyata mertua dan kakak iparnya menikah dengan tanpa cinta dan sampai sekarang terlihat harmonis.
"Tapi kita berbeda.Pasti kamu punya pacar kan, lalu pacar kamu gimana?" tanya Shanum.
"Ikuti takdir Allah. Kalaupun nanti di tengah jalan kita pisah,setidaknya kita sudah berusaha." ucap Kanfa dengan membuka pintu balkon.
"Apa lo keberatan soal keputusan gue tetap nerusin pernikahan kita dengan menjaga wasiat bapak lo? Atau jangan-jangan lo sudah punya pacar selama ini?" tanya Kanfa dengan menatap intens ke arah Shanum.
Shanum pun merasa terkejut dengan pertanyaan sang suami dan dia pun langsung merasa gugup dan bingung mau menjawab apa.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Moh Yasin
lanjuut thor
2024-07-09
1
Lanjar Lestari
mudah mudahan Khanfa menepati janjinya yg akan bahagiakan dan menjaga Shanum seperti yg di ucapkan Khanfa di depan Bapaknya Shanum jawab jujur aja semoga nlm punya pacar ya.
2024-03-26
0
Lanjar Lestari
mudah mudahan Khanfa menepati janjinya yg akan bahagiakan dan menjaga Shanum seperti yg di ucapkan Khanfa di depan Bapaknya Shanum jawab jujur aja semoga nlm punya pacar ya.
2024-03-26
2